Ekonomi
( 40600 )STRATEGI PENJUALAN : MOMEN EKSPANSI MEREK LOKAL
Di tengah gemerlapnya persiapan Ramadan dan Lebaran, pemilik brand lokal menemukan momentum untuk tak hanya mengandalkan strategi online. Kini mulai banyak yang ekspansif dan membuka gerai di pusat perbelanjaan. Terlebih masyarakat juga makin banyak yang berbelanja secara langsung ke pusat perbelanjaan, berbeda dengan masa pandemi di mana ketika itu sebagian besar memilih untuk berbelanja melalui e-commerce. Kondisi ini jelas memberikan berkah bagi para penyewa di pusat perbelanjaan, termasuk para pemilik brand lokal. Hal ini diamini oleh Linda Anggrea, Pemilik Buttonscarves yang kini memiliki 45 toko yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia. Menurut Linda, Buttonscarves sebetulnya sudah mulai masuk ke pusat perbelanjaan sejak Desember 2018, sebagai bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan pengalaman belanja langsung kepada pelanggan. Bahkan saat ini persentase penjualan di pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 65% dari total penjualan secara keseluruhan baik melalui online maupun gerai offline lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehadiran gerai fisik di pusat perbelanjaan mampu menarik dan memuaskan kebutuhan para pelanggan.
Sementara itu, pada momen Ramadan dan Idufitri, pihaknya mencatat peningkatan penjualan yang signifikan dengan rata-rata peningkatan mencapai dua kali lipat atau 100% dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Adapun kategori produk yang paling diminati oleh konsumen di mal biasanya adalah scarf, aksesori, dan tas dengan range harga Rp275.000–Rp3 juta Tren ini menurutnya cukup konsisten, baik melalui penjualan di online maupun offline. Pihaknya juga turut serta dalam program midnight sale yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Setidaknya selama 2 hingga 3 jam masa midnight sale, mampu meningkatkan penjualan sekitar 20% hingga 30% dibandingkan hari-hari biasa tanpa midnight sale. Selain Buttonscarves, brand lokal lainnya yang ekspansi ke pusat perbelanjaan adalah Kami yang pertama kali melebarkan sayap dengan membuka store di Pondok Indah Mall 3 pada 2020.
CEO Kami Istafiana Candarini mengatakan alasan utama mereka membuka store di mal adalah perwujudan dari pasar Kami yang berkualitas premium.
Memasuki Ramadan, Isti mengakui terjadi peningkatan penjualan yang signifi kan bahkan bertumbuh 20% dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idulfitri 2024 diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu.
Senada, Ketua Umum APPBI DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan sejak 2022 lalu euphoria masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan sangat tinggi.
MOMEN LIBUR LEBARAN 2024 : DIGITALISASI PARIWISATA TERUS DITINGKATKAN
Libur Lebaran 2024 segera tiba. Sejumlah pengelola objek wisata bersiap menyambut pelancong yang akan berlibur bersama keluarga, dengan memberikan peningkatan kenyamanan dan keamanan melalui digitalisasi dan teknologi. Sejumlah pengelola wisata yang meningkatkan layanannya terkait digitalisasi itu antara lain seperti PT Pembangunan Jaya Ancol, Jakarta. Head of Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Eko Nugroho menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan revenue safeguarding yaitu peningkatan layanan di pintu gerbang. Ancol memperluas saluran pembayaran seperti meningkatkan cashless yang bertujuan untuk mengurangi risiko fraud dan meningkatkan kecepatan layanan, serta penjualan tiket secara online. Pada Lebaran 2024, Ariyadi menuturkan bahwa pihaknya memang masih membuka kembali penjualan tiket secara tunai di semua loket atau pintu gerbang. Namun, dirinya tetap menyarankan pengunjung untuk bisa membeli tiket secara online sebelum kedatangan, agar memudahkan proses saat memasuki pintu gerbang Ancol. Smart CCTV telah dilengkapi dengan alarm untuk mengawasi pengunjung di beberapa titik. Di area pantai misalnya, ada beberapa lokasi yang diberi garis pembatas untuk keselamatan. Apabila ada pengunjung yang terpantau CCTV melewati garis pembatas tersebut, alarm otomatis berbunyi dan petugas akan segera menghampiri untuk mengamankan area.
Beberapa CCTV juga sudah dilengkapi dengan face recognitionatau pemindai wajah. Salah satu fungsi alat ini, petugas bisa langsung mengenali pengunjung yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Dihubungi terpisah, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Wahyudi Bambang menerangkan implementasi digitalisasi di Ragunan dimulai dengan sistem ticketing. Selain itu, pengelola Ragunan juga akan menghadirkan perpustakaan digital dengan memberikan barcode yang bisa dipindai di sejumlah kandang satwa. Dengan demikian, pengunjung bisa mendapatkan literasi mengenai satwa secara digital. Saat ini pengadaan barcode di kandang dilakukan secara bertahap.
Disamping itu, pengelola Ragunan juga memanfaatkan digitalisasi untuk menghitung jumlah pengunjung. Hal ini penting untuk menghindari kepadatan di area wisata hingga jalan raya.
Sementara itu, dia menyampaikan bahwa Ragunan akan menyiapkan sejumlah atraksi pada momentum libur Lebaran tahun ini. Informasi atraksi ini akan diumumkan melalui media sosial agar pengunjung tidak melewatkannya.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor parekraf dalam mempersiapkan momentum lebaran 2024.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini Mohamad mengatakan bimtek bertajuk Green Creative itu untuk membekali pelaku usaha agar tidak saja memiliki pengetahuan terkait lingkungan tetapi menyiapkan suatu produk pelayanan yang ramah lingkungan dan ramah kepada wisatawan.
INIDIKATOR MONETER : PELEMAHAN RUPIAH KURAS CADANGAN DEVISA
Kebutuhan dolar Amerika Serikat yang tinggi dan intervensi Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah telah menguras US$3,6 miliar cadangan devisa bulan lalu. Cadangan devisa turun menjadi US$140,4 miliar pada Maret karena antisipasi kebutuhan likuiditas valas korporasi, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, menurut data Bank Indonesia pada Jumat (5/4). Kebutuhan dolar AS cukup tinggi untuk membayar surat utang valas korporasi dan pemerintah yang jatuh tempo pada April senilai US$3,7 miliar dan meningkat lagi menjadi US$4,67 miliar pada Mei, menurut data Bahana Sekuritas. Belum lagi kebutuhan untuk repatriasi dividen ke luar negeri dan impor barang-barang konsumsi yang tinggi menjelang Lebaran.
Penurunan cadangan devisa pada Maret paling drastis secara bulanan dalam tiga bulan terakhir dan terus menempatkan cadangan devisa di jalur penurunan yang berlangsung sejak Januari. Secara total, cadangan telah menyusut US$6 miliar pada kuartal I/2024 (Lihat infografis). Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro melihat cadangan devisa masih berisiko berkurang lagi pada kuartal II/2024 dengan penurunan yang tidak jauh berbeda dengan kuartal lalu, mengingat kebutuhan intervensi BI akan tetap tinggi. Depresiasi rupiah telah mendorong mata uang itu lebih lemah sekitar 11% dari mata uang negara berkembang lainnya yang juga melemah di tengah penguatan greenback. Depresiasi mata uang menuju level psikologis Rp16.000 per dolar AS memicu spekulasi bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan kembali dibahas pada pertemuan Bank Indonesia pada 23-24 April mendatang. Mengutip Bloomberg,
Ekonom Barclays Plc Brian Tan mengatakan ika nilai tukar rupiah tetap berada di sekitar level psikologis 16.000 dalam waktu dekat, BI mungkin mempertimbangkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada pertemuan bulan ini. Bank Indonesia berjanji bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi fokus kebijakan moneternya untuk menjaga inflasi tetap rendah. Bank sentral telah menstabilkan nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi di pasar spot, non-deliverable forward, dan obligasi domestik, sembari mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada 6% sejak November. BI juga menerbitkan surat berharga dengan imbal hasil tinggi untuk menarik lebih banyak arus masuk asing.
PENDANAAN P2P LENDING : OJK Utak-atik Batas Pinjaman
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menaikkan batas atas pendanaan penyelenggara financial technology peer-to peer (fintech P2P) lending, khususnya ke sektor produktif. Ketentuan tersebut akan masuk dalam revisi POJK tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang saat ini tengah disusun oleh regulator. Saat ini, pendanaan oleh P2P lending dibatasi maksimal Rp2 miliar, baik pinjaman produktif maupun konsumtif. “Kenaikan batas atas tersebut sedang dilakukan kajian agar dimungkinkan untuk LPBBTI yang memiliki TWP 90 maksimal 5% dalam kurun enam bulan terakhir,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (5/4).
Di sisi lain, Agusman mengatakan regulator masih mengkaji opsi pencabutan moratorium pemberian izin usaha penyelenggara LPBBTI khusus sektor produktif dan UMKM. Opsi pencabutan moratorium mempertimbangkan kepentingan publik berupa kebutuhan masyarakat terhadap layanan LPBBTI, potensi pertumbuhan penyelenggara LPBBTI yang sudah eksis agar dapat tumbuh secara optimal, serta persaingan usaha yang sehat dan tidak melawan hukum. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Triyono sebelumnya mengatakan harapan regulator adalah agar pemain fintech P2P lending dapat lebih banyak menyalurkan pendanaan ke sektor produktif. Berdasarkan data outstanding pendanaan, per Januari 2024, outstanding pendanaan ke UMKM 33,65% dari total outstanding pendanaan sebesar Rp60,42 triliun.
SEMARAK MUDIK LEBARAN
Di tengah antusiasme masyarakat yang kian tinggi dalam menjalankan rutinitas mudik Lebaran 2024, langkah antisipasi gelombang besar pergerakannya harus dijalankan secara terencana, terukur, dan tepat. Ini dilakukan agar gegap gempita ritual pulang kampung tersebut dapat berlangsung lancar, aman, dan mampu menggeliatkan perekonomian.Menurut Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2024, pergerakan nasional periode Lebaran 2022 sejak 3 tahun lalu terus menanjak. Pada saat pandemi 2022, pergerakan periode Lebaran mencapai 85,5 juta, lalu meningkat 123,8 juta pada 2023, dan diproyeksikan mencapai 193,6 juta pada tahun ini. Pemerintah mengeklaim telah menyiapkan sejumlah antisipasi seperti rekayasa lalu lintas, memastikan kemantapan infrastruktur jalan nasional dan tol, hingga langkah mitigasi cuaca di tengah puncak musim hujan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan masifnya pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2024 menunjukkan tren pemulihan mobilitas yang semakin baik pascapandemi. Tingginya pergerakan masyarakat, lanjutnya, juga mengindikasikan naiknya kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian. “Kalau mudik bisa dilaksanakan secara baik dengan jumlah pergerakan yang besar, bisa membuat perekonomian di daerah bagus,” ujarnya sesuai acara Pelepasan Jelajah Lebaran 2024 di Wisma Bisnis Indonesia, Jumat (5/4). Kemenhub bersama dengan Korlantas Polri juga mempersiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, contrafl ow, dan ganjil-genap. Pasalnya, puncak mudik Lebaran diproyeksikan terjadi pada 6—8 April. “Kami berusaha agar V/C ratio (volume/capacity) di bawah 0,7% agar arus kendaraan tetap optimal,” katanya.Salah satu ruas yang dikhawatirkan mengalami kepadatan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran yakni tol Cikopo–Palimanan (Cipali).
Hal ini dikarenakan ruas tol ini belum mengalami penambahan lajur jalan selama dua periode Lebaran terakhir. Selain jalan tol, terdapat dua titik krusial lain yang menjadi perhatian khusus Kemenhub yakni Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Merak karena salah satu risiko besar pada angkutan penyeberangan adalah cuaca buruk.
Sementara itu, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan BMKG, kepolisian, dan Kemenhub untuk memperoleh informasi terbaru tentang kondisi cuaca dan perizinan berlayar sesuai jadwal.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memastikan keandalan sarana dan prasarana, melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapan operasional lokomotif dan kereta untuk memastikan dalam kondisi prima. Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan pihaknya menjamin keamanan infrastruktur ruas jalan tol selama mudik Lebaran 2024.
TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Indosat-NVIDIA Bangun Pusat AI Rp3 Triliun
PT Indosat Tbk. (ISAT) dan NVIDIA, raksasa teknologi global, berencana membangun pusat kecerdasan buatan atau AI di Solo, Jawa Tengah, senilai US$200 juta atau Rp3,18 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Solo dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki sumber daya manusia yang cukup mumpuni di bidang teknologi. Dia melanjutkan, rencana pembangunan pusat AI bernama Indonesian AI Nation itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia tidak memberi tahu detail waktu pembangunan tersebut. President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan Indosat mengadopsi GPU Tensor Core NVIDIA berbasis platform Blackwell untuk berbagai pemanfaatan seperti percepatan pada beban kerja inferensi—proses menjalankan data langsung melalui model AI terlatih untuk membuat prediksi atau menyelesaikan suatu tugas pada sebuah perusahaan.
Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menambahkan, kolaborasi strategis perusahaan dengan NVIDIA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan infrastruktur teknologi di Indonesia, tetapi juga akan mempersiapkan SDM Indonesia untuk merangkul teknologi masa depan. Sementara itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta mengatakan integrasi platform Blackwell memungkinkan Indosat untuk mengembangkan bisnis lebih jauh, serta mendorong pengembangan Large Language Model yang akan membantu memberdayakan Indonesia dengan AI generatif.
DAMPAK GEMPA TAIWAN : Pengusaha Waspadai Rantai Pasok
Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 skala richter di Taiwan membuat pelaku industri di Tanah Air waswas terhadap keandalan rantai pasok manufaktur di dalam negeri, karena mayoritas mesin yang digunakan pengusaha berasal dari Negeri Formosa. Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dadang Asikin mengatakan bahwa hingga saat ini pelaku manufaktur nasional masih mengandalkan mesin-mesin yang diimpor dari Taiwan.
Adapun, sejumlah produk utama yang diimpor Indonesia dari Taiwan adalah mesin listrik, mesin boiler, mesin pengemasan, mesin rajutan, hingga pemintalan fi lamen. Menurutnya, industri tekstil dan produk tekstil paling banyak menggunakan mesin asal Taiwan, karena kualitas produk asal negara tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan China, meskipun harganya masih lebih tinggi.
Di sisi lain, Deputy of General Secretary Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Indrawan mengatakan bahwa pihaknya masih belum merasakan hambatan rantai pasok yang disebabkan oleh gempa bumi terbesar di Taiwan dalam 25 tahun terakhir.
Hal yang sama juga sempat dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefi n Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono yang menyebut bahwa dampak gempa Taiwan tidak begitu signifi kan terhadap bahan baku maupun barang jadi plastik yang diimpor Indonesia.
Menurut Fajar, wilayah selatan, seperti Tainan, Kaohsiung, dan lainnya tidak terkena dampak gempa bumi yang signifi kan, maka tidak akan berpengaruh terhadap rantai pasok, termasuk untuk suku cadang permesinan.
Pengetatan Moneter & Fiskal
Perlambatan pertumbuhan ekonomi 2023 sudah diprediksi oleh sejumlah lembaga. Indef, misalnya, mengalkulasi output Indonesia tumbuh sekitar 4,9% pada 2023. OECD juga menetapkan angka yang serupa. Meski realisasinya sekitar 5,05%; pertumbuhan ekonomi 2023 cukup rendah dari potensi yang ada. Sementara itu, asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menargetkan angka 5,3%. Dengan realisasi 5,05%, target pertumbuhan ekonomi 2023 kembali gagal dicapai.
Penurunan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi sangat disayangkan di tengah kebutuhan pertumbuhan tinggi untuk mengejar target negara maju. Disyaratkan pertumbuhan minimal 6% untuk bisa menjadi negara maju pada 2045. Persoalan utama perlambatan pertumbuhan ekonomi 2023 adalah pengetatan moneter dan fiskal secara bersamaan. Bahkan, pengetatan tersebut berlanjut hingga saat ini. Pengetatan moneter dimulai sejak Agustus 2022 melalui kenaikan suku bunga acuan, sebelum penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Keputusan tersebut juga diarahkan untuk pengelolaan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai respons terhadap kebijakan pengetatan The Fed. Namun dampaknya sangat kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Data berikut menunjukkan transmisi kenaikan suku bunga kebijakan ke suku bunga perbankan. Juli 2022, suku bunga acuan sebesar 3,5%, naik menjadi 3,75% pada Agustus. Kenaikan suku bunga acuan terus berlanjut dalam level yang lebih tinggi. Akhir 2023, suku bunga acuan mencapai 6% setelah dinaikkan pada Oktober. Suku bunga PUAB pagi (keseluruhan) naik dari 2,91% (Juli 2022) menjadi 6,09% (Desember 2023). Sementara itu, PUAB sore (keseluruhan) naik dari 3,08% menjadi 6,01%. Sepanjang Juli 2022—Desember 2023, kenaikan suku bunga acuan mencapai 250 bps atau 2,5%. Kenaikan yang terjadi pada PUAB lebih tinggi. Kenaikan suku bunga PUAB mencerminkan likuiditas pasar mengetat.
Kenaikan suku bunga kredit modal kerja dan investasi masing-masing 44 bps dan 68 bps. Suku bunga kredit konsumsi turun 13 bps.
Pokok persoalan di sisi moneter lainnya adalah kebijakan moneter kontraksi lewat menerbitkan berbagai instrumen penyerap likuiditas.
Dari sisi fiskal, pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun 2022, dari 10% ke 11%. Hal tersebut didasarkan pada UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,2%. Faktor pendorong hanya tersisa Idulfitri, Pilkada dan Tahun Baru. Dengan situasi daya beli yang terus menurun, target pertumbuhan tersebut sulit tercapai. Apalagi, situasi di global pun belum membaik.
Fajar Menyingsing Kredit Sindikasi
Kuartal II/2024 bisa menjadi episode waktu untuk menyaksikan panorama fajar menyingsing di sektor kredit perbankan. Sejak tahun lalu, kegiatan usaha cenderung tiarap. Selain musabab eksternal, banyak di antara pebisnis yang gamang merilis aneka keputusan strategis dan bersikap menunggu berakhirnya hajatan Pemilu 2024. Jika situasi pada April ini benar-benar berbeda, industri perbankan kemungkinan juga siap-siap kewalahan menghadapi banyaknya permintaan kredit dari dunia usaha seusai libur Lebaran. Ketika kegiatan industri kembali menggeliat, perbankan juga harus menyiapkan strategi dalam menyiapkan dana segar guna memperlancar roda usaha. Namun, ada kalanya besaran permintaan kredit dari pelaku usaha melampaui kemampuan perbankan. Apalagi, di dalam jumlah kredit yang besar, terdapat risiko yang besar pula. Dengan demikian, mitigasi risiko kredit tidak boleh menjadi beban yang ditanggung sendirian.
Kredit sindikasi sering digunakan untuk pendanaan proyek besar, akuisisi perusahaan, atau kebutuhan pembiayaan korporat lainnya yang membutuhkan jumlah dana sangat besar, melebihi kapasitas pemberian kredit konvensional satu lembaga keuangan.Kredit sindikasi yang cukup fenomenal baru-baru ini adalah ketika BNI, Mandiri, dan BCA menyalurkan kredit sindikasi kepada perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, untuk mengakuisisi tiga perusahaan tambang. Nilai fasilitas kredit sindikasi yang tersiar cukup fantastis yaitu mencapai Rp3,5 triliun. Pada saat bersamaan, Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru tentang Survei Bauran Tunggal (SBT) yang menunjukkan optimisme terhadap peningkatan kebutuhan pembiayaan. Menurut BI, SBT pada Mei 2024 naik menjadi 36,2% dari posisi 29,3% pada April 2024.
Dalam menghadapi iklim suku bunga yang cenderung masih tinggi, perbankan harus berstrategi dalam menyalurkan kredit. Ini bukan hanya tentang memilih sektor dengan risiko rendah, melainkan juga yang memiliki potensi pertumbuhan dan pengembalian investasi yang signifikan. Dengan SBT Bank Indonesia yang meningkat, perbankan diharapkan dapat lebih selektif dan fokus pada sektor-sektor yang dapat memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan.
Fokus pendanaan sindikasi pada sektor-sektor strategis seperti minerba, perumahan, dan pariwisata seperti yang direkomendasikan BI, memang masih bisa menjadi pedang bermata dua.
MENGAKSELERASI KREDIT SINDIKASI
Laju kredit sindikasi oleh industri perbankan rupanya masih tersendat di awal tahun ini. Buktinya, merujuk data Bloomberg, pada kuartal I/2024 realisasi penyaluran kredit sindikasi pada kuartal I/2024 hanya mencapai US$3,16 miliar, atau terkoreksi hampir separuh dari realisasi pada kuartal I/2023 yang tercatat US$5,47 miliar. Kendati demikian, penyaluran kredit sindikasi diramal makin santer pada kuartal-kuartal berikutnya, seiring eksekusi sejumlah proyek infrastruktur dan rencana ekspansi korporasi. Apalagi, kebijakan restrukturisasi yang telah berakhir diprediksi membuat sejumlah bank, termasuk bank daerah, memilih berkongsi dalam penyaluran kredit guna menekan risiko kredit bermasalah. Faktanya, jika ditelisik secara tren penyaluran kredit sindikasi pada tiga bulan pertama memang tak bertenaga dan akan berganti pada kuartal II yang tecermin pada realisasi tahun 2015 hingga 2023, kecuali 2014 dan 2017. Perihal proyeksi kinerja kredit sindikasi pada tiga bulan kedua 2024,
Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa prospek kredit sindikasi akan jauh lebih baik dari kuartal I/2024. Adapun, sektor prospektif menyangkut infrastruktur yang berkaitan dengan konstruksi serta properti hingga pertambangan. Laju penyaluran kredit sindikasi pada kuartal II/2024 pun dimotori oleh langkah bank menekan potensi kenaikan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang kemungkinan terkerek akibat usainya stimulus restrukturisasi kredit Covid-19. Dalam Buku Kajian Stabilitas Keuangan No.42 periode Maret 2024, BI menuturkan bahwa bank sentral melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar. Pertama, Rasio Countercyclical Capital Buffer (CcyB) yang dipertahankan pada level 0% sehingga bank tak perlu memupuk tambahan modal.Kedua, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dipertahankan pada kisaran 84—94 untuk mendorong intermediasi bank. Ketiga, insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mampu mencapai Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) dan penyaluran kredit ultramikro. Terlepas dari sektor prioritas itu, bank sentral memproyeksi permintaan kredit di beberapa segmen bakal melaju pada kuartal II/2024.
Peningkatan kebutuhan pembiayaan pada kuartal II/2024 diprakirakan terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi, industri pengolahan, serta penyedia makan minum. Sejalan dengan sejumlah segmen tersebut, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) secara umum mempertimbangkan faktor risiko, posisi likuiditas dan modal, serta memilih proyek-proyek yang berpotensi memperkuat bisnis inti perusahaan. “BCA berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia dengan menyalurkan kredit sindikasi untuk proyek-proyek strategis nasional seperti infrastruktur jalan tol, konstruksi, dan kelistrikan,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Dihubungi terpisah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) optimistis menyalurkan kredit sindikasi lebih kencang. Corporate Secretary BTN Ramon Armando membidik segmen energi baru terbarukan (EBT) karena sejalan dengan meredanya sentimen Pemilu 2024, komitmen nasional untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









