Ekonomi
( 40600 )Program Restrukturisasi Dinilai Belum Optimal
Para pelaku UMKM menilai, penerapan kebijakan restrukturisasi
kredit selama pandemic Covid-19 belum optimal. Oleh sebab itu, kebijakan
terhadap UMKM ke depan diharapkan dapat lebih berdampak menyeluruh bagi pelaku.
Kebijakan restrukturisasi kredit ditujukan untuk membantu debitor yang
terdampak pandemi Covid-19, terutama sektor UMKM. Hal ini diatur dalam
Peraturan OJK (POJK) No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai
Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.
Pelonggaran kredit yang diberikan kepada pelaku UMKM tersebut,
antara lain, penurunan suku bunga, perpanjangan tenggat, pengurangan tunggakan
pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, serta
pengubahan pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara. Ketentuan yang
berlaku sejak Maret 2020 ini menyasar pelaku UMKM dengan batas atas kredit Rp
10 miliar. Kebijakan restrukturisasi tersebut diperpanjang hingga 31 Maret 2024
atas pertimbangan hasil analisis dampak berkepanjangan pandemi Covid-19
(scarring effect). Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri)
Hermawati Setyorinny menilai, program restrukturisasi kredit sebenarnya belum
optimal, lantaran masih banyak pelaku UMKM yang belum merasakan program
tersebut.
”Malah, banyak UMKM yang tidak mengetahui (kebijakan
restrukturisasi) sehingga akhirnya banyak yang tidak mampu membayar lagi kreditnya,”
kata Hermawati saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (27/3/2024). ”Padahal, apabila program tersebut benar
terimplementasi dengan baik, pastinya akan memberikan manfaat sangat baik bagi
usaha mereka. Seharusnya, perbankan dan OJK bisa langsung sosialisasi kepada
para debitor,” lanjutnya. Permasalahan utama dalam menerapkan kebijakan
restrukturisasi kredit tersebut ada pada minimnya sosialisasi terhadap pelaku
UMKM. Akibatnya, banyak debitor pelaku UMKM yang kini masuk daftar hitam perbankan
lantaran tidak mampu membayar cicilannya. (Yoga)
Harap-harap Cemas Kenaikan PPN
Pajak Pertambahan Nilai atau PPN rencananya naik dari 11 % menjadi
12 % tahun depan. Dari sekarang, publik sudah harap-harap cemas, memikirkan
kenaikan harga barang dan jasa karena tarif pajak yang lebih tinggi sambil
penuh harap agar presiden terpilih Prabowo Subianto mau membatalkan kebijakan
itu saat nanti menjabat. ”Pajak enggak naik aja udah ngos-ngosan,” ucap Stef
(31) karyawan swasta di Jakarta, Selasa (26/3) sambil tertawa getir
membayangkan kenaikan tarif PPN mulai tahun depan. Sekilas, bagi sebagian
orang, kenaikan tarif PPN atau pajak barang konsumsi sebesar 1 % mulai 1 Januari
2025 mungkin terkesan bukan apa-apa. Namun, bagi warga kelas menengah-bawah
yang ruang kasnya sempit, kenaikan harga barang dan jasa sesedikit apapun akan menguras
isi dompet.
Apalagi, di tengah kenaikan harga barang yang sudah mulai
terjadi, upah yang stagnan, dan tanpa bantuan apa pun dari negara. Stef,
misalnya, sudah berhemat semaksimal mungkin. Setahun terakhir ia hampir tidak pernah
lagi nongkrong. Ia juga pindah ke tempat indekos yang jauh lebih murah. ”Itu pun
masih ngajak teman tinggal bareng supaya bisa patungan uang kos,” ujar warga Jakarta
itu. Dengan penghematan itu, konsumsi Stef dalam sebulan (di luar membayar sewa
kos) tetap memakan 70 % gajinya. Manakala ia sesekali mau mentraktir dan menyenangkan
diri sendiri, gajinya bisa ludes, bahkan minus. Stef berharap pemerintah ke
depan bisa membatalkan rencana menaikkan PPN. (Yoga)
”Friend-shoring” dan Prabowo-Gibran
Pada tahun ini, friendshoring diperkirakan semakin menguat.
Perdagangan antarnegara berdasarkan kesamaan pandangan geopolitik itu bakal
mewarnai transisi pemerintahan di Indonesia. Friend-shoring akan bersanding
dengan politik tetangga baik. Dalam Global Trade Update yang dirilis lembaga Konferensi
Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) pada 21 Maret 2024, nilai perdagangan
dunia pada 2023 turun 3 % secara tahunan. Nilainya sebesar 31 triliun USD. Perdagangan
barang dunia turun 1,3 triliun USD atau 5 % secara tahunan. Adapun perdagangan
jasa dunia justru naik 500 miliar USD atau tumbuh 8 % secara tahunan. Lembaga
tersebut memperkirakan perdagangan dunia tahun ini mulai membaik.
Pada triwulan I-2024, nilai perdagangan barang dunia tumbuh 3
% dan perdagangan jasa 2,9 %, dipengaruhi perkiraan inflasi global yang lebih
moderat, membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan permintaan
barang-barang ramah lingkungan. Perdagangan dunia juga semakin terkotak-kotak
dalam sejumlah kubu kesamaan pandangan politik dan ekonomi global. Kondisi itu membentuk
tren utama perdagangan bilateral dalam dua tahun terakhir ini. ”Tentu saja
tidak hanya berdampak pada perdagangan antarnegara besar, tetapi juga
negara-negara mitra dagang,” sebut
laporan itu. Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,
Burhanuddin Abdullah, mengatakan, aspek geopolitik dan geoekonomi tentu
berdampak pada arah pergerakan ekonomi dan politik dunia.
Konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Israel-Hamas, serta
perlambatan ekonomi China, menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan perlambatan pertumbuhan
ekonomi dunia. ”Bersama dengan ketatnya suku bunga yang memperlambat
pertumbuhan likuiditas dan krisis pangan akibat perubahan iklim, sejumlah konflik
tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia,” ujarnya dalam Kompas Collaboration
Forum (KCF) bertema ”Arah dan Mesin Kebijakan Ekonomi Pembangunan 2025-2029”
yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (22/3). ”Politik luar negeri kita
secara tradisi sejak awal merdeka adalah bebas aktif, nonblok, tidak memihak.
Hubungan baik dengan semua (negara) bisa mengamankan kepentingan nasional kita.
Kita akan menjalankan politik tetangga baik,” tutur Prabowo dalam debat ketiga Pilpres
2024, Minggu (7/1) malam (Kompas, 8/1/2024). (Yoga)
BSD Dikaji Jadi KEK Baru
Kemenko Bidang Perekonomian tengah mengkaji usul pengembangan
kawasan terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai kawasan ekonomi khusus
(KEK). Pemerintah menyebut proposal yang diajukan pengembang sudah bagus dan diyakini
bisa memenuhi syarat dan kriteria menjadi KEK. Guna memperjelas konsep pengembangan
KEK BSD dan mengecek berbagai kelengkapan syarat dan dokumen, Kemenko
Perekonomian mengundang perwakilan PT Surya Inter Wisesa ke kantor Kemenko
Perekonomian di Jakarta, Rabu (27/3).
Surya Inter Wisesa adalah salah satu anak usaha PT Bumi
Serpong Damai (Tbk), perusahaan properti yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Perusahaan itu memiliki saham dan hak suara mayoritas di BSD Tbk sebesar 99,9 %.
Dalam pertemuan tertutup yang digelar sekitar satu jam, perwakilan Surya Inter
Wisesa diminta memaparkan konsep pengembangan kawasan terpadu BSD yang hendak
diusulkan sebagai KEK. ”Proposal mereka baru kami bahas. Kami ingin pastikan
dulu sebenarnya kegiatan mereka apa, kesiapannya bagaimana, sudah sesuai
persyaratan atau belum,” kata Wakil Ketua I Bidang Regulasi dan Kelembagaan Tim
Pelaksana Dewan Nasional KEK di Kemenko Perekonomian Elen Setiadi seusai
pertemuan.
Sebelumnya, BSD ditetapkan sebagai satu dari 14 usulan proyek
strategis nasional(PSN) baru yang disetujui pemerintah dalam rapat kabinet yang
dipimpin Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (18/3). Namun, untuk penetapan
statusnya sebagai KEK, masih ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi dan
dikaji. BSD berencana membangun KEK yang fokus di bidang pendidikan, kesehatan,
serta riset dan inovasi digital. Nilai investasi yang masuk ke kawasan itu
diperkirakan Rp 18,54 triliun. (Yoga)
Dukungan Pemda Turut Sejahterakan Marbot
Selama ini marbot masjid dikenal sebagai pekerja sukarela
sehingga tidak memiliki pendapatan dengan nominal yang pasti. Namun, beberapa
pihak, termasuk sejumlah pemda, telah memberikan perhatian dan dukungan kepada
marbot berupa pemberian insentif hingga pemberangkatan umrah ke Tanah Suci.
Salah satu dukungan dan perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan marbot
masjid dilakukan Pemkab Banyumas, Jateng, dengan menganggarkan dana dari APBD
untuk insentif bagi para marbot masjid sekabupaten Banyumas.
”Di Banyumas, ada anggaran Rp 250 juta satu tahun untuk 416 marbot,”
kata Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten
Banyumas Dian Budiarto, Rabu (20/3). Dian menyampaikan, secara rinci setiap
marbot mendapat insentif Rp 100.000 per bulan. Insentif dicairkan per semester atau
enam bulan sekali sehingga mereka mendapat Rp 600.000 per marbot. Dana insentif
tersebut diberikan dengan tujuan agar marbot bisa lebih bersemangat lagi dalam memakmurkan
masjid. Ke depan, dana itu diharapkan bisa lebih besar sehingga setiap marbot
bisa mendap kan insentif dua kali setahun. (Yoga)
Perpanjangan Pelunasan Dipertimbangkan
Sampai masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahun
2024, sebanyak 194.744 anggota jemaah haji reguler telah melunasi biaya
tersebut. Dengan total kuota haji Indonesia 241.000, artinya masih terdapat
sisa kuota yang belum terisi. Pemerintah mempertimbangkan memperpanjang masa
pelunasan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, Rabu (27/3)
menyatakan, persiapan penyelenggaraan ibadah haji memiliki waktu cukup panjang
sehingga diharapkan layanan bisa lebih optimal. Sebab, Komisi VIII DPR dan
Kemenag telah memutuskan biaya perjalanan ibadah haji jauh lebih awal.
Ace Hasan menyampaikan hal itu dalam penutupan acara Bimbingan
Teknis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Rabu (27/3) malam,
di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim. Bimbingan teknis itu diikuti 1.120 peserta
dan 890 orang di antaranya lulus seleksi di daerah dan pusat. Pelunasan tahap
II biaya perjalanan ibadah haji bagi jemaah reguler 1445 Hijriah/2024 Masehi
ditutup pada Selasa (26/3). Kemenag mencatat ada 194.744 anggota jemaah reguler
yang telah melunasi biaya perjalanan haji. ”Masa pelunasan tahap II biaya haji
jemaah reguler ditutup. Total ada 194.744 anggota jemaah reguler yang melunasi,”
kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab dalam keterangan
pers di Jakarta.
”Jumlah jemaah yang melunasi terdiri dari 192.874 anggota
jemaah reguler, 1.484 petugas haji daerah, dan 386 kelompok bimbingan ibadah haji
dan umrah,” tuturnya. Sisa Kuota jemaah haji Indonesia tahun ini 221.000.
Selain itu, Indonesia mendapat 20.000 kuota tambahan. Jadi, total ada 241.000
kuota, terdiri dari 213.320 anggota jemaah haji reguler dan 27.680 anggota
jemaah haji khusus. Karena itu, pihaknya sedang mempertimbangkan rencana pembukaan
perpanjangan masa pelunasan. (Yoga)
Sentimen Proyek Strategis Nasional di Dua Emiten
Sebaran Sektor dan Lokasi Proyek Strategis Nasional
Jika Implementasi Optimal, Ekonomi Tumbuh 6-7 %
Pemerintah konsisten mendorong geliat investasi sebagai
sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
dengan mengoptimalkan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Bila kebijakan ini berjalan
optimal dan mendongkrak kinerja investasi, maka akan berujung kinerja
pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai 7 %.
“Kalau investasi berjalan, saya tidak akan surprise
pertumbuhan ekonomi kita di atas 6 sampai 7 % danini adalah sesuatu yang harus
kita peroleh. Kita harus akselerasi growth dan itu hanya bisa dilakukan kalau
investasi tumbuh. Kalau kita bisa mengembalikan dengan UU Ciptaker walaupun
tidak sempurna, saya percaya pertumbuhan ekonomi 6 % sampai 7 %,” kata Wakil
Ketua II Satgas UU Ciptaker Chatib Basri dalam acara Investor Daily Roundtable
dengan tema UU Cipta kerja, Motor Pengerak Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu
(27/03). (Yetede)
Pebisnis Pusat Data RI didorong Go Global
Pelaku bisnis penyimpanan data (pusat data/data center) lokal
Indonesia didorong untuk terus memperbesar skala usahanya di dalam negeri dan
mau ekspansi hingga ke pasar internasional (go global), pada tahap awal mereka
pun didorong untuk ekspansi ke kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya
masih sangat besar dan kemudian dilanjutkan merambah ke pasar global.
Menurut proyeksi Statista, potensi pasar data center Asia
Tenggara mencapai USD 9,98 miliar pada 2024, dengan kontribusi didominasi pasar
jaringan infrastruktur USD 6,73 miliar. Nilainya diproyeksikan terus naik
mencapai USD 13,08 miliar tahun 2028 dengan pertumbuhan tahunan majemuk
(compound annual growth rate/CAGR) 7%.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mendorong pembangunan ekosistem
data di dalam negeri, baik oleh pemerintah maupun swasta agar dapat
meningkatkan ekonomi nasional, salah satunya oleh Data Center Internasional
(DCI) Indonesia. “Ke depan saya yakin, termasuk DCI akan mendorong pertumbuhan
industri pusat data Indonesia untuk makin go global, setidaknya di level Asia
Tenggara dulu,” tutur Budi Arie dalam kegiatan E1 Open Days DCI Indonesia, di
Jaksel, Rabu (27/3). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









