Ekonomi
( 40827 )Akumulasi Dana SMF ke Perumahan Capai Rp 103, 75 T
Kereta Cepat ke IKN Beri Manfaat ke Ekonomi RI
DJP : Penerimaan Sektor Ekonomi Digitalisasi Rp 23 Triliun
Masa Depan Harita Nickel Tangguh
Lanjutkan Hilirisasi Sawit, Gapki Minta PSR Dipacu
Kenapa Eddy Hiariej Tak Jadi Tersangka Lagi?
Detoks Keuangan Sebelum Berinvestasi
Detoks keuangan adalah proses kegiatan yang dilakukan secara
terstruktur untuk mengembalikan posisi keuangan ke kondisi netral. Harapannya,
dari situasi yang netral, perencanaan keuangan, termasuk investasi, dapat
berjalan baik. Langkah pertama dimulai dengan memahami pengeluaran rutin dan
pasti untuk bulan berjalan. Caranya, dengan membuat daftar tagihan dan kewajiban
yang perlu dibayarkan. Sumber dana pembayaran tagihan dan kewajiban sejatinya berasal
dari penghasilan rutin. Jumlah pos pengeluaran ini wajib bisa dipenuhi dari penghasilan
bulanan. Caranya adalah menghitung
anggaran pengeluaran pasti, lalu memisahkan angka tersebut di rekening yang
terpisah. Setiap bulan, terlepas berapa pun penghasilan yang diterima, transfer
dana tetap dilakukan ke rekening pos pengeluaran pasti.
Bagi mereka yang penghasilannya tak menentu, lakukan
pengaturan keuangan mingguan. Jika penghasilan sama sekali belum cair, jalan
keluarnya adalah mengecek saldo dana darurat. Apabila rumah tangga memiliki
dana darurat, sangat disarankan untuk mengambil sejumlah dana hanya untuk
memenuhi kebutuhan biaya hidup harian hingga tanggal gajian tiba. Bila saldo
kas dana darurat sudah menipis, langkah berikutnya adalah melihat saldo dana di
asset investasi yang likuid, seperti emas, reksa dana pasar uang, dan saham.
Jika diperlukan, ambil secukupnya hanya untuk menjaga likuiditas hingga tanggal
gajian berikutnya. Saat keadaan mulai stabil, lebih baik hasil investasi
diputarkan kembali dalam aset investasi lain. Langkah kedua adalah antisipasi
pengeluaran tambahan di masa transisi antara libur Lebaran dan tanggal gajian
berikutnya.
Jika asisten rumah tangga terlambat datang atau bahkan tidak
kembali, misalnya, ada potensi pengeluaran tambahan untuk jasa bersih rumah
ataupun jasa penitipan anak. Ketiga, evaluasi daftar pinjaman baru yang
terbentuk akibat bengkaknya pengeluaran pada momen Lebaran lalu. Apabila jumlah
tagihan utang konsumtif sudah melebihi penghasilan, saran terbaik adalah
menjual barang-barang konsumtif yang dibeli dan mempergunakan dananya untuk
pelunasan. Lalu, susunlah strategi pelunasan utang. Keempat, membatasi
penggunaan fasilitas pinjaman konsumtif untuk beberapa waktu ke depan. Di masa
detoks keuangan, sangat disarankan untuk disiplin membuat anggaran dan membagi
pos-pos pengeluaran secara fisik. Terakhir, mengembalikan saldo dana darurat
menjadi setidaknya tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Hasil dari detoks keuangan adalah, saldo utang
menurun, bahkan nihil, saldo dana darurat minimal terpenuhi, dan alokasi arus
kas bulanan yang positif. (Yoga)
Jelang Libur Panjang Lebaran, IHSG Ditutup Menguat
Penerbangan Perdana di Bandara Dhoho Kediri
KERETA KOMUTER, Layanan di Jabodetabek Disesuaikan
PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menyesuaikan
layanan di Jabodetabek, kereta api Bandara Soekarno-Hatta, dan kereta lokal Merak
agar warga dapat tetap bermobilisasi dengan lancar selama libur Lebaran. Penyesuaian
ini termasuk antisipasi lonjakan pengguna yang didominasi pengguna musiman atau
warga yang hendak bersilaturahmi, ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan,
serta kemacetan lalu lintas. KAI Commuter memberlakukan masa angkutan Lebaran
2024 sejak 5 April hingga 16 April 2024. Jumlah komuter di Jabodetabek mencapai
16,4 juta orang atau naik 4 % dibanding tahun lalu yang mencapai 15,7 juta
pengguna. Puncak pengguna atau mobilitas warga diprediksi terjadi pada 14 April
2024 dengan angka 791.246 komuter.
Para komuter itu didominasi pengguna musiman yang akan bersilaturahmi,
berkunjung ke tempat wisata, dan berkunjung ke pusat perbelanjaan dekat
stasiun-stasiun kereta rel listrik (KRL). Vice President Corporate Secretary
KAI Commuter Anne Purba menyebutkan, pengoperasian kereta komuter selama masa
angkutan Le baran mencapai 1.061 perjalanan per hari. Lima stasiun yang akan
dipadati oleh pengguna adalah Stasiun Bogor, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jakarta
Kota, Stasiun Citayam, dan Stasiun Bekasi. KAI Commuter menyiagakan 4.500
petugas, terdiri dari petugas keamanan 3.603 orang (pegawai keselamatan dan
keamanan, pengamanan stasiun dan kereta), ditambah 24 polisi dan petugas lain. ”Manfaatkan
aplikasi C-Access untuk mengecek jadwal perjalanan, posisi kereta, harga
tiket, kepadatan stasiun, dan lainnya yang memudahkan pengguna,” kata Anne,
Jumat (5/4). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









