;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Komitmen Kuat Mewujudkan EBT

11 Feb 2022

Komitmen pemerintah untuk segera mewujudkan transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan guna mendorong tercapainya emisi netral karbon pada 2060 kian nyata. Gerak cepat dalam mengatur beragam skenario untuk masuk ke transisi energi dari bahan bakar dari fosil ke ramah lingkungan mulai diformulasikan dan digadang-gadang dapat segera diterapkan ke berbagai proyek energi nasional. Selama ini Indonesia dikenal memiliki potensi energi fosil yang cukup besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa dari sektor hulu minyak dan gas bumi terdapat 128 cekungan. Dari total cekungan tersebut, baru 54 cekungan dieksplorasi. Selain itu terdapat cadangan batu bara saat ini yang mencapai 38,84 miliar ton.

Jargon transisi energi yang kian sering digaungkan ini tentu saja perlu diikuti dengan skenario yang tepat. Dalam beberapa waktu ini, Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) mengawal ketat pelaksanaan commercial operation date (COD) dari sejumlah pembangkit EBT. Upaya mengawal COD ini menjadi penting untuk memastikan pemenuhan target bauran energi sebesar 23% pada 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, hingga akhir 2021 bauran energi terbarukan mencapai 11,5% dari total energi nasional. Artinya, masih terdapat selisih 11,5% yang harus segera dicapai dalam 3 tahun ke depan.


Rente Sumber Daya Alam

10 Feb 2022

Seperti industri ekstraktif di SDA lainnya, industri batubara dikategorikan sebagai kegiatan penghasil rente, karena pendapatan atau laba yang diperoleh industri ini tidak ”normal” atau sangat besar, karena beban biaya produksi berbasis eksploitasi kekayaan alam sangat rendah dan sebagian besar berbasis lisensi/izin. Perolehan laba yang tidak normal bisa juga berasal dari boom komoditas sehingga menjadi penggerak untuk menumbuhkan sektor lainnya. Kajian Ndiame Diop dkk (2014) menyebutkan, kegiatan bisnis batubara dan juga minyak kelapa sawit memberikan kontribusi penting dalam peningkatan harga saham, baik di sektor pertambangan maupun pertanian, pada kurun 2002-2012.

Dalam pengelolaan batubara sebagai obyek rente SDA milik negara, pemerintah berhadapan dengan posisi dilematik ketika harga internasional meningkat. Di satu sisi, kenaikan harga batubara menambah pendapatan negara melalui pungutan pajak dan PNBP dari hasil ekspor. Dengan begitu, pemerintah memiliki kapasitas fiskal lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan investasi publik yang lebih ekspansif. Namun, peningkatan harga batubara mengganggu pasokan dalam negeri akibat perusahaan domestik lebih tertarik melakukan ekspor dengan harga internasional yang lebih tinggi dari domestik. Dampaknya adalah terganggunya stabilitas pelayanan sektor energy dalam negeri karena 60 % pembangkit listrik PLN masih membutuhkan batubara.

Dari konteks ekonomi politik, penataan bisnis rente ini merupakan suatu keharusan, diawali dengan melihat peran  setiap aktor dalam mewujudkan pemerataan manfaat dari hasil rente sumber daya. Pemetaan actor dapat dilakukan dengan membaginya dalam dua kelompok utama, yaitu (1) penghasil dan (2) distributor rente sumber daya. Penghasil rente sumber daya ialah aktor kementerian/lembaga (K/L) sebagai pemerintah dan perusahaan sebagai pelaku pasar. Aktor-aktor ini berperan penting untuk memastikan manfaat dari hasil rente sumber daya tidak hanya dirasakan oleh segelintir kelompok, tetapi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. (Yoga)


Harga Logam Mulia Kerek Prospek Produsen Emas

10 Feb 2022

Harga emas di pasar internasional dan lokal beranjak naik. Di saat yang sama, sejumlah produsen logam mulia mulai berancang-ancang menggenjot produksi dan penjualan pada tahun ini. Harga emas kontrak pengiriman April 2022 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Rabu (9/2), bertengger di level US$ 1.827,80 ons troi. Angka ini lebih tinggi 8% dibandingkan posisi terendahnya dalam setahun terakhir di level US$ 1.691,50 per ons troi. Mengacu data Antam, emas Logam Mulia ukuran 1 gram kemarin di posisi Rp 943.000 per gram, lebih baik ketimbang setahun lalu sebesar Rp 917.000 per gram. 


Hitung Ulang Harga Pertamax dan Pertalite

10 Feb 2022

Wacana  kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax oleh PT Pertamina (Persero) timbul-tenggelam selama dua tahun terakhir. Kabarnya kembali terdengar kali ini seiring dengan lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah sejenis Brent melonjak ke kisaran US$ 90 per barel saat ini. "Penyesuaian harga Pertamax terakhir kali dilakukan pada Februari 2020," tutur Sekretaris Perusahaan Subholding Commercial and Trading Pertamina, Irto Ginting, kepada Tempo, kemarin,9 Februari. Irto tak menjelaskan seberapa besar dampak kenaikan harga ini terhadap biaya produksi. Namun pada Januari lalu, Vice President Corporate Communications Pertamina, Fajriah Usman,menuturkan tambahan beban terhadap biaya produksi cukup signifikan dan dampaknya sudah terasa. "Kinerja keuangan sektor hilir tertekan," tuturnya. Bisnis hilir Pertamina berkontribusi 80% terhadap pendapatan perusahaan. (Yetede)

Harga Minyak Dalam Tren Naik Menuju US$ 100 Per Barel

09 Feb 2022

Pembicaraan Amerika Serikat (AS) dan Iran menggerus kenaikan harga minyak dunia. Meski begitu, analis memperkirakan tren kenaikan harga minyak masih bisa berlanjut hingga US$ 100 per barel di tahun ini. Jumat (4/2), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di Nymex sempat menyentuh rekor tertinggi sejak 2014 di US$ 92,31 per barel. Namun, per pukul 19.11 WIB kemarin, harga minyak kembali menurun 1,88% menjadi US$ 89,59 per barel.


Kenaikan Harga Minyak Mentah: Sentimen Positif Pengembangan EOR

09 Feb 2022

Harga minyak mentah dunia yang kembali bergerak pada level tinggi dapat menjadi angin segar untuk pengembangan chemical enhanced oil recovery (EOR) sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak capaian produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri. Pengembangan chemical EOR di dalam negeri saat ini masih tersendat oleh masalah keekonomian proyek yang masih belum menarik. Pengembangan proyek itu disebut baru bisa dilakukan apabila harga chemical EOR ekonomis, dan juga harga minyak mentah dunia bergerak pada level yang baik. Adapun, proyek EOR akan difokuskan di Blok Rokan dengan implementasi proyeknya dimulai sejak tahun ini sampai dengan 2023 mendatang. Proyek tersebut akan dilakukan di Lapangan Minas yang ditargetkan rampung pada 2024.

Dugaan Penimbunan di Tengah Kelangkaan

08 Feb 2022

Kelangkaan minyak goreng dan harga yang belum beragam masih berlanjut di berbagai daerah. Minim pasokan yang terjadi  sejak pertengahan Januari lalu ditengarai di picu oleh penimbunan barang ditingkat produsen dan distributor. Berdasarakan data Kementerian Perdagangan  yang dimuat dalam majalah Tempo edisi pekan ini, sepanjang awal Januari lalu, stok minyak goreng menumpuk di gudang produsen dan distributor. Hingga 3 Februari lalu stok minyak goreng menumpuk 628 juta liter atau setara dengan kebutuhan 1 bulan 10 hari karena rerata kebutuhan bulanan nasional hanya 412 juta liter. Penimbunan ini berawal dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2022 tentang pengadaan minyak goreng sebanyak 200 juta liter per bulan, lalu menjualnya seharga Rp 14 ribu per liter. Indikasi penimbunan kian kuat dengan adanya temuan Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat. "Kasusnya ada dan sedang dilakukan penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur. (Yetede)

Energi Terbarukan: PLTS Atap Jadi Tren

07 Feb 2022

Permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap diprediksi terus meningkat setelah pemerintah menaikkan ketentuan ekspor kWh listrik dari 65% menjadi 100%. Managing Director Ananta Energy Michael Na mengatakan peningkatan permintaan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap terutama di segmen pelanggan rumah tangga dan industri kecil. Dengan kebijakan baru itu, dia menegaskan pelaku usaha juga semakin optimistis dalam meningkatkan penjualan PLTS atap pada 2022. Saat ini, Ananta Energy memang berfokus untuk mengejar pasar di Jawa Tengah dengan fokus segmen small to medium. Dia menegaskan pihaknya akan mulai pemasangan di rumah pelanggan dan perusahaan menengah. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Kon­­ser­vasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusniada menga­takan regulasi baru itu mer­upakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya guna memperbaiki tata kelola dan keekonomian PLTS atap.



Potensi Berlimpah Xurya Indonesia

06 Feb 2022

Gembar-gembor transisi dari energi fosil ke energi terbarukan menjadi angin segar buat PT Xurya Daya Indonesia. Perusahaan rintisan yang didirikan Eka Himawan dan Edwin Widjanarko ini mendapat kucuran dana US$ 21,5 juta atau sekitar Rp 309,4 miliar pada 12 Januari lalu. Pendanaan seri A tersebut datang dari sejumlah investor, seperti East Ventures, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Schneider Electrik, dan New Energy Nexus Indonesia. Menengok kembali ke 2018, Eka dan Edwin mendirikan Xurya dengan harapan bisa mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, khususnya surya yang berlimpah didalam negeri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat Indonesia memiliki potensi energi surya hingga 200 gigawatt. "Kenapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya? Karena paling mudah dan paling murah," kata Vice President Marketing Xurya Daya Indonesia, George Hadi Santoso, kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

Indeks Harga Pangan Capai Titik Tertinggi

05 Feb 2022

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Kamis (3/2), merilis, Indeks Harga Pangan FAO Januari 2022 sebesar 135,7 atau naik dari  indeks Desember 2021 sebesar 134,1 yang disebabkan kenaikan Indeks Harga Minyak Nabati yang membukukan rekor tertinggi, di level 185,9 atau naik 4,2 % secara bulanan,  disebabkan oleh kenaikan harga CPO, minyak kedelai, minyak lobak, dan minyak biji bunga matahari, lantaran kekhawatiran pelaku pasar atas kemungkinan penurunan ketersediaan ekspor CPO dari Indonesia yang merupakan negara pengekspor CPO terbesar dunia. Selain itu, ada penurunan produksi di negara-negara produsen utama CPO lain, terutama Malaysia, dan peningkatan permintaan dari India yang merupakan importir minyak nabati terbesar dunia. Sementara lonjakan harga minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari disebabkan oleh keterbatasan pasokan akibat gangguan cuaca di negara produsen. Sementara Indeks Harga Sereal pada Januari 2022 naik 0,1 % secara bulanan menjadi 140,6, naik 12,5 % dibandingkan Januari 2021. (Yoga)