;
Tags

Kredit

( 575 )

Kredit UMKM Bakal Dipacu

KT3 23 Nov 2023 Kompas

Industri perbankan berkomitmen mengoptimalkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM. Hal ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur digital dan kebijakan pemerintah. Dirut PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) Henoch Munandar mengatakan, pihaknya akan terus mendorong penyaluran kredit kepada segmen UMKM yang saat ini cenderung melambat. Meski ruang gerak yang dimiliki tidak seleluasa bank pemerintah, BTPN optimistis dapat mendorong penyaluran kredit UMKM, salah satunya dengan mengembangkan infrastruktur digital. ”Menurunnya penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) ini mencerminkan kegiatan usaha di segmen tertentu terbatas. Namun, pembiayaan mikro kami tahun ini justru meningkat hampir 60 %. Kami akan terus meningkatkan penyaluran kredit UMKM dengan berbasis infrastruktur digital (digital mikro) sebagai strategi mengatasi kekurangan infrastruktur masing-masing bank,” katanya seusai acara BTPN Economic Outlook 2024, di Jakarta, Rabu (22/11).

Peningkatan pembiayaan mikro yang cukup signifikan  tersebut salah satunya karena dasar (base) penyaluran kredit BTPN relatif lebih rendah ketimbang bank pemerintah lainnya. Selain itu, transformasi digital melalui produk Jenius juga semakin mempermudah korporasi dalam melakukan penetrasi terhadap segmen mikro. Henoch menambahkan, BTPN optimistis pada 2024 dapat mencatatkan pertumbuhan produk digital mikro pada level dua digit atau mencapai 40 %. Hal ini sejalan dengan ketentuan BI yang mengamanatkan perbandingan kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit perbankan sebesar 30 %. Saat ini rasio kredit UMKM BTPN tercatat 29 persen. Komitmen serupa turut digaungkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Selama periode Januari-Oktober 2023, BRI telah menyalurkan KUR Rp 123,51 triliun kepada 2,7 juta debitor atau 63 % dari target yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp 194,4 triliun. (Yoga)

Enam Sektor Terpukul Bunga Tinggi

KT1 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Sebanyak enam sektor usaha, yakni otomotif, industri garmen, startup digital, perumahan, konstruksi, hingga perbankan terpukul suku bunga tinggi. Ini terlihat pada perlambatan kinerja operasional, keuangan, hingga penurunan penjualan. Oktober 2023, penjualan mobil secara wholesales anjlok 13,9% secara tahunan year on year (yoy) menjadi 80.300 unit, yang salah satunya disebabkan suku bunga tinggi. Adapun penjualan sepeda motor terkikis 3,4% menjadi 516 ribu unit di bulan itu. Selama ini, sekitar 70-80% pembelian otomotif menggunakan  skema kredit perusahaan pembiayaan atau perbankan. Semakin tinggi bunga kredit, semakin besar cicilan  yang harus dibayar konsumen. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor melambat menjadi 2,17% kuartal III-2023 dibandingkan kuartal II sebesar 2,51%. (Yetede)

Penyaluran KUR 80 Persen dari Target

KT3 22 Nov 2023 Kompas
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Yulius memperkirakan, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir tahun ini mencapai 80 persen dari target atau sekitar Rp 237 triliun. ”Masalahnya terkait kita mendiskusikan berapa subsidi bunga yang akan diberikan. Diskusinya cukup lama sehingga agak terlambat,” katanya dalam jumpa pers Seminar Nasional Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan KUR Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (21/11/2023). (Yoga)

Masalah Subsidi Bunga Hambat Penyaluran KUR

KT1 22 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Langkah pemerintah melakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap pelaku UMKM dinilai belum berjalan optimal, karena terhambat oleh permasalahan teknis terkait subsidi bunga. Bila kinerja penyaluran KUR berjalan tidak sesuai ekspektasi, dikhawatirkan turut mempengaruhi geliat pertumbuhan UMKM. "Tidak tercapainya target KUR di 2023 ini karena ada persoalan administrasi yang cukup panjang. Masalahnya adalah saat kami mendiskusikan subsidi bunga," ucap Deputi Mendag Usaha Mikro Kementerian Koperasi UKM  Yulius. Adapun suku bunga/margin KUR skema Super Mikro (platform maksimal Rp 10 juta-Rp 100 juta) ditetapkan sebesar 7%-8%, dan 9% untuk debitur  KUR berulang. (Yetede)

Tahun Pemilu, Kredit Korporasi Makin Lesu

KT1 22 Nov 2023 Kontan
JAKARTA. penyaluran kredit korporasi pada tahun 2024 diproyeksi kurang bergairah, pasca Bank Indonesia (BI) menyebut kredit korporasi pada Oktober 2023 terindikasi melambat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) kredit korporasi per Oktober yang tumbuh 15,7% lebih rendah dari STB September 2023 sebesar 16,1%. Melambatnya bertumbuhan pembiayaan korporasi dampak dari penurunan kegiatan operasional akibat lemahnya permintaan domestik dan ekspor. Pada tiga bulan kedepan, kredit korporasi diproyeksi  juga masih melambat. Survei BI menunjukkan, per Oktober 2023, SBT rencana sumber pemenuhan pembiayaan korporasi dalam tiga bulan mendatang  yang berasal dari pengajuan kredit baru perbankan dalam negeri hanya 12,7%, lebih rendah dari SBT September 2023. 

Pertumbuhan Kredit Baru Bank Masih Melambat

HR1 21 Nov 2023 Kontan

Memasuki kuartal IV-2023, pertumbuhan kredit perbankan melambat. Hasil survei penawaran dan permintaan pembiayaan perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada Senin (20/11) menunjukkan, penyaluran kredit baru pada Oktober 2023 masih tumbuh secara bulanan. Namun, pertumbuhan kredit Oktober melambat dibandingkan September 2023. Ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada Oktober 2023 hanya 82,1%, lebih rendah dari SBT September 2023 sebesar 92,6%. Dari sisi penggunaan, perlambatan diproyeksi terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Contoh kredit investasi. Survei BI mencatat, SBT kredit investasi pada Oktober 2023 hanya 60,3%, turun dari SBT September 77,7%. Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, mengatakan, ada sejumlah faktor utama yang memengaruhi perlambatan penyaluran kredit baru pada Oktober 2023. Hingga akhir tahun ini, penyaluran kredit baru diproyeksi masih melambat. Menurut survei BI, nilai SBT penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2023 hanya tumbuh 92,9%, lebih rendah dibanding kuartal III-2023 sebesar 95,6%. Toh, para bankir tetap optimistis, penyaluran kredit bank hingga akhir 2023 masih positif. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut, sampai akhir 2023, bank ini menargetkan penyaluran kredit bisa tumbuh di kisaran 6%-8%. Direktur Keuangan Bank Mandiri Tbk (BMRI) Sigit Prastowo lebih percaya diri membidik target pertumbuhan kredit. Dia memperkirakan, penyaluran kredit Bank Mandiri bisa tumbuh 10%-12%. Pada 2022, Mandiri menyaluran kredit Rp 1.202 triliun, naik 14,48% secara tahunan.

Topang Ekonomi, Realisasi Penyaluran KUR Capai 68%

KT1 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar sesuai target dan semakin berkualitas. Kinerja kredit UMKM turut menjadi salah satu pendorong dalam kinerja pertumbuhan ekonomi nasional, total penyaluran KUR per 6 November 2023 sebesar Rp204,17 triliun atau 68,74% dari target 2023 Rp 297 triliun dan telah diberikan kepada 3,67 juta debitur. Kuantitas penyaluran KUR tersebut diikuti peningkatan kualitas yang tercermin dari capaian penyaluran di sektor produksi sebesar 55,8%. Lalu didominasi penerima baru KUR yang mencapai 79% dari total penerima KUR, dan keberhasilan  graduasi debitur yang naik kelas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perusahan penjaminan menjadi salah satu pameran utama dalam pelaksanaan program KUR sejak 2007, dan sampai 2023 telah terdapat 12 perusahaan  penjaminan yang terdiri dari perusahaan penjamin pusat dan perusahaan  penjamin pusat  dan perusahaan penjamin daerah. (Yetede)

Mengupayakan Pinjaman Daring Produktif dan Terlindungi

KT3 20 Nov 2023 Kompas

Pinjaman daring tumbuh pesat, menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan pendanaan yang mudah. Namun, pertumbuhan itu diwarnai masalah. Tingkat bunga tinggi, penagihan dengan kekerasan, dan maraknya pinjaman daring ilegal. Pinjaman daring atau fintech peer-to-peer lending menjadi fenomena menarik pada layanan sektor jasa keuangan sejak diluncurkan pada 2016. Pengajuan pinjaman yang mudah dan cepat tak ayal membuat penyaluran pinjaman ini tumbuh pesat, tercermin dari kinerja pertumbuhan fintech lending. Sampai September 2023, dari 102 platform yang berizin OJK, outstanding pendanaan yang disalurkan tumbuh 14,28 persen secara tahunan dengan nominal pendanaan Rp 55,7 triliun. Bahkan, secara akumulasi total pendanaan per Agustus 2023 telah mencapai Rp 677,51 triliun, dengan jumlah rekening pengguna, baik pemberi pinjaman (lender) maupun penerima pinjaman (borrower), telah mencapai 120,88 juta rekening. Lebih dtail, akumulasi rekening penerima pinjaman mencapai 119,80 juta rekening, sedangkan rekening pemberi pinjaman 1,08 juta rekening, dengan 19,13 juta rekening penerima pinjaman dan 180.810 rekening pemberi pinjaman yang aktif.

Pesatnya pertumbuhan industri fintech lending dibayangi sejumlah tantangan, Pertama, layanan pendanaan ini masih didominasi oleh pinjaman konsumtif. Penyaluran pendanaan fintech lending ke sektor produktif, seperti UMKM baru 36,57 %. Kedua, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat mengenai pinjaman daring masih sangat rendah. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, tingkatliterasi keuangan fintech lending baru 10,90 %% dengan tingkat inklusi keuangan hanya 2,56 %, masih sangat rendah (less literate) dibandingkan tingkat nasional yang tingkat literasi dan inklusi keuangannya masing-masing 49,68 % dan 85,10 %. Tantangan ketiga adalah maraknya masyarakat yang terjebak pinjaman daring atau kerap disebut pinjol yang ilegal. Keempat, industri fintech lending juga masih harus mengatasi sejumlah isu. Di antaranya kebutuhan permodalan, tata kelola dan manajemen risiko, keandalan sistem teknologi informasi, serta credit scoring industri. (Yoga)

Perbankan Didorong Percepat Penyaluran KUR

KT1 16 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Oktober 2023 masih jauh dari target, atau baru sekitar 67,3% senilai Rp199,88 triliun. Untuk itu, perbankan nasional didorong untuk menggenjot penyaluran KUR agar bisa mencapai target diakhir bulan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai bank dengan konstribusi terbesar telah mengucurkan KUR sebesar Rp123,51 triliun kepada 2,7 juta debitur sepanjang januari-Oktober 2023. Angka tersebut berkontribusi 61,79% dari realisasi KUR nasional per Oktober. "Terdapat penurunan target KUR 2023 yang diberikan oleh pemerintah kepada BRI dari sebelumnya Rp270 triliun menjadi Rp 194,4 triliun, sehingga sampai dengan akhir Oktober 2023 BRI telah menyalurkan  63% dari target," kata Direktur  Bisnis Mikro  BRI Supari kepada Investor Daily, Rabu (155/11/2023)

Penyaluran KUR Bank Masih Jauh dari Target

HR1 10 Nov 2023 Kontan
Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) masih jauh dari target. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM, per 7 November 2023, penyaluran KUR baru sebesar Rp 204,17 triliun, atau setara 68,74% dari target yang dipatok pemerintah, sebesar Rp 297 triliun. Artinya, target penyaluran KUR 2023 masih kurang Rp 92 triliun. Pemerintah pun terlihat pesimistis bank penyalur KUR bisa memenuhi target tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bilang, selama ini bank belum berani memberikan kemudahan KUR bagi UMKM yang butuh dan bisnisnya masih prospektif. Kurang gregetnya bank menyalurkan KUR, boleh jadi, dipicu sejumlah faktor. Sebab, kata Teten, tidak ada sanksi jika bank tak bisa memenuhi kuota KUR yang diberikan pemerintah. Terlebih, saat ini masih ada beberapa bank penyalur KUR yang kemungkinan tak bakal menyentuh target karena ada beberapa revisi. Toh, sejumlah bank penyalur tetap optimistis bisa menambah realisasi KUR sampai akhir tahun ini. Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari bilang, penyaluran KUR BNI sudah mendekati kuota sebesar Rp 14 triliun. "Memang ada revisi, tapi tidak sampai Rp 1 triliun," ujar Ngatari. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sunarna Eka Nugraha menimpali, kendala penyaluran KUR saat ini adalah kebijakan pemerintah dalam menyasar debitur baru. Terutama, di luar perkotaan dan di sektor pertanian. "Kondisi El Nino membuat perbankan lebih selektif menyalurkan KUR," ujarnya.