Lingkungan Hidup
( 5820 )Kenaikan Harga Minyak Mentah: Sentimen Positif Pengembangan EOR
Harga minyak mentah dunia yang kembali bergerak pada level tinggi dapat menjadi angin segar untuk pengembangan chemical enhanced oil recovery (EOR) sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak capaian produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri. Pengembangan chemical EOR di dalam negeri saat ini masih tersendat oleh masalah keekonomian proyek yang masih belum menarik. Pengembangan proyek itu disebut baru bisa dilakukan apabila harga chemical EOR ekonomis, dan juga harga minyak mentah dunia bergerak pada level yang baik.
Adapun, proyek EOR akan difokuskan di Blok Rokan dengan implementasi proyeknya dimulai sejak tahun ini sampai dengan 2023 mendatang. Proyek tersebut akan dilakukan di Lapangan Minas yang ditargetkan rampung pada 2024.
Dugaan Penimbunan di Tengah Kelangkaan
Kelangkaan minyak goreng dan harga yang belum beragam masih berlanjut di berbagai daerah. Minim pasokan yang terjadi sejak pertengahan Januari lalu ditengarai di picu oleh penimbunan barang ditingkat produsen dan distributor. Berdasarakan data Kementerian Perdagangan yang dimuat dalam majalah Tempo edisi pekan ini, sepanjang awal Januari lalu, stok minyak goreng menumpuk di gudang produsen dan distributor. Hingga 3 Februari lalu stok minyak goreng menumpuk 628 juta liter atau setara dengan kebutuhan 1 bulan 10 hari karena rerata kebutuhan bulanan nasional hanya 412 juta liter. Penimbunan ini berawal dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2022 tentang pengadaan minyak goreng sebanyak 200 juta liter per bulan, lalu menjualnya seharga Rp 14 ribu per liter. Indikasi penimbunan kian kuat dengan adanya temuan Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat. "Kasusnya ada dan sedang dilakukan penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur. (Yetede)
Energi Terbarukan: PLTS Atap Jadi Tren
Permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap diprediksi terus meningkat setelah pemerintah menaikkan ketentuan ekspor kWh listrik dari 65% menjadi 100%. Managing Director Ananta Energy Michael Na mengatakan peningkatan permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap terutama di segmen pelanggan rumah tangga dan industri kecil. Dengan kebijakan baru itu, dia menegaskan pelaku usaha juga semakin optimistis dalam meningkatkan penjualan PLTS atap pada 2022. Saat ini, Ananta Energy memang berfokus untuk mengejar pasar di Jawa Tengah dengan fokus segmen small to medium. Dia menegaskan pihaknya akan mulai pemasangan di rumah pelanggan dan perusahaan menengah. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusniada mengatakan regulasi baru itu merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya guna memperbaiki tata kelola dan keekonomian PLTS atap.
Potensi Berlimpah Xurya Indonesia
Gembar-gembor transisi dari energi fosil ke energi terbarukan menjadi angin segar buat PT Xurya Daya Indonesia. Perusahaan rintisan yang didirikan Eka Himawan dan Edwin Widjanarko ini mendapat kucuran dana US$ 21,5 juta atau sekitar Rp 309,4 miliar pada 12 Januari lalu. Pendanaan seri A tersebut datang dari sejumlah investor, seperti East Ventures, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Schneider Electrik, dan New Energy Nexus Indonesia. Menengok kembali ke 2018, Eka dan Edwin mendirikan Xurya dengan harapan bisa mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, khususnya surya yang berlimpah didalam negeri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat Indonesia memiliki potensi energi surya hingga 200 gigawatt. "Kenapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya? Karena paling mudah dan paling murah," kata Vice President Marketing Xurya Daya Indonesia, George Hadi Santoso, kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Indeks Harga Pangan Capai Titik Tertinggi
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Kamis (3/2), merilis, Indeks Harga Pangan FAO Januari 2022 sebesar 135,7 atau naik dari indeks Desember 2021 sebesar 134,1 yang disebabkan kenaikan Indeks Harga Minyak Nabati yang membukukan rekor tertinggi, di level 185,9 atau naik 4,2 % secara bulanan, disebabkan oleh kenaikan harga CPO, minyak kedelai, minyak lobak, dan minyak biji bunga matahari, lantaran kekhawatiran pelaku pasar atas kemungkinan penurunan ketersediaan ekspor CPO dari Indonesia yang merupakan negara pengekspor CPO terbesar dunia. Selain itu, ada penurunan produksi di negara-negara produsen utama CPO lain, terutama Malaysia, dan peningkatan permintaan dari India yang merupakan importir minyak nabati terbesar dunia. Sementara lonjakan harga minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat gangguan cuaca di negara produsen. Sementara Indeks Harga Sereal pada Januari 2022 naik 0,1 % secara bulanan menjadi 140,6, naik 12,5 % dibandingkan Januari 2021. (Yoga)
Dua Mata Pedang Kenaikan Harga Energi
Harga komoditas energi terus melejit. Misal harga minyak. Pukul 22.52 WIB kemarin, harga minyak west Texas intermediate kontrak pengiriman Maret 2022 mencapai US$ 88,15 per barel. Ini cuma turun sedikit dari harga sehari sebelumnya, di US$ 88,20 per barel, yang adalah harga tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut kenaikan harga minyak mentah yang tinggi dapat mendorong aksi akumulasi saham emiten sektor migas, seperti PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Pergerakan saham tersebut sekarang ini mulai menunjukkan tren naik secara teknikal. MEDC misalnya. Kemarin, MEDC ditutup melemah 4,50% ke Rp 530 per saham. Tapi, dalam sepekan, saham MEDC sudah menguat hngga 9,96%. Harga saham ELSA dan ENRG juga melesat 9,52% dan 7,55% dalam sepekan terakhir.
Kian Menarik Seiring Naiknya CPO
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih dalam tren meningkat di pembuka tahun ini, serta membawa berkah bagi produsen CPO. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) salah satu yang akan menikmati keuntungan dari tren kenaikan harga CPO ini. Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa dalam riset 27 Januari 2022 menyebut, LSIP berpotensi membukukan peningkatan margin kotor menjadi 37,2% pada tahun lalu. Ini karena harga CPO global naik 59,3% dalam setahun. Yasmin memperkirakan margin laba bersih LSIP akan meningkat menjadi 25,1% pada tahun 2021 dan akan sedikit menurun menjadi 24,2% pada tahun ini. Sebab harga CPO bakal lebih stabil.
Analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi menambahkan, pasokan terhambat karena fenomena La Nina yang berlangsung di kuartal satu tahun ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan La Nina akan berlangsung hingga akhir Februari 2022. Karena kondisi tersebut, Aqil memperkirakan harga CPO akan bergerak di kisaran RM 3.580-RM 4.700 per ton. Potensi kenaikan akan terjadi hingga awal kuartal II-2022 dan akan stabil pada level yang lebih rendah di kuartal III-2022. Tapi harga ini masih di atas level pra-pandemi.
WHO: Subvarian Ditemukan di 57 Negara
WHO pada Rabu (2/2) mengungkapkan bahwa subvarian Omicron yang sangat menular telah terdeteksi di 57 negara. Menurut beberapa penelitian, varian turunan ini bisa lebih menular daripada versi aslinya. Dalam pembaruan epidemiologi mingguan, PB tersebut mengatakan bahwa varian ini menyebabkan beberapa sub garis keturunan, antara lain BA.1, BA,1,1 BA.2, dan BA.2 dan BA.3. Varian Omocron sekarang menyumbang lebih dari 93% dari semua spesimen virus corona yang dikumpulkan dalam sebulan terahir. Tetapi ada peningkatan yang jelas dalam kasus-kasus yang melibatkan BA.2 yang memiliki beberapa mutasi berbeda yang memiliki beberapa mutasi berbeda dari versi aslinya. Badan kesehatan tersebut mengatakan hanya sedikit yang diketahui tentang perbedaan antara subvarian yang ditemukan, adapun virulensi virus adalah kemampuan untuk menyebabkan penyakit. Beberapa peneliti terbaru telah mengisyaratkan bahwa BA.2 lebih menular daripada Omicron asli. (Yetede)
OPEC+ Sepakat Menaikkan Produksi Pada Maret
Kelompok produsen minyak dunia yang tergabung dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) pada Rabu (2/2) sepakat untuk menaikkan lagi kapasitas produksi. Walau harga minyak mentah diperdagangkan mendekati level luar biasa di tengah ketegangan geopolitik. Langkah yang sudah diperkirakan luas oleh para analis energi tersebut sekaligus menandai kelanjutan dari strategi kelompok OPEC untuk secara bertahap membuka kembali keran produksi minyaknya. Arab Saudi yang memimpin OPEC dan Rusia yang memimpin OPEC+ sedang dalam proses melepaskan pengurangan pasokan sekitar 10 juta barel per hari (bph). Menteri Energi Rusia Alexander Novak sebelumnya mengatakan, kelompok yang lebih luas tidak ingin meningkatkan level produksi terlalu banyak karena masih mewaspadai potensi perubahan permintaan.(Yetede)
Eksportir CPO Wajib Penuhi Kebutuhan Lokal
Kemendag tidak akan mengeluarkan izin ekspor jika eksportir tidak merealisasikan kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar domestik (DMO) CPO dan olein. Kemendag juga berupaya agar kebijakan DMO tidak menekan harga tandan buah segar sawit (TBS) di tingkat petani. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, kebijakan DMO CPO dan olein atau CPO olahan (refined, bleached, and deodorized palm olein) sebesar 20 % dari total volume ekspor kedua komoditas itu harus dipenuhi, untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng di dalam negeri. Dengan harga patokan DMO CPO Rp 9.300 per kg dan olein Rp 10.300 per kg, harga TBS diperkirakan turun Rp 250-Rp 300 per kg. Imbasnya pada petani diperkirakan hanya sementara karena kebijakan DMO akan memengaruhi harga CPO dunia yang diperkirakan masih tinggi sepanjang tahun ini. Kemendag memastikan agar kebijakan DMO tidak merugikan petani. Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengapresiasi positif kebijakan DMO tersebut. Ia berharap kebijakan itu tidak hanya tertera di kertas, tetapi benar-benar ditegakkan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









