;
Tags

Kredit

( 575 )

PERFORMA PERBANKAN : AMBISI BANK KEREK KREDIT KONSUMSI

HR1 23 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Di balik kinerja penyaluran kredit industri perbankan yang moncer pada Desember 2023, kredit konsumsi justru tumbuh lebih landai. Melansir laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), nilai kredit bank pada Desember 2023 tumbuh 10,3% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 9,7% YoY. Kondisi ini pun berkontribusi mengerek jumlah uang beredar M2 sebesar 3,5% YoY ke Rp8.824,7 triliun. 

“Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur korporasi 11,6% YoY,” tulis BI, Senin (22/1). Pertumbuhan penyaluran kredit korporasi pada Desember 2023 lebih pesat dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau November 2023 sebesar 10 % Yo Y. Kredit konsumsi yang disalurkan perbankan mencapai Rp1.998,3 triliun pada Desember 2023 atau tumbuh sebesar 8,9% YoY pada Desember 2023. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) permintaan terhadap kredit konsumsi masih cukup baik, dan tumbuh dengan positif. 

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menyebut, sampai dengan November lalu tumbuh 6,5% YoY. Menariknya, perseroan memprediksi permintaan yang akan melambat adalah kredit investasi. Hal ini, kata Yuddy karena sikap wait and see sejalan dengan penyelenggaraan pemilu. Senada dengan BJBR, PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) mencatatkan sampai dengan akhir 2023 secara persentase consumer loan mengalami peningkatan lebih dari 100% bila dibandingkan dengan akhir 2022. 

Akan tetapi, Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah mengingatkan, secara volume angka tersebut masih terbilang sangat kecil apabila disandingkan dengan total consumer loan perbankan di Indonesia. Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, kredit konsumer di BTN lebih didominasi oleh KPR. Adapun, untuk pertumbuhan KPR BTN pada 2023 masih dalam perkirakan double digit. Terdapat sejumlah peluang pertumbuhan moncer kredit konsumer, terutama di jenis KPR pada 2024. 

Menanti KPR dengan Tenor Hingga 35 Tahun

HR1 23 Jan 2024 Kontan
Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berencana membuat aturan untuk mengakomodasi tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa dibuat flat hingga 35 tahun. Saat ini rata-rata bank menawarkan KPR dengan tenor terpanjang sampai 25 tahun. Tercatat baru Bank Tabungan Negara (BTN) yang menghadirkan KPR dengan jangka waktu sampai 30 tahun. Bunga yang ditawarkan tidak tetap, tetapi bakal dikenai bunga floating begitu periode bunga tetapnya berakhir. Sejumlah bank menyambut baik rencana aturan KPR bertenor 35 tahun ini. 

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menyebut, tenor panjang dapat membantu meringankan beban cicilan bulanan. Ini membuka peluang bagi generasi Z dan milenial memiliki rumah tanpa harus mengorbankan gaya hidupnya. Saat ini, mayoritas tenor KPR yang dimiliki nasabah Mandiri berada di rentang 10-15 tahun. Aquarius bilang, hanya sekitar 1% yang memiliki tenor di atas  20 tahun. 

Senada, Ade Lukito, Vice President Consumer Loan BCA, menyebut, tenor panjang akan memberi kapasitas lebih besar kepada nasabah untuk bisa mengakses KPR. Sementara itu, BTN mengusulkan agar KPR tenor 35 tahun dilakukan dengan skema bunga berjenjang. 

Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo mengatakan, opsi suku bunga berjenjang akan menguntungkan bagi pihak nasabah dan bank. Mengingat secara historis, kemampuan nasabah cenderung akan naik seiring berjalannya waktu. Pengamat ekonomi Budi Frensidy setuju tenor KPR diperpanjang agar lebih banyak masyarakat bisa segera mengakses KPR. Dengan tenor panjang, angsuran lebih rendah, sehingga permohonan KPR dapat disetujui bank dan tidak terlalu membebani debitur.

OJK Dukung Penyaluran KUR Menggunakan ”Credit Scoring”

KT3 22 Jan 2024 Kompas

OJK mendukung penyaluran kredit usaha rakyat menggunakan penilaian kredit atau credit scoring. Dukungan tersebut diberikan melalui mekanisme regulatory sandbox yang kini telah menghasilkan dua prototipe penyelenggara model bisnis inovasi penilaian kredit di sektor jasa keuangan. Pemerintah tengah mencanangkan program penyaluran KUR melalui skema credit scoring berbasis data alternatif. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2025 sehingga diharapkan dapat mempercepat sekaligus memperluas penyaluran KUR, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan perbankan (unbanked). Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian / lembaga terkait lainnya, seperti Kemenkopi dan UKM untuk mendukung program pemerintah tersebut.

”Kami sedang melakukan koordinasi dalam rangka mengintegrasikan platform credit information/scoring yang ada, seperti SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan), dan Innovative Credit Scoring (ICS), serta beberapa platform lainnya yang dikelola oleh industri guna meningkatkan pelayanan sekaligus mempercepat penyaluran KUR kepada sektor UMKM,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (21/1). Hasan menambahkan, saat ini, terdapat sejumlah platform di sektor keuangan yang berkecimpung di bidang credit scoring. Platform tersebut dapat menjadi solusi atas masalah akses pendanaan UMKM, terutama yang bergerak di sektor informal atau unbanked apabila didesain dengan baik secara kredibel dan efisien. (Yoga)

Segmen Korporasi Dongkrak Kredit Perbankan Akhir 2023

KT1 22 Jan 2024 Investor Daily
Penyaluran kredit baru pada Desember 2023 terindikasi meningkat dibandingkan November 2023. Salah satunya didorong oleh permintaan kredit dari segmen korporasi yang menanjak di akhir tahun. Hasil survei kepada perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Desember 2023 sebesar 73,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 70,4%. dari jenis penggunaannya, penyaluran kredit meningkat pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi lainnya yang stabil dengan SBT 66,9%. Kebijakan penyaluran kredit pada Desember 2023 sedikit lebih ketat. Hal tersebut tercermin dari SBT perubahan lending standard yang positif jadi 0,4%. kebijakan penyaluran kredit  yang ketat terjadi  pada hampir seluruh jenis kecuali kredit konsumsi lainnya yang lebih longgar. (Yetede)

Permudah Saluran KUR lewat ”Credit Scoring”

KT3 20 Jan 2024 Kompas

Kemenkop UKM tengah menyiapkan skema penilaian kredit atau credit scoring berbasis data alternatif. Upaya ini diharapkan dapat mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan tanpa agunan. Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulius mengatakan, tidak adanya agunan dan kemampuan yang memadai untuk mengakses pembiayaan menjadi salah satu hambatan yang dialami pelaku UMKM. Dengan skema credit scoring, para pelaku UMKM dapat memperoleh akses kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan. ”(UMKM) sering ditolak oleh perbankan karena perbankan hanya menghitung dari data, misalnya neraca pembukuan usaha, pinjaman sebelumnya, dan sebagainya. Dengan memakai credit scoring, berbasis data alternatif, pihak perbankan dapat menyalurkan kredit ke UMKM tanpa agunan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/1).

Usulan mengenai credit scoring tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tahun lalu. Saat itu, Presiden memberikan arahan kepada pemangku kepentingan terkait, seperti BI dan OJK, agar meningkatkan akses KUR melalui skema credit scoring. Sebagai informasi, credit scoring merupakan sistem penilaian untuk menghitung kemampuan seseorang dalam membayar kewajibannya yang dilakukan oleh lembaga penilai kredit. Penerapan credit scoring tersebut diharapkan mulai berlaku pada 2025. Pada skema credit scoring yang tengah disiapkan, basis data alternatif akan diambil dari berbagai macam transaksi, seperti jaminan sosial (BPJS), transaksi lokapasar, pembayaran listrik, pajak, sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (online single submission), serta transaksi QRIS. Seluruh data tersebut akan diproses dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. (Yoga)

BRI Targetkan Salurkan KUR RP 165 Triliun

KT1 20 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) optimistis dapat menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 165 triliun sebelum tahun ini berakhir. Optimisme tersebut tak lepas dari strategi yang telah disusun perseroan, utamanya terkait percepatan  graduasi atau upaya menaikkelaskan nasabah eksisting dan perluasan jangkauan penerimaan baru. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menetapkan target penyaluran KUR Rampung pada September 2024. "Untuk tahun ini kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta (Selain itu), kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih dua juta, kita akan naikkelaskan," ucap Supari.  Target ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian 2023 yang mana BRI telah menjangkau 3,4 juta nasabah dengan 2,2 juta diantaranya merupakan nasabah baru. (Yetede)

Bisnis KPR Perbankan Tumbuh Makin Tinggi

HR1 19 Jan 2024 Kontan
Penyaluran redit kepemilikan rumah (KPR) perbankan mengalami pertumbuhan tinggi di tahun lalu. Para bankir optimistis pertumbuhan solid tersebut akan berlanjut tahun ini, ditopang oleh insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk pembelian rumah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran KPR perbankan per November 2023 telah mengalami pertumbuhan sebesar 12,2% secara tahunan. Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai pemegang terbesar pangsa pasar KPR nasional, berhasil menorehkan pertumbuhan KPR cukup kencang tahun lalu. Nixon Napitupulu, Direktur Utama BTN mengungkapkan, total kredit BTN sepanjang 2023 tumbuh 11,8% secara tahunan. KPR menyumbang lebih dari 78% terhadap total kredit bank ini. Namun, Nixon tak merinci pertumbuhan khusus portofolio KPR. Hanya saja, KPR subsidi tercatat tumbuh di kisaran 11%-13% tahun lalu. Per September 2023, KPR BTN sudah tumbuh 9,8% secara tahunan jadi Rp 250,6 triliun. KPR subsidi tumbuh 11,87% dan KPR non susbidi 6,64%. Bank Central Asia (BCA) juga mencatat realisasi KPR yang tinggi di tahun lalu. BCA belum merilis laporan kinerja KPR sepanjang 2023, tapi per September 2023 penyaluran sudah mencapai Rp 117,9 triliun, tumbuh 11,5%. BCA optimistis bisnis KPR bisa tumbuh solid hingga dua digit di tahun politik. Ade Lukito, Vice President Consumer Loan BCA, menyatakan, skema KPR tetap mendominasi pembelian properti. "Target pertumbuhan KPR BCA tahun ini kurang lebih sama dengan tahun lalu," ujar Ade, Selasa (16/1). KPR Bank Mandiri juga tumbuh dua digit pada 2023. Namun, Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto belum mau merinci angkanya. Per September 2023, KPR bank ini mencapai Rp 48,9 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan. BNI membukukan KPR BNI Griya tumbuh hampir 10% tahun lalu. General Consumer Loan BNI Sri Indira menyebut, pertumbuhan ini didukung ekspansi mitra pengembang dan adanya suku bunga khusus. "Tahun ini, BNI menargetkan BNI Griya tumbuh di atas 10%, didukung adanya insentif pajak pembelian rumah," kata dia.

Sinergi Pengembang dan Bank Gairahkan Perekonomian

KT1 18 Jan 2024 Investor Daily

Sinergi pengembang properti dengan bank bisa menggairahkan perekonomian nasional mengingat dampak turunan sektor properti yang cukup luas. Menurut Alvin Andronicus, chief marketing officer Elevee Condominium, properti memilki sifat efek berganda (mulitplier effect) yang cukup besar terhadap kegiatan industri lainnya. Selain itu, kata dia, juga mencipatkan lapangan pekerjaan  serta pendapatan baru dan pajak daerah hingga memberikan peningkatan nilai properti di sekitarnya. "Dengan perencanaan yang matang dan konsep yang kuat, sebuah proyek yang township akan memiliki nilai yang memberikan rasa nyaman untuk hunian, dan juga sebagai kawasan bisnis. dan untuk mewujudkan produk properti yang ada seperti hunian, maka diperlukan perbankan dalam pembiayaan kepada masyarakat," jelas Alvin. Dia menambahkan, sinergi  bank dengan pengembang  setidaknya mencakup kredit konstruksi dan kredit pemilikan rumah/apartemen. Bank memberikan pembiayaan kepada pengembang  dalam pembangunan  konstruksi proyek, sedangkan pembiayaan kepada konsumen bisa berupa KPR atau KPA. (Yetede)

Kredit Perbankan Meningkat 10,38%

KT1 18 Jan 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan sepanjang tahun lalu telah mengucurkan kredit dengan pertumbuhan 10,38% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi per Desember 2023 ini lebih  tinggi dari periode November 2023 yang tumbuh 9,74% (yoy), namun lebih lambat dibandingkan kredit 2022 yang meningkat 11,35%.  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kredit perbankan pada 2023 tetap baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. "Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas perkiraan BI 9-11%," ujar Perry. Pertumbuhan kredit 2023 lebih rendah dibandingkan 2022, namun jika menarik data  dari 2019 sebelum covid-19 kredit bank hanya tumbuh 6,08% (yoy) dengan dana pihak ketiga (DPK) 6,54%. Kemudian pada 2020 kredit anjlok menjadi minus 2,41% (yoy) akibat pandemi, sebaliknya DPK naik drastis 11,11% (yoy). Di 2021, kredit kembali rebound  denan pertumbuhan 5,24% (yoy) dan DPK naik 12,21% (yoy). (Yetede)

Menekan Kredit Macet Anak Muda

HR1 18 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Besarnya jumlah usia produktif menjadi pasar potensial di sektor finansial. Beragam produk ditawarkan secara masif, dari investasi hingga konsumtif. Akses pendanaan pun makin mudah dan diklaim murah.Sayangnya, di tengah triliunan dana yang mengalir ke anak-anak muda, tidak semuanya termanfaatkan dengan baik. Sebagian besar bahkan dipergunakan untuk kegiatan konsumtif. Peminjam pun banyak yang sekadar ikut-ikutan tanpa melihat kemampuan membayar.Akibatnya, kredit macet banyak terjadi. Data PT Pefindo Biro Kredit menyebutkan bahwa kalangan usia muda masih yang paling besar pemupuk utang paling tinggi dalam layanan keuangan seperti buy now pay later dan peer-to-peer (P2P) lending.Per November 2023, pada layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL), tingkat kolektibilitas (kol) 3 hingga 5 disumbang paling banyak oleh kelompok usia 20—30 tahun, yang mencapai 39,2%. Kelompok ini disusul oleh grup usia 30—40 tahun yang mencapai 35,84% terhadap kredit bermasalah. Hal serupa diungkapkan oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan bahwa kredit bermasalah pada layanan finansial peer-to-peer (P2P) lending juga disumbang lebih banyak oleh peminjam umur 19—34 tahun. Dengan pengetahuan yang cukup, diharapkan generasi muda yang pada masanya akan menjadi calon-calon nasabah industri keuangan akan lebih mahir dalam memilih produk-produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga risiko kredit macet pun dapat berkurang. Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya adalah memperketat aturan main bagi perusahaan yang akan masuk pada industri ini. Mengawasi dengan ketat kegiatan operasional masing-masing institusi. Tidak memberikan ruang bagi aksi tipu-tipu. Memberi sanksi tegas terhadap para pelanggar. Membatasi calon nasabah penerima, tidak hanya baik bagi nasabah tetapi juga bagi industri itu sendiri. Dengan demikian, diharapkan kualitas pinjaman akan lebih baik lagi sehingga angka-angka kredit macet dapat berkurang dengan sendirinya. Perusahaan teknologi finansial tentunya tidak menghendaki ratusan miliar hingga triliunan dana yang sudah diberikan menguap dengan sendirinya yang dapat berakibat pada operasional perusahaan. Industri P2P memiliki ruang cukup besar untuk bertumbuh, untuk itu ekosistem yang sehat harus dihadirkan.