;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Arwana Citramulia Incar Laba Bersih 461 Mikiar

30 Mar 2024

PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) menargetkan laba bersih 2024 tumbuh 3,6 % menjadi Rp 461,32 miliar dari tahun lalu di Rp 445,29 miliar. Peningkatan laba tersebut sejalan dengan ekspektasi penjualan yang akan naik 7,8 % menjadi 2,64 triliun dibanding sebelumnya Rp 2,44 triliun. Optimisme itu, kata Chief Operating Officer Arwana Edy Suyanto didasari harga jual rata-rata keramik yang meningkat menjadi Rp 39.735 per meter persegi (m²).

Perseroan juga akan memperluas jaringan pemasaran dengan membuka enam depo baru yang berlokasi di Dumai, Probolinggo, Aceh, Singkawang, Pangkalan Bun dan di Kaltara. “Dengan adanya enam depo baru ini, diharapkan meningkatkan kemampuan pelayanan kami di 38 ribu outlet kami di seluruh Indonesia,”kata Edy dalam paparan public yang digelar Arwana di Aula Nuansa Plant II, Serang, Banten. (Yetede)

Laba Bumi Resources Terjun 97 %

30 Mar 2024

Emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk USD 10,9 juta sepanjang 2023. Angka itu turun 97,9 % dari USD 525,3 juta pada 2022. Pendapatan Bumi Resources (BUMI) secara konsolidasian (termasuk PT Kaltim Prima Coal/KPC) sebesar USD 6,57 miliar pada 2023, turun 23 % dari USD 8,53 miliar pada periode FY 2022.

“Pendapatan bruto sebesar USD 6,57 miliar periode FY 2023 vs USD 8,53 miliar periode FY 2022 atau turun tajam 23 % dikarenakan kondisi pasar dan harga batubara yang turun sebesar 33 % yoy,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava dalam keterangan resmi, Jumat (29/3). (Yetede)

BI Catat Capital Outflow Rp 1,36 Triliun

30 Mar 2024

BI melaporkan aliran modal asing keluar bersih (capital outflow) di pasar keuangan domestik mencapai Rp 1,36 triliun dalam periode 25-27 Maret 2024. Dalam keterangan tertulis Kamis (28/3) Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, nilai modal tersebut berasal dari aliran modal asing masuk bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp 0,97 triliun dan modal asing keluar di pasar saham dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) masing-masing sebesar Rp 1,59 triliun dan Rp 0,74 triliun. (Yetede)

Bank Muamalat Siapkan Uang Tunai Rp 736 Miliar

30 Mar 2024

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai senilai Rp 736 miliar untuk melayani kebutuhan transaksi selama Ramadhan dan Idufitri tahun ini. Dirut Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, uang tersebut disiapkan untuk penukaran uang baru  dan penarikan tunai di ATM dan kantor cabang. Persiapan ini sekaligus mendukung program BI untuk memastikan kesiapan uang tunai layak edar selama Ramadhan dan Idulfitri 1445 Hijriah

Menurut dia, menjelang libur lebaran, kebutuhan transaksi perbankan masyarakat seperti pengiriman dan penarikan uang meningkat. “Oleh karena itu sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami kembali berpartisipasi  dengan menyiapkan uang tunai. Hal ini sekaligus wuhjud kontribusi kami dalam melayani umat,” ujarnya, Jumat (29/3). (Yetede)

Anggaran Subsidi Pupuk Jadi 34 Triliun Tahun Ini

30 Mar 2024
Anggaran pupuk bersubsidi tahun ini resmi naik menjadi Rp 54 triliun, naik Rp 28 triliun dari sebelmunya Ro 26 triliun. Dengan anggaran Rp 54 triliun, kuota pupuk bersubsidi 2024 meningkat menjadi 9,55 juta ton dari sebelumnya 4,72 juta ton. Keputusan tersebut tertuang dalam  Surat Menteri Keuangan No. S-297/MK.02.2024 yang telah diterima Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akhir pekan ini. Dengan tambahan tersebut kini total angaran pupuk subsidi 2024 mencapai Rp 54 triliun, terbesar sehingga merupakan catatan sejarah penting bagi pertanian Indonesia. "Kabar baik ini yang dtunggu-tunggu petani Indonesia karena ini bagian dari tomggal sejarah kembalinya kebutuhan petani yaitu pupuk. Alhamdulillah saya sudah tanda tangan pada 28 Maret 2024," ujar Mentan. (Yetede)

Kanada Gugat Induk Tiktok dan Facebook

30 Mar 2024

Dewan sekolah pada empat distrik di Ontario, Kanada, menggugat perusahaan induk Tiktok hingga Facebook dan Instagram karena dinilai membahayakan pelajar. Meta, Bytedance, dan Snap diminta membayar ganti rugi 2,96 miliar USD. Gugatan diajukan dari Distrik Toronto, Peel, Katolik Toronto, dan Ottawa-Carleton. Dalam pernyataan pada Kamis (28/3) penggugat menyebut tiga perusahaan media sosial tersebut merancang produk yang mendorong penggunaan kompulsif. Produk itu juga mengubah cara anak-anak belajar, berperilaku, dan belajar. Penggunaan media sosial menyebabkan krisis pembelajaran dan kesehatan mental pada siswa. Dampaknya, sekolah harus berinvestasi lebih banyak untuk menyusun program-program dukungan.

Gugatan diajukan ke Facebook dan Instagram yang dibawahkan Meta. Tiktok yang dibawahkan Bytedance serta Snapchat juga menjadi sasaran gugatan. Meta dan Bytedance belum menanggapi gugatan itu. Sementara jubir Snap Inc, Tanya Johnson, mengatakan, Snapchat membantu pengguna tetap terhubung dengan teman-temannya. ”Snapchat terbuka langsung ke kamera, bukan unggahan konten, dan tidak memiliki tombol tanda suka atau komentar publik,” katanya. Johnson menyebut, Snapchat senantiasa siap membantu remaja menghadapi aneka tantangan.

Anggota Dewan Sekolah Distrik Toronto, Rachel Chernos, mengatakan bahwa guru dan orangtua menyimak masalah anak-anak kurang bergaul dan mudah cemas di media sosial. Selain itu, ada masalah perundungan dan kecenderungan mencari perhatian dengan cara tidak lazim lewat unggahan di media sosial. Tidak kalah penting, ada masalah mental pada anak-anak yang kecanduan media sosial. ”Perusahaan-perusahaan ini secara sadar telah menciptakan program-program yang bersifat adiktif yang ditujukan dan dipasarkan pada kaum muda. Hal ini menyebabkan kerugian yang signifikan sehingga kami tidak bisa diam begitu saja dan tidak angkat bicara mengenai hal ini,” kata Chernos. (Yoga)

Pedoman Pengupahan Marbot Masjid Akan Segera Diterbitkan

30 Mar 2024

Marbot masjid perlu mendapatkan perhatian dan kesejahteraan, khususnya dari pemerintah, meski pekerjaan mereka bersifat sukarela. Pemerintah melalui Kemenag berupaya menyejahterakan mereka, salah satunya dengan menerbitkan pedoman pengupahan bagi marbot masjid. Guru Besar Bidang Sosiologi Agama UIN Kiai Haji Achmad Siddiq, Jember, Khusna Amal menyampaikan, marbot umumnya merupakan orang-orang yang mampu mengisi sektor pekerjaan informal. Sama dengan pekerjaan informal lainnya, jaminan kesejahteraan marbot rendah.

”Menjadi marbot bersifat sukarela dan tidak ada tekanan. Namun, marbot adalah pekerjaan informal yang kurang strategis karena upahnya tergantung dari kemampuan masjid dan jemaahnya. Untuk masjid di kota besar, kesejahteraan marbot lebih bagus,” ujarnya, Jumat (29/3). Khusna menilai, marbot sebenarnya pihak yang lemah dan tak punya hak untuk menuntut kesejahteraan mereka karena tidak ada kontrak dan bersifat sukarela. Namun, secara sosiologis, idealnya pihak-pihak tertentu harus memperhatikan kesejahteraan marbot mengingat mereka sudah merawat masjid sehingga menjadikan ibadah jauh lebih nyaman.

Dirjen Bina Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengakui, kesejahteraan marbot masjid masih menjadi pekerjaan rumah bersama. ”Partisipasi, kontribusi, dan kolaborasi masyarakat menjadi keharusan,” ujar Kamaruddin saat diwawancara Kompas TV beberapa waktu lalu. Mengingat perannya amat besar, Kemenag akan terus berupaya menyejahterakan marbot, dengan merancang dan akan segera menerbitkan pedoman pengupahan atau honorarium bagi marbot masjid. Pengupahan bagi marbot bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain APBN, APBD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta sumber lain, seperti Baznas dan warga. Besaran jumlah honorarium bagi marbot nantinya akan disesuaikan dengan tipologi masjid, seperti masjid negara, masjid raya, masjid agung, masjid besar, dan masjid jami. Selain itu, honorarium disesuaikan dengan pendapatan kas masjid bulanan. (Yoga)

PPN dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mar 2024

Beberapa waktu lalu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah memastikan akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 % pada 2025. Secara undang-undang (UU), pemerintah dapat menaikkan tarif PPN hingga 15 % sebagaimana Pasal 7 Ayat 1 UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Kenaikan PPN telah dimulai pada 1 April 2022, saat pemerintah menaikkan tarifnya menjadi 11 % dengan tujuan mencapai target penerimaan pajak Rp 1.510 triliun sekaligus sebagai upaya percepatan pemulihan Covid-19. Mengingat kontribusinya yang begitu besar pada penerimaan pajak, maka wajar bagi pemerintah menjadikan PPN sebagai komponen penerimaan pajak yang perlu dioptimalkan. Sepanjang masa pandemi, tepatnya sejak 2020, kinerja PPN terus mengalami peningkatan.

Menkeu Sri Mulyani saat itu mengatakan, penerimaan PPN sepanjang 2021 mencapai Rp 551,0 triliun atau 106,3 % dari target awal Rp 518,55 triliun. Untuk 2023, penerimaan PPN Rp 764 triliun. Meskipun menaikkan tariff PPN akan menaikkan penerimaan pajak, kenaikan PPN juga punya efek lain dan yang paling niscaya adalah kenaikan pada harga barang konsumsi. Pada 2022, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) merilis laporan mengenai tanggapan masyarakat ketika tarif PPN naik menjadi 11 %, melibatkan 800 responden di 40 provinsi, hasilnya 77,37 % responden menolak kenaikan tarif PPN, karena kenaikan tarif PPN bisa menghambat pemulihan ekonomi yang berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan. Menaikkan tarif PPN saat pemulihan ekonomi belum maksimal berpotensi memukul masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Efek dominonya, angka kemiskinan bertambah, berujung pada semakin melebarnya jurang kesenjangan ekonomi. (Yoga)

Ironi Limbah Makanan

30 Mar 2024

Limbah makanan jadi masalah global. Setiap tahun, miliaran ton makanan terbuang. Hal ini jadi ironi di tengah kelaparan yang dihadapi ratusan juta orang. Laporan PBB mencatat 1,05 miliar ton makanan terbuang. Volume sampah makanan mencapai 19 % makanan yang diproduksi secara global. Di sisi lain, 783 juta orang mengalami kelaparan pada 2022 dan sepertiga umat manusia menghadapi kerawanan pangan. Dalam Laporan Indeks Limbah Makanan 2024 yang disusun Program Lingkungan PBB (UNEP) bersama Waste and Resources Action Program (WRAP) terungkap, jumlah sampah makanan naik drastis di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (Kompas.id, 28/3/2024).

Limbah makanan merugikan perekonomian global dan memicu perubahan iklim dan polusi. Laporan UNEP terbit menjelang Hari Tanpa Sampah Internasional yang diperingati setiap 30 Maret dan memberi perkiraan global paling akurat mengenai limbah makanan di tingkat ritel dan konsumen. Menurut Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen dalam keterangan di laman UNEP, sampah makanan adalah tragedi global. Jutaan orang kelaparan di tengah banyak makanan terbuang sia-sia di seluruh dunia. Dari analisis yang dilakukan, setiap orang membuang rata-rata 79 kg makanan per tahun, setara 1 miliar porsi makanan terbuang per hari di seluruh dunia. Sekitar 60 % sampah makanan berasal dari rumah tangga, 28 % dari jasa makanan, dan 12 % dari ritel.

Tingginya volume sampah makanan itu terkait perilaku masyarakat. Selain kebiasaan tidak menghabiskan makanan, sebagian warga makan tidak sesuai porsi makanannya, membeli atau memasak makanan yang tidak disukai, serta gengsi menghabiskan makanan di depan banyak orang. Pengurangan limbah pangan berperan penting dalam transformasi sistem pertanian berkelanjutan dengan meningkatkan produksi pangan, berkontribusi pada ketahanan pangan, dan pola makan sehat. Upaya ini juga menjadi salah satu  strategi utama mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, pengurangan limbah makanan membantu negara dan dunia usaha memitigasi dampak perubahan iklim. Aksi ini sekaligus bisa melestarikan dan melindungi ekosistem serta sumber daya alam, yang jadi sandaran masa depan pangan. (Yoga)

Rumah Kecil Makin Menjadi Pilihan

30 Mar 2024

Harga rumah berukuran kecil mengalami pertumbuhan yang signifikan selama triwulan I-2024. Data Flash Report Maret 2024 yang dirilis Rumah123 mengidentifikasi pergerakan harga  hunian tumbuh signifikan untuk rentang ukuran di bawah 60 meter persegi hingga 90 meter persegi. Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan, pertumbuhan harga median tertinggi untuk rumah dengan luas di bawah 60 meter persegi terdapat di Bandung, tumbuh 34,1 % dengan median harga Rp 590 juta per unit. Sementara rumah dengan rentang luas 60-90 meter persegi mengalami pertumbuhan harga tertinggi di Denpasar, yakni 38,2 %, dengan median harga mencapai Rp 1,3 miliar per unit.

Pertumbuhan signifikan harga rumah berukuran di bawah 60 meter persegi juga terjadi di Jakarta Barat, yakni naik 25 % dengan harga rata-rata Rp 1,25 miliar per unit, Medan naik 17,5 % dengan median harga Rp 470 juta per unit, Bekasi tumbuh 15 % dengan median harga Rp 575 juta per unit, dan Tangerang naik 12,9 % dengan median harga Rp 789 juta per unit. Selain itu, harga rumah ukuran di bawah 60 meter persegi juga meningkat di Bogor sebesar 11,1 % dengan rata-rata harga Rp 500 juta per unit, Surakarta tumbuh 9,3 % dengan median harga Rp 470 juta per unit, dan Jaksel naik 7,3 % dengan median harga Rp 750 juta per unit.

Marisa menambahkan, kenaikan signifikan harga rumah berukuran kecil dengan luasan di bawah 60 meter persegi dan rentang 60-90 meter persegi dikarenakan permintaan yang tinggi, terutama di perkotaan yang strategis karena didukung fasilitas dan layanan umum yang memudahkan akses ke tempat kerja, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga transportasi. ”Bagi sebagian konsumen, harga tetap menjadi salah satu faktor penting dalam memilih rumah. Meskipun mereka mencari rumah yang sesuai dengan anggaran, mereka juga mengharapkan rumah kecil dengan nilai tambah dan kualitas yang baik,” kata Marisa dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3). (Yoga)