;
Tags

Kredit

( 575 )

Kuartal IV, Penyaluran Kredit Baru Melambat

KT1 21 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) mencatat, keseluruhan periode kuartal IV-2023 penyaluran  kredit baru perbankan diperkirakan  tetap tumbuh, meski sedikit melambat. Terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT)  hasil survei November 2023 sebesar 93,4%, lebih rendah dari kuartal III-2023 sebesar 95,6%. Merujuk survei permintaan  dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis BI, perlambatan penyaluran kredit terindikasi bahwa hampir seluruh katagori bank umum  syariah. Sedangkan, dari jenis penggunaan, perlambatan penyaluran kredit baru terjadi pada hampir seluruh jenis kredit kecuali kredit modal kerja. Penyaluran kredit baru pada November 2023 terindikasi tumbuh positif meski melambat dari Oktober. Terlihat dari SBT November 2023 sebesar 70,4%, lebih rendah dari periode sebelumnya 82,1%. (Yetede)

Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Baru Tumbuh

KT3 20 Dec 2023 Kompas
Pembiayaan korporasi pada November 2023 terindikasi tumbuh. Hal tersebut tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 14,9 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada sektor konstruksi. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada November 2023 juga terindikasi tumbuh dengan SBT sebesar 70,4 persen. Demikian disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono Selasa (19/12/2023) di Jakarta. (Yoga)

Pilih Menahan Dulu Cairkan Kredit Perbankan

HR1 15 Dec 2023 Kontan
Laju kredit industri perbankan menjelang akhir tahun 2023 belum kunjung  ngeggas. Kredit bank per September 2023, hanya 8,96%. Pebisnis nampaknya masih menahan diri untuk ekspansi di tahun ini. Ini juga nampak dari fasilitas kredit yang belum ditarik atau acap disebut undisbursed loan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2023, fasilitas kredit perbankan menganggur atau belum ditarik nasabah mencapai Rp 2.070 triliun. Bank CIMB Niaga mencatatkan total fasilitas kredit yang belum ditarik senilai Rp 97,16 triliun pada periode akhir 30 November 2023.  Angka undisbursed loan milik emiten bank berkode saham BNGA ini meningkat dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 84,72 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan, posisi undisbursed loan di bank yang ia pimpin saat ini masih tergolong stabil. Dia berpendapat, kenaikan undisbursed loan tersebut biasanya tergantung periode waktu saja. Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Sigit Prastowo mengungkap, saat ini posisi undisbursed loan yang dimiliki bank berlogo pita emas ini senilai Rp 227,04 triliun per Oktober 2023. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 20,58% secara tahunan atau  year on year (yoy). Sigit bilang, posisi tersebut disebabkan mayoritas kredit yang disalurkan merupakan kredit investasi yang umumnya jangka panjang atau  long term. Artinya, masa pencairan yang disesuaikan dengan perkembangan proyek. EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn mengungkap, undisbursed loan BCA mencapai Rp 381,6 triliun per Oktober 2023. Sementara, total kredit emiten BBCA pada periode yang sama Rp 751,4 triliun.

2024, BTN Proyeksi Laba Bersih Tumbuh 10%

KT1 14 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis kinerja tahun depan bakal tumbuh positif melanjutkan perbaikan  tahun ini. Terutama dari sisi profitabilitas yang diharapkan tumbuh dua digit pada 2024 yakni sekitar 10% secara tahunan (year on year/yoy). Merujuk data presentasi perseroan, bank yang fokus pada segmen perumahan ini memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2023 sekitar 8% dibandingkan pencapaian 2022. Pada September 2023, laba bersih BTN sebesar Rp 2,31 triliun, tumbuh 1,67% (yoy). Di sisi kredit, pada kuartal III-2023 tumbuh 9,87% (yoy) dengan target 10-11% yoy sepanjang 2023. "Laba (2024) naik 10% dulu deh,  kita lihat kondisi dari 2023 ke 2024 dengan growth bisnis kredit 10-12%, ekspektasi enggak jauh dari laba," kata Direktur keuangan BTN Nofry Rony Poetra kepada Investor Daily. Salah satu strategi bank bersandi BBTN ini dalam meningkatkan profitabilitas adalah dari sisi penyaluran kredit. (Yetede)

Akhir Tahun Kredit Fintech Lending Naik

HR1 14 Dec 2023 Kontan
Jelang akhir tahun, konsumsi masyarakat meningkat. Permintaan pembiayaan pada sejumlah fintech peer to peer (P2P) lending juga ikut meningkat. Apalagi, ada beberapa momentum belanja bagi konsumen jelang akhir tahun, termasuk hari belanja nasional (harbolnas) dan libur natal hingga tahun baru. Momen ini biasanya mengerek permintaan kebutuhan dana. PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyebut, bagi AdaKami harbolnas tidak membawa dampak besar. Tapi Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss berujar, biasanya permintaan pembiayaan naik untuk libur akhir tahun. "Tren penyaluran di AdaKami juga meningkat pada periode Ramadan," ujar dia, kemarin. Hingga November 2023, AdaKami telah menyalurkan pembiayaan Rp 12,7 triliun.  Menurut Jonathan jumlah tersebut telah sesuai dengan target yang diincar di 2023. Sementara Maucash menyebut permintaan pembiayaan saat akhir tahun, termasuk di harbolnas, kerap meningkat. Menurut Direktur Marketing Maucash Indra Suryawan, permintaan tidak hanya di segmen konsumtif tapi juga produktif. Indra bilang, peningkatan belanja online ini meningkatkan omzet sehingga sektor produktif juga memperbesar kapasitas usaha. PT Sahabat Mikro Fintek (SAMIR) juga sepakat mengatakan permintaan pembiayaan akan tumbuh. Ini sejalan dengan kebutuhan dana tunai masyarakat. Public & Government Relation Samir Balqis menyebut, kenaikan signifikan penyaluran terjadi didorong permintaan produk dana tunai (cash loan) yang baru diluncurkan Samir pada Juli 2022.

Rasio Surat Berharga terhadap Aset Bank Turun

KT1 13 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kontribusi penyaluran kredit pada aset perbankan  yang selama ini selalu menjadi kontributor utama menunjukkan perkembangan kontribusi  yang semakin besar. Per Oktober 2023, rasio kredit terhadap  total aset mencapai 62,54%. Sementara, rasio surat-surat berharga (SBN) sebesar 17,43% terhadap total aset perbankan Oktober 2023. "Dengan demikian terdapat peningkatan  kontribusi kredit  terhadap total aset, karena per Desember 2021 rasio kredit dibandingkan total aset baru sebesar 57,04%. Di sisi lain, komposisi SSB tersebut  di atas justru menurun, karena per Desember 2021 rasio SSB  terhadap total aset mencapai 18,11%," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Senin (11/12/2023). (Yetede)

Tantangan Hapus Buku Kredit Macet UMKM

KT1 12 Dec 2023 Tempo
Angin segar segera berembus di industri perbankan. Pemerintah akan melakukan hapus buku dan hapus tagih pada kredit macet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apa manfaatnya? Faktor apa saja yang wajib dipenuhi agar upaya itu berjalan mulus?. Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 November 2023 menunjukkan kredit UMKM naik 8,9 persen, dari Rp 1.296,93 triliun per Agustus 2022 menjadi Rp 1.412,39 triliun per Agustus 2023. Angka pertumbuhan itu naik 7,6 persen dibanding pada bulan sebelumnya, Juli 2023. Total kredit UMKM yang sebesar Rp 1.412,39 triliun itu meliputi kredit modal kerja yang naik 5,06 persen, dari Rp 983,16 triliun menjadi Rp 1.032,93 triliun. Kredit investasi pun naik signifikan sebesar 20,93 persen, dari Rp 313,77 triliun menjadi Rp 379,45 triliun. Kredit bermasalah (NPL) membaik, dari 4,09 persen menjadi 3,99 persen, yang masih di bawah ambang batas aman 5 persen. (Yetede)

Pemerintah Kaji Dampak Penyaluran KUR

KT3 08 Dec 2023 Kompas

Kementerian Koperasi dan UKM akan mengkaji dampak penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR terhadap perekonomian nasional. Hal ini menjadi tindak lanjut dari hasil evaluasi terhadap penyaluran KUR yang belum sepenuhnya terealisasi sesuai dengan ketentuan dan mencapai target. Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan penyaluran KUR Rp 297 triliun. Hingga 6 Desember 2023, KUR yang telah tersalur mencapai 78,17 % dari target yang ditetapkan kepada 4,15 juta debitor. Pada 2024, Kemenkop dan UKM memperkirakan target penyaluran KUR mencapai Rp 300 triliun. Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop dan UKM Yulius menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, penyaluran KUR pada 2023 terindikasi belum sesuai aturan dan ketentuan pedoman penyaluran. Salah satunya ditemukan adanya agunan tambahan yang seharusnya tidak dikenai kepada debitor dengan plafon di bawah Rp 100 juta.

”Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan kajian terhadap dampak penyaluran KUR pada tahun depan. Evaluasi ini terutama untuk mengukur dampak terhadap pembangunan ekonomi nasional dan terhadap UMKM. Salah satunya dapat diukur melalui kontribusi terhadap PDB, tingkat kemiskinan, dan kesejahteraan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/12). Evaluasi dan pemantauan dilakukan dengan mengambil sampel 1.047 debitor KUR yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia. Dari hasil survei ditemukan 16,1 % debitor KUR dengan skema mikro dan supermikro dimintai agunan tambahan untuk pinjaman di bawah Rp 100 juta. Beberapa pelanggaran lain yang ditemukan, antara lain, penyalahgunaan KUR oleh debitor, penerima KUR adalah guru dan ASN, pinjaman KUR melebihi jangka waktu, serta debitor KUR tidak memiliki NPWP. (Yoga)

Aliran Kredit ke Batubara Masih Tetap Membara

HR1 07 Dec 2023 Kontan

Perbankan di Tanah Air tampaknya masih sulit mengurangi porsi pembiayaan batubara. Maklum, kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih tinggi. Proses peralihan dari energi fosil yang mengandung banyak polutan ke sumber energi bersih yang kini digalakkan pemerintah masih butuh waktu panjang. Bank-bank asing saat ini memang sudah menutup diri terhadap pembiayaan baru di sektor batubara. Kondisi ini membuat pemenuhan pendanaan sektor batubara di Indonesia hanya mengandalkan bank-bank lokal. Tak heran, porsi kredit ke sektor batubara oleh bank lokal masih meningkat. Kenaikan portofolio kredit batubara di antaranya ditorehkan bank pelat merah, seperti Bank Mandiri dan BNI. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, pembiayaan ke sektor barubara memang akan dikurangi. Namun, sebagai bank BUMN, Bank Mandiri saat ini harus tetap mendukung program pemerintah dalam mendukung ketersedian energi nasional. Jadi, Bank Mandiri masih harus mengalirkan kredit ke proyek-proyek energi dan rantai pasoknya, termasuk batubara. "Di dalam praktiknya, kami memastikan proyek yang dibiayai sesuai dengan timeline dan roadmap transisi energi menuju net zero emission," kata Sandra, sapaan akrab Alexandra. Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen melakukan fungsi intermediasi untuk mendukung kedaulatan ekonomi nasional. Namun, mitigasi risiko untuk penyaluran kredit ke industri berisiko tinggi seperti batubara diperketat. Per September, porsi pembiayaan batubara BCA di bawah 1% dari total kreditnya. Hera bilang, porsinya tak naik signifikan.

Kredit Bermasalah UMKM Meningkat

KT3 06 Dec 2023 Kompas

Rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM merangkak naik menjelang berakhirnya masa restrukturisasi kredit Covid-19. Kendati demikian, industri perbankan dinilai cukup tangguh dalam memitigasi potensi yang muncul tersebut.  Mengutip data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia Oktober 2023, penyaluran kredit UMKM oleh bank umum pada September 2023 tercatat tumbuh 8,33 % secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp 1.426 triliun atau 20,65 % terhadap total kredit perbankan. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) kredit UMKM selama periode tahun kalender terlihat merangkak naik hingga berada di level 3,87 % pada September 2023.  

Pada akhir tahun 2022, NPL kredit UMKM berada pada level 3,41 %. Ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, Selasa (5/12) berpendapat, kenaikan NPL kredit UMKM tersebut diduga akibat kinerja sektor UMKM yang belum mampu beradaptasi dengan perubahan dunia bisnis, terutama digitalisasi. Selain itu, kualitas produk turut berpengaruh terhadap daya saing pelaku UMKM. ”Semua itu berujung pada ketidakmampuan debitor UMKM memenuhi kewajibannya dan terjadilah NPL yang harus ditanggung oleh bank. Maka, bank harus membimbing dan membina debitor UMKM-nya agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sehingga pelaku usaha lebih tangguh dan mampu mencetak keuntungan,” tuturnya. (Yoga)