Ekonomi
( 40465 )Permendag 36/2023 Berpotensi Ganggu Sektor Pariwisata
Papan Pemantauan Khusus Lindungi Kepentingan Investor
Pegadaian Proyeksikan Laba Tumbuh 30,77 %
Februari, Kredit Konsumer Tumbuh Melambat
Perbankan nasional telah mengucurkan kredit consumer
senilai Rp 2.017,6 triliun per Februari 2024, tumbuh 9,3 % secara year on year
(yoy). Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang
tumbuh 9,5 % (yoy). BI dalam data uang beredar mencatat, kredit konsumer
didorong oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 12,6 % (yoy)
dalam dua bulan pertama ini menjadi Rp 723,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor
yang naik 12,7 % (yoy) menjadi Rp 135,3 triliun didukung momen Ramadhan dan
Idulfitri.
Kredit multi guna mengalami perlambatan dari
7,3 % (yoy) per Januari 2024, menjadi tumbuh 7,1 % (yoy) dengan nilai kredit Rp
1.158,8 triliun. “Kredit terutama didorong oleh perkembangan KPR, KKB dan kredit
multiguna,” ujar Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryanto, dikutip Selasa (26/3). (Yetede)
Sektor Residensial Topang Penjualan Indocement
Properti residensial menjadi tulang punggung
penjualan semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (Indocement) pada 2023, hal
serupa diprediksi terjadi tahun ini. “Residensial masih sangat penting untuk
Indocement, terlihat dari penjualan semen kantong kami pada 2023 yang porsinya
mirip dengan pasar nasional,” ujatr Christian Kartawijaya, Dirut PT Indocement
Tunggal Perkasa Tbk di Jakarta, baru-baru ini.
“Volume semen kantong Indocement 70 % dari
total penjualan. Kantong semen dimanfaatkan konsumen untuk pembangunan atau
renovasi sektor residensial,” kata Christian. Komposisi itu mirip dengan pasar
semen secara nasional. Karena itu, digulirkannya insentif PPN Ditanggung
Pemerintah (PPN DTP) bagi sektor property, dinilai akan berimbas positif
terhadap penjualan semen pada 2024. (Yetede)
Permintaan Minyak Sawit di Pasar ekspor Lesu
Permintaan minyak sawit di pasar ekspor masih lesu, indikasinya realisasi ekspor minyak sawit sebagai imbalan atas pemenuhan wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) minyak goreng untuk Januari dan Februari tahun ini lebih rendah dari persetujuan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini disebabkan penurunan pembelian dari negara imporir serta persaingan harga dengan minyak nabati lain.
Dalam laporan yang dikeluarkan Kemendag pada Januari 2024, persetujuan ekspor (PE) minyak sawit dan produk turunannya yang diterbitkan dalam kerangka DMO minyak goreng sebanyak 1.904.123 ton, namun realisasinya hanya 1.893.932 ton, sehinga berdampak pada DMO Januari 2024 di 212.116 ton (70 % target 300 ribu ton). Konsekuensinya masih terdapat hak ekspor 5,58 juta ton yang belum direalisasikan. (Yetede)
Proxy of Indonesia Islamic Economic
Transaksi Muamalat DIN Capai Rp 76,5 Triliun
Kredit Mikro Perbankan Melesat 23,6 %
Pemerintah Sudah Salurkan Rp 13,4 Triliun Untuk THR ASN
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









