Ekonomi
( 40600 )INDUSTRI PETROKIMIA : Bahan Baku Plastik dari China Intai Pasar Domestik
Bahan baku plastik asal China siap mengekspansi pasar dalam negeri setelah penambahan pabrik petrokimia di negara tersebut menyebabkan kelebihan produksi komoditas itu. Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso mengatakan pembangunan 23 proyek petrokimia di China dengan produksi 50 juta ton ethylene sebagai bahan baku plastik akan membuat Tiongkok kelebihan produk petrokimia. “Akibatnya, negara kita [Indonesia] menjadi kebanjiran impor produk bahan baku plastik,” katanya, dikutip Selasa (26/3).
Akibat lainnya, daya saing industri petrokimia Indonesia menjadi lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Padahal, industri petrokimia nasional masih dalam fase pemulihan kapasitas produksi. Meski begitu, Inaplas mengakui keberadaan Peraturan Menteri Perdagangan No. 36/2023 cukup menolong industri nasional, karena mampu membendung produk impor di industri plastik hulu, intermediate, dan hilir. Wakil Ketua Umum Inaplas Budi Susanto Sadiman menjelaskan, Peraturan Menteri Perdagangan No. 36/2023 sangat penting dalam upaya menghadirkan kepastian hukum dalam berusaha dan investasi melalui pengaturan impor produk plastik.
Salah satu perusahaan industri hulu anggota Inaplas bahkan mengeluhkan sepinya permintaan, sehingga utilisasi pabrik menurun hingga 55% dari kapasitas normal. Penurunan pesanan juga membuat margin makin menipis, bahkan negatif.
PENJUALAN TIKET FERI : ASDP Gandeng Tiket.com
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggandeng online travel agent tiket.com untuk memperluas akses pembelian tiket kapal feri secara daring selama Angkutan Lebaran tahun ini. Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan bahwa kerja sama strategis dengan tiket.com sebagai wujud komitmen manajemen untuk berinovasi dalam pelayanan penyeberangan prima berkelanjutan. “Kolaborasi pertama ASDP dengan tiket.com sebagai wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan value layanan kepada masyarakat melalui kemudahan dalam mengakses pembelian tiket ferry,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (26/3). Sejak 2020, ASDP telah menerapkan penjualan tiket kapal feri secara daring melalui aplikasi Ferizy. Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, mengatakan tiket.com terus memberikan yang terbaik bagi konsumennya di antaranya konsumen pengguna transportasi umum.
Saat ini, tiket kapal feri sudah dijual di platform tiket.com yang merupakan bentuk kerja sama strategis dengan ASDP. Dia berharap pembelian tiket ferry melalui platform tiket.com memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi konsumen yang hendak melakukan perjalanan antarpulau.
KINERJA 2023 : Penjualan Emas HRTA Melonjak
Emiten perhiasan emas dan logam mulia, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) membukukan lonjakan penjualan bersih hingga 85,83% menjadi Rp12,85 triliun sepanjang 2023 terdorong oleh kinerja ekspor. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (26/3), HRTA mencatatkan penjualan sebesar Rp12,85 triliun sepanjang 2023. Penjualan tersebut melambung 85,83% dari capaian Rp6,91 triliun pada 2022. Penjualan tersebut ditopang oleh penjualan perhiasan dan logam mulia dengan lokal sebesar Rp8,49 triliun sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp4,27 triliun. Lonjakan penjualan HRTA disumbang oleh adanya penjualan ekspor di mana pada 2022, HRTA belum mengekspor perhiasan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 66,88% year-on-year (YoY) dari 7,75 ton menjadi 12,93 ton pada 2023. Selain itu, harga jual rata-rata naik 12,12% secara tahunan menjadi Rp987.706 pada 2023 dari Rp880.922 pada 2022.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp305,8 miliar sepanjang 2023. Laba ini naik 20,62% dibanding perolehan 2022 sebesar Rp253,52 miliar. Pada 2024, Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto mengatakan HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% dan laba bersih sebesar 15%.
Guna dapat mendongkrak target tersebut, HRTA juga berencana untuk melakukan pengembangan pasar ekspor ke beberapa negara di luar India dan UAE, seperti Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan Eropa. Di dalam negeri, HRTA akan memperluas gerai ritelnya dengan target ekspansi dari 83 gerai pada 2023 menjadi minimal 100 gerai pada akhir 2024. Didukung ekspansi gerai, penjualan ritel HRTA mengalami peningkatan 14,99% pada tahun lalu.
KINERJA SEKTORAL : SIASAT JITU EMITEN PROPERTI
Emiten-emiten properti mempertajam strategi untuk memacu kinerja pada 2024 setelah mayoritas mampu memompa laba bersih meningkat rata-rata lebih dari 10% pada tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada sembilan emiten properti yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2023. Dari jumlah tersebut, enam emiten meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi emiten properti yang mengantongi laba bersih paling besar dengan raihan Rp2,1 triliun pada 2023. Laba bersih PWON naik 36,81% year-on-year (YoY) saat pendapatan naik 3,56% secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun. Adapun, lonjakan laba bersih paling tinggi diraih oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Pada 2023, PANI meraih laba bersih Rp270,03 miliar atau melesat 95,4% dari Rp138,19 miliar pada 2022. Sementara itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berbalik laba Rp50,14 miliar terdorong oleh penghasilan lainnya. Terutama, keuntungan pembelian kembali obligasi Rpp918 miliar dan keuntungan selisih kurs Rp282 miliar. Berbanding terbalik, laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyusut 20,04% YoY dari Rp2,43 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, mengatakan pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh recurring income yang naik 20,7% YoY menjadi Rp4,67 triliun.
Pendapatan berulang PWON bersumber dari pendapatan retail mal Rp3,12 triliun, office leasing Rp304 miliar, dan hospitality Rp1,24 triliun.
Menurut Minarto, marketing sales PWON didukung dari launching tower baru Lancaster dan Clayson Tower di superblok Pakuwon Mall, serta adanya insentif PPN DTP dari pemerintah pada kuartal IV/2023. “Berdasarkan revenueper segment terbagi atas pendapatan dari retail leasing 50%, hotel dan serviced apartment 20%, office leasing 5%, kondominium 12%, rumah tapak 12%, dan perkantoran 1%,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/3).
Head of Investor Relations Lippo Karawaci Randi Bayu Prathama menjabarkan pendapatan perseroan meningkat 15% YoY menjadi Rp17 triliun pada 2023 dengan kontribusi yang sehat dari seluruh segmen bisnis. “Konsolidasi EBITDA meningkat 28% YoY menjadi Rp4,19 triliun didorong oleh perbaikan throughput dan rata-rata pendapatan per tempat tidur dari segmen rumah sakit,” paparnya dalam materi paparan, dikutip Selasa (26/3).
Sementara itu, Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan penurunan laba bersih disebabkan oleh naiknya harga pokok penjualan dan biaya operasional.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan perusahaan berupaya melakukan inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar yang akan ditranslasikan menjadi target marketing sales. Saat ini, PANI memiliki lahan sebesar 1.599 hektare yang terletak strategis di PIK 2.
TATA KELOLA HULU MIGAS : BERSIASAT JAGA PRODUKSI NASIONAL
Upaya agresif dilakukan pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama untuk bisa mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Langkah percepatan dan optimasi lapangan minyak dan gas bumi pun menjadi salah satu solusi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Pertamina Hulu Energi mengoptimalkan potensi Wilayah Kerja Offshore North West Java agar bisa berkontribusi lebih baik dalam pencapaian lifting nasional. Meski sudah tergolong blok minyak dan gas bumi (migas) tua karena sudah beroperasi sejak 1966, ONWJ hingga kini masih berproduksi. Bahkan, wilayah kerja itu diyakini masih memiliki potensi yang bisa dioptimalkan, yakni Lapangan Zulu yang pertama kali ditemukan pada 1974, dan Lapangan GQX Complex. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah dan Pertamina Hulu Energi telah sepakat untuk mempercepat pengembangan Lapangan GQX Complex agar bisa kembali berproduksi. Arifin menjelaskan bahwa pengembangan GQX Complex harus dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi waktu yang baik, karena potensinya cukup besar. Selain itu, kontraktor kontrak kerja sama juga mempercepat proyek pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan floating storage and offloading (FSO). Sebagai catatan, sepanjang tahun lalu Wilayah Kerja ONWJ memproduksi 26.580 barel minyak per hari (bopd), lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam APBN yang sebesar 29.000 bopd. “Hingga 17 Maret 2024, realisasi produksi minyak ONWJ sebanyak 25.773 bopd, sedangkan realisasi produksi gas sebesar 73,5 MMscfd. Untuk salur gas terealisasi sebesar 50,4 MMscfd dari target APBN 40 MMSCFD,” kata Pjs General Manager Pertamina Hulu Energi ONWJ Wirdan Arifin.Wilayah Kerja ONWJ sendiri memiliki area operasi lepas pantai yang luas di perairan utara Jawa Barat seluas 8.300 kilometer persegi dari Kepulauan Seribu hingga Cirebon.
Dari Wilayah Kerja South Andaman, Mubadala Energy (South Andaman) RSC Ltd. agresif melakukan kegiatan eksplorasi setelah berhasil mengebor Sumur Eksplorasi Tangkulo-1 yang terletak pada 166 kilometer timur laut Kota Banda Aceh, dan 67 kilometer utara Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
“Sumur Tangkulo-1 menjadi sumur eksplorasi ke-2 yang dibor oleh Mubadala Energy di South Andaman pada tahun ini, setelah sebelumnya mereka juga melakukan tajak Sumur Eksplorasi Layaran-2 pada 18 Maret 2024,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro.
Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto berpendapat bahwa pemerintah mesti mempermudah dan memfasilitasi upaya eksplorasi lanjutan agar Mubadala Energy bisa membuktikan cadangan gas dari Blok South Andaman. Pada perkembangan lain, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor migas dan nonmigas sampai dengan pertengahan Maret 2024 anjlok seiring dengan tren penurunan harga komoditas. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa realisasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA) migas mencapai Rp17,8 triliun sampai dengan 15 Maret 2024. Jumlah itu turun 20,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,3 triliun.
Kementerian Keuangan mencatat realisasi harga minyak mentah Indonesia per Januari 2024 berada di level US$77,12 per barel. Angka ini di bawah asumsi APBN 2024 yang dipatok sebesar US$82 per barel. Sementara itu, lifting minyak per Februari 2024 tercatat baru mencapai 575.600 bopd, masih di bawah target APBN 2024 sebesar 635.000 bopd.
KOMODITAS MINERAL LOGAM : MENYIBAK PROBLEM TAMBANG TIMAH
Komoditas Timah mengawali 2024 dengan situasi yang kurang mengenakan. Lambatnya proses pengajuan dan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya badan usaha pertambangan timah dan persoalan hukum yang membelit industri tersebut membuat produksi komoditas itu anjlok. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru menyetujui 15 RKAB dari badan usaha pertambangan timah per 26 Maret 2024, dengan rencana produksi sebanyak 46.444 ton bijih timah pada tahun ini. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Tri Winarno mengatakan bahwa rencana produksi dari 15 RKAB yang telah disetujui tersebut mengambil porsi 60%—65% dari kapasitas produksi timah secara keseluruhan sepanjang tahun lalu yang sekitar 74.000 ton bijih. Hal itu membuat Kementerian ESDM terus mendorong badan usaha pertambangan timah untuk segera menyelesaikan penyusunan RKAB. Malahan, pemerintah juga secara aktif menggelar coaching clinic untuk membantu perusahaan menyelesaikan dokumen RKAB.
Selain persoalan RKAB, terkoreksinya rencana produksi bijih timah pada tahun ini turut disebabkan oleh dugaan kasus rasuah terkait dengan izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. (TINS) yang sampai saat ini masih didalami oleh Kejaksaan Agung. Kejaksaan Agung bersama dengan ahli lingkungan bekerja sama menghitung luas lahan yang telah dibuka dalam kasus dugaan korupsi komoditas timah di IUP TINS. Hasilnya, seluas 170.363 hektare lahan yang telah dibuka.Ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo mengatakan bahwa total luas lahan tersebut dibagi menjadi dua galian tambang yang berada di kawasan hutan dan non-hutan. Tidak hanya itu, Kejaksaan Agung bersama dengan ahli juga telah mengalkulasi kerugian ekologis dari dugaan korupsi tata niaga komoditas timah tersebut mencapai Rp271 triliun. TINS sendiri menargetkan produksi bijih timah naik ke level 30.000 ton dalam RKAB tahun ini. Rencana produksi itu lebih tinggi dibandingkan dengan RKAB tahun sebelumnya yang berada di kisaran 26.000 ton bijih timah. “RKAB sudah terbit, kami sudah buka ekspor,” kata Direktur Utama TINS Ahmad Dani Virsal saat ditemui di DPR. Dari perkiraan produksi itu, TINS rencananya bakal mengalokasikan porsi 5% sampai dengan 8% untuk penjualan domestik. Sisanya, bakal dialihkan untuk pasar ekspor dengan target mampu tumbuh 1%. Dalam kesempatan itu, Dani pun memastikan TINS bakal berhati-hati menyikapi ihwal rencana akomodasi tambang masyarakat untuk dibeli TINS. Perseroan bakal menunggu izin pertambangan rakyat (IPR) dari sejumlah wilayah pertambang rakyat (WPR) yang telah terpetakan oleh pemerintah hingga saat ini.
Dampak Lartas Importasi & Pelabuhan Kuala Tanjung
Awal Maret 2024 ini, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 3/2024 terkait pengaturan impor atau dikenal dengan kebijakan barang larangan dan/atau pembatasan (lartas) impor untuk memperkuat ekonomi nasional mulai diberlakukan. Lalu, efektifkah penerapan lartas impor ini terhadap daya saing perdagangan internasional Indonesia, di tengah praktik bisnis rantai suplai global khususnya yang dilakukan lewat laut termasuk Pelabuhan nasional Indonesia?Nobelis dan penulis buku proteksionisme, Jagdis Bagwati, pada 1990 mengkritik pola pembatasan perdagangan yang pro pada konsep kebebasan perdagangan atas nama kepentingan individu negara, ketimbang kebebasan perdagangan untuk banyak negara secara global. Bagwati berargumen proteksi perdagangan eksklusif justru menciptakan manfaat paradoks bagi potensi ekonomi dan daya saing negara yang menerapkannya, khususnya bila konteks praktik perdagangan internasional tersebut membutuhkan pergerakan berbagai barang modal, bahan baku serta barang setengah jadi dalam rantai suplai barang global, untuk dihilirkan dengan nilai tambahnya. Premis paradoksal di atas, mulai faktual menggejala terjadi di Indonesia termasuk di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara. Pola restriksi distribusi, dengan pembatasan pelabuhan tujuan barang impor utamanya di Pelabuhan Belawan terhadap Pelabuhan Kuala Tanjung mulai menimbulkan masalah baru. Di Sumatra, preferensi lartas dengan memilih pelabuhan tujuan impor di Pelabuhan Belawan telah menimbulkan penurunan volume barang, kehilangan peluang perdagangan yang berkelanjutan, dan terganggunya sumber bahan baku ekspor sekaligus inefisiensi logistik komoditas unggulan tidak hanya di Kuala Tanjung Sumatra Utara, tetapi di sejumlah provinsi penting di Sumatra.
Lartas lewat Permendag 2017, 2020, 2023 dan 2024 ini telah menutup akses 25 kategori barang impor (berdasar Permendag 36/2023), seperti elektronik dan komputer, makanan-minuman, hortikultura, bahan kimia, ekstrak nabati, kosmetik, tekstil, mainan, pakaian, serta berbagai bahan baku atau setengah jadi untuk KEK Sei Mangkei, Kawasan Industri Kuala Tanjung semisal Inalum sebagai entitas induk BUMN pertambangan nasional terdekat sekitarnya.
Walau ada kargo ekspor dari Kuala Tanjung, jika baliknya kosong, konskuensinya menimbulkan ketidakseimbangan trafik yang merugikan. Dampak operasionalnya, Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi stagnan, padahal investasi negara lewat modal BUMN dan swasta di diperkirakan telah menghabiskan Rp11 triliun untuk penyediaan infrastruktur, suprastruktur, juga kawasan industri Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, termasuk penyediaan akses darat dan tol sekitar Kuala Tanjung.
Sementara, pelabuhan Belawan yang menjadi pilihan tujuan kebijakan lartas memiliki keterbatasan kedalaman navigasi perairan termasuk kolam kurang dari 9 meter. Secara teknis, hanya mampu menangani armada kapal dengan kapasitas angkut 500—800 boks kontainer. Sementara dermaga kontainer Kuala Tanjung dengan kedalaman 16 meter mampu menangani kapal berukuran besar bertipe Post-Panamax dengan kapasitas angkut hingga 18.000 boks kontainer.
Dalam konteks Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung, penerapan lartas perlu dilakukan dengan tidak diskriminatif. Keduanya mungkin perlu mendapatkan porsi lartas yang rasional dengan target meningkatkan nilai tambah komoditas atau kargo unggulan Sumatra dan nasional.
Penyertaan Modal Perlu Lebih Selektif
Pemerintah telah mengusulkan penyertaan modal negara senilai
Rp 57,8 triliun untuk tambahan 2024 dan untuk tahun anggaran 2025. Diharapkan
negara dapat lebih selektif memutuskan perusahaan pelat merah mana yang layak
diberi suntikan modal. Pemberian penyertaan modal negara yang tidak efektif
justru akan membuat penggunaan anggaran negara sia-sia. Dalam rapat kerja
dengan Komisi VI DPR, pekan lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan
penyertaan modal negara (PMN) tambahan untuk tahun 2024 sebesar Rp 13,6 triliun
kepada 7 BUMN serta Rp 44,2 triliun untuk 16 BUMN pada tahun 2025.
Di antara BUMN yang diusulkan mendapat suntikan PMN, terdapat
sejumlah nama BUMN Karya yang sedang terdesak masalah utang, seperti PT Hutama
Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero). Selain
itu, ada pula nama PT Asabri yang tersandung kasus dugaan korupsi. Saat
dihubungi pada Selasa (26/3/2024), analis senior Indonesia Strategic
andEconomic Action Institution, Ronny P Sasmita, menilai pemerintah dan BUMN
acapkali berlindung di balik alasan penugasan khusus tanpa mempertimbangkan kesehatan
tata kelola dan keuangan BUMN terkait.
”Padahal, PMN semestinya harus memegang dua perspektif untuk
direalisasikan. Pertama, tanggung jawab publik. Kedua, terkait konsiderasi komersial,”
kata Ronny. Terkait tanggung jawab publik, dalam menyuntik PMN, pemerintah
mesti punya pertimbangan seberapa penting tugas publik BUMN yang membebani kondisi
finansial perseroan. BUMN baru dianggap layak mendapatkan investasi tambahan
dari negara jika mengerjakan proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik.
”Beberapa BUMN sebenarnya belum memenuhi kedua kriteria tersebut. Jadi, misi
publiknya tidak terlalu urgent, pun secara komersial dan finansial belum
terlalu clear, mulai dari beban utang yang besar sampai governance yang masih
rawan moral hazard,” papar Ronny. (Yoga)
Target Dividen dan Kredit yang Tak Optimal
Kontribusi perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tergolong
minim dan bahkan cenderung menurun dari waktu ke waktu. Namun, laba yang diperoleh
perbankan terus meroket dengan pertumbuhan yang fantastis. Contohnya, tahun
2023 diperlukan dana investasi sekitar Rp 9.800 triliun untuk membiayai
pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 % secara tahunan (yoy) dengan
penambahan produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sekitar Rp 1.558 triliun.
Dana untuk membiayai pertumbuhan tersebut memang jumbo karena rasio modal yang
dibutuhkan untuk menambah output (incremental capital output ratio/ICOR) Indonesia
saat ini tergolong besar, yakni 6,3. Ternyata kontribusi industri perbankan yang
berasal dari penyaluran kredit investasi dan modal kerja hanya di bawah 10 %.
Pada 2023, Bank Mandiri meraih laba bersih Rp 55,1 triliun
atau tumbuh 33,7 % dibanding tahun sebelumnya. BRI meraup laba Rp 60,4 triliun,
tumbuh 17,5 %. Laba BNI Rp 20,9 triliun, tumbuh 14,2 %. BTN meraih laba Rp 3,5
triliun, tumbuh 15 %, dan laba BSI Rp 5,7 triliun atau tumbuh 33,9 %. Sedang pertumbuhan
penyaluran kreditnya, Bank Mandiri sebesar 16,3 %, BRI 11,2 %, BNI 7,6 %, BTN
11,9 %, dan BSI 16 %, berarti pertumbuhan laba bank-bank BUMN jauh di atas
pertumbuhan kreditnya. Dengan laba jumbo tersebut, bank-bank BUMN pun bisa
menyalurkan dividen tahun buku 2023 kepada pemegang saham dalam jumlah fantastis.
Karena itu, tatkala target dividen tahun buku 2024 dinaikkan oleh Menteri BUMN
Erick Thohir menjadi Rp 85,8 triliun, tentu saja dividen dari bank-bank BUMN
juga harus ditingkatkan.
Agar bisa menyetor dividen lebih besar, bank-bank BUMN
otomatis harus meningkatkan labanya pada tahun 2024. Di sinilah para bankir
diduga akan kembali memainkan paradoksnya, yakni bagaimana di tengah penyaluran
kredit yang tidak optimal, bank tetap bisa meningkatkan labanya. Untuk
meningkatkan laba, bank biasanya akan memperbesar margin keuntungan (profit
margin) dengan memperlebar spread antara suku bunga kredit dan suku bunga dana.
Jika terjadi tren penurunan suku bunga pada semester II-2024, bank akan
menurunkan bunga dana secepat mungkin mengikuti suku bunga acuan, tetapi akan
memperlambat penurunan suku bunga kredit. Bagi bank, strategi ini akan
menguntungkan. Namun, bagi sektor riil dan perekonomian secara keseluruhan, ini
jelas merugikan. Sektor riil, yang sudah dalam kondisi sulit, akan makin
terbebani dengan suku bunga kredit yang masih tinggi. (Yoga)
Pertanian Diarahkan Tidak Sekadar Kejar Produksi
Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka berkomitmen membangun ketahanan pangan yang tidak hanya
mengejar peningkatan produksi. Sektor ini juga akan dibangun berlandaskan
industrialisasi dan pengembangan ekonomi perdesaan. Ketua Dewan Pakar Tim
Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, menyampaikan hal itu dalam
Kompas Collaboration Forum (KCF) yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (22/3).
Tema yang diangkat forum tersebut adalah ”Arah dan Mesin Kebijakan Ekonomi 2024-2029”. Pertanian pangan jadi
salah satu dari tiga mesin penggerak ekonomi di era kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Dua mesin penggerak lain adalah energi dan industri manufaktur.
Tahun lalu hingga awal tahun ini, impor pangan Indonesia
terbilang cukup besar. Salah satu faktor penyebabnya adalah El Nino. Beras,
misalnya, produksinya susut 1,36 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,1
juta ton pada 2023. Menurut Burhanuddin, persoalan itu perlu dicarikan solusi
mengingat sektor pertanian cukup berperan besar menyerap tenaga kerja. Sektor pertanian
harus menjadi mesin pertumbuhan yang pertama dan utama. ”Di masa lalu, ketika
penduduk belum sebanyak sekarang, kita sempat swasembada beras. Kita memiliki
potensi alam dan manusia yang lebih dari cukup. Saya sangat optimistis
Indonesia bisa menggapai kembali kecukupan pangan,” tuturnya.
Pengembangan sektor pertanian ini termaktub dalam misi Asta
Cita kedua, visi pembangunan Prabowo-Gibran, yakni mendorong kemandirian pangan
melalui swasembada pangan. Untuk merealisasikan misi itu, 18 program kerja
dirancang, antara lain, meningkatkan produksi, memastikan ketersediaan dan
kepemilikan lahan, mengendalikan impor pangan, memperkuat fungsi badan pangan,
dan menyempurnakan food estate. Selain itu, ada juga program memodernisasi
model bisnis pertanian, menjamin pembiayaan petani, dan pemanfaatan teknologi
informasi. Sejumlah program kerja itu akan diintegrasikan dengan beberapa
program lain. Misalnya, program makan siang gratis, reforma agraria, dan
industrialisasi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









