Upaya Pertamina Bawa Minyak dari Venezuela Masih Terkendala
Rencana PT Pertamina (Persero) membawa minyak mentah dari
Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, belum mulus karena
jenis minyak tak cocok dengan kilang-kilang yang ada di Indonesia. Tim
Pertamina terbang langsung ke Venezuela untuk mendiskusikan secara teknis dan
melihat peluang tipe-tipe minyak mentah yang bisa diolah di Indonesia. Hal itu
disampaikan Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu PT Pertamina
(Persero), Chalid Said Salim, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, di Kompleks
Parlemen, Jakarta, Rabu (27/3).
Pertamina Internasional EP lewat anak usahanya, Maurel &
Prom (M&P), memiliki investasi dengan Petroleos de Venezuela SA di lapangan
milik perusahaan migas milik Pemerintah Venezuela itu. Chalid mengatakan, dalam
mendukung rencana membawa minyak dari Venezuela ke Indonesia, tim dari
Pertamina Internasional EP telah berkomunikasi dengan Menteri ESDM serta pihak
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Namun, salah satu pertimbangan dalam
rencana itu ialah tipe minyak mentah (crude) yang ada di sana.
Selain perihal derajat American Petroleum Institute (API),
juga terkait konten sulfur. ”Di kilang kami, konten sulfur dibatasi 0,2 %,
sedangkan ini (dari Venezuela) lebih dari 1 %. Tim Pertamina yang berangkat ke Venezuela,
tak hanya dari hulu, tetapi juga dari kilang, ikut berdiskusi, kira-kira akan
seperti apa,” tutur Chalid. Dengan kondisi itu, secara teknis masih ada
hambatan untuk membawa minyak dari Venezuela. Bagaimanapun, yang menjadi
pertimbangan, tipe minyak mentah yang hendak dibawa harus bisa diolah di
kilang-kilang Pertamina. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023