;

LAYANAN PERLINDUNGAN ASET : SEGMEN RAPUH ASURANSI KERUGIAN

Ekonomi Hairul Rizal 25 Mar 2024 Bisnis Indonesia
LAYANAN PERLINDUNGAN ASET : SEGMEN RAPUH ASURANSI KERUGIAN

Kami mencoba mengurangi akun-akun yang berpotensi memiliki klaim yang besar seperti pabrik kayu kami kurangi, tekstil. Jadi yang risikonya cukup tinggi kami kurangi,” kata Chief Technical Officer PT Asuransi Umum Mega atau Mega Insurance, Indrajaya Wardhana. Mega Insurance merupakan perusahaan asuransi kerugian di bawah kendali PT Mega Corpora, konglomerasi keuangan yang mayoritas sahamnya dimiliki PT CT Corpora kepunyaan taipan Chairul Tanjung. Perusahaan itu memilih untuk menyeleksi risikonya. Mereka mengurangi premi-premi yang berpotensi melahirkan klaim jumbo. Dengan begitu, kata Indrajaya, perusahaan mampu mengoptimalkan profit dari layanan yang diberikan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga akhir tahun lalu, lini bisnis asuransi kerugian terkonsentrasi ke tiga segmen yakni properti dengan porsi premi dicatat pada 2023 sebesar 25,5%, lalu asuransi kredit sebanyak 21,5%, dan kendaraan bermotor 18,8%. Ketiganya mendulang 65,8% dari total premi dicatat sepanjang 2023 yang nilainya mencapai Rp103,87 triliun. Sementara itu, nilai klaim yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi umum sepanjang tahun lalu sebesar Rp46,13 triliun dengan komposisi terbesar untuk segmen asuransi kredit Rp16,88 triliun, lalu kendaraan bermotor Rp7,04 triliun, properti dengan nilai klaim Rp6,84 triliun, dan kesehatan senilai Rp6,36 triliun. Situasi itu tak lepas dari sejumlah faktor, mulai dari pandemi, situasi ekonomi global yang melambat, dan persoalan di industri terkait lainnya. Misalnya, permintaan asuransi segmen kendaraan bermotor sempat turun, baik premi maupun klaim karena penjualan mobil dan sepeda motor merosot. Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit di industri perbankan dan jasa keuangan lainnya, memberi andil pada lonjakan klaim di asuransi kredit. 

Temuan IFG Progress yang dipublikasi pada 2022 mencermati fenomena di bisnis asuransi kerugian. Lini bisnis asuransi umum di Tanah Air terkonsentrasi di tiga sektor yang sangat erat kaitannya dengan volatilitas business cycleyakni kendaraan bermotor, properti, dan kredit. Berdasarkan data historis, lini bisnis asuransi kredit memiliki level profitabilitas terendah jika dibandingkan dengan lini bisnis lainnya. IFG Progress juga sempat melakukan observasi kepada 30 perusahaan asuransi umum dengan premi terbesar yang mewakili industri dengan total market share premi sekitar 87% dari total premi industri keseluruhan pada 2020. Hampir 70% dari perusahaan asuransi umum yang bisnis utamanya terkonsentrasi di sektor asuransi kredit mencatatkan loss ratio yang tinggi. Khusus isu asuransi kredit, IFG Progress mencatat terdapat lima tantangan yang menyebabkan rendahnya profi tabilitas dan tren kinerja yang makin turun. Pertama, karakteristik dari produk asuransi kredit di Indonesia yang menyediakan kontrak jangka panjang yang mengunci pembayaran premi tunggal (single premium). Kedua, asuransi kredit tidak melihat aspek underwritingloan oleh bank dan tidak menguasai risiko kredit. Ketiga, tidak menguasai kuantifikasi risiko yang ada, sehingga rating menjadi spekulatif. Keempat, infrastruktur seperti sistem teknologi informasi dan database yang digunakan belum memadai untuk dapat melakukan proses administrasi klaim yang efisien dan pencadangan dengan baik. Kelima, adanya informasi asimetris yang merupakan penyebab terjadinya moral hazard. Sementara itu, pengamat asuransi dan Pendiri Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) Ivan Rahardjo menilai ada indikasi persaingan tarif premi di asuransi kerugian yang berlangsung sejak lama. Bahkan, persaingan tarif premi itu merusak tingkat kesehatan industri asuransi. Imbas persaingan premi ke industri asuransi ini, katanya, menyebabkan perolehan premi asuransi di bawah tingkat kelayakan ekonomi risiko yang harus ditanggung sehingga mengalami kerugian operasional bertahun-tahun. Bahkan, lanjutnya, ketika pasar asuransi internasional mengalami kenaikan tarif premi, industri asuransi di dalam negeri masih bertahan dengan persaingan harga rendah.

Tags :
#Asuransi
Download Aplikasi Labirin :