Lingkungan Hidup
( 5781 )Pasar Ekspor Energi Surya
Industri energi surya di Indonesia sebetulnya relatif masih baru. Jumlah kapasitasnya dalam bauran energi nasional relatif masih rendah. Dengan semakin akutnya pemanasan global, seharusnya industri energi baru dan terbarukan (EBT) dikembangkan secara cepat di Indonesia, sehingga memungkinkan dicapainya target-target bauran energi demi mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengembangan renewable energy. Oleh karena itu, berita tentang pengembangan energi surya untuk diekspor ke negara tetangga merupakan kabar yang mengejutkan sekaligus menarik.
Mengapa Singapura begitu antusias dalam pengembangan tenaga matahari bagi pengembangan listriknya? Selain mereka secara bertahap akan beralih ke energi hijau, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi jika kontrak suplai gas ke negara tersebut tidak diperpanjang oleh Pemerintah Indonesia. Energi listrik di Singapura memang memiliki ketergantungan yang besar pada penggunaan gas yang disuplai dari Indonesia. Dalam hal ini terdapat beberapa kontrak suplai gas dari ladang di Indonesia ke negara tersebut. Kontrak yang terbesar adalah antara Conoco Phillips, yang berasal dari Blok Corridor di Grissik, Sumatera, dan Singapura yang akan berakhir pada 2023.
Pertanian Kontrak dibutuhkan Untuk Mendongkrak Singkong
7-8 tahun terakhir, singkong ”naik kelas”, singkong keju, singkong beku, serta olahan lainnya berkembang dan banyak diminati, bahkan sudah masuk kafe dan hotel mewah. Begitu juga tepung singkong yang dimodifikasi (mocaf).
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Achmad Subagio (16/1) menjelaskan, dari sisi bisnis, karakter utama olahan singkong adalah produk UMKM. Sejumlah inovasi telah menghasilkan produk unik yang banyak diminati, tapi di sisi hulu, petani singkong terkendala dalam mengakses permodalan. Petani singkong jarang mendapat KUR. Ketidakpastian membuat petani singkong tidak bankable atau tak memenuhi syarat mendapat kredit. Karena itu, yang mendesak dilakukan saat ini ialah penerapan sistem pertanian kontrak atau contract farming. Selama ini, yang ada justru sistem ijon, singkong baru 2-3 bulan sudah dikasih duit oleh tengkulak, kata Achmad.
Achmad, yang juga Wakketum Bidang Industri dan Teknologi Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), menambahkan, kepastian itu dibutuhkan karena kerap kali harga singkong jatuh. Namun, saat ini, harga singkong sedang naik dari Rp 1.300 per kg, menjadi Rp 1.700-Rp 2.000 per kg.
Menurut data Dirjen Tanaman Pangan Kementan, luas lahan singkong pada 2019 ialah 628.305 hektar dengan produksi sebanyak 16,35 juta ton. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi (15/1) menuturkan, ”Program (pengembangan singkong) akan kami fasilitasi dengan APBN, juga KUR petani. Kami sinergikan dengan MSI, pelaku usaha, dan offtaker (penyerap/pembeli), seperti di Sukabumi, Lampung, dan Sumut.” (Yoga)
Komoditas Alumunium : Inalum Jaga Tingkat Produksi
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum Operating bagian dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID mencatat kinerja produksi aluminium sebesar 243.000 ton dengan tingkat penjualan sebesar 218.000 ton. Komoditas aluminium dengan diversifikasi produk ingot, alloy dan billet menjadi salah satu inventori strategis Grup MIND ID sekaligus menjadi andalan Inalum Operating.
Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID Danny Praditya mengatakan sepanjang tahun lalu yang merupakan tahun kedua pandemi, perusahaan tetap mengoptimalkan efektivitas operasional pabrik peleburan aluminium dengan menjaga seluruh rantai bisnis tetap berjalan. "Mulai dari menjaga rantai pasok bahan baku hingga kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber energi utama. Hasil kinerja tahun 2021 berhasil membuktikan bahwa INALUM Operating mampu melewati 2 tahun pandemi dan tetap berkontribusi bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat,” dikutip Kamis (20/1/2022).
Pedagang: Kami Tak Untung
Kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14.000 yang dikeluarkan Pemerintah Pusat membuat para pedagang sembako di Pasar Tradisional Surabaya tidak jualan minyak goreng kemasan murah maupun premium. Keputusan tidak menjual minyak goreng kemasan dirasa pedagang adalah hal yang tepat.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Wonokromo, Jefry mengatakan, jika masih menjual minyak goreng kemasan maka tidak ada untung.
"Kan harga migor saat pertengahan tahun mahal sekali dan sekarang meski harga sudah jadi 14.000 namun jika kami tidak boleh menjual diatas harga Rp 14.000, buat apa jualan," tuturnya.
Harga Pangan Saat Musim Penghujan
Warga berbelanja bahan pangan di sebuah gerai pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (19/1). Curah hujan yang tinggi membuat pemerintah perlu mewaspadai stok pangan di tahun 2022. Kondisi pandemi virus korona (Covid-19) yang masih berlangsung juga mempengaruhi kenaikan harga bahan komoditas dipasaran.
Pengamanan Stok & Harga Pangan: Impor Jadi Pilihan
Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor untuk tiga komoditas pangan yakni gula, daging sapi, dan bawang putih pada tahun ini guna menjamin stok memadai sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasaran. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan izin impor 2022 telah dikeluarkan kendati kuotanya tidak disebutkan secara terperinci. “Stok akan menjadi lebih dari cukup untuk memastikan bahwa kalau terjadi kenaikan harga kita mempunyai ketersediaan yang cukup untuk kepentingan nasional," katanya, Selasa (18/1). Mendag memprediksi beberapa komoditas yang izin impornya sudah keluar akan tiba di pelabuhan Indonesia dalam beberapa pekan mendatang atau akhir bulan ini. Selain gula, Lutfi belum bisa mengungkapkan volume impor daging sapi yang disetujui pemerintah, karena pasokan dan permintaan global dalam kondisi ketat, sehingga harga menjadi sensitif.
Laporan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya menyebutkan bahwa kebutuhan gula mentah untuk gula kristal putih (GKP) pada 2022 mencapai 900.000 ton. Adapun dari perhitungan awal Kementerian Pertanian, kebutuhan impor daging sapi maupun kerbau pada 2022 sebesar 226.065 ton. Untuk bawang putih, Lutfi memperkirakan impor berkisar 500.000 ton. Berkaca pada realisasi tahun lalu, pemasukan bawang putih mencapai 475.000 ton dari persetujuan impor sebanyak 600.000 ton yang dikeluarkan Kemendag. Adapun rekomendasi teknis dari Kementan untuk impor bawang putih mencapai 864.000 ton pada 2021.
Investasi Migas : Pemerintah Bidik US$17 Miliar
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan total nilai investasi yang bisa diserap oleh sektor minyak dan gas bumi pada tahun ini mencapai US$17 miliar. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan total investasi itu akan berasal dari hulu migas senilai US$12,87 miliar yang bersumber dari kegiatan-kegiatan produksi, pengembangan, dan eksplorasi. Sementara itu, kontribusi investasi hilir migas dipatok senilai US$4,12 miliar yang berasal dari kegiatan pembangunan infrastruktur seperti pengolahan, pengangkutan, dan niaga.“Investasi migas kami tetap optimistis akan baik. Kami targetkan 2022 sekitar US$17 miliar,” ujarnya, Rabu (19/1).
Treasury Jadi Broker Emas Digital
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memberikan izin pada PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan PT Sehati indonesia Sejahtera (Sakumas) sebagai pedagang fisik emas digital. Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, investasi fisik emas digital diharapkan dapat diterima dan dijadikan alternatif investasi.
Komoditas Batu Bara : Ekspor Kembali Melaju
Kementerian Perdagangan melaporkan 48 kapal bermuatan batu bara dari 29 perusahaan telah meninggalkan Indonesia untuk ekspor setelah pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan ekspor komoditas tersebut sejak pekan lalu.“Sampai hari ini sudah dirilis 48 kapal, dengan total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi,” kata Direktur Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers Trade Outlook 2022, Selasa (18/1).
Batu bara menjadi komoditas ekspor dengan sumbangan terbesar sepanjang 2021. Berdasarkan catatan Kemendag, nilai ekspor batu bara menembus US$32,84 miliar atau tumbuh 90,3% dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2020.
Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Mulai Berlaku
Pemerintah mulai hari ini memberlakukan kebijakan satu harga minyak goreng senilai Rp 14 ribu per liter. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah, melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, menyiapkan dana sebesar Rp 7 triliun untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat. "Harga Rp 14 ribu per liter untuk semua jenis kemasan, baik kemasan premiun maupun sederhana, dengan ukuran 1-25 liter bagi rumah tangga serta usaha mikro dan kecil," ujar Lutfi, kemarin. Kebijakan minyak goreng satu harga berlaku selama enam bulan kedepan. Adapun jumlah minyak goreng yang akan digelontorkan sebanyak 250 juta liter per bulan. Angka itu setara dengan 1,5 miliar liter selama enam bulan kedepan. Sebanyak 34 produsen minyak goreng telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng satu harga. (yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









