;
Tags

Asuransi

( 339 )

Tarif Premi Unit Link Tak Terimbas PPN Agen

KT1 18 Apr 2022 Investor Daily

Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN)  kepada agen dan pialang asuransi sebesar 1,1% tidak akan berimbas terhadap  tarif premiun unit link. Tarif premi juga tidak terganggu seiring dengan terbitnya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (SEOJK PAYD) terbaru. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyampaikan, akan terjadi penyesuaian atas terbitnya aturan PPN bagi jasa agen dan pialang asuransi. "Alokasi biaya asuransi atau COI (cost of insurance) memang akan ada penyesuaian. PPN yang baru juga bukan buat perusahaan asuransi, tapi untuk agen dan pialang. Tapi hal-hal itu tidak akan  berimbas pada tarif premi," kata Togar di Jakarta, pekan lalu. Lebih lanjut, Togar menerangkan  bahwa SEOJK PAYDI terbaru mengatur besaran alokasi premi unit link untuk pembentukan nilai tunai. Hal itu juga akan berdampak pada besaran alokasi biaya asuransi atau COI. (Yetede)

Premi Asuransi Jiwa 2021 Tumbuh 8,2 Persen

KT3 22 Mar 2022 Kompas

Total pendapatan premi industri asuransi jiwa Indonesia pada 2021 mencapai Rp 202,93 triliun, tumbuh 8,2 % dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini sekaligus meralat pemberitaan Kompas terbitan Kamis, 10 Maret 2022, yang menyebutkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa Indonesia tahun 2021 mencapai Rp 241,17 triliun. (Yoga)

Pendapatan Premi dari Jalur Keagenan Menurun

KT3 15 Mar 2022 Kompas

Jumlah agen asuransi jiwa dan pendapatan premi dari jalur keagenan cenderung berkurang, karena menurunnya aktivitas pemasaran tatap muka selama pandemi Covid-19 dan kian berkembangnya penggunaan aplikasi layanan asuransi digital. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah agen asuransi berlisensi seluruh Indonesia hingga akhir 2021 sekitar 574.000 orang, turun 5,5 % dibandingkan 2020 yang sebanyak 607.000 orang. Pada 2021, pendapatan premi industri asuransi jiwa dari agen Rp 58,8 triliun, turun 9,7 % dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 65,11 triliun. Porsi pendapatan premi dari jalur keagenan terhadap total pendapatan premi asuransi jiwa 2021 sekitar 29 %. Adapun porsi terbesar disumbangkan oleh saluran pemasaran asuransi melalui perbankan sebesar 48,1 %.

Duta Perhimpunan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Deddy Karyanto mengakui, selama pandemi,jumlah agen berkurang lantaran kesulitan memasarkan produk asuransi secara tatap muka. Selain itu, tekanan ekonomi, khususnya beberapa bulan awal pandemi, membuat para agen kesulitan mencari nasabah,  yang berdampak minimnya pendapatan komisi, ini membuat sebagian agen berhenti mencari nasabah baru. Pendiri PAAI Wong Sandy Surya menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah OJK mengeluarkan Surat Edaran No 19 Tahun 2020 tentang saluran pemasaran produk asuransi, dimana OJK mengizinkan pemasaran asuransi dengan metode tanpa tatap muka. (Yoga)


Imbal Hasil Tidak Maksimal

HR1 14 Feb 2022 Kontan

Terkait dengan dana JHT yang baru bisa dicairkan di umur 56 tahun, hal tersebut sejatinya tidak akan berdampak signifikan dengan imbal hasil yang lebih besar. Alasannya, tidak semua orang bakal bekerja sampai ia berumur 56 tahun. Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan bahwa jadikan dana JHT ini sebagai bonus di masa tua. Mengingat, dana iuran tersebut juga tidak semuanya berasal dari pendapatan pribadi namun dibantu juga oleh kantor. Lantas, bagaimana seseorang mengetahui kebutuhan dana di masa tuanya? Saya mencontohkan jika seseorang memiliki pengeluaran mencapai Rp 100 juta per tahun, dengan aset investasi yang semisal memiliki imbal hasil 10% per tahun, maka seseorang membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar agar kebutuhannya di masa tua bisa tercukupi. 

Bumi Putera Masih Berpeluang Disehatkan

KT1 06 Feb 2022 Investor Daily

Meski berat, kalangan pengamat menilai masih ada peluang untuk menyehatkan keuangan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Untuk itu, Badan Perwakilan Anggota (BPS) harus segera dibentuk, mengakui kerugian yang dibagikan secara merata, serta membentuk kepengurusan lengkap untuk membuat rencana penyehatan keuangan (RPK) agar Bumiputera kembali beroperasi. Berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset Bumiputera hanya Rp 10,7 triliun dengan aset likuid adalah properti senilai Rp 6 triliun pada akhir 2021. Menanggapi hal itu, Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdulah Redjalam menyampaikan,  sejatinya OJK berharap Bumiputera bisa diselamatkan dibandingkan harus berakhir dengan likuidasi. Penyelamatan itu akan tergantung pengurus baru, baik BPA maupun managemen  untuk mencari solusi terbaik. (Yetede)

Menjaga Trust di Industri Asuransi

HR1 25 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Persoalan pengaduan konsumen terkait produk asuransi unit-linked ternyata belum juga usai. Beberapa hari terakhir, aksi sejumlah nasabah yang terus menyuarakan pengaduan mereka menjadi perhatian publik. Tindakan sejumlah nasabah tersebut seakan menjadi kelanjutan dari aksi pada Desember 2021. Saat itu Komunitas Korban Asuransi yang mewakili lebih dari 200 orang mengadu kepada DPR terkait dengan permasalahan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked. Mereka mengungkap beberapa masalah yang kerap terjadi dan merasa terjebak dan tertipu oleh agen asuransi saat awal pengenalan polis asuransi berbalut investasi tersebut. Jika persoalan complaint handling atau layanan klaim ini tak tertangani dengan baik akan mengganggu reputasi perusahaan asuransi itu sendiri, kehilangan kepercayaan (distrust) kepada industri asuransi dan bisa meluas ke kestabilan sistem keuangan.


Industri Asuransi, Ganti Nama untuk Mengubah Citra

KT3 18 Jan 2022 Kompas

Perusahaan asuransi beramai-ramai mengubah citra (rebranding), dengan mengenalkan nama baru, sebagai awal transformasi bisnis, juga memulai penggunaan layanan aplikasi digital, penetapan target bisnis baru, dan penambahan nilai-nilai etos kerja baru. Langkah tersebut, ditempuh PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yang menjadi PT Perta Life Insurance. Dirut Perta Life Hanindio W Hadi (17/1) berkata, perubahan nama itu ditetapkan RUPS LB, 24 November 2021, untuk memulai transformasi bisnis dengan etos kerja dan semangat baru, salah satunya dengan layanan digital. Direktur Pemasaran Perta Life Haris Anwar mengatakan, dengan perubahan baru itu, pihaknya tidak hanya mengubah etos kerja internal, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, dengan target pertumbuhan pendapatan 20 %.

Tahun lalu, sejumlah perusahaan asuransi berganti nama, antara lain PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia pada November 2021, juga PT MNC Life Assurance yang rebranding aplikasi digitalnya dari Hario menjadi Motion Insure. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, transformasi dilakukan perusahaan asuransi jiwa. Pihaknya mendorong inovasi digital untuk meningkatkan layanan. (Yoga)


Properti dan Otomotif Topang Kinerja Asuransi Umum

HR1 08 Dec 2021 Kontan

Industri asuransi umum berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang kuartal tiga 2021. Ini pula yang memupuk keyakinan bahwa bisnis asuransi umum tahun depan akan lebih baik, meski pertumbuhan diprediksi masih single digit.   Sepanjang kuartal III, asuransi mencatatkan kenaikan premi 15,1% secara tahunan menjadi Rp 56 triliun. Sementara itu, klaim terbayar turun 15,7% secara tahunan menjadi Rp 22 triliun. Lalu aset asuransi umum berhasil tumbuh 10,7% secara tahunan menjadi Rp 183,23 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 165,57 triliun.


Asuransi Vaksin Gratis Zurich

HR1 08 Dec 2021 Kontan

PT Zurich Asuransi Indonesia (Zurich) menghadirkan asuransi vaksin Covid-19 gratis bagi masyarakat umum. Asuransi ini memberikan santunan atas efek samping dari vaksinasi Covid-19. Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban berharap, kehadiran produk ini dapat mendorong masyarakat untuk tidak ragu divaksin dan membantu pemerintah mencapai target vaksinasi 208,3 juta orang pada Januari 2022.


Geliat Bisnis, Emiten Nikmati Pertumbuhan Premi

KT1 19 Nov 2021 Bisnis Indonesia

Dari 14 emiten asuransi yang telah dipublikasikan laporan keuangan kuartal III/2021, sebanyak 10 perusahaan mampu mencatat pertumbuhan premi bruto. Beberapa perusahaan yang pertumbuhannya cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu antara lain PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, (AHAP) yang mencatat pertumbuhan premi bruto 52,06% PT Asuransi Tania Tbk, (ASJT) tumbuh 19,69%, PT Lippo General Insurance Tbk, (LPGI) tumbuh 38,72%, dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk, (LIFE) tumbuh 10,35%. Jumlah investasi perseroan sampai dengan September 2021 tercatat 41,72% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya dari atau naik menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp 1,67 triliun. Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Burana menjelaskan persroan terus berupaya untuk tumbuh dengan memanfaatkan momentum pilihan. (Yetede)