Zaman Berganti, Parsel Tak Pernah Mati
Dari bingkisan konvensional berupa makanan dan
kini berevolusi menjadi hadiah digital, parsel mengisi fungsi sosial untuk menjalin
keakraban sesama. Pada saat yang sama, parsel menjual seni dan keterampilan.
Satu per satu ojek daring dan kurir berdatangan
mengambil pesanan di rumah Dijah (46) di Cikini, Jakpus, Selasa (26/3) siang.
Pesanan itu siap diantar menuju berbagai tempat di Jabodetabek. Produknya berupa
parsel tanda kasih hari raya Idul Fitri. Dijah merupakan satu dari banyak
pedagang parsel musiman yang mencari berkah Ramadhan di Cikini yang melayani pemesan
parsel, baik perorangan maupun partai besar. Harga parselnya beragam, Rp
100.000 dipatok untuk parsel berukuran kecil berisi makanan ringan.
Dijah mengatakan, Ia juga menerima pesanan
khusus dari para pelanggan. Parsel jenis ini unik-unik karena isinya
bermacam-macam. Harganya juga jauh di atas parsel makanan, bisa mencapai Rp 10
juta. Paket termahal biasanya berisi barang-barang premium non-makanan, seperti
barang pecah belah dan elektronik. Bahkan, Dijah pernah membuat parsel berisi
televisi. Setiap hari mereka mampu memproduksi 100 parsel ukuran kecil hingga
sedang. Untuk parsel pesanan khusus, biasanya memakan waktu dua sampai tiga hari
tergantung kerumitannya agar enak dipandang. Dijah menjalani bisnis ini sejak
tahun 1980-an, ia merintis dari berjualan langsung di pinggir jalan. Sekarang
ia bisa menyuplai para pedagang di Pasar Cikini.
Pelanggan setianya mulai dari perorangan,
instansi pemerintah, hingga perusahaan ternama. Bahkan, ada pelanggan yang
sejak tahun 1980-an hingga saat ini masih memesan kepadanya setiap menjelang
Lebaran.
Tradisi berbagi juga mengalami pergeseran
seiring perkembangan zaman. Selain parsel konvensional yang berbentuk fisik,
mulai muncul parsel-parsel dalam bentuk lain. Salah satunya berupa parsel digital,
yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM). Mereka mengubah parselnya dari
bingkisan fisik menjadi voucer belanja digital kepada ratusan karyawannya melalui
program Bingkisan Puasa dan Lebaran.
“Ini bagian dari kebijakan kami untuk
mengapresiasi karyawan yang merayakan hari raya Idul Fitri. Sekarang, kami sudah
beralih ke saldo digital,” ujar Manajer Umum Bidang Komunikasi Perusahaan PT AHM
Ahmad Muhibbudin. Parsel memang menjadi salah satu tradisi menjelang hari raya.
Secara rata-rata, masyarakat mengalokasikan dana Rp 302.321 untuk membeli parsel
lebaran. Hal ini seperti yang dilakukan Rini (67), warga Ciledug, Tangerang,
Banten, yang jauh-jauh ke Cikini untuk berburu parsel untuk saudaranya di Sukabumi,
Jabar, yang tidak bisa ia kunjungi saat Lebaran. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023