Ekonomi
( 40827 )Data Kredit Macet Pinjol
Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan
Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah
menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat
Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam
aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah
QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan
tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS
tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan
keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak
ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.
Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,”
kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya
dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko
”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor
kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya.
Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk
berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi
hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada
anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut.
(Yoga)
Wastra Aceh Punya Cerita
Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi
dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan.
Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika
dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan
mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue,
Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI
Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus
selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,”
kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada
tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration
(MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh.
Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi
untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis.
Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak
sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi
tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana,
seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit,
seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh
Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain
tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu
sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh
banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana
nasional,” katanya.
Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan
jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki
potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp
700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di
sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri
Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi
bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit
pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan
pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir
deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama
Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.
Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra
Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung
nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di
acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter
kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh,
bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku
usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk
mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu
didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)
Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik
Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran
2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor
angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami
peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru
menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari
H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama
pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan
dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.
Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih
transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan
transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang
menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %.
Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1
%. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan.
H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding
periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.
Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan
transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun
Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya
pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi
sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan
Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.
”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu
bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum
yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan
menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya
naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik
kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri.
Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan
istirahat maksimal. (Yoga)
Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta
Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek
pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan
atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak
keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa
anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan
DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut
Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada
1993.
Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan
kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing
TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki
tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk
menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan
teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program
libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran
di Festival Pulang Kampung.
Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang
kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa,
pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana
kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per
hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh
20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan
sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin
menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang
merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.
Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan
dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman
Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah
kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan
mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target
kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat
kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi
akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga)
Transjakarta Sediakan Rute Khusus Wisata
Transjakarta menyediakan rute khusus bagi warga yang hendak
mengisi libur Lebaran dengan berwisata ke Ancol Taman Impian dan Taman
Margasatwa Ragunan pada 11-15 April 2024. Warga yang hendak menge lilingi Kota
Jakarta juga dapat memanfaatkan bus wisata atau bus tingkat dengan jam
operasional yang diperpanjang dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Transjakarta
menyambut libur Lebaran 2024 dengan mengoperasikan rute khusus liburan pada
11-15 April, yaitu 4H Pulo Gadung-Ragunan, 5H Juanda-Ancol, dan 13D Puri Beta-Ragunan.
Warga juga tetap bisa menggunakan rute lain, seperti 5
Kampung Melayu-Ancol, 5D Cililitan-Ancol, 14B Tanjung Priok-Senen, mikrotrans
Jak88 Tanjung Priok-Ancol Barat, Jak89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan, dan
Jak90 Tanjung Priok-Rusun Kemayoran. Pengunjung Ragunan dapat mengakses Koridor
6 Ragunan-Galunggung, 6A Balai Kota-Ragunan, 6B Monas-Ragunan, 6V Ragunan-Gelora
Bung Karno, 7E Kampung Rambutan-Ragunan, 5N Kampung Melayu-Ragunan, 6N Ragunan-Blok
M via Kemang, mikrotrans Jak45 Lebak Bulus-Ragunan, Jak46 Pasar
Minggu-Jagakarsa, dan Jak47 Pasar Minggu-Ciganjur via Ragunan.
Bus wisata gratis ini melayani tujuh rute berbeda. Semuanya
menelusuri ikon dan landmark Kota Jakarta. BW 1 Sejarah Jakarta, BW 2 Jakarta
Baru, BW 3 Kesenian dan Kuliner, BW 4 Pencakar Langit, BW 5 Ruang Terbuka, BW 6
Cagar Budaya Jakarta, dan BW 7 Belanja Jakarta. Keberangkatan bus wisata
Jakarta dimulai dari Halte Balai Kota atau IRTI. Warga bisa langsung menuju
titik awal keberangkatan jika ingin berwisata keliling Jakarta sesuai variasi
yang tersedia.
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut, sebagian
warga sudah mudik dan sebagian lain tetap berada di Jakarta. Warga kota ini
tetap bisa menikmati beragam pilihan wisata dan hiburan yang ada, seperti Ragunan,
Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah. ”Jika melakukan kegiatan semasa liburan
tetap jaga keselamatan. Tempat wisata akan padat, tetap bersabar dan tertib. Manfaatkan
layanan yang ada,” ujar Heru selepas shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal,
Jakarta, Rabu (10/4). (Yoga)
Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua
Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di
Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak
tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari
kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri
perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat
Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah
satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung
cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita
harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus,
cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.
Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu
masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan
beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi
langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu
hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam
mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun
mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung
yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak
berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih.
Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti
cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.
Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan
yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan
yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga
kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih
terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu
saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih
tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui
ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar
yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan
wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi
wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS
dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp
300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah
pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan.
Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan
apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga)
China, Faktor Pemicu Relasi
Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Fumio Kishida dalam
pertemuan Rabu (10/4) petang mengungkap rencana strategis kerja sama militer
dan berbagai proyek dari peluru kendali hingga pendaratan di bulan. Langkah
tersebut memperkuat hubungan AS-Jepang sekaligus mengimbangi pertumbuhan China-
Rusia. Dalam jumpa pers bersama di Gedung Putih, Biden dan Kishida
mengungkapkan, mereka juga membahas isu Gaza, Israel, Ukraina-Rusia, Korut, dan
sejumlah hal penting lainnya. ”Ini adalah pertemuan yang menyepakati
peningkatan kerja sama secara mendasar sejak hubungan ini dilakukan,” kata
Biden seusai menggelar pertemuan bilateral selama dua jam dengan Kishida. Mereka
juga membahas ketegangan di Indo-Pasifik dan tindakan China di kawasan.
AS dan sekutunya, termasuk Jepang, sedang memperkuat postur
militer mereka demi membendung apa yang mereka sebut sebagai ancaman China di Laut
China Selatan dan Laut China Timur, termasuk isu Taiwan. Secara keseluruhan,
AS-Jepang menyepakati 70 jenis kerja sama di bidang pertahanan, termasuk upaya
meningkatkan struktur komando militer AS di Jepang sehingga dapat lebih baik
dalam kerja sama dengan Jepang di masa krisis. Selanjutnya, Biden dan Kishida
akan menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Jr. Isu utama yang akan mereka bahas adalah isu keamanan di kawasan Laut China
Selatan. Selain isu keamanan, pertemuan trilateral itu juga akan menyoroti isu
ekonomi.
The Strait Times menyebut, Filipina mengincar kesepakatan
investasi hingga 100 miliar USD dari pertemuan trilateral dengan AS dan Jepang.
”Kita berbicara tentang 100 miliar USD dalam lima hingga 10 tahun ke depan,”
kata Dubes Filipina untuk AS, Jose Manual Romualdez, seperti dikutip dalam
pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sebelum meninggalkan Manila pada
Rabu, Marcos mengatakan akan menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi
dengan Jepang dan AS demi memajukan ketangguhan ekonomi dan keamanan. PNA
menyebut Marcos ingin mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kerja sama,
terutama di ranah infrastruktur krusial, semikonduktor, digitalisasi, keamanan
siber, mineral penting, energi terbarukan, serta kerja sama maritim dan pertahanan.
(Yoga)
Risiko Kredit Macet Pinjol Lebaran
Kebijakan Moneter dalam Dominasi Fiskal
Dinamika pasang surut perekonomian (siklus bisnis) telah
mengakibatkan perubahan arah kebijakan (politik) ekonomi. Pandemi Covid-19
membuat tingkat utang pemerintah di seluruh dunia melonjak. Sementara itu,
tekanan harga (inflasi) semakin sulit dikelola. Inflasi banyak dipengaruhi
faktor nonekonomi sehingga kenaikan suku bunga (saja) tidak efektif menurunkan
harga. Berbagai persoalan lain menambah kerumitan kebijakan ekonomi, mulai dari
isu geopolitik hingga perubahan iklim. Majalah Finance & Development
terbitan Dana Moneter Internasional (edisi Maret 2023) mengulas arah baru
kebijakan moneter di tengah dominasi fiskal. Suku bunga rendah bertahun-tahun
telah membuat tingkat utang membubung tinggi. Kini, kebijakan moneter harus
berputar arah guna mengatasi inflasi tinggi akibat lonjakan harga energi dan
komoditas yang dipicu krisis Ukraina.
Sementara kebutuhan stimulus ekonomi melalui penambahan utang
baru masih dibutuhkan. Kebijakan moneter menjadi sangat dilematis. Pandemi
Covid-19 memaksa perekonomian bertumpu pada kebijakan fiskal. Satu-satunya cara
mendorong perekonomian adalah menggelontorkan stimulus yang dibiayai dari penerbitan
surat utang. Di banyak negara, termasuk Indonesia, bank sentral turut bertanggung
jawab dengan cara menjadi pembeli surat utang yang diterbitkan pemerintah.
Dengan kata lain, bank sentral turut membiayai krisis dengan mencetak uang. Sesuatu
yang tidak pernah terjadi selama ini dan bertentangan dengan kebijakan moneter
konvensional. Realitas perekonomian mengubah arah kebijakan ekonomi (moneter).
Pengalaman setiap negara berbeda-beda. Namun, gejalanya
serupa, yakni episentrum ebijakan ekonomi lebih condong pada kebijakan fiskal,
sementara kebijakan moneter cenderung akomodatif terhadap fiskal. Begitu pun
pengalaman di Indonesia ketika menghadapi krisis pandemic Covid 19. Akibat
tekanan fiskal yang begitu besar, BI harus turut berperan da lam membiayai
krisis akibat pandemi. Mekanisme sinergi antara Kemenkeu dan BI dalam membiayai
krisis akibat pandemi tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) mengenai
burden sharing. Pada periode 2020-2022, terbit tiga SKB dengan nilai total Rp
1.144 triliun. Kebijakan ini merupakan inovasi dalam pembiayaan krisis. Di sisi
lain, ini menjadi preseden bagi praktik kebijakan moneter di masa depan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









