Mobilisasi Sapi Lokal Mendesak untuk Dipercepat
Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni Liano (3/3) menuturkan, pelaku usaha peternakan dan sapi potong berharap mobilisasi sapi lokal dari daerah sentra produksi menuju wilayah utama konsumsi, yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Banten, dapat dipercepat, untuk merespons naiknya harga sapi bakalan impor dari Australia, yang berimbas pada tingginya harga daging sapi di pasaran. Harga daging sapi di Jabodetabek mencapai Rp 145.000 per kg beberapa hari terakhir. Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan sulitnya menjual daging sapi dengan harga tinggi, sebagian memilih mogok dagang selama 5 hari sejak Senin (28/2).
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah, Kamis, mengemukakan, pihaknya bertugas menyiapkan stok atau produksi. Adapun tanggung jawab rantai distribusi ada di kementerian / lembaga lain. Ia juga berharap ke depan ada sentra-sentra produksi yang lebih dekat dengan pusat konsumsi. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (1/3) mengemukakan, ”Saya berharap BUMN juga melakukan operasi pasar. Pekerjaan rumah saya adalah mempercepat penugasan ke BUMN. Selain itu, mempercepat (terbentuknya) harga yang baik ke distributor dan pedagang,” (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023