Ekonomi
( 40465 )Mencari Skema Terbaik Pinjaman Pendidikan
Isu mengenai pinjaman pelajar (student loan) yang ditujukan
untuk mahasiswa perguruan tinggi terus bergulir. Terdapat dua pokok bahasan
yang menyelimuti isu tersebut, yakni skema pinjaman yang mencakup tenor, suku
bunga, dan sumber pendanaan serta risiko gagal bayar sebagaimana dialami beberapa
negara. Pemerintah masih terus membahas skenario pendanaan bagi para mahasiswa,
termasuk aspek perlindungan terhadap mahasiswa, melalui regulasi. Salah satu
skema yang diusulkan ialah pinjaman lunak atau pinjaman yang berasal dari
negara atau lembaga multilateral yang menyasar para mahasiswa dari kalangan
menengah bawah mengingat kalangan ini kerap mengalami kendala keuangan dan
tunggakan uang kuliah, tetapi tidak memenuhi syarat mendapatkan beasiswa.
Tidak tertutup kemungkinan bunga pinjaman lunak tersebut
seperti kredit mikro sebesar 3 % per tahun atau bahkan tanpa bunga. Pemerintah
sedang mengkaji pendanaan yang berasal dari lembaga nonpemerintah, seperti
filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dalam mendukung pinjaman
lunak tanpa bunga. Untuk menghindari gagal bayar, pemerintah juga tengah
mempertimbangkan integrasi data nomor induk kependudukan (NIK) penerima pinjaman
guna kebutuhan pelacakan. ”Sedang dibahas bagaimana pinjaman bersifat pinjaman
lunak, pengembalian ketika mahasiswa lulus dan bekerja. Bisa saja pengembalian
setelah lulus tahun kedua,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas
Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,
Warsito (Kompas.id, 18/3/2024). (Yoga)
Ketidakpastian The Fed dan Aksi Jual SBN Picu Pelemahan Rupiah
Sepanjang triwulan pertama 2024, rupiah terus mengalami tekanan
hingga terdepresiasi 2,6 %. Pelemahan diprediksi berlanjut pada awal April. Berdasarkan
data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap USD
pada penutupan perdagangan Kamis (28/3) sebesar Rp 15.873,00 per USD, melemah
ketimbang penutupan sehari sebelumnya di Rp 15.853 per USD. Sepanjang tiga
bulan pertama 2024, penurunan nilai atau depresiasi rupiah telah mencapai 2,6 %
dari Rp 15.473 pada awal tahun. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim
Assuaibi dalam laporan analisisnya memperkirakan, rupiah masih akan
berfluktuasi di ruang pelemahan pada pekan depan atau awal April 2024.
”Untuk perdagangan Senin (1/4) depan, mata uang rupiah
fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 15.840-Rp 15.910,” katanya dalam
laporan yang dikutip Jumat (29/3). Tren pelemahan rupiah dipicu ketidak pastian
turunnya suku bunga bank sentral AS, The Fed, akibat inflasi yang belum sesuai
target. Pasar masih menanti sejumlah data ekonomi AS. Gubernur Bank Sentral AS
Jerome Powell dan anggota Federal Open Market Committee (FOMC), Mary Daly, juga
akan menyampaikan pidato terkait arah kebijakan The Fed. Ekonom senior Mirae
Asset Sekuritas, Rully Wisnubroto, dalam pemaparannya dengan media, Rabu
(27/3), menjelaskan bahwa meski ada konsensus penurunan suku bunga AS pada
bulan Juli, frekuensi penurunan diperkirakan tak sesuai harapan, menjadi hanya
tiga kali dari perkiraan awal 6-7 kali tahun ini.
Situasi ini akan membuat BI sulit menurunkan suku bunga dalam
waktu dekat. Kejatuhan rupiah juga dipicu aksi jual surat berharga negara (SBN)
yang cukup masif oleh investor asing. Berdasarkan data settlement dari awal
tahun hingga 27 Maret 2024, investor asing melakukan jual neto sebesar Rp 33,31
triliun di pasar SBN. Kondisi ini membuat imbal hasil (yield) SBN 10 tahun naik
menjadi 6,73 %. Adapun premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 27
Maret 2024 sebesar 71,39 bps, naik ketimbang 22 Maret 2024 sebesar 70,90 bps. (Yoga)
Peluang Berkuliah di PTN Masih Terbuka
Peluang kuliah calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri
lewat seleksi nasional masih terbuka pada jalur tes atau seleksi nasional
berdasarkan tes. Kuota penerimaan mahasiswa baru untuk jalur tes di perguruan tinggi
akademik, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, dan pendidikan tinggi vokasi
masih tersedia sekitar 247.000 kursi. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi
Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Ganefri, Rabu (27/3) di Jakarta,
mengatakan, seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (PTN) ada dua jalur.
Keduanya adalah seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) yang disubsidi penuh
oleh pemerintah alias gratis dan seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) yang
disubsidi pemerintah sebagian.
Tahapan seleksi di jalur prestasi sudah selesai, kini seleksi
nasional bergeser ke jalur tes lewat ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang
pendaftarannya dibuka hingga 5 April. ”Kesempatan untuk kuliah diPTN masih
terbuka dijalur tes dan jalur mandiri. Daya tampung PTN tahun ini terbuka untuk
589.000 mahasiswa baru. Kuota jalur tes terbanyak Selanjutnya, ada jalur
mandiri yang dilaksanakan di tiap PTN, kuotanya lebih dari 176.000 kursi,” kata
Ganefri. Menurut Ganefri, pemerintah mengoptimalkan tiap jalur masuk, terutama
di seleksi nasional. Tujuannya agar daya tampung yang disediakan terpenuhi demi
mendukung peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi. Oleh karena
itu, sanksi juga diterapkan jika peserta yang lolos jalur tes tidak mendaftar ulang.
Peserta tidak boleh ikut seleksi jalur mandiri di PTN mana pun. (Yoga)
UE Hanya Bisa Bertahan
Sejumlah aturan berkait dengan industri digital sudah
dikeluarkan Uni Eropa (UE). Akan tetapi, kepentingan mereka belum tercapai.
Mereka hanya bertahan. Raksasa teknologi Apple, Google Alphabet, dan Meta Platforms
menjadi target pertama pemberlakuan UU Pasar Digital Uni Eropa. UU yang berlaku
mulai 7 Maret 2024 itu bertujuan mempermudah masyarakat berpindah layanan digital
dan memberi pilihan untuk layanan lebih murah, bahkan gratis. Komisi Eropa pada
Senin (25/3) menyatakan, perusahaan-perusahaan yang termasuk sebagai ”penjaga
gerbang” itu dapat dikenai denda besar jika terbukti melanggar UU Pasar Digital
(DMA). Denda dapat mencapai 10 % omzet tahunan perusahaan secara global
(Kompas.id, 26/3). Aturan ini hanyalah satu dari sekian aturan di Uni Eropa yang
telah diberlakukan di kawasan itu dan negara-negara di Eropa.
Semangat awal yang muncul adalah mereka bertahan di tengah
serbuan produk teknologi digital dari luar kawasan itu. Sampai sekarang masih
sedikit produk dan inovasi dari UE yang bisa menandingi kemampuan produk dan
inovasi dari AS dan China. Dalam posisi seperti itu, pilihan mereka adalah
bertahan dan membatasi perluasan pasar mereka sambil mencari peluang. Mereka
tentu memahami bahwa UE adalah pasar yang besar. Pemain-pemain raksasa di
bidang teknologi tak bisa begitu saja memanfaatkan kawasan itu sebagai pasar
semata. UE harus melindungi warganya dan tentu berusaha agar pemain di dalam UE
bisa bersaing. Meski demikian, hingga sekarang kemampuan perusahaan-perusahaan
teknologi dari kawasan itu belum bisa menandingi pemain dari China dan AS. (Yoga)
Sasi Menjaga Keseimbangan Pelestarian Ekologi dan Pemanfaatan Ekonomi
Pembukaan sasi laut oleh Kelompok Perempuan Waifuna di Kampung
Kapatcol, Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, memperoleh hasil
melimpah. Dengan membatasi akses penangkapan serta alat tangkap dalam kawasan
dan jangka waktu tertentu, tradisi sasi ini menjaga keseimbangan pelestarian
ekologi dan pemanfaatan ekonomi. Buka sasi di perairan sisi barat Kampung
Kapatcol itu dimulai Senin (25/3). Hingga Rabu sore, buka sasi telah
menghasilkan 1.138 teripang, 599 lola, dan 20 lobster. Sasi di kawasan seluas
213 hektar itu dibuka setelah ditutup selama hampir satu tahun.
Keterlibatan kelompok perempuan atau mama-mama di Kapatcol
dalam mengelola sasi dimulai sejak 2011, didampingi Yayasan Konservasi Alam
Nusantara (YKAN) untuk mengelola laut secara berkelanjutan. Koordinator Program
Bentang Laut Kepala Burung YKAN Awaludinnoer mengatakan, hasil buka sasi tahun ini
menjadi yang terbanyak sejak 2011. Penangkapan biota laut saat buka sasi
dilakukan dengan menyelam secara tradisional. Warga langsung menangkapnya
dengan tangan atau menggunakan tombak dan gate-gate (alat penangkap lobster
berbahan nilon).
Saat menyelam, mereka memakai kacamata renang, snorkel, dan fins.
Hanya teripang dengan panjang 15 cm atau lebih yang boleh diambil. Untuk lola
dengan ukuran 7 cm ke atas. Sementara lobster dengan berat lebih dari 5 ons. Tangkapan
yang tidak sesuai ketentuan ukuran tersebut dikembalikan ke laut. Awaludinnoer
menuturkan, pembatasan tangkapan berdasarkan ukuran dilakukan agar pemanfaatan
laut dapat berkelanjutan. Dengan begitu, biota laut yang berukuran kecil dapat
dipanen pada buka sasi selanjutnya.
”Sekarang warga bisa memilah tangkapan yang layak diambil.
Mereka mengukurnya sendiri. Sekarang, mereka paham bagaimana agar hasil laut
bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang,” ucapnya. Hasil buka sasi pada
Senin-Rabu akan digunakan untuk keperluan berdasarkan kesepakatan kelompok mama-mama.
Setelah itu, warga dapat mengambil hasil laut untuk keperluan lainnya sebelum
sasi kembali ditutup sekitar dua pekan ke depan. Sebelum dijual,teripang
direbus, diasapi, dan dikeringkan. Teripang kering dihargai mulai dari Rp
50.000 per kg hingga di atas Rp 800.000 per kg, berdasarkan jenis dan
ukurannya. Sementara lobster dihargai sekitar Rp 200.000 per kg. Hampir semua
warga Kapatcol ikut memanen hasil sasi. (Yoga)
Upaya Pertamina Bawa Minyak dari Venezuela Masih Terkendala
Rencana PT Pertamina (Persero) membawa minyak mentah dari
Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, belum mulus karena
jenis minyak tak cocok dengan kilang-kilang yang ada di Indonesia. Tim
Pertamina terbang langsung ke Venezuela untuk mendiskusikan secara teknis dan
melihat peluang tipe-tipe minyak mentah yang bisa diolah di Indonesia. Hal itu
disampaikan Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina
(Persero), Chalid Said Salim, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, di Kompleks
Parlemen, Jakarta, Rabu (27/3).
Pertamina Internasional EP lewat anak usahanya, Maurel &
Prom (M&P), memiliki investasi dengan Petroleos de Venezuela SA di lapangan
milik perusahaan migas milik Pemerintah Venezuela itu. Chalid mengatakan, dalam
mendukung rencana membawa minyak dari Venezuela ke Indonesia, tim dari
Pertamina Internasional EP telah berkomunikasi dengan Menteri ESDM serta pihak
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Namun, salah satu pertimbangan dalam
rencana itu ialah tipe minyak mentah (crude) yang ada di sana.
Selain perihal derajat American Petroleum Institute (API),
juga terkait konten sulfur. ”Di kilang kami, konten sulfur dibatasi 0,2 %,
sedangkan ini (dari Venezuela) lebih dari 1 %. Tim Pertamina yang berangkat ke Venezuela,
tak hanya dari hulu, tetapi juga dari kilang, ikut berdiskusi, kira-kira akan
seperti apa,” tutur Chalid. Dengan kondisi itu, secara teknis masih ada
hambatan untuk membawa minyak dari Venezuela. Bagaimanapun, yang menjadi
pertimbangan, tipe minyak mentah yang hendak dibawa harus bisa diolah di
kilang-kilang Pertamina. (Yoga)
Program Restrukturisasi Dinilai Belum Optimal
Para pelaku UMKM menilai, penerapan kebijakan restrukturisasi
kredit selama pandemic Covid-19 belum optimal. Oleh sebab itu, kebijakan
terhadap UMKM ke depan diharapkan dapat lebih berdampak menyeluruh bagi pelaku.
Kebijakan restrukturisasi kredit ditujukan untuk membantu debitor yang
terdampak pandemi Covid-19, terutama sektor UMKM. Hal ini diatur dalam
Peraturan OJK (POJK) No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai
Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.
Pelonggaran kredit yang diberikan kepada pelaku UMKM tersebut,
antara lain, penurunan suku bunga, perpanjangan tenggat, pengurangan tunggakan
pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, serta
pengubahan pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara. Ketentuan yang
berlaku sejak Maret 2020 ini menyasar pelaku UMKM dengan batas atas kredit Rp
10 miliar. Kebijakan restrukturisasi tersebut diperpanjang hingga 31 Maret 2024
atas pertimbangan hasil analisis dampak berkepanjangan pandemi Covid-19
(scarring effect). Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri)
Hermawati Setyorinny menilai, program restrukturisasi kredit sebenarnya belum
optimal, lantaran masih banyak pelaku UMKM yang belum merasakan program
tersebut.
”Malah, banyak UMKM yang tidak mengetahui (kebijakan
restrukturisasi) sehingga akhirnya banyak yang tidak mampu membayar lagi kreditnya,”
kata Hermawati saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (27/3/2024). ”Padahal, apabila program tersebut benar
terimplementasi dengan baik, pastinya akan memberikan manfaat sangat baik bagi
usaha mereka. Seharusnya, perbankan dan OJK bisa langsung sosialisasi kepada
para debitor,” lanjutnya. Permasalahan utama dalam menerapkan kebijakan
restrukturisasi kredit tersebut ada pada minimnya sosialisasi terhadap pelaku
UMKM. Akibatnya, banyak debitor pelaku UMKM yang kini masuk daftar hitam perbankan
lantaran tidak mampu membayar cicilannya. (Yoga)
Harap-harap Cemas Kenaikan PPN
Pajak Pertambahan Nilai atau PPN rencananya naik dari 11 % menjadi
12 % tahun depan. Dari sekarang, publik sudah harap-harap cemas, memikirkan
kenaikan harga barang dan jasa karena tarif pajak yang lebih tinggi sambil
penuh harap agar presiden terpilih Prabowo Subianto mau membatalkan kebijakan
itu saat nanti menjabat. ”Pajak enggak naik aja udah ngos-ngosan,” ucap Stef
(31) karyawan swasta di Jakarta, Selasa (26/3) sambil tertawa getir
membayangkan kenaikan tarif PPN mulai tahun depan. Sekilas, bagi sebagian
orang, kenaikan tarif PPN atau pajak barang konsumsi sebesar 1 % mulai 1 Januari
2025 mungkin terkesan bukan apa-apa. Namun, bagi warga kelas menengah-bawah
yang ruang kasnya sempit, kenaikan harga barang dan jasa sesedikit apapun akan menguras
isi dompet.
Apalagi, di tengah kenaikan harga barang yang sudah mulai
terjadi, upah yang stagnan, dan tanpa bantuan apa pun dari negara. Stef,
misalnya, sudah berhemat semaksimal mungkin. Setahun terakhir ia hampir tidak pernah
lagi nongkrong. Ia juga pindah ke tempat indekos yang jauh lebih murah. ”Itu pun
masih ngajak teman tinggal bareng supaya bisa patungan uang kos,” ujar warga Jakarta
itu. Dengan penghematan itu, konsumsi Stef dalam sebulan (di luar membayar sewa
kos) tetap memakan 70 % gajinya. Manakala ia sesekali mau mentraktir dan menyenangkan
diri sendiri, gajinya bisa ludes, bahkan minus. Stef berharap pemerintah ke
depan bisa membatalkan rencana menaikkan PPN. (Yoga)
”Friend-shoring” dan Prabowo-Gibran
Pada tahun ini, friendshoring diperkirakan semakin menguat.
Perdagangan antarnegara berdasarkan kesamaan pandangan geopolitik itu bakal
mewarnai transisi pemerintahan di Indonesia. Friend-shoring akan bersanding
dengan politik tetangga baik. Dalam Global Trade Update yang dirilis lembaga Konferensi
Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) pada 21 Maret 2024, nilai perdagangan
dunia pada 2023 turun 3 % secara tahunan. Nilainya sebesar 31 triliun USD. Perdagangan
barang dunia turun 1,3 triliun USD atau 5 % secara tahunan. Adapun perdagangan
jasa dunia justru naik 500 miliar USD atau tumbuh 8 % secara tahunan. Lembaga
tersebut memperkirakan perdagangan dunia tahun ini mulai membaik.
Pada triwulan I-2024, nilai perdagangan barang dunia tumbuh 3
% dan perdagangan jasa 2,9 %, dipengaruhi perkiraan inflasi global yang lebih
moderat, membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan permintaan
barang-barang ramah lingkungan. Perdagangan dunia juga semakin terkotak-kotak
dalam sejumlah kubu kesamaan pandangan politik dan ekonomi global. Kondisi itu membentuk
tren utama perdagangan bilateral dalam dua tahun terakhir ini. ”Tentu saja
tidak hanya berdampak pada perdagangan antarnegara besar, tetapi juga
negara-negara mitra dagang,” sebut
laporan itu. Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,
Burhanuddin Abdullah, mengatakan, aspek geopolitik dan geoekonomi tentu
berdampak pada arah pergerakan ekonomi dan politik dunia.
Konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas, serta
perlambatan ekonomi China, menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan perlambatan pertumbuhan
ekonomi dunia. ”Bersama dengan ketatnya suku bunga yang memperlambat
pertumbuhan likuiditas dan krisis pangan akibat perubahan iklim, sejumlah konflik
tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia,” ujarnya dalam Kompas Collaboration
Forum (KCF) bertema ”Arah dan Mesin Kebijakan Ekonomi Pembangunan 2025-2029”
yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (22/3). ”Politik luar negeri kita
secara tradisi sejak awal merdeka adalah bebas aktif, nonblok, tidak memihak.
Hubungan baik dengan semua (negara) bisa mengamankan kepentingan nasional kita.
Kita akan menjalankan politik tetangga baik,” tutur Prabowo dalam debat ketiga Pilpres
2024, Minggu (7/1) malam (Kompas, 8/1/2024). (Yoga)
BSD Dikaji Jadi KEK Baru
Kemenko Bidang Perekonomian tengah mengkaji usul pengembangan
kawasan terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai kawasan ekonomi khusus
(KEK). Pemerintah menyebut proposal yang diajukan pengembang sudah bagus dan diyakini
bisa memenuhi syarat dan kriteria menjadi KEK. Guna memperjelas konsep pengembangan
KEK BSD dan mengecek berbagai kelengkapan syarat dan dokumen, Kemenko
Perekonomian mengundang perwakilan PT Surya Inter Wisesa ke kantor Kemenko
Perekonomian di Jakarta, Rabu (27/3).
Surya Inter Wisesa adalah salah satu anak usaha PT Bumi
Serpong Damai (Tbk), perusahaan properti yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Perusahaan itu memiliki saham dan hak suara mayoritas di BSD Tbk sebesar 99,9 %.
Dalam pertemuan tertutup yang digelar sekitar satu jam, perwakilan Surya Inter
Wisesa diminta memaparkan konsep pengembangan kawasan terpadu BSD yang hendak
diusulkan sebagai KEK. ”Proposal mereka baru kami bahas. Kami ingin pastikan
dulu sebenarnya kegiatan mereka apa, kesiapannya bagaimana, sudah sesuai
persyaratan atau belum,” kata Wakil Ketua I Bidang Regulasi dan Kelembagaan Tim
Pelaksana Dewan Nasional KEK di Kemenko Perekonomian Elen Setiadi seusai
pertemuan.
Sebelumnya, BSD ditetapkan sebagai satu dari 14 usulan proyek
strategis nasional(PSN) baru yang disetujui pemerintah dalam rapat kabinet yang
dipimpin Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (18/3). Namun, untuk penetapan
statusnya sebagai KEK, masih ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi dan
dikaji. BSD berencana membangun KEK yang fokus di bidang pendidikan, kesehatan,
serta riset dan inovasi digital. Nilai investasi yang masuk ke kawasan itu
diperkirakan Rp 18,54 triliun. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









