Lingkungan Hidup
( 5781 )Dua Mata Pedang Kenaikan Harga Energi
Harga komoditas energi terus melejit. Misal harga minyak. Pukul 22.52 WIB kemarin, harga minyak west Texas intermediate kontrak pengiriman Maret 2022 mencapai US$ 88,15 per barel. Ini cuma turun sedikit dari harga sehari sebelumnya, di US$ 88,20 per barel, yang adalah harga tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut kenaikan harga minyak mentah yang tinggi dapat mendorong aksi akumulasi saham emiten sektor migas, seperti PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Pergerakan saham tersebut sekarang ini mulai menunjukkan tren naik secara teknikal. MEDC misalnya. Kemarin, MEDC ditutup melemah 4,50% ke Rp 530 per saham. Tapi, dalam sepekan, saham MEDC sudah menguat hngga 9,96%. Harga saham ELSA dan ENRG juga melesat 9,52% dan 7,55% dalam sepekan terakhir.
Kian Menarik Seiring Naiknya CPO
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih dalam tren meningkat di pembuka tahun ini, serta membawa berkah bagi produsen CPO. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) salah satu yang akan menikmati keuntungan dari tren kenaikan harga CPO ini. Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa dalam riset 27 Januari 2022 menyebut, LSIP berpotensi membukukan peningkatan margin kotor menjadi 37,2% pada tahun lalu. Ini karena harga CPO global naik 59,3% dalam setahun. Yasmin memperkirakan margin laba bersih LSIP akan meningkat menjadi 25,1% pada tahun 2021 dan akan sedikit menurun menjadi 24,2% pada tahun ini. Sebab harga CPO bakal lebih stabil.
Analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi menambahkan, pasokan terhambat karena fenomena La Nina yang berlangsung di kuartal satu tahun ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan La Nina akan berlangsung hingga akhir Februari 2022. Karena kondisi tersebut, Aqil memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM 3.580-RM 4.700 per ton. Potensi kenaikan akan terjadi hingga awal kuartal II-2022 dan akan stabil pada level yang lebih rendah di kuartal III-2022. Tapi harga ini masih di atas level pra-pandemi.
WHO: Subvarian Ditemukan di 57 Negara
WHO pada Rabu (2/2) mengungkapkan bahwa subvarian Omicron yang sangat menular telah terdeteksi di 57 negara. Menurut beberapa penelitian, varian turunan ini bisa lebih menular daripada versi aslinya. Dalam pembaruan epidemiologi mingguan, PB tersebut mengatakan bahwa varian ini menyebabkan beberapa sub garis keturunan, antara lain BA.1, BA,1,1 BA.2, dan BA.2 dan BA.3. Varian Omocron sekarang menyumbang lebih dari 93% dari semua spesimen virus corona yang dikumpulkan dalam sebulan terahir. Tetapi ada peningkatan yang jelas dalam kasus-kasus yang melibatkan BA.2 yang memiliki beberapa mutasi berbeda yang memiliki beberapa mutasi berbeda dari versi aslinya. Badan kesehatan tersebut mengatakan hanya sedikit yang diketahui tentang perbedaan antara subvarian yang ditemukan, adapun virulensi virus adalah kemampuan untuk menyebabkan penyakit. Beberapa peneliti terbaru telah mengisyaratkan bahwa BA.2 lebih menular daripada Omicron asli. (Yetede)
OPEC+ Sepakat Menaikkan Produksi Pada Maret
Kelompok produsen minyak dunia yang tergabung dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) pada Rabu (2/2) sepakat untuk menaikkan lagi kapasitas produksi. Walau harga minyak mentah diperdagangkan mendekati level luar biasa di tengah ketegangan geopolitik. Langkah yang sudah diperkirakan luas oleh para analis energi tersebut sekaligus menandai kelanjutan dari strategi kelompok OPEC untuk secara bertahap membuka kembali keran produksi minyaknya. Arab Saudi yang memimpin OPEC dan Rusia yang memimpin OPEC+ sedang dalam proses melepaskan pengurangan pasokan sekitar 10 juta barel per hari (bph). Menteri Energi Rusia Alexander Novak sebelumnya mengatakan, kelompok yang lebih luas tidak ingin meningkatkan level produksi terlalu banyak karena masih mewaspadai potensi perubahan permintaan.(Yetede)
Eksportir CPO Wajib Penuhi Kebutuhan Lokal
Kemendag tidak akan mengeluarkan izin ekspor jika eksportir tidak merealisasikan kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar domestik (DMO) CPO dan olein. Kemendag juga berupaya agar kebijakan DMO tidak menekan harga tandan buah segar sawit (TBS) di tingkat petani. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, kebijakan DMO CPO dan olein atau CPO olahan (refined, bleached, and deodorized palm olein) sebesar 20 % dari total volume ekspor kedua komoditas itu harus dipenuhi, untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng di dalam negeri. Dengan harga patokan DMO CPO Rp 9.300 per kg dan olein Rp 10.300 per kg, harga TBS diperkirakan turun Rp 250-Rp 300 per kg. Imbasnya pada petani diperkirakan hanya sementara karena kebijakan DMO akan memengaruhi harga CPO dunia yang diperkirakan masih tinggi sepanjang tahun ini. Kemendag memastikan agar kebijakan DMO tidak merugikan petani. Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengapresiasi positif kebijakan DMO tersebut. Ia berharap kebijakan itu tidak hanya tertera di kertas, tetapi benar-benar ditegakkan. (Yoga)
Rupiah Digoyang Sejenak Wajib Olah Hasil Tambang
Beleid pemerintah yang mewajibkan pengolahan hasil tambang mineral dan batubara (hilirisasi) bak pedang bermata dua. Jangka panjang, regulasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil sumber daya alam itu bisa berefek positif bagi ekonomi Indonesia. Tapi jika tidak siap, beleid ini bisa menggoyahkan kekuatan rupiah di jangka pendek. Sebagai catatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menggeber hilirisasi sejumlah hasil tambang mineral sejak tahun 2015. Bahan tambang yang wajib diolah di dalam negeri antara lain nikel, bauksit, tembaga, serta timah.
Namun, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengingatkan, beleid hilirisasi komoditas bisa menekan pasokan dollar AS devisa ekspor di dalam negeri. Maklum ekspor komoditas menjadi sumber utama pemasukan valas Indonesia. Alhasil, pasokan dollar di dalam negeri akan lebih bertumpu pada hasil penarikan utang luar negeri. Situasi ini bisa menggoyahkan rupiah di jangka pendek. Sebagai gambaran, sejak awal tahun ini hingga Selasa (1/2), rupiah melemah sekitar 0,67% terhadap dollar AS, dan turun 2,43% jika dihitung setahun terakhir. "Seberapa besar efek jangka pendeknya terhadap rupiah, tergantung pada perencanaan kebijakan hilirasi," kata Yusuf, kemarin.
Menjaga Stabilitas DMO Batu Bara
Keputusan legal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. T-444/MB.05/DJB.B/2022 yang mencabut pelarangan ekspor batu bara secara penuh per 1 Februari 2022, kemarin, menuai reaksi. Padahal, pemerintah sebelumnya telah melarang ekspor komoditas ‘emas hitam’ ini sepanjang Januari 2022.
Cadangan batu bara yang aman bagi PLN tak terpenuhi. Ini karena banyak produsen batu bara mengabaikan kewajiban pasok domestik (domestic market obligation/DMO) batu bara ke dalam negeri.
Perusahaan tambang telah diminta memasok 5,1 juta ton batu bara dari penugasan pemerintah. Namun, hingga 1 Januari 2022, pasokan hanya terpenuhi 35.000 ton. Akibatnya, PLN sempat didera krisis pasokan batu bara hingga ke titik yang membahayakan di sejumlah pembangkitnya. Langkah pemerintah dalam mengamankan pasokan batu bara dalam negeri sangat cekatan, bahkan disertai dengan reward dan punishment. Bagi perusahaan yang telah memenuhi ketentuan DMO, mereka dipersilakan untuk mengekspor. Bagi perusahaan yang mengabaikan ketentuan DMO, pemerintah telah menyiapkan sanksi administratif dan ekspor, denda serta dana kompensasi pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri.
Mendag Minta Produsen Migor Jaga Stabilitas Harga
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta pelaku industri minyak goreng (migor) berkomitmen menjaga stabilitas harga migor didalam negeri, dengan mengisi stock migor di pasar internasional maupun di ritel modern jangan sampai terjadi kekosongan ditingkat pedagang maupun pengecer. Pemerintah, harus menyimbangkan kepentingan pelaku usaha dan konsumen. Kebijakan DMO berlaku wajib untuk seluruh produsen migor yang akan melakukan ekspor, yaitu sebesar 20% dari volume ekspor. Lutfi mengakui, industri hulu khususnya pengekspor produk kelapa sawit akan sedikit berkorban, setelah selama 27 bulan menikmati harga yang naik tajam. Dia menegaskan, tidak akan ada pengusaha yang mengatur pemerintah dalam tata niaga kelapa sawit dari hulu ke hilir "Saya jamin tidak ada pengusaha atur pemerintah. Masalah kelapa sawit diatur transparan dan terbuka," tegas Lutfi. (Yetede)
BUMN Garap Ekosistem Kopi
Kementerian BUMN meluncurkan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara, ekosistem kopi yang terdiri dari sejumlah perusahaan BUMN, perusahaan swasta, asosiasi kopi dan petani kopi, serta lembaga litbang. BUMN yang terlibat adalah PTPN III, Perhutani, PT Pupuk Indonesia, BRI, dan RNI selaku induk Holding BUMN Pangan atau ID Food. Perusahaan swastanya, Mayora, Dua Coffee, Common Ground, dan Stella. Asosiasi yang terlibat adalah Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) dan Specialty Coffee Association of Indonesia. Adapun lembaga risetnya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, serta R&D BUMN. PMO Kopi Nusantara diluncurkan secara hibrida oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Lampung, Minggu (30/1), dibarengi pelepasan ekspor perdana 120 ton kopi PPI ke Mesir.
Menurut Erick, PMO Kopi Nusantara merupakan proyek percontohan BUMN untuk membangun ekosistem kopi Indonesia dari hulu hingga hilir, yang penting lantaran 90 % pasokan kopi Indonesia berasal dari petani. Pada PMO Kopi Nusantara juga digulirkan program Makmur, dimana petani bisa mendapatkan modal kerja, bibit unggul, dan pupuk tepat waktu, pendampingan untuk meningkatkan kualitas kopi, dan kepastian pasar. Jika gagal panen, petani akan mendapatkan jaminan asuransi. Ketersediaan pasar kopi bagi petani dinilai sangat diperlukan, sejumlah perusahaan BUMN dan swasta dalam PMO Kopi Nusantara menjamin serapannya dengan menjadi off taker atau pembeli. Agar dapat menembus pasar ekspor, PT PPI akan bekerja sama dengan Kemendag dan Kemlu.
Ketua PMO Kopi Nusantara Dwi Sutoro menuturkan, PMO diharapkan dapat memperbaiki rantai pasok perdagangan kopi di Indonesia dari hulu ke hilir. Sasaran utamanya adalah menyejahterakan petani kopi dan memperkuat ekosistem kopi Nusantara. Dirut PT PPI Nina Sulistyowati mengatakan, PT PPI sebagai bagian dari ID Food berkomitmen memfasilitasi kopi petani agar bisa menembus pasar ekspor. Tahun ini, PPI telah mendapatkan kontrak kopi sebanyak 3.000 ton. (Yoga)
Harga Pangan Menyulut Inflasi di Awal Tahun
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan membuat laju indeks harga konsumen (IHK) awal tahun melonjak. Bahkan, inflasi bulan Januari tahun ini, bisa menyamai inflasi Desember tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan laju inflasi Januari pada tangal 2 Januari nanti. Tak hanya Bank Indonesia, sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, inflasi bulanan Januari 2022 berada pada kisaran 0,5%. Angka ini lebih tinggi dibanding rerata inflasi Januari tiga tahun terakhir yang sebesar 0,32%. Bahkan, inflasi Januari lalu, hampir menyamai inflasi bulanan Desember 2021 yang sebesar 0,57% yang berasal dari permintaan saat Natal dan Tahun Baru. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi Januari 2022 sebesar 0,53% month on month (mom). Sehingga, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53% year to date dan secara tahunan sebesar 2,15% year on year (yoy).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









