;

Ketidakpastian The Fed dan Aksi Jual SBN Picu Pelemahan Rupiah

Ekonomi Yoga 30 Mar 2024 Kompas
Ketidakpastian The Fed dan Aksi Jual SBN Picu Pelemahan Rupiah

Sepanjang triwulan pertama 2024, rupiah terus mengalami tekanan hingga terdepresiasi 2,6 %. Pelemahan diprediksi berlanjut pada awal April. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan perdagangan Kamis (28/3) sebesar Rp 15.873,00 per USD, melemah ketimbang penutupan sehari sebelumnya di Rp 15.853 per USD. Sepanjang tiga bulan pertama 2024, penurunan nilai atau depresiasi rupiah telah mencapai 2,6 % dari Rp 15.473 pada awal tahun. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporan analisisnya memperkirakan, rupiah masih akan berfluktuasi di ruang pelemahan pada pekan depan atau awal April 2024.

”Untuk perdagangan Senin (1/4) depan, mata uang rupiah fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 15.840-Rp 15.910,” katanya dalam laporan yang dikutip Jumat (29/3). Tren pelemahan rupiah dipicu ketidak pastian turunnya suku bunga bank sentral AS, The Fed, akibat inflasi yang belum sesuai target. Pasar masih menanti sejumlah data ekonomi AS. Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell dan anggota Federal Open Market Committee (FOMC), Mary Daly, juga akan menyampaikan pidato terkait arah kebijakan The Fed. Ekonom senior Mirae Asset Sekuritas, Rully Wisnubroto, dalam pemaparannya dengan media, Rabu (27/3), menjelaskan bahwa meski ada konsensus penurunan suku bunga AS pada bulan Juli, frekuensi penurunan diperkirakan tak sesuai harapan, menjadi hanya tiga kali dari perkiraan awal 6-7 kali tahun ini.

Situasi ini akan membuat BI sulit menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Kejatuhan rupiah juga dipicu aksi jual surat berharga negara (SBN) yang cukup masif oleh investor asing. Berdasarkan data settlement dari awal tahun hingga 27 Maret 2024, investor asing melakukan jual neto sebesar Rp 33,31 triliun di pasar SBN. Kondisi ini membuat imbal hasil (yield) SBN 10 tahun naik menjadi 6,73 %. Adapun premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 27 Maret 2024 sebesar 71,39 bps, naik ketimbang 22 Maret 2024 sebesar 70,90 bps. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :