Kredit Bermasalah UMKM Meningkat
Rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM merangkak naik menjelang
berakhirnya masa restrukturisasi kredit Covid-19. Kendati demikian, industri
perbankan dinilai cukup tangguh dalam memitigasi potensi yang muncul tersebut. Mengutip data Statistik Ekonomi dan Keuangan
Indonesia Oktober 2023, penyaluran kredit UMKM oleh bank umum pada September
2023 tercatat tumbuh 8,33 % secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp 1.426
triliun atau 20,65 % terhadap total kredit perbankan. Di sisi lain, rasio
kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) kredit UMKM selama periode tahun
kalender terlihat merangkak naik hingga berada di level 3,87 % pada September
2023.
Pada akhir tahun 2022, NPL kredit UMKM berada pada level
3,41 %. Ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
(LPPI), Ryan Kiryanto, Selasa (5/12) berpendapat, kenaikan NPL kredit UMKM
tersebut diduga akibat kinerja sektor UMKM yang belum mampu beradaptasi dengan
perubahan dunia bisnis, terutama digitalisasi. Selain itu, kualitas produk
turut berpengaruh terhadap daya saing pelaku UMKM. ”Semua itu berujung pada ketidakmampuan
debitor UMKM memenuhi kewajibannya dan terjadilah NPL yang harus ditanggung
oleh bank. Maka, bank harus membimbing dan membina debitor UMKM-nya agar dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan sehingga pelaku usaha lebih tangguh dan mampu mencetak
keuntungan,” tuturnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023