Kredit
( 575 )Jelang Lebaran Pembiayaan Multifinance Diperkirakan Tumbuh 13%
Permintaan pembayaran multi finance diperkirakan meningkat menjelang Ramadhan dan Idulfitri. OJK memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan bisa meningkat hingga 13 % secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2024. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK lainnya (PMVL) OJK Agusman mengatakan, berdasarkan data penyaluran pembiayaan selama lima tahun terakhir, selalu terdapat tren peningkatan penyaluran pembiayaan satu bulan sebelum Idul Fitri atau pada bulan Ramadhan. Khususnya penyaluran pembiayaan multiguna pada kendaraan bermotor.
“Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat atas kendaraan bermotor untuk keperluan mudik atau bepergian selama libur lebaran,” jelas Agusman, Rabu (13/3). OJK juga memperkirakan terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) dikarenakan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan dan lebaran, seperti pembelian barang-barang persiapan untuk puasa dan lebaran serta pembelian tiket untuk mudik lebaran. (Yetede)
Momentum Lebaran Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Bermotor
Berdasarkan tren sebelumnya, peningkatan penyaluran
pembiayaan kendaraan akan dimulai sebulan sebelum Idul Fitri atau pada bulan
suci Ramadhan. Dirut PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan, tren pembiayaan
menjelang Lebaran atau saat bulan Ramadhan biasanya akan naik. Peningkatan
pembiayaan tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. ”Setiap
tahun memang momentum Lebaran akan mengangkat penjualan mobil, baik baru maupun
bekas. Kita semua mengharapkan tahun ini juga akan demikian,” katanya saat dihubungi
dari Jakarta, Selasa (12/3). Roni menyebut, pembiayaan baru (new booking) pada
Maret 2024 ditargetkan mampu mencapai Rp 4 triliun atau cenderung sama dengan
torehan pada Maret 2023. Strategi yang dilakukan agar target tersebut tercapai
antara lain menurunkan bunga pinjaman pembiayaan mobil bekas serta menerapkan
bunga 6 % secara tetap (flat) untuk mobil keluaran tahun baru bertipe fast moving.
Secara keseluruhan, BCA Finance pada 2023 telah membukukan
pembiayaan baru sebesar Rp 40,6 triliun atau tumbuh 22,4 % dibanding tahun 2022.
Pada 2024, BCA Finance memasang target penyaluran kredit kendaraan bermotor
sebesar Rp 43 triliun atau tumbuh 7,5 % dibanding capaian 2023. Direktur Bisnis
PT BFI Finance Indonesia Tbk Sutadi menyampaikan, pihaknya memiliki dua jenis
pembiayaan, yakni pembiayaan beragun tidak langsung dengan manfaat berupa dana
multiguna dan pembiayaan beragun langsung dengan manfaat berupa kendaraan yang
diinginkan konsumen. Kedua jenis pembiayaan tersebut mensyaratkan buku pemilik
kendaraan bermotor (BPKB) sebagai jaminannya. ”Kedua produk kami diprediksi
mengalami kenaikan karena adanya kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kepastian investasi
dan ekonomi pasca-pemilu, pergerakan ekonomi masyarakat akan kembali menggeliat,
khususnya di sektor usaha. Sementara untuk produk kepemilikan kendaraan juga meningkat
karena digunakan sebagai fasilitas untuk kebutuhan hari raya dan seterusnya,” ujarnya
secara tertulis. (Yoga)
Bank Berlomba Genjot Kredit Tanpa Agunan
Asuransi ASO Tidak Proteksi Dana Lender
Sejumlah Bank Gelar Pameran Dorong Kredit Konsumer
Januari, Kredit Korporasi Melesat 13,3%
Kredit UMKM Terganjal Bunga Tinggi
BI tetap Optimistis Kredit Tumbuh 12%
OJK Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Lebih Lambat
Bank Muamalat Targetkan Penyaluran KPR Rp 5,3 Triliun
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022









