;

Memuliakan Ilmu, Menyejahterakan Ustaz

Memuliakan Ilmu,
Menyejahterakan Ustaz

Kebanjiran ”job” selama Ramadhan adalah siklus tahunan para ustaz. Fenomena ini turut menguntungkan umat Islam karena ilmu dimuliakan, penceramah disejahterakan, dan masyarakat memperoleh siraman rohani. Di tengah-tengah ceramah, Abdul Roziq bergurau kepada Jemaah Masjid Jami’ At Taqwa Palmerah, Jakarta. Ia bertanya apakah jemaah ingin masuk surge atau tidak? Puluhan orang di hadapannya menyahut,”Mau....” ”Mau cepat atau lambat (masuk surganya)?” timpal Roziq, Kamis (28/3) seusai shalat Dzuhur. Jemaah pun tertawa karena untuk bisa masuk surga, seseorang harus meninggal terlebih dulu. Ceramah yang berlangsung 30 menit itu diakhiri dengan harapan Roziq, semoga hal baik yang ia sampaikan bisa disebarkan kepada orang lain.

Seusai ceramah, Roziq mengobrol dengan Kompas. Ia menuturkan, permintaan untuk menjadi imam hingga mengisi ceramah amat banyak di bulan Ramadhan ini. Permintaan itu datang dari sejumlah perusahaan, yayasan, dan pengurus masjid. Namun, Roziq membatasi diri dalam memenuhi berbagai undangan. Beberapa undangan ia rekomendasikan kepada teman sesama penceramah, intelektual, atau guru agama Islam. ”Per hari, maksimal saya mengisi dua kegiatan. Entah itu ceramah atau menjadi imam shalat Tarawih. Membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan,” kata Roziq yang juga berprofesi sebagai konsultan pondok pesantren. Di sela perbincangan, seseorang menghampiri Roziq dan bersalaman. Amplop putih terselip di telapak tangan orang tersebut dan diterima Roziq.

Ia bercerita, itu adalah ”uang transpor” yang disiapkan perusahaan di dekat Masjid Jami’ At Taqwa. Program ceramah yang diisi Roziq siang itu memang dibuat oleh perusahaan tersebut. Bagi Roziq, pemberian itu merupakan bentuk penghargaan terhadap ilmu yang ia sampaikan. Ia tidak mematok tarif saat diundang berceramah agar kegiatan dakwah berjalan tulus. Di Mushala Darul Muhajirin, Bekasi, Jabar, dana infak jemaah di sisihkan untuk honor penceramah. Ahmad Fajar (56), pengurus mushala, mengatakan, honor untuk penceramah Rp 500.000- Rp 2 juta per sesi, bergantung jarak tempuh dari rumah penceramah ke mushala. Jumlah pengeluaran dilaporkan setiap hari kepada jemaah. Beberapa ustaz di Bekasi yang sering diundang ke mushala banyak yang tidak bekerja secara formal. Ada pedagang ataupun petani. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :