Ekonomi
( 40600 )Proxy of Indonesia Islamic Economic
Transaksi Muamalat DIN Capai Rp 76,5 Triliun
Kredit Mikro Perbankan Melesat 23,6 %
Pemerintah Sudah Salurkan Rp 13,4 Triliun Untuk THR ASN
PMI Ekspansif Tanda Industrialisasi Terus Berjalan
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang ekspansif dalam 30 bulan terakhir menandakan industrialisasi terus berjalan. Hasil tersebut juga menandakan bahwa sektor industri nasional telah benar-benar pulih dari covid-19. Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan, pelaku industri sangat memandang positif capaian gemilang PMI manufaktur Indonesia selama 30 bulan berturut-turut yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Industri tidak bekerja sendiri, pasti dipengaruhi oleh kebijakan lainnya seperti perdagangan dan keuangan dan yang paling penting adakah indicator ketenagakerjaan,” ujar Bob seperti dikutip Antara, Senin (23/3). Dia menjelaskan, kebijakan di sektor lain seperti pajak, kemudahan perdagangan, arus barang dan lainnya merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor riil di Indonesia, karena itu pemerintah harus serius mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap sektor industri nasional. (Yetede)
Pemerintah Pastikan Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng
Pemerintah memastikan akan membayar utang dana talangan (rafaksi) minyak goreng (migor) kepada peritel senilai Rp 474,8 miliar. Hal itu disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan saat memimpin Rakor Pembayaran Rafaksi Migor, Senin (25/3). Ia mengaku kaget karena pemerintah menunggak utang tersebut hingga 2 tahun dan meminta kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya.
Luhut juga memastikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan membayarkan utang tersebut. “Saya tadi pesan ke pejabat-pejabat lain, tidak boleh hal semacam itu terjadi lagi. Jadi BPDPKS akan segera membayarkan Rp 475 miliar kepada pedagang-pedagang yang dulu membantu saat kelangkaan minyak goreng,” kata Menko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta (25/3). (Yetede)
Potensi investasi Hotel di Indonesia Diprediksi Melonjak 55 %
Potensi investasi hotel di Indonesia diprediksi melonjak 55 % pada 2024 dibanding tahun sebelumnya menjadi USD 265 juta. Nilai investasi itu diprediksi mencapai 3,98 triliun (kurs Rp 15.000 per USD). Indonesia mencatat total volume investasi hotel sebesar USD 171 juta di Jakarta dan Bali ditengah penurunan volume transaksi global pada 2023,” ujar Jacintha Tabalujan Herzog, Head of Capital Markets JLL untuk Indonesia dan Senior Director Capital Markets JLL untuk Asia Tenggara dalam keteranga tertulis baru-baru ini.
Dia menerangkan, investor melihat kelas asset hotel dengan sudut pandang jangka panjang dan oportunistik. “Kami memperkirakan total volume investasi hotel mencapai USD 265 juta pada 2024, didorong oleh aktivitas penjualan investasi yang kuat terutama di segmen luxury di Bali dan Jakarta,” kata Jacintha. Potensi kenaikan investasi hotel di Indonesia itu jauh lebih besar dari perkiraan JLL terhadap nilai investasi hotel secara global. (Yetede)
Nilai Penjualan Antibiotik Menembus Rp 10 Triliun
Nilai penjualan antibiotik lebih dari Rp 10 triliun dalam
satu tahun dengan tren yang terus meningkat. Angka ini mengindikasikan luasnya
konsumsi antibiotik di Tanah Air, baik lewat resep dokter maupun yang dijual
bebas di apotek, lokapasar, dan aplikasi telemedisin. Setelah menunggu sepekan,
IQVIA akhirnya mengirimkan data penjualan antibiotik di Indonesia, Rabu (13/3).
Perusahaan multinasional yang membidangi riset informasi dan teknologi
kesehatan ini akhirnya menyetujui permintaan Kompas mencuplik data penjualan
antibiotik.
Di Indonesia, IQVIA menjadi satu-satunya lembaga yang mendata
penjualan antibiotic dan menjadi rujukan industri farmasi dalam menganalisis pasar
kesehatan. Lembaga riset asal AS itu mengirimkan table penjualan antibiotik di
rentang waktu 2018-2022. Tahun 2018, penjualan antibiotik sebesar Rp 8,9
triliun. Sempat turun saat wabah Covid-19 (Rp 7,9 triliun tahun 2020). Satu
tahun kemudian, penjualan antibiotik meningkat menjadi Rp 9,4 triliun. Pasar antibiotik
kembali bergairah dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,4 triliun pada 2022. Senior
Principal IQVIA Erwin Widjaja menjelaskan, penjualan antibiotik tahun 2022 itu setara
12,12 % dari total penjualan semua obat resep.
”Dari golongan obat resep, penjualan antibiotik terbesar,
jauh melampaui obat diabetes yang berada di peringkat kedua (Rp 5,7 triliun)
dan obat digestitif (Rp 5 triliun),” ujarnya. Sebagai obat keras atau obat yang
hanya bisa didapat lewat resep, antibiotik diberi tanda khusus. Di labelnya ada
lingkaran warna merah dengan tulisan K berkelir hitam. Semua obat keras
memiliki tanda ini. Faktanya antibiotik beredar secara bebas di pasaran. Di
Pasar Pramuka, Jakarta, yang terkenal sebagai pasar gelap produk farmasi, obat
ini masih mudah didapat, sebagaimana yang ditemukan Kompas, Oktober 2023.
Begitu pun di sejumlah apotek, antibiotik juga bisa dibeli tanpa resep. Kompas
membuktikan ini dengan membeli antibiotik di empat apotek di Jatim dan Jateng,
termasuk perusahaan pelat merah Kimia Farma. (Yoga)
Proyek Gedung Bertingkat
Ditetapkan Jadi PSN, Saham PIK dan BSD Naik
Harga saham perseroan pengelola kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) naik setelah pemerintah mengumumkan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Proyek jangka panjang itu menargetkan tema pembangunan dengan konsep berbeda, dari pariwisata hingga kawasan terpadu kesehatan. Kawasan PIK 2 meliputi Jakut dan Tangerang di Banten yang dikelola perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Adapun pengelola kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang dan Tangsel, Banten, adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Dua kawasan tersebut menjadi perbincangan setelah pemerintah pada Senin (18/3) mengumumkan penambahan 14 PSN baru yang pendanaannya murni oleh swasta, termasuk PIK dan BSD. Pengumuman itu mengerek naik harga saham kedua emiten. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (25/3) harga saham PANI naik 3,76 % ke Rp 5.525 per lembar. Harga melonjak cukup tajam dalam sepekan terakhir dari Rp 5.100 per lembar saham pada Selasa (19/3). Demikian juga dengan harga saham BSDE yang naik 3 % hingga Rp 1.010 per lembar daripada perdagangan pada akhir pekan lalu. Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga saham itu masih di kisaran Rp 950 per lembar.
Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, memantau bahwa kenaikan ini terjadi sejak ramai pemberitaan mengenai penunjukan kawasan BSD dan PIK sebagai lokasi PSN. Ia memperkirakan harga saham PANI bisa positif menguat hingga ke level tertinggi di Rp 6.150. ”Tren kenaikan PANI sudah terlihat sejak awal bulan,” ujarnya. Sementara itu, harga saham BSDE bisa naik ke level Rp 1.075-Rp 1.200 dengan level support di Rp 985. ”Tren harga saham ini menurun, tetapi berhasil mempertahankan support,” lanjutnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









