Harga Jual BBM Terus Dikaji
Harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh level 139 USD per barel pada awal pembukaan perdagangan Senin (7/3) kendati kemudian turun ke 125 USD per barel. Lonjakan harga minyak mentah itu kian menekan harga jual BBM di Indonesia. PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji kemungkinan kenaikan harga BBM non subsidi di dalam negeri. Pengajar Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Fahmy Radi mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia kian menekan harga BBM dalam negeri. Dampaknya, kenaikan harga jual BBM sulit dihindari. Apabila harga tidak dinaikkan, APBN bakal tertekan lantaran harus menutup selisih harga jual BBM.
Sebelumnya, Pertamina telah 2 kali menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Tak hanya Pertamina, perusahaan swasta sektor ritel BBM di Indonesia pun turut menaikkan harga, seperti Shell Indonesia. Senada dengan Fahmy, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menambahkan, menaikkan harga BBM jenis premium dan solar bersubsidi adalah pilihan yang sulit bagi pemerintah. Pasalnya, kondisi ekonomi yang masih tertekan pandemi belum membuat daya beli masyarakat pulih seutuhnya. Namun, apabila harga kedua jenis BBM bersubsidi itu tidak dinaikkan, APBN kian tertekan. Menurut Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, pihaknya masih terus memonitor perkembangan harga minyak mentah dunia. Sementara itu, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran mengenai harga BBM. Berbagai faktor menjadi penentu harga jual BBM Shell di Indonesia. (Yoga)
Tags :
#BBMPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023