Kenaikan Harga Minyak Berkelanjutan akan Memicu Resesi
Para analis mengingatkan,larangan impor minyak mentah Rusia yang diberlakukan AS dapat memperparah harga minyak dan pangan yang sudah melonjak. Kondisi ini dapat memicu resesi, jika harga naik lebih lanjut. "Jika Rusia membalas dengan menolak memasok minyak mentah ke Eropa, hal ini dapat terjadi dengan mudah dan mendorong harga minyak naik lagi US$ 20 hingga US$ 30 per barel," ujar Andy Lipow Oil Associates, yang dilansir CNBC. Alhasil pasca Presiden Joe Biden mengumumkan larangan impor bahan bakar fosil Rusia pada Selasa (8/3), acuan harga minyak mentah AS diperdagangkan diatas US$ 128 per barel, sementara Brent melonjak diatas US$130 sebelum turun kembali. Menyusul langkah AS, Inggris dan Uni Eropa juga mengatakan akan menghapus bahan bakar fosil Rusia secara bertahap. (Yetede)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023