Jagung dan Sorgum Alternatif Pangan Sehat Saat Berpuasa
Biji-bijian memiliki nilai gizi tinggi dan bisa menggantikan nasi
sebagai sumber karbohidrat utama. Pangan
jenis ini juga ramah diet khusus, mulai untuk orang dengan diabetes hingga pencernaan
sensitif. Berpuasa di bulan Ramadhan bisa menjadi kesempatan emas melakukan petualangan
kuliner sembari menerapkan gaya hidup sehat Dari kategori biji-bijian, jagung
dan sorgum menarik untuk dicoba. Selain nikmat, kedua jenis biji-bijian ini
juga cocok dikonsumsi orang-orang dengan diabetes melitus ataupun diet-diet khusus
lainnya. Dari kedua alternatif itu, nasi jagung lebih akrab dengan masyarakat
Nusantara. Pangan ini membantu memperlambat pengosongan lambung dan usus pada
penderita diabetes melitus sehingga akan memperlambat peningkatan gula darah.
Di Kota Malang, Jatim, ada Warung Nasi Jagung Bu Sri di Pasar
Oro-Oro Ombo Kota Malang. Misriati (72), pemilik warung, menuturkan, penderita
diabetes menjadi salah satu pembeli di warungnya. ”Mereka memang makan nasi jagung,”
katanya, Kamis (21/3). Nasi jagung Bu Sri terdiri dari nasi jagung, ikan asin, urap,
kering tempe, sayur oseng kacang, tahu bumbu, serta sambal terasi. Seporsi makanan
lengkap ini harganya Rp 10.000. ”Bisa minta full nasi jagung atau dicampur nasi
putih,” katanya. Memiliki kadar kalori cukup tinggi membuat jagung dikatakan
merupakan alternatif makanan pokok pengganti beras.
Selain jagung, juga ada sorgum, di beberapa wilayah dikenal
dengan nama garai yang berasal dari Afrika. Sorgum bebas gluten yang baik untuk
program diet. Di Restoran Clean Canteen, Jakarta, Rabu (27/3), Fauzan yang
berprofesi sebagai juru masak menunjukkan sorgum mentah. Penampakannya mirip
seperti beras. Akan tetapi, bentuk bijinya tidak lonjong. Butir-butir sorgum
bulat dan kecil-kecil. Teksturnya mirip dengan nasi pera yang biasa digunakan
untuk nasi goreng. Selain ”nasi” goreng sorgum, Fauzan juga mengolah biji-bijian
ini menjadi tepung. Bahan itu dipakai untuk membuat panekuk ala Jepang. Fauzan
ingin menunjukkan kepada pengunjung restoran bahwa sorgum merupakan bahan makanan
yang fleksibel dengan beragam cara pengolahan. Salah satu pengunjung, Mira (37),
mengaku masih awam dengan sorgum. ”Ternyata sorgum dari dalam negeri?
Sepertinya bisa nih dicoba,” katanya bersemangat. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023