Rupiah Digoyang Sejenak Wajib Olah Hasil Tambang
Beleid pemerintah yang mewajibkan pengolahan hasil tambang mineral dan batubara (hilirisasi) bak pedang bermata dua. Jangka panjang, regulasi yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil sumber daya alam itu bisa berefek positif bagi ekonomi Indonesia. Tapi jika tidak siap, beleid ini bisa menggoyahkan kekuatan rupiah di jangka pendek. Sebagai catatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menggeber hilirisasi sejumlah hasil tambang mineral sejak tahun 2015. Bahan tambang yang wajib diolah di dalam negeri antara lain nikel, bauksit, tembaga, serta timah.
Namun, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengingatkan, beleid hilirisasi komoditas bisa menekan pasokan dollar AS devisa ekspor di dalam negeri. Maklum ekspor komoditas menjadi sumber utama pemasukan valas Indonesia. Alhasil, pasokan dollar di dalam negeri akan lebih bertumpu pada hasil penarikan utang luar negeri. Situasi ini bisa menggoyahkan rupiah di jangka pendek. Sebagai gambaran, sejak awal tahun ini hingga Selasa (1/2), rupiah melemah sekitar 0,67% terhadap dollar AS, dan turun 2,43% jika dihitung setahun terakhir. "Seberapa besar efek jangka pendeknya terhadap rupiah, tergantung pada perencanaan kebijakan hilirasi," kata Yusuf, kemarin.
Tags :
#TambangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023