Ekonomi
( 40600 )Kredit Perbankan Tumbuh 11,28 Persen
Rapat Dewan Komisioner OJK menilai stabilitas sektor
perbankan dan jasa keuangan lainnya tetap terjaga stabil dengan kinerja intermediasi
yang kontributif, didukung likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang
kuat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (2/4) mengatakan,
sejalan dengan kinerja perekonomian global yang membaik di tengah fragmentasi
kondisi geopolitik global, kinerja industri perbankan Indonesia per Februari
2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas sebesar
2,52 % dan margin bunga bersih sebesar 4,49 %. Permodalan perbankan yang tinggi
sebesar 27,72 % menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi
ketidakpastian global.
Dari sisi kinerja intermediasi, pada Februari 2024, secara bulanan
kredit mengalami peningkatan sebesar Rp 36,96 triliun, atau tumbuh 0,52 %. Secara
tahunan, kredit kembali mencatatkan double digit growth sebesar 11,28 % menjadi
Rp 7.095 triliun. ”Pertumbuhan tersebut utamanya didorong kredit modal kerja
yang tumbuh 12,04 % secara tahunan, sementara ditinjau dari kepemilikan bank,
bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu tumbuh 13,62 %,”
kata Dian Ediana. Searah dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK)
juga mengalami pertumbuhan positif, baik secara bulanan maupun tahunan. Pada
Februari 2024, DPK tercatat tumbuh 0,30 % secara bulanan dan meningkat sebesar 5,66
% secara tahunan menjadi Rp 8.441 triliun. Giro menjadi kontributor pertumbuhan
terbesar, yaitu 7,33 % secara tahunan. (Yoga)
Pupuk Indonesia Hadapi Sejumlah Isu Strategis
PT Pupuk Indonesia (Persero) menghadapi sejumlah isu aktual
strategis pada tahun ini, mencakup distribusi pupuk bersubsidi, piutang subsidi
pupuk, dan gejolak harga pupuk beserta bahan bakunya. Meski begitu, perusahaan milik
negara itu tetap berkomitmen turut menopang ketahanan pangan nasional. Produsen
pupuk terbesar keenam dunia itu juga akan mengembangkan kemandirian bahan baku
dan hilirisasi produk turunan pupuk. Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar
Pendapat Komisi VI DPR dengan PT Pupuk Indonesia yang digelar secara hibrida di
Jakarta, Selasa (2/4). Rapat tersebut dihadiri Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad
Pribadi beserta jajarannya.
Rahmad mengatakan, penambahan anggaran dan alokasi pupuk
bersubsidi beserta pengadaan dan penyaluran merupakan salah satu isu aktual strategis
perseroan. Tahun ini, pemerintah menambah anggaran subsidi pupuk Rp 26,6
triliun menjadi Rp 53,3 triliun dari sebelumnya Rp 26,7 triliun. Dengan begitu,
alokasi pupuk bersubsidi bertambah dari 4,73 juta ton jadi 9,55 juta ton. Melalui
tambahan dana itu jenis pupuk yang disubsidi itu tidak hanya urea dan NPK.
Pupuk organik yang sebelumnya dikeluarkan dari daftar pupuk bersubsidi kini
kembali dialokasikan sebanyak 500.000 ton. ”Lahan pertanian di Indonesia sudah
banyak yang kritis sehingga pupuk organik diperlukan,” ujarnya.
Isu strategis yang dihadapi Pupuk Indonesia adalah utang
pemerintah terhadap perseroan terkait subsidi pupuk. Pembayaran utang subsidi
pupuk pemerintah kepada Pupuk Indonesia masih kurang Rp 10,48 triliun. Rahmad
menjelaskan, sebelumnya pemerintah sudah membayar utang hasil tagihan tahun
2022 senilai Rp 16,5 triliun pada 28 Desember 2023. Namun, masih ada kurang bayar
sebesar Rp 10,48 triliun. Kurang bayar itu mencakup tagihan utang tahun 2020
yang sudah diaudit BPK sebesar Rp 430,23 miliar. Isu strategis ketiga adalah
harga pupuk beserta bahan bakunya yang masih bergejolak sejak dua tahun
terakhir. Gejolak harga itu dipengaruhi faktor eksternal, yakni perang
Rusia-Ukraina dan konflik di Laut Merah. Perseroan harus menambah biaya
produksi lantaran kenaikan harga bahan baku yang mayoritas masih impor. (Yoga)
Membersihkan Aji Mumpung Jastip
Polemik pelarangan jasa titip sulit berujung tanpa pembenahan
fundamental. Jasa ini sudah lama dan mengakar. Sikap aji mumpung menjadi
masalah inti. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu resmi membatasi barang bawaan penumpang
dari luar negeri mulai 10 Maret 2024, mengacu Permendag No 36 Tahun 2023
tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, dimana terdapat lima jenis barang
bawaan penumpang dari luar negeri yang dibatasi masuk ke Indonesia, yakni alat
elektronik, alas kaki, barang tekstil, tas, dan sepatu. Penerapan aturan
pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri menuai protes sejumlah
kalangan, seperti konsumen jasa titip (jastip), pelaku jastip, hingga pekerja migran
Indonesia. Para pekerja migran tersebut merasa keberatan dengan ketentuan
pembatasan barang bawaan lantaran akan mempersulit mereka tatkala hendak
menengok keluarga di kampung halaman (Kompas.id, 1 April 2024).
Jastip sudah lama muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari
pembelanja personal (personal shopper) hingga kemudian jastip ini. Jastip kian menjadi
tren ketika muncul media sosial. Di sisi lain, masalah makin bertumpuk, mulai
dari soal legalitas perdagangan hingga motivasi melakukan jastip. Dari sisi
penjual jasa, jastip bisa menutup beberapa pengeluaran selama di luar negeri. Dari
sisi pembeli, fenomena ini tak lagi sekadar jual-beli. Mereka membeli barang karena
godaan yang dihadirkan di media sosial hingga kecanduan. Di sisi lain,
kebiasaan pamer menyebabkan mereka mudah membeli barang yang tak diperlukan. Jika
saja otoritas mau mengatur perdagangan seperti ini, langkah yang dilakukan
tidak boleh tanggung. Sebaiknya tidak mulai dari mengurusi langsung jastip.
Orang kecil membutuhkan langkah nyata untuk menindak upaya perdagangan illegal yang
mungkin masih terjadi dan dilakukan pemain kuat. Apabila ini dilakukan, publik
makin yakin soal keinginan pemerintah untuk mengatur impor secara benar. (Yoga)
Jerat dengan Pasal Pencucian Uang
Penyidik Kejaksaan Agung diminta menjerat tersangka kasus
dugaan korupsi di PT Timah dengan pasal pencucian uang. Dengan penerapan pasal
tersebut, penyidik bisa mengejar pihak yang meraup keuntungan paling besar
sekaligus para pihak yang menerima aliran dana korupsi, selain bisa
memaksimalkan pemulihan kerugian negara akibat korupsi. Sejauh ini, dari 16
orang yang sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik, baru Helena Lim yang
disebut pihak Kejagung akan disangkakan dengan pasal pencucian uang. Terbuka
kemungkinan pula tersangka lainnya, Harvey Moeis, disangkakan dengan pasal
serupa. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman saat
dihubungi, Selasa (2/4), berpandangan, dengan menerapkan pasal pencucian uang,
penyidik dapat lebih jauh membongkar para pihak yang diduga turut menerima
aliran uang.
Para pihak itu tidak hanya mereka yang turut serta menikmati,
tetapi juga pihak yang paling menikmati keuntungan, terutama pemilik manfaat
(beneficial owner). Selain itu, dengan diterapkan pasal pencucian uang, pemulihan
kerugian negara bisa lebih optimal. ”Dengan diterapkannya pasal pencucian uang,
kan, semakin banyak yang bisa disita. Dan, itu memaksimalkan pengembalian
kerugian negara,” ujarnya. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
Khusus Kejagung Kuntadi menegaskan, dalam mendalami setiap perkara korupsi,
penyidik selalu menelisik kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang. Hal itu
disebutnya sudah menjadi prosedur tetap
dari penyidik Kejagung. Terkait dengan harta benda atau aset yang diduga
terkait dengan kasus dugaan korupsi di PT Timah, kata Kuntadi, penyidik masih
terus menelusurinya. Jika penyidik menemukan adanya keterkaitan, aset tersebut
akan disita penyidik.
”Terkait dengan keuntungan (yang diterima tersangka), masih
dalam proses penelusuran kami,” ujarnya. Pada Senin (1/4), penyidik Kejagung
menyita dua mobil mewah dari kediaman Harvey Moeis di apartemen The Pakubuwono,
Jakarta. Kendaraan mewah tersebut diduga hanya sebagian kecil harta yang dikumpulkan
dari kegiatan penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT
Timah Tbk tahun 2015-2022. Kasus dugaan korupsi pengelolaan timah di tambang PT
Timah Tbk tahun 2015- 2022 diduga mengakibatkan negara mengalami kerugian
hingga Rp 271 triliun. Jumlah itu terdiri dari kerugian lingkungan (ekologis)
Rp 157,8 triliun, ekonomi lingkungan Rp 60,27 triliun, dan biaya pemulihan
lingkungan Rp 5,25 triliun. Selain itu, ada pula kerugian di luar kawasan hutan
sekitar Rp 47,7 triliun. (Yoga)
Memuliakan Ilmu, Menyejahterakan Ustaz
Kebanjiran ”job” selama Ramadhan adalah siklus tahunan para
ustaz. Fenomena ini turut menguntungkan umat Islam karena ilmu dimuliakan, penceramah
disejahterakan, dan masyarakat memperoleh siraman rohani. Di tengah-tengah
ceramah, Abdul Roziq bergurau kepada Jemaah Masjid Jami’ At Taqwa Palmerah,
Jakarta. Ia bertanya apakah jemaah ingin masuk surge atau tidak? Puluhan orang
di hadapannya menyahut,”Mau....” ”Mau cepat atau lambat (masuk surganya)?”
timpal Roziq, Kamis (28/3) seusai shalat Dzuhur. Jemaah pun tertawa karena
untuk bisa masuk surga, seseorang harus meninggal terlebih dulu. Ceramah yang
berlangsung 30 menit itu diakhiri dengan harapan Roziq, semoga hal baik yang ia
sampaikan bisa disebarkan kepada orang lain.
Seusai ceramah, Roziq mengobrol dengan Kompas. Ia menuturkan,
permintaan untuk menjadi imam hingga mengisi ceramah amat banyak di bulan
Ramadhan ini. Permintaan itu datang dari sejumlah perusahaan, yayasan, dan pengurus
masjid. Namun, Roziq membatasi diri dalam memenuhi berbagai undangan. Beberapa
undangan ia rekomendasikan kepada teman sesama penceramah, intelektual, atau guru
agama Islam. ”Per hari, maksimal saya mengisi dua kegiatan. Entah itu ceramah
atau menjadi imam shalat Tarawih. Membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan,”
kata Roziq yang juga berprofesi sebagai konsultan pondok pesantren. Di sela
perbincangan, seseorang menghampiri Roziq dan bersalaman. Amplop putih terselip
di telapak tangan orang tersebut dan diterima Roziq.
Ia bercerita, itu adalah ”uang transpor” yang disiapkan perusahaan
di dekat Masjid Jami’ At Taqwa. Program ceramah yang diisi Roziq siang itu
memang dibuat oleh perusahaan tersebut. Bagi Roziq, pemberian itu merupakan
bentuk penghargaan terhadap ilmu yang ia sampaikan. Ia tidak mematok tarif saat
diundang berceramah agar kegiatan dakwah berjalan tulus. Di Mushala Darul
Muhajirin, Bekasi, Jabar, dana infak jemaah di sisihkan untuk honor penceramah.
Ahmad Fajar (56), pengurus mushala, mengatakan, honor untuk penceramah Rp
500.000- Rp 2 juta per sesi, bergantung jarak tempuh dari rumah penceramah ke
mushala. Jumlah pengeluaran dilaporkan setiap hari kepada jemaah. Beberapa
ustaz di Bekasi yang sering diundang ke mushala banyak yang tidak bekerja
secara formal. Ada pedagang ataupun petani. (Yoga)
PERDAGANGAN ELEKTRONIK : KPPU Lanjut Awasi TikTok
Komisi Pengawas Persaingan Usaha tetap melanjutkan proses penilaian transaksi penggabungan TikTok dan Tokopedia, meskipun manajemen TikTok telah melakukan audiensi dengan lembaganya. Deputi Bidang Kajian dan Advokasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Taufik Ariyanto mengatakan pihaknya tengah melakukan proses penilaian awal dampak akuisisi yang dilakukan TikTok-Tokopedia tersebut. Menurutnya, proses itu tetap berlanjut kendati TikTok telah melaporkan transaksi akuisisi saham dan aset Tokopedia kepada KPPU pada 13 Maret dan 19 Maret 2024. Dalam audiensi TikTok, dia menjelaskan manajemen media sosial asal China itu siap untuk menjaga persaingan usaha yang sehat di dalam pasar elektronik (e-commerce) pascaakuisisi Tokopedia. Menurutnya, TikTok juga menyatakan bakal mendukung pengembangan UMKM dan penjualan produk lokal di platformnya. Secara terperinci, Taufik mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihak TikTok membeberkan ihwal peta persaingan e-commerce, akses pasar, kompetensi pelaku UMKM, dan content creator Indonesia, serta upaya mereka mendukung produk lokal. TikTok disebut juga mengaku bakal mendeteksi barang palsu dan bekerja sama dengan regulator. Kendati telah menyampaikan deretan komitmennya, Taufik menegaskan bahwa masyarakat perlu turut mengawasi dampak dari TikTok mengakuisisi Tokopedia.
KAWASAN EKONOMI KHUSUS : WAJAH BARU EKONOMI SANUR
Paruh kedua tahun ini bakal menjadi momentum baru bagi pesona destinasi wisata di Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali menyusul beroperasi Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur dengan konsep dan desain anyar akomodasi dan pusat perbelanjaan di wilayah ini, termasuk rumah sakit internasional yang menawarkan medical tourism. Rencananya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur memiliki dua fasilitas akomodasi megah, yakni Bali Beach Hotel dan The Meru Sanur. Dua akomodasi ini merupakan pengembangan dari hotel Grand Inna Bali Beach, yang merupakan hotel bintang lima pertama di kawasan Sanur. Hotel ini diprakarsai oleh Presiden Pertama Soekarno pada 1962, dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 1966 dengan nama pertama InterContinental Bali Beach Hotel, berganti nama menjadi Bali Beach Hotel, yang dikelola oleh PT. Hotel Indonesia Internasional pada 1979.
Saat pemerintah memulai proyek KEK Sanur, hotel ini menjadi bagian utama yang direvitalisasi, dengan nilai proyek Rp1,4 triliun. Dua perusahaan konstruksi plat merah—PT Nindya Karya (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk.— menggarap revitalisasi hotel 10 lantai tersebut. Setelah revitalisasi, hotel ini 273 kamar dan suite, kolam renang menghadap laut Pantai Sanur yang masih asli, dua restoran, kids club, pusat kebugaran, spa, 22 ruang pertemuan, dan convention seluas 3.750 meter persegi bernama Bali Beach Convention. Sejumlah fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare (ha). Selain itu, pemerintah juga mengembangkan akomodasi baru dengan brand The Meru yang masih satu kawasan terintegrasi dengan Bali Beach Hotel.
Akomodasi ini dibangun di atas lahan seluas 3,4 ha di pesisir Pantai Sanur, yang terdiri atas gedung tiga lantai dengan 184 suite, 1 restoran internasional, klub anak-anak, pusat kebugaran, kemewahan Svasana Spa, dan kolam renang yang menghadap ke daratan putih Pantai Sanur. Complex Director of Marketing Communication The Meru & Bali Beach Hotel Citra Suriah optimis dua akomodasi megah ini akan mampu menarik minat pengunjung ke KEK Sanur. “Kami yakin bahkan pada tahap awal ini, para tamu akan terpikat oleh keindahan dan kemewahan Bali Beach Hotel dan The Meru,” ujat Citra. Dalam catatan Bisnis, KEK Kesehatan Sanur meraih komitmen investasi Rp10 triliun dari berbagai investor baik dari BUMN, swasta dalam dan luar negeri. Pada awal tahun lalu, Direktur Utama InJourney Donny Oskaria menjelaskan total ada 16 komitmen investasi yang sudah masuk dan mulai terealisasi di KEK Sanur, komitmen investasi tersebut diraih dari 10 kerja sama yang dijajaki Bali International Hospital (BIH) dan 6 dari klinik independen yang siap membuka layanan di KEK Sanur.
Kawasan pariwisata Sanur, Denpasar akan memiliki mall yang diproyeksikan menjadi mal premium pertama dengan konsep green atau ramah lingkungan di Pulau Dewata. Mall ini dibangun atas kolaborasi sejumlah investor dengan nilai investasi yang mencapai Rp800 miliar. President Director Icon Bali Heru Nasution menjelaskan bahwa Icon Bali Mall dibangun dengan konsep yang berbeda dari mal yang sudah ada di Bali. Menurutnya, mal ini bukan hanya menjadi pusat perbelanjaan biasa, tetapi sekaligus menjadi destinasi yang bisa menarik kunjungan wisatawan ke Sanur.
Selain itu, imbuhnya, Sanur juga relatif mudah dijangkau oleh wisatawan dan masyarakat Bali, lantaran letaknya di tengah dengan akses jalan yang memadai seperti Jalan By Pass Ngurah Rai.
Setelah beroperasi, Icon Bali Mall menargetkan 25.000 kunjungan di hari biasa, dan 45.000 kunjungan saat akhir pekan.
CELAH AKUMULASI BLUE CHIPS
Sinyal meningkatnya volatilitas di pasar saham mulai berbunyi pada awal kuartal II/2024. Imbasnya, indeks LQ45 yang menaungi saham blue chips tak luput dari kontraksi.Meski performa indeks berkapitalisasi pasar Rp5.420 triliun itu belum optimal, prospeknya dinilai masih positif. Koreksi LQ45 justru dapat dimanfaatkan investor sebagai pintu masuk untuk mengakumulasi saham blue chips.Fluktuasi di pasar saham tecermin pada gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah 0,49% sepanjang tahun berjalan berjalan ke level 7.236,98 pada Selasa (2/4). Melemahnya IHSG sejalan dengan indeks LQ45 yang turun 0,23% year-to-date (YtD). IHSG berbalik memerah setelah mampu naik tipis 0,22% sepanjang kuartal I/2024. Koreksi itu juga berkorelasi dengan arus keluar modal asing yang mencapai Rp1,52 triliun pada Senin (1/4) dan Rp1,76 triliun pada perdagangan kemarin. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat tujuh saham LQ45 menjadi penekan IHSG secara month-to-date, yakni BBRI yang turun 6,2%, BMRI -4,8%, BBNI -7,2%, BBCA -1,7%, ICBP -3,4%, BBTN -5,1%, dan SMGR yang merosot 2,1%.
Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengatakan rilis kinerja emiten tampaknya belum mampu membuat LQ45 menguat pada kuartal II/2024. Alasannya, investor tengah fokus pada menurunnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024. Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menuturkan beralihnya fokus investor ke investasi emas di tengah rekor harga di atas US$2.200 per troy ounces turut menjadi penyebab melemahnya LQ45. Selain itu, sentimen lain juga berasal dari kenaikan yield obligasi Amerika Serikat (AS) yang terpantik rilis data manufaktur AS yang menunjukkan ekspansi pertama dalam sektor manufaktur dalam 18 bulan terakhir. Alhasil, lanjut Oktavianus, pasar saat ini menilai probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024 turun menjadi 55% dari 60% pada pekan lalu.
Dihubungi terpisah, Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan menambahkan indeks LQ45 masih memiliki potensi naik meskipun ada periode taking profit. "Dalam memilih saham, penting untuk mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi. Diversifikasi portofolio dengan saham di luar indeks LQ45 juga bisa menjadi strategi yang bijaksana," ucapnya. Reza menyebut saham BBRI, ASII, BBCA, TLKM, BBNI, dan INDF menjadi pilihan teratas di jajaran LQ45. ASII disukai karena memiliki diversifi kasi bisnis yang kuat, sedangkan INDF dinilai sebagai emiten dengan pangsa pasar dominan di industri makanan dan minuman domestik.
Sementara itu, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan investor untuk memantau saham ACES, CPIN, MAPI, dan ANTM sebagai top picks di antara konstituen LQ45. Pada perkembangan lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait dengan implementasi skema perdagangan full call auction (FCA) untuk papan pemantauan khusus (PPK) yang tengah disorot oleh pelaku pasar saham. Aturan itu diterapkan BEI mulai Senin (25/3).
Mekanisme perdagangan [FCA] dapat melindungi investor karena harga diperjumpakan pada satu harga sehingga menurunkan volatilitas harga di pasar,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Selasa (2/4).
PERFORMA MANUFAKTUR : Ramadan Pacu Permintaan Plastik dan Elektronik
Ramadan memberikan impak positif terhadap sejumlah subsektor industri di dalam negeri. Sentimen tersebut melengkapi peningkatan optimisme pelaku pasar setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik Daniel Suhardiman mengatakan, permintaan selama Ramadan hingga jelang Idulfi tri membuat peningkatan kinerja industri elektronik hingga 15% sepanjang Maret dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Siklus tahunan jelang Lebaran, kata dia, menjadi sentimen positif untuk penjualan elektronik, melengkapi impak pelaksanaan Pemilihan Umum 2024 yang mampu meningkatkan keyakinan pasar.
Menurutnya, banyak pelaku industri elektronik yang merespons tingginya permintaan dengan menaikkan kapasitas produksi. Meski permintaan sedang tinggi, Daniel memastikan harga elektronik tidak akan mengalami kenaikan. Berkah serupa dirasakan oleh industri plastik nasional. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat pertumbuhan positif industri plastik akibat meningkatnya kebutuhan kemasan sepanjang Ramadan tahun ini. Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono mengatakan, kinerja positif industri plastik juga terdorong oleh daya beli masyarakat yang mulai menunjukkan perbaikan hingga kebijakan pembatasan impor, sehingga daya saing mulai terungkit.
“Biasanya [pertumbuhan] ketika Ramadan, dalam 1 bulan itu bisa 8%—10%, atau naik 2%—4%. Berbeda dengan tahun lalu yang [kinerjanya] masih jelek, tahun ini kelihatannya momentumnya sedikit berpihak ke pertumbuhan.”
Imbas Global dari Divergensi Ekspektasi
Bank sentral AS (TheFed) menggunakan suku bunga untuk
manajemen makro karena dua variabel penting dalam permintaan agregat, yaitu konsumsi
dan investasi. Ini misalnya merujuk pada pengeluaran untuk kendaraan, rumah,
dan mesin, yang umumnya dibiayai kredit. The Fed menahan suku bunga acuan pada
tingkatnya sekarang karena persistensi inflasi di AS. Inflasi tidak kunjung
turun di bawah 3 % sehingga target tradisional 2 % belum kunjung tercapai. Di
luar dugaan, inflasi Februari 2024 naik tipis ke 3,2 % dari 3,1 % pada bulan
sebelumnya. Sektor perumahan (beli dan sewa) serta transportasi menyumbang 60 %
kenaikan inflasi Februari. Kepemilikan rumah umumnya dibiayai oleh kredit (KPR).
Masyarakat mencicilnya dalam tenor 20-30 tahun.
Bagian dari pendapatan yang harus disisihkan tergantung suku
bunga kredit yang dipengaruhi suku bunga acuan The Fed, kecuali untuk yang
memilih suku bunga tetap dari awal. Kebijakan suku bunga tinggi The Fed untuk
meredam inflasi AS dilakukan sejak pertengahan Maret 2022. Secara bertahap,
suku bunga naik dari 0,25 % ke 5,5 %. Penjualan rumah baru yang baru saja mulai
pulih dari dampak pandemi Covid-19 pun turun drastis, dari 830.000 unit di
Desember 2021 ke 530.000 unit di Juli 2022. Walaupun kemudian dengan pemulihan
ekonomi pascapandemi sempat naik ke 728.000 unit di Juli 2023, tingginya suku
bunga menyebabkan penjualan turun kembali ke 607.000 unit di November 2023. Hasilnya
pasokan rumah baru turun drastis. Sementara mereka yang sudah memiliki rumah
juga enggan menjualnya karena untuk membeli rumah baru harganya tidak
terjangkau. Lagi pula bunga KPR-nya terlalu mahal.
Dampak positifnya bagi Indonesia adalah ekspor nonmigas ke AS
tumbuh 6 % secara tahunan di tengah penurunan pertumbuhan ekspor nonmigas
sebesar minus 9,24 % di Februari 2024 akibat perlambatan sektor manufaktur dunia.
Sementara The Fed masih menahan suku bunga, modal portepel global mengalir ke
AS mengantisipasi potensi capital gain baik dari obligasi maupun pasar saham.
Akibatnya, indeks dollar AS meningkat signifikan dari 102.73 di pekan pertama Maret
ke 104.59 di pekan terakhir Maret. Dampaknya adalah depresiasi mata uang
negara-negara lain termasuk rupiah yang membawa inflasi yang diimpor. Antara pertengahan
sampai pekan terakhir Maret, rupiah bergerak dari kisaran Rp 15.600-an ke Rp
15.800-an per USD. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









