;

Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”

Ekonomi Yoga 10 Mar 2022 Kompas
Krisis Ukraina Meluber
Menjadi ”Perang Energi”

Krisis Ukraina yang berkelindan dengan puluhan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat kepada Rusia berkembang menjadi ”perang energi”. Presiden AS Joe Biden (9/3) mengumumkan penghentian impor minyak, gas, dan batubara dari Rusia ke negaranya, sebagai tekanan agar Rusia menghentikan serangan ke Ukraina. Langkah serupa tengah direncanakan BP dan Shell. Langkah itu direspons Presiden Rusia Vladimir Putin dengan dekrit pelarangan ekspor dan impor bahan mentah untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan industri di Rusia, yang diterapkan hingga 31 Desember 2022. Pemerintah dan parlemen Rusia segera memutuskan komoditas yang masuk daftar larangan itu. Larangan hanya berlaku untuk konsumsi industri.

Sebelum dekrit itu diumumkan, Wakil PM Rusia Alexander Novak memperingatkan bahwa Rusia berhak menghentikan pengiriman gas ke Eropa. Meski demikian, ia menyebut penghentian tersebut akan merugikan semua pihak. Krisis Ukraina telah menerbangkan harga minyak di atas 100 USD per barel, dengan pengumuman dari Washington dan Moskwa tersebut, harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus level 130,38 USD per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate mencapai 125,58 USD per barel. 40 % pasokan dunia berasal dari Rusia. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menyatakan, IEA dapat melepaskan lebih banyak stok minyak guna meredakan lonjakan harga bahan bakar. IEA mewakili 31 negara industry, Rusia tidak termasuk. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :