Ekonomi
( 40827 )Pahit-Manis Meroketnya Harga Kakao
Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) melaporkan
bahwa pencinta cokelat di seluruh dunia sedang terpukul oleh kelangkaan kakao
yang sebagian disebabkan oleh krisis iklim. Cuaca ekstrem dan perubahan pola iklim
telah mengganggu hasil panen, yang diperkirakan menurun selama tiga tahun berturut-turut,
sehingga memperketat pasokan global dan menaikkan harga. Harga kakao melonjak 136
% antara Juli 2022 dan Februari 2024. Harga biji kakao di pasar komoditas berjangka
telah melampaui 10.000 USD per ton untuk pertama kali pada 26 Maret 2024. Per
Selasa (2/4) kakao sudah diperdagangkan di harga 10.294 USD per ton. Harga saat
ini sudah tiga kali lipat dibandingkan rata-rata harga kakao global pada 2023
yang ada di kisaran 3.000 USD per ton.
Organisasi Kakao Internasional memperkirakan dunia mengalami
kekurangan pasokan kakao 374.000 ton pada musim 2023-2024 dibandingkan dengan
74.000 ton pada musim sebelumnya. Kelangkaan dan kenaikan harga kakao dunia
justru menguntungkan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia
setelah Pantai Gading dan Ghana. Ketua Asosiasi Petani Kakao Arif Zamroni
mengatakan, El Nino yang melanda Indonesia tahun lalu dan memicu kekeringan
ekstrem sebenarnya juga menyebabkan penurunan produksi kakao di dalam negeri.
Namun, tidak sampai mengakibatkan gagal panen parah seperti di Afrika. Data BPS
menunjukkan, Indonesia memproduksi biji kakao sebanyak 641.700 ton sepanjang 2023,
turun 1,36 % dibanding tahun sebelumnya.
Volume yang mencapai 10 % total produksi kakao dunia tersebut
kini menjadi rebutan negara lain yang tidak cukup mengimpor kakao dari Afrika.
Permintaan tinggi dan kenaikan harga dinikmati petani kakao di Tanah Air. Saat
ini, harga biji kakao di tingkat petani bisa mencapai di atas Rp 85.000 per kg
dibanding tahun lalu yang hanya Rp 25.000-Rp 35.000 per kg. ”Petani yang punya
pohon dan terawat jadi dapat berkah. Bagi teman-teman yang punya pohon, tapi
enggak terawat pasti nyesel, apalagi yang nebang pohon diganti komoditas lain,
karena ini harga tertinggi kakao dalam sejarah,” ungkap Arif saat dihubungi
Kompas, Selasa (2/4). (Yoga)
Kapal Selam Scorpène Asal Perancis Dibangun di Indonesia
Naval Group, produsen kapal selam asal Perancis, dan PT PAL Indonesia
menandatangani kontrak kerja sama dengan Kemenhan untuk pembelian dua kapal
selam Scorpène. Kapal selam konvensional tersebut telah dilengkapi dengan teknologi
baterai lithium-ion atau LiB. Melalui akun resminya di X, Naval Group menyebut,
kapal selam Scorpène akan dibangun di Indonesia melalui mekanisme transfer
teknologi dari Naval Group. ”Untuk memperkuat kapabilitas TNI AL,” demikian disebutkan
di akunnya, Selasa (2/4). Dalam keterangan pers, PT PAL Indonesia juga menyatakan,
penandatanganan kontrak itu dilakukan untuk pembelian dua kapal selam Scorpène Evolved
Full LiB.
Kedua kapal selam tersebut akan dibangun di galangan kapal PT
PAL Indonesia melalui mekanisme transfer teknologi dengan memanfaatkan aset
produksi yang dimiliki PT PAL Indonesia. Presdir PT PAL Indonesia Kaharuddin
Djenod mengatakan, kontrak tersebut merupakan komitmen dan kepercayaan yang
tinggi dari Pemerintah Indonesia terhadap kemampuan rekayasa anak bangsa dalam
memajukan teknologi pertahanan, khususnya teknologi kapal selam. Untuk mewujudkan
kemandirian industri pertahanan, pemerintah mendukung dengan memberikan
penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PAL Indonesia. ”Ke depan, Indonesia
diharapkan mampu menguasai teknologi kapal selam,” katanya. (Yoga)
Pasar, Pusat Belanja, dan Penarik Wisatawan
Roda ekonomi perkotaan semakin menggeliat selama Ramadhan.
Pasar menjadi poros dinamika tersebut. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, pasar
juga menjadi magnet yang menarik wisatawan lokal ataupun luar daerah untuk menikmati
Ramadhan. Ada tradisi Ramadhan di Makassar, Sulsel, yaitu warga dari luar
Makassar berbondong-bondong datang, mulai pertengahan hingga menjelang akhir
Ramadhan. Tak hanya dari seluruh kabupaten di Sulsel, warga dari Sulbar dan Sulteng
juga ikut menjadi bagian pengunjung Makassar saat Ramadhan. Mereka berbelanja
berbagai keperluan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga pakaian sembari
juga berlibur. Menjelang Lebaran, mereka pulang ke kampung halaman. Biasanya,
mudik ini bersama dengan anggota keluarga yang tinggal di Makassar.
Salah satu yang menjalani tradisi ini adalah Marhayani (50) warga
Bulukumba. Biasanya momen ini juga dimanfaatkan Marhayani untuk menjemput
anaknya yang kuliah di Makassar. ”Di Makassar lumayan lengkap untuk belanja.
Kalau sudah melewatkan setengah puasa di kampung, kami sekeluarga ke Makassar
untuk belanja baju Lebaran dan berbagai kebutuhan. Pulangnya sekalian bawa anak
mudik,” katanya, Sabtu (30/3). Waktu menginap di Makassar inilah mereka
manfaatkan untuk berbelanja oleh-oleh yang akan dibawa ke kampung. Ini umumnya
menjadi kebiasaan bagi warga Sulsel yang merantau di Jawa dan di kawasan timur
Indonesia (KTI).
”Belanja di Makassar lebih murah ketimbang di Papua. Biasanya
keluarga dari kampung datang menjemput di Makassar, lalu kami sama-sama belanja
dan mudik,” ujar Nurhayati (45), warga Luwu yang merantau ke Papua. Wali Kota
Makassar M Ramdhan Pomanto mengatakan, tradisi ini membuat ekonomi Makassar
menggeliat. Apalagi, inflasi masih terjaga dengan angka di bawah rata-rata nasional.
Daya beli masyarakat ada dan ekonomi tumbuh. Ini pertanda baik bagi semua. (Yoga)
Proyek PSN Dorong Investasi
OJK Terus Kejar Delapan Fintech Kurang Modal
Menjaga Supply and Demand di Tengah Pelemahan Rupiah
Pembangunan Huntap Sulsel Serap Anggaran Rp 1,05 Triliun
Mengapa Hyundai Membatalkan Rencana Pembelian Aluminium Adaro
Algoritma yang Melahirkan Kartel
EMITEN LOGAM : Pertumbuhan Impresif NCKL
Emiten nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel membukukan pertumbuhan laba bersih pada 2023 sejalan dengan pendapatan yang melonjak signifikan. Di sisi lain, ekspansi fasilitas pengolahan nikel NCKL terus berlanjut. Sepanjang 2023, pendapatan NCKL melonjak 149,35% year-on-year (YoY) menjadi sebesar Rp23,85 triliun dari Rp9,56 triliun pada 2022. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tersebut terdiri atas pengolahan nikel sebesar Rp20,76 triliun serta pendapatan dari penambangan nikel sebesar Rp3,09 triliun. Kontrak pelanggan yang lebih dari 10% dari pendapatan adalah Lygend Resources & Technology Co., Ltd., Ningbo Lygend Wisdom Co., Ltd., dan Glencore International AG. Pendapatan itu berasal dari penjualan bijih nikel sebanyak 15,38 juta wet metric ton (wmt) yang mencakup saprolit sebanyak 6,30 juta wmt dan limonit sebanyak 9,08 juta wmt sepanjang 2023.
Selain itu, NCKL juga membukukan peningkatan produksi feronikel sebesar 300% YoY menjadi 101.538 ton pada 2023 dan kenaikan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) sebesar 50% YoY menjadi 63.654 ton pada 2023.
Roy Arman Arfandy, Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, mengatakan Harita Nickel tetap berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan sepanjang tahun 2023.
Di sisi pengolahan nikel, pertumbuhan NCKL turut didorong oleh peningkatan volume dari smelter baru PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) yang menghasilkan feronikel dan lini produksi tambahan PT Halmahera Persada Lygend (HPL) untuk menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









