Ekonomi
( 40465 )Dukungan Pemda Turut Sejahterakan Marbot
Selama ini marbot masjid dikenal sebagai pekerja sukarela
sehingga tidak memiliki pendapatan dengan nominal yang pasti. Namun, beberapa
pihak, termasuk sejumlah pemda, telah memberikan perhatian dan dukungan kepada
marbot berupa pemberian insentif hingga pemberangkatan umrah ke Tanah Suci.
Salah satu dukungan dan perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan marbot
masjid dilakukan Pemkab Banyumas, Jateng, dengan menganggarkan dana dari APBD
untuk insentif bagi para marbot masjid sekabupaten Banyumas.
”Di Banyumas, ada anggaran Rp 250 juta satu tahun untuk 416 marbot,”
kata Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten
Banyumas Dian Budiarto, Rabu (20/3). Dian menyampaikan, secara rinci setiap
marbot mendapat insentif Rp 100.000 per bulan. Insentif dicairkan per semester atau
enam bulan sekali sehingga mereka mendapat Rp 600.000 per marbot. Dana insentif
tersebut diberikan dengan tujuan agar marbot bisa lebih bersemangat lagi dalam memakmurkan
masjid. Ke depan, dana itu diharapkan bisa lebih besar sehingga setiap marbot
bisa mendap kan insentif dua kali setahun. (Yoga)
Perpanjangan Pelunasan Dipertimbangkan
Sampai masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahun
2024, sebanyak 194.744 anggota jemaah haji reguler telah melunasi biaya
tersebut. Dengan total kuota haji Indonesia 241.000, artinya masih terdapat
sisa kuota yang belum terisi. Pemerintah mempertimbangkan memperpanjang masa
pelunasan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, Rabu (27/3)
menyatakan, persiapan penyelenggaraan ibadah haji memiliki waktu cukup panjang
sehingga diharapkan layanan bisa lebih optimal. Sebab, Komisi VIII DPR dan
Kemenag telah memutuskan biaya perjalanan ibadah haji jauh lebih awal.
Ace Hasan menyampaikan hal itu dalam penutupan acara Bimbingan
Teknis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Rabu (27/3) malam,
di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim. Bimbingan teknis itu diikuti 1.120 peserta
dan 890 orang di antaranya lulus seleksi di daerah dan pusat. Pelunasan tahap
II biaya perjalanan ibadah haji bagi jemaah reguler 1445 Hijriah/2024 Masehi
ditutup pada Selasa (26/3). Kemenag mencatat ada 194.744 anggota jemaah reguler
yang telah melunasi biaya perjalanan haji. ”Masa pelunasan tahap II biaya haji
jemaah reguler ditutup. Total ada 194.744 anggota jemaah reguler yang melunasi,”
kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab dalam keterangan
pers di Jakarta.
”Jumlah jemaah yang melunasi terdiri dari 192.874 anggota
jemaah reguler, 1.484 petugas haji daerah, dan 386 kelompok bimbingan ibadah haji
dan umrah,” tuturnya. Sisa Kuota jemaah haji Indonesia tahun ini 221.000.
Selain itu, Indonesia mendapat 20.000 kuota tambahan. Jadi, total ada 241.000
kuota, terdiri dari 213.320 anggota jemaah haji reguler dan 27.680 anggota
jemaah haji khusus. Karena itu, pihaknya sedang mempertimbangkan rencana pembukaan
perpanjangan masa pelunasan. (Yoga)
Sentimen Proyek Strategis Nasional di Dua Emiten
Sebaran Sektor dan Lokasi Proyek Strategis Nasional
Jika Implementasi Optimal, Ekonomi Tumbuh 6-7 %
Pemerintah konsisten mendorong geliat investasi sebagai
sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
dengan mengoptimalkan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Bila kebijakan ini berjalan
optimal dan mendongkrak kinerja investasi, maka akan berujung kinerja
pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai 7 %.
“Kalau investasi berjalan, saya tidak akan surprise
pertumbuhan ekonomi kita di atas 6 sampai 7 % danini adalah sesuatu yang harus
kita peroleh. Kita harus akselerasi growth dan itu hanya bisa dilakukan kalau
investasi tumbuh. Kalau kita bisa mengembalikan dengan UU Ciptaker walaupun
tidak sempurna, saya percaya pertumbuhan ekonomi 6 % sampai 7 %,” kata Wakil
Ketua II Satgas UU Ciptaker Chatib Basri dalam acara Investor Daily Roundtable
dengan tema UU Cipta kerja, Motor Pengerak Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu
(27/03). (Yetede)
Pebisnis Pusat Data RI didorong Go Global
Pelaku bisnis penyimpanan data (pusat data/data center) lokal
Indonesia didorong untuk terus memperbesar skala usahanya di dalam negeri dan
mau ekspansi hingga ke pasar internasional (go global), pada tahap awal mereka
pun didorong untuk ekspansi ke kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya
masih sangat besar dan kemudian dilanjutkan merambah ke pasar global.
Menurut proyeksi Statista, potensi pasar data center Asia
Tenggara mencapai USD 9,98 miliar pada 2024, dengan kontribusi didominasi pasar
jaringan infrastruktur USD 6,73 miliar. Nilainya diproyeksikan terus naik
mencapai USD 13,08 miliar tahun 2028 dengan pertumbuhan tahunan majemuk
(compound annual growth rate/CAGR) 7%.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mendorong pembangunan ekosistem
data di dalam negeri, baik oleh pemerintah maupun swasta agar dapat
meningkatkan ekonomi nasional, salah satunya oleh Data Center Internasional
(DCI) Indonesia. “Ke depan saya yakin, termasuk DCI akan mendorong pertumbuhan
industri pusat data Indonesia untuk makin go global, setidaknya di level Asia
Tenggara dulu,” tutur Budi Arie dalam kegiatan E1 Open Days DCI Indonesia, di
Jaksel, Rabu (27/3). (Yetede)
Metland Siapkan Rp 140 Miliar untuk Borong Lahan
PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menyediakan dana Rp 140 miliar untuk pembelian lahan pada 2024. Anggaran itu bagian dari Rp 750 miliar modal kerja (capital expenditure/capex) yang disediakan untuk tahun ini. "Capex kami tahun 2024 sekitar Rp 750 miliar, sedangkan realisasi tahun 2023 sekitar Rp 500 miliar. Dari total capex 2024 sekitar Rp 140 miliar untuk pembelian lahan. Sebagian besar untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek kami," tutur Direktur Metland Olivia Surodjo kepada Investaor Daily baru-baru ini. Mengutip data perseroan, hingga November 2023, cadangan lahan (land bank) Metland mencatat seluas 430 ha. Lahan itu adalah yang tersedia untuk dijual. Saat ini, total luas proyek mencapai 1.236 ha. "Lahan 430 ha itu total remaining area yang Metland punya untuk delapan proyek yang sduah ternasuk Cibitung dan termasuk yang lain-lain, total lahan yang kita punya itu sudah kami beli," tutur Anhar Sudrajat, Presiden Direktur Metland menjawab pertanyaan Investor Daily baru-baru ini (Yetede)
Dongkrak Investasi Asing, Presiden Xi Bertemu Pengusaha AS
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS) pada Rabu (27/03/2024) di Beijing. Pertemuan bertujuan untuk meningkatkan arus masuk investasi asing ke Negeri Tirai Bambu. Sebagai informasi, minggu ini para eksekutif dan pengusaha lain dari perusahaan-perusahan besar internasional berada di beijing untuk menghadiri acara tahunan Forum Pembangunan China atau China Development (CDF), yang berlangsung pada Minggu (24/03/2024) hingga Senin (25/03/2024). Jajaran eksekutif puncak perusahaan multinasional biasanya menghadiri forum pemerintah, yang disebut konferensi internasional tingkat negara besar pertama setelah pertemuan parlemen tahunan China pada awal Maret. Adapun forum tahun ini bertepatan dengan upaya-upaya lain menarik pengusaha asing. (Yetede)
JAMU EKONOMI DARI BI
Kendati tingkat suku bunga acuan atau BI Rate masih sulit untuk direlaksasi dari level 6%, Bank Indonesia (BI) agaknya tak menutup mata dengan kondisi dunia usaha. Terbaru, otoritas moneter tengah ancang-ancang untuk menguatkan implementasi Kebijakan Insentif Likuditas Makroprudensial (KLM) dengan mengoptimalkan insentif likuiditas. Bank sentral menghitung ada potensi likuiditas lebih dari Rp100 triliun yang belum dimanfaatkan perbankan untuk mendorong penyaluran kredit. Rencananya, BI juga akan memperluas sektor usaha yang bisa memanfaatkan likuiditas tersebut sehingga memberikan sengatan yang lebih dahsyat terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro, mengatakan untuk saat ini penurunan suku bunga acuan masih dihadapkan pada ketidakpastian mengingat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) juga tengah mewaspadai lesatan inflasi. Sementara itu, instrumen fiskal juga penuh dengan kehati-hatian sehingga tak bisa leluasa memberikan intervensi untuk seluruh aktivitas ekonomi. Sejalan dengan itu, BI akan mengoptimalkan pencapaian target pemenuhan KLM 4% guna mendukung kredit untuk memacu ekonomi. Karena menyasar sektor usaha tertentu, BI meyakini penambahan insentif ini akan menciptakan pemerataan pertumbuhan pada berbagai sektor ekonomi strategis. Pada tahun lalu BI juga menaikkan insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas menjadi 4%, melalui pemangkasan setoran giro wajib minimum (GMW).
Sebelumnya, besaran likuiditas yang ditetapkan hanya 2,8% dari dana pihak ketiga (DPK) perbankan, sehingga ada ruang yang lebih longgar untuk mendukung kredit. Adapun, realisasi insentif KLM per Desember 2023 mencapai Rp163 triliun, meningkat dibandingkan dengan saat pertama penerapan pada Oktober 2023 yang hanya Rp137 triliun. Sejauh ini, sektor yang telah memanfaatkan fasilitas itu antara lain penghiliran mineral dan batu bara, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, perumahan, pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pembiayaan hijau.
Ketua Bidang UMKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ronald Walla, mengatakan kebijakan ini akan menambah fleksibilitas likuiditas.
Di sisi lain, dia menyebut UMKM masih menemui sejumlah tantangan dalam pengembangan bisnis, di antaranya tingkat kapasitas kewirausahaan, informasi dan akses pasar, serta ekosistem kewirausahaan yang kurang terintegrasi.
Dari kalangan bankir, Direktur Kepatuhan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Ahmad Solichin Lutfiyanto, memandang intermediasi keuangan amat bergantung pada kondisi ekonomi baik global maupun domestik.
DPK di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pun diprediksi cenderung ketat tecermin dari melambatnya peredaran uang dalam arti luas (M2).
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan mengatakan perbankan pada dasarnya menyambut baik kebijakan makroprudensial longgar. Sejauh ini kinerja kredit, terutama ke sektor prioritas pun kondusif. Sejumlah sektor yang menurutnya moncer seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan UMKM.
Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo, mengatakan insentif BI menjadi bagian dari pertimbangan untuk strategi lembaga keuangan.
Sanksi Tegas Eksportir Bandel
Sudah setahun berlalu, kebijakan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) diterapkan pemerintah terhadap para eksportir. Namun, belum seluruh eksportir mematuhi aturan tersebut. Bahkan jumlah perusahaan pelanggar justru makin besar. Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, per Senin (25/3), ada sebanyak 16 eksportir yang masih mendapatkan sanksi karena melanggar ketentuan penempatan DHE itu. Jumlah pelanggar itu bertambah dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya tujuh eksportir. Evaluasi memang terus dilakukan pemerintah dengan makin tingginya tingkat pelanggaran eksportir tersebut. Pemerintah bahkan telah merevisi aturan pengenaan sanksi denda, melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 73/2023.Beleid itu menghapus sanksi denda sebesar 0,25%—0,5% dari nilai DHE yang belum ditempatkan di dalam negeri bagi eksportir nakal. Sebagai gantinya, pemerintah memberikan sanksi berupa penghentian seluruh layanan ekspor bagi eksportir yang tidak patuh. Sanksi terbaru itu sekilas memberatkan dunia usaha karena larangan ekspor berisiko menghentikan aktivitas bisnis di dalam negeri.
Aturan DHE ini sejatinya memiliki tujuan yang sangat membantu perekonomian nasional. Dengan penempatan DHE di dalam negeri, maka akan ada peningkatan likuiditas perbankan dari penempatan dana tersebut, penguatan nilai tukar rupiah, hingga aspek keadilan karena dana ekspor nasional tidak diparkir di luar negeri.
Kalangan pelaku usaha berharap pemerintah bisa menaikkan ambang batas setidaknya di kisaran US$500.000—US$1 juta. Selain itu, hingga saat ini pemerintah masih belum memberikan insentif yang konkret untuk eksportir di luar penempatan DHE pada instrumen deposito. Harapannya ada insentif fiskal untuk mengimbangi insentif moneter yang diterima eksportir. Dari sisi moneter, Bank Indonesia telah memberikan insentif berupa pemberian bunga sebesar 5,51% untuk DHE yang nilainya di atas US$10 juta dengan jangka waktu 3 bulan.
Sanksi yang tegas tentu memuat prinsip berkeadilan. Masih banyak eksportir baik dan patuh terhadap ketentuan DHE tersebut yang berhak mendapatkan keadilan perlakuan dari pemerintah. Bahkan para eksportir yang baik dan patuh ini lebih nasionalis dan menaruh lebih lama dananya di perbankan dalam negeri. Saat ini penempatan mayoritas pada term deposit valuta asing DHE telah bergeser dari tenor satu bulan ke tiga bulan. Artinya penempatan dana di dalam negeri cenderung lebih lama akan memudahkan upaya otoritas menstabilkan posisi cadangan devisa dan rupiah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









