;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Komoditas Kedelai "Pangkon" Impor

01 Mar 2022

Ketergantungan Indonesia pada kedelai impor terus meningkat 3 dekade terakhir, rasionya mencapai titik kritis, sejalan semakin turunnya rasio kecukupan produksi dalam negeri. Mogok massal produksi tahu tempe jadi semakin intens. Seperti awal tahun lalu, produsen dan pedagang tahu tempe mogok pekan lalu, sebagai bentuk protes atas tingginya harga kedelai, dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 12.000 per kg seiring lonjakan harga kedelai di pasar global tiga bulan terakhir. Sedangkan produksi kedelai nasional terus turun meski program demi program peningkatan produksi dijalankan pemerintah. Kisah anggota Kelompok Tani Pangudi Makmur di Grobogan, Jateng, mewakili cerita petani kedelai di Tanah Air. Mereka menanam kedelai setelah 2 kali menanam padi. Namun, harga kedelai kerap anjlok sampai Rp 6.000 per kg saat panen. Padahal, harga di tingkat petani idealnya di atas Rp 10.000 per kg. Situasi itu membuat petani beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan seperti jagung dan kacang hijau.

Harga dan insentif hasil usaha merupakan pemikat utama yang menjadi pertimbangan petani untuk menanam kedelai. Karena itu, tanpa jaminan harga dan penyerapan, usaha mendongkrak produksi kedelai dalam negeri bakal sia-sia. Perpres No 20 Tahun 2017 tentang Penugasan Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, mengamanatkan Bulog untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga di tingkat konsumen dan produsen. Namun, implementasinya tidak berjalan sesuai harapan. Dampaknya, kedelai impor makin dominan, hingga menjadi pengimpor bersih kedelai. Ketergantungannya kini mencapai titik kritis hingga membuat kedelai impor serupa ”pangkon” bagi Indonesia. Buaian yang mematikan kemandirian pangan. Dalam aksara Jawa, pangkon berfungsi mematikan huruf. Setiap aksara yang diberi pangkon akan hilang atau mati vokal/suaranya. Sayangnya, tak hanya kedelai, Indonesia berpotensi masuk dalam ”pangkon” komoditas pangan impor lain. (Yoga)


Tragedi Minyak Goreng

26 Feb 2022

Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng yang berlarut-larut sejak akhir tahun lalu, dan tak kunjung teratasi, memicu keresahan sosial di masyarakat. Antrean panjang dan rebutan minyak goreng terjadi di sejumlah pasar swalayan. Tak hanya mahal, minyak goreng selama beberapa bulan juga menghilang dari pasaran. Langkah operasi pasar oleh pemerintah yang terkesan setengah hati seperti tak berefek. Pemerintah juga tampak tidak berdaya menghadapi penimbun. Minyak goreng merupakan gambaran tak cukupnya kehadiran negara di tengah kegagalan pasar dan permainan kartel. Kegagalan menjinakkan harga menunjukkan langkah yang sudah ditempuh belum mengatasi akar masalah kelangkaan. Berbagai kebijakan diluncurkan sejak terjadi kelangkaan yang dipicu lonjakan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di pasar global, terjadi sejak paruh kedua tahun 2021. Mulai dari operasi pasar, subsidi harga, penetapan HET, hingga kewajiban produsen memasok kebutuhan dalam negeri (DMO). Harga bergeming dan minyak tetap susah ditemukan di pasar. Kasus minyak goreng adalah ironi dikaitkan dengan posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia, tetapi ternyata tak berdaulat di dalam negeri sendiri. (Yoga)


MNC Energy Naikkan Produksi Batubara

26 Feb 2022

PT MNC Energy Investment Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp 270 miliar untuk belanja modal 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk menunjang kenaikan produksi batubara. Komisaris MNC Energy Investment Tbk Darma Putra dalam paparan publik daring, Jumat (25/2), menjelaskan, MNC Energy merencanakan kenaikan produksi batubara dari 2,6 juta metrik ton menjadi 8 juta metrik ton. (Yoga)

Krisis Ukraina, Lonjakan Harga Minyak Perlu Respons Tepat

25 Feb 2022

Kamis (24/2), menyusul operasi militer Rusia ke Ukraina. Pemerintah Indonesia diharapkan memiliki strategi tepat sebagai respons atas lonjakan harga minyak mentah dan dampaknya pada harga BBM di dalam negeri. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, sebelum krisis Rusia-Ukraina memanas, pasar minyak mentah dunia sudah ketat, terlihat dari tren kenaikan harga sejak 2021. Tren berlanjut atau tidak tergantung pada perkembangan relasi Rusia-Ukraina. Intensitas konflik yang lebih masif antara Rusia dan Ukraina bakal menyebabkan harga minyak mentah di level lebih tinggi, karena Rusia memasok 10 % kebutuhan minyak dunia sehingga produksinya menentukan keseimbangan pasokan serta permintaan minyak global. Pemerintah Indonesia, ujar Fabby, harus memastikan pasokan BBM dan minyak mentah tidak terganggu.

Indonesia, sejak 2004 tercatat sebagai negara pengimpor bersih minyak, masih bergantung pada impor BBM dan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri. Dari konsumsi BBM nasional 1,4 juta-1,5 juta barel per hari, kemampuan produksi minyak Indonesia kurang dari 700.000 barel per hari. Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengakui, lonjakan harga minyak mentah menekan struktur fiskal APBN. Lonjakan turut menaikkan besaran subsidi energi, yang pada Januari 2022 mencapai Rp 10,2 triliun, naik dari Januari 2021 yang Rp 2,3 triliun. (Yoga)


Minyak Goreng, Dari Tipu-tipu, Kartel, hingga Penimbunan

25 Feb 2022

Kenaikan harga minyak goreng memunculkan beragam persoalan. Tak hanya panik belanja dan antrean mengular dalam operasi pasar dan di sejumlah minimarket, tetapi juga penipuan, ambil untung, hingga dugaan kartel dan penimbunan. Musmiah (58) dan Siti Mutaharoh (45), pengusaha kecil kerupuk Desa Cendono, Kudus, Jateng, tertipu setelah membeli minyak goreng Rp 16.500 per kg. Alih-alih mendapat minyak goreng curah murah untuk menjaga keberlanjutan usaha, Rp 16.500 per kg, karena harga minyak goreng curah di Kudus Rp 18.000 per kg, tapi mereka justru memperoleh jeriken berisi air. Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng telah mengamankan 2 tersangka, yaitu MNK (39) dan AA (51), yang mengoplos minyak goreng asli dengan air dan pewarna makanan tersebut.

Kemendag mendapati sejumlah pedagang daring di lokapasar menjual minyak goreng kemasan lebih tinggi daripada HET, Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, sejumlah pedagang daring itu membeli minyak goreng kemasan sesuai HET, lalu, menjualnya lagi di atas HET. ”Kami bekerja sama dengan Asosiasi E-dagang Indonesia (idEA) telah menutup 400 kios atau lapak daring yang menawarkan minyak goreng di atas HET di sejumlah  lokapasar,” ujarnya. Saat ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mendalami kasus dugaan penimbunan dan kartel minyak goreng. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur menuturkan, tim KPPU di semua kantor wilayah tengah mendalami dugaan penimbunan. (Yoga)


Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun

24 Feb 2022

Sarang burung walet menjadi komoditas ekspor unggulan sektor pertanian Sumut. Ekspor sarang burung walet Sumut tahun 2021 mencapai 301,05 ton dengan nilai Rp 3,7 triliun. Kebijakan Pemerintah China mencabut larangan impor dari 4 eksportir pun akan membuat kinerja ekspor sarang walet dari Sumut meningkat tahun 2022. Hal ini menuntut proses produksi yang lestari demi kesinambungan ekspor sarang burung wallet, ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang (23/2), di Medan, Sumut. Bambang mengatakan, 90 % sarang walet Indonesia diekspor ke China dengan harga 2.200 USD (Rp 30,8 juta) per kg. Usaha sarang waletjuga menyerap pekerja untuk proses pembersihan hingga pengemasan.

Produksi sarang walet di Sumut berasal dari dua sumber, yakni dari goa yang dekat dengan sungai di dalam hutan serta bangunan bertingkat di dekat ekosistem burung wallet berkembang biak. Pemanenan sarang pun berlangsung secara lestari agar burung walet tetap nyamanberkembang biak diwilayah tersebut. Kepala Karantina Pertanian Medan Lenny H Harahap menjelaskan, selain ke China, sarang walet juga dikirim ke negara lain, seperti Australia, Kamboja, Perancis, Hong Kong, Jepang, Malaysia, AS, dan Korsel. CEO PT Ori Ginalnest Indonesia Rusianah menyebutkan, sarang walet semakin diminati selama pandemi Covid-19 karena sangat baik untuk menjaga kesehatan paru. Bahan pangan itu juga sangat baik untuk mendukung perkembangan otak. (Yoga)


Beras dan Cabai Susul Kedelai

24 Feb 2022

Sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras dan cabai mulai menyusul kedelai yang beberapa hari ini harganya meroket. Berbeda dengan kedelai karena gangguan suplai dunia, harga beras dan cabai naik dampak aksi demonstrasi sopir truk di Jatim, Jateng dan Jabar.

Sementara, naiknya harga beras dan cabai disebabkan oleh aksi demonstrasi para sopir menolak kebijakan truk kelebihan muatan dan berdimensi lebih atau over dimension-over load (ODOL).

Akibat dari kekurangan pasokan beras, kata Billy. harga jual beras meningkat. "Saat ini harga beras naik di angka Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Kebijakan ODOL ini lebih banyak mudaratnya, semua logistik bermasalah, bukan hanya beras," kata Billy, Rabu (23/2).

Selain beras, Billy menyebut harga komoditas lain di Jakarta seperti cabai turut terkerek naik gara-gara kebijakan ODOL. Oleh sebab itu. Billy meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan itu agar alur logistik normal.


Momentum Kedelai Lokal

22 Feb 2022

Sejumlah petani dan kelompok tani berharap meroketnya harga kedelai impor berdampak positif bagi upaya mengembangkan kedelai lokal. Selain upaya mendongkrak produktivitas, tantangan lain petani  terkait jaminan harga dan penyerapan hasil panen. Ketua Gabungan Kelompok Tani Pangudi Makmur Desa Belor, Grobogan, Jateng, Abdul Aris (21/2) berpendapat, petani di wilayahnya biasanya menanam kedelai sekali setahun, tetapi, petani kerap menghadapi harga jual yang kurang optimal. Pada 2021, harga jual kedelai Gepak Ijo, varietas paling banyak yang ditanam petani mencapai Rp 9.000 per kg, bahkan saat panen raya harga kedelai di petani jatuh sampai Rp 6.000-Rp 7.000 per kg.

Kepala Desa Cibulan, Kuningan, Jabar Iwan Gunawan menyatakan, kendala budidaya kedelai ialah sulitnya menjemur saat musim hujan. Dari segi harga, saat ini sebenarnya sudah relatif baik, yakni sekitar Rp 10.000 per kg. Ia meyakini, budidaya yang baik akan menghasilkan kedelai berkualitas yang bahkan lebih baik dibandingkan dengan kedelai impor. Selama ini, kedelai lokal selalu kalah bersaing dengan kedelai impor, khususnya dari sisi harga. Kedelai impor lebih murah dan porsinya makin besar dalam struktur pemenuhan kebutuhan kedelai nasional. Namun, kini harga kedelai impor umumnya lebih tinggi dibandingkan kedelai lokal. (Yoga)


Operasi Minyak Murah

22 Feb 2022

Pedagang antre membeli minyak goreng curah murah di Pasar Pucang, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/2). Kementerian Perdagangan menggelar operasi pasar minyak goreng curah murah di Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang yang dijual kepada pedagang dengan harga Rp10.500 per liter.

Kenaikan Harga Komoditas: ITMG Manfaatkan Momentum

22 Feb 2022

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada 2022. Direktur Komunikasi Korporat & Hubungan Investor ITM Yulius Gozali mengatakan bahwa perusahaan akan terus memaksimalkan produksi batu bara pada tahun ini. Selain itu, korporasi juga melakukan pembelian batu bara dari pihak ketiga untuk dipasok ke pelanggan. “Perseroan akan terus memanfaatkan momentum kenaikan harga batu bara untuk memaksimalkan kinerja perusahaan,” katanya kepada Bisnis, Senin (21/2/2022). ITMG membidik produksi batu bara mencapai 18,6 juta ton - 18,8 juta ton sampai akhir 2021. Hingga September 2021, perusahaan telah memproduksi 13,3 juta ton. Perusahaan menargetkan sedikitnya 5,5 juta ton tercapai pada kuartal IV/2021. 

Target tersebut diasumsikan tercapai apabila kondisi cuaca dapat ditangani. Ditambah lagi dengan peningkatan produksi pada area tambang Bharinto dan Trubaindo. Produksi batu bara perusahaan ditopang oleh lima area tambang. Selain dua wilayah di atas, produksi juga digenjot pada tambang Kitadin Embalut, Indominco serta Jorong. Seluruh wilayah tambang ITMG berada di Kalimantan Timur.