Krisis Harga Pangan Global
Indeks harga pangan global mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2 bulan terakhir dan diprediksi bertahan tinggi beberapa waktu ke depan. Lonjakan harga pangan serta energi yang kian memicu kenaikan inflasi global ini pada akhirnya berpotensi mengerek inflasi di dalam negeri Indonesia yang relatif terkendali sekarang, terutama dengan ketergantungan pada impor untuk komoditas pangan tertentu yang masih tinggi. IMF memprediksi harga energi serta pangan akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama. Ancaman inflasi pangan itu harus menjadi perhatian serius dan menuntun ke aksi bersama global karena mengancam penduduk termiskin dunia, terutama Amerika Latin dan Afrika.
Lonjakan harga serta kelangkaan sejumlah komoditas pangan impor di dalam negeri yang berlangsung berbulan-bulan harus diakui juga disebabkan oleh faktor lemahnya mitigasi dan respons kebijakan pemerintah menghadapi tren kenaikan harga pangan global. Menghadapi tekanan inflasi pangan yang mengancam daya beli masyarakat bawah, koordinasi kebijakan pemerintah, BI, dan instansi terkait lain menjadi penting. Karena itu penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan membenahi tata kelola dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, stok, distribusi, hingga harga. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023