Komitmen Kuat Mewujudkan EBT
Komitmen pemerintah untuk segera mewujudkan transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan guna mendorong tercapainya emisi netral karbon pada 2060 kian nyata. Gerak cepat dalam mengatur beragam skenario untuk masuk ke transisi energi dari bahan bakar dari fosil ke ramah lingkungan mulai diformulasikan dan digadang-gadang dapat segera diterapkan ke berbagai proyek energi nasional. Selama ini Indonesia dikenal memiliki potensi energi fosil yang cukup besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa dari sektor hulu minyak dan gas bumi terdapat 128 cekungan. Dari total cekungan tersebut, baru 54 cekungan dieksplorasi. Selain itu terdapat cadangan batu bara saat ini yang mencapai 38,84 miliar ton.
Jargon transisi energi yang kian sering digaungkan ini tentu saja perlu diikuti dengan skenario yang tepat. Dalam beberapa waktu ini, Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) mengawal ketat pelaksanaan commercial operation date (COD) dari sejumlah pembangkit EBT. Upaya mengawal COD ini menjadi penting untuk memastikan pemenuhan target bauran energi sebesar 23% pada 2025. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, hingga akhir 2021 bauran energi terbarukan mencapai 11,5% dari total energi nasional. Artinya, masih terdapat selisih 11,5% yang harus segera dicapai dalam 3 tahun ke depan.
Tags :
#EnergiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023