Ekonomi
( 40465 )PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO : Urgensi Ketersediaan Lahan Pertanian Sumatra Selatan
Ketersediaan lahan di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi salah satu tantangan besar yang berisiko menahan laju produk domestik regional bruto (PDRB) wilayah ini di masa mendatang. Direktur ICRAF Indonesia sekaligus Koordinator Proyek Land4Lives Andree Ekadinata mengatakan bahwa kondisi Sumsel dengan seperlima pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memang erat kaitannya dengan ketersediaan lahan. Dia menjelaskan bahwa kondisi lahan saat ini tidak sama dengan dulu di mana ketersediaannya semakin menyempit.
“Kuncinya yakni membangun sinergi antara rencana pembangunan dengan rencana tata ruang, serta upaya untuk meningkatkan produktivitas sehingga setiap jengkal lahan memberikan produksi yang bermanfaat,” jelasnya, Rabu (3/4). Menurutnya, salah satu solusi yang juga bisa diterapkan untuk mengatasi persoalan lahan yakni penerapan agroforestri di mana bisa memadukan berbagai spesies di satu lahan. Dia menambahkan bahwa beberapa persoalan yang juga perlu diperhatikan sejalan dengan strategi pembangunan Sumsel 20 tahun ke depan diantaranya ketahanan pangan, pengelolaan ekosistem gambut, serta isu kesetaraan gender.
Penjabat (Pj.) Gubernur Sumsel Agus Fatoni menambahkan perekonomian wilayah ini masih mampu tumbuh stabil di kisaran 5% pada saat Covid-19. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa beberapa capaian dari indikator makro juga menunjukkan tren yang positif.
Ancaman Pailit Di Depan Mata
Februari, Pencadangan Perbankan Capai 336,56 %
RI Peroleh US$ 58 Juta di Pameran Seafood Amerika
Mengurai Dominasi Platform Digital Global
”Winner takes all market” Ekosistem bermedia hari ini menampakkan
struktur yang berlapis-lapis. Bagaimana masyarakat mengonsumsi informasi,
kurang lebih ditentukan oleh apa platform media sosial (medsos), platform mesin
pencari, platform video, web browser, sistem operasi, serta aplikasi tertanam
dalam gawai yang mereka gunakan. Model periklanan yang banyak digunakan
pengiklan juga ditentukan oleh perilaku konsumsi media yang terbentuk oleh
hal-hal tersebut. Dalam konteks inilah, perusahaan platform digital
mengendalikan praktik bermedia. Google secara paripurna menguasai pangsa pasar
teknologi mesin pencari (Google Search), platform video (Youtube), web browser
(Chrome) dan sistem operasi (Android).
Meta mendominasi jagat medsos dengan mengoperasikan platform
medsos terpopuler: Facebook, Instagram, Whatsapp. Dengan dominasi tersebut,
Google dan Meta mempraktikkan monopsoni sekaligus monopoli, yakni menguasai
pasar secara paripurna karena baik bahan dasar (data perilaku pengguna) maupun
produk akhir (teknologi, informasi, dan iklan) dikendalikan pihak yang sama. Semakin
kuat winner takes all market, semakin lebar ketimpangan antara penguasa pasar
dan pelaku pasar lain. Inilah yang terjadi dalam hubungan antara perusahaan platform
digital dan perusahaan media massa, termasuk di Indonesia. Dalam laporan We are
Social dan Melwater, dari total belanja iklan Indonesia pada 2023 yang mencapai
Rp 103,4 triliun, belanja iklan digital memiliki porsi 46 % (Rp 47,5 triliun).
Dengan pertumbuhan di atas 10 % per tahun, belanja iklan
digital diperkirakan akan menyudahi dominasi belanja iklan televisi di Indonesia
pada 2025. Sayangnya yang menikmati pertumbuhan ini bukan media massa konvensional,
melainkan raksasa digital Google dan Meta. Dalam tiga tahun terakhir, duopoli
itu menguasai lebih dari 70 % belanja iklan digital di Indonesia, melalui dua
cara. Pertama, mereka adalah pemilik inventori iklan terbesar yang mengoperasikan
platform mesin pencarian, video, dan media sosial dengan popularitas yang tak
tertandingi. Popularitas ini mampu melahirkan persepsi publik, ”kalau mau
mencari informasi, hiburan, dan jejaring, harus ke Google Search, Youtube, Facebook
dan Instagram”. Dalam peta belanja iklan digital Indonesia tahun 2023, ketiga
jenis periklanan ini memiliki porsi masing-masing: iklan pencarian (32 %/Rp 15,5
triliun), iklan medsos (35 %/Rp 16,7 triliun), iklan video (14,8 %/Rp 10,9 triliun).
Kedua, perusahaan platform digital juga mengoperasikan berbagai
teknologi penunjang periklanan digital yang semakin lama semakin sulit
dihindari penerapannya oleh para penerbit dan pengiklan, seperti DSP, SSP, Ads
Servers, Trading Desk, WebBrowser, analytics software provider, dan data provider.
Teknologi-teknologi ini melahirkan mode periklanan programatik di mana
perusahaan platform bertindak sebagai broker yang menjembatani hubungan antara
pengiklan dan media. Sebagai broker, ”diam-diam” mereka mengambil porsi bagi
hasil terbesar, diperkirakan mencapai 61-74 % dari nilai transaksi iklan. Padahal,
porsi periklanan programatik sangat dominan dalam pasar periklanan digital di
Indonesia, yakni 80 % (Rp 38,6 triliun) dari total belanja iklan digital
Indonesia 2023. (Yoga)
Di Banggai, Warga Berdaya lewat ”Maggot” hingga Kacang Disko
Sejumlah kelompok masyarakat di Banggai berdaya lewat usaha
bersama. Membawa senampan maggot, Syamsul Hidayat (50) berjalan cepat menuju
kandang ayam miliknya di Desa Sentral Timur, Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng.
Larva dari lalat black soldier fly (BSF) itu dituang ke tanah. Puluhan ayam menyambut
riuh di sore yang tenang, Minggu (31/3). Dalam sehari, ia membutuhkan 4 kg
maggot, masing-masing 2 kg di pagi dan sore. Maggot itu diambil dari ”kandang”
milik kelompok yang ada di pekarangannya. Pengeluaran untuk pakan ternak sangat
jauh berkurang. Dedak berapa, jagung harga berapa, sekarang diganti maggot yang
kami tidak perlu beli,” ujarnya. Rekannya, Yantri Suryadi (34), menuturkan hal
serupa. Ternak lele di kediamannya menggunakan pakan dari Maggot.
Pengeluaran pakan jauh berkurang dan hasil kolam
menggembirakan. Sejak 2021, Syamsul dan Yantri terhimpun dalam kelompok BSF
GenToili. Kelompok ini adalah wadah bagi warga untuk mengembangkan maggot.
Mereka bersama-sama mencari solusi pakan ternak hingga persoalan lingkungan, memanfaatkan
sampah untuk pengembangan maggot. Sampah
dari rumah, warung, dan pesantren dikumpulkan dan diolah sendiri. ”Dulu sampah
di lingkungan banyak. Orang buang sampah di kali, di pinggir jalan. Sekarang
kami yang ambil,” kata Yantri. Kelompok BSF GenToili diinisiasi oleh Agung Dwi
Pratama (29). Tujuannya agar budidaya maggot makin berkembang dan menjadi
penghasilan bersama. Kelompok saat ini berisi 13 anggota.
Menurut Agung, maggot dipilih karena ia dan anggota lainnya
sama-sama beternak, ayam ataupun lele yang membutuhkan pakan tak sedikit. Budidaya
maggot bisa jadi solusi mereka. Produksinya hingga 20 kg maggot per minggu.
Sebagian hasil tersebut dijual dan sebagian dibagi ke anggota kelompok. ”Dalam
perjalanannya, lalu didampingi oleh Pertamina melalui Donggi Matindok Field, mendapat
bantuan kolam lele, rumah produksi, hingga mesin cacah. Ini membantu dalam produksi
maggot,” kata Agung. Tak hanya maggot hidup, mereka berinovasi membuat maggot
dalam kemasan. Maggot disangrai dan dikemas dan diberi nama Maggo Booster.
Produk ini mulai diminati masyarakat untuk ternak, baik burung hias maupun ikan
koi. (Yoga)
Kredit Perbankan Tumbuh 11,28 Persen
Rapat Dewan Komisioner OJK menilai stabilitas sektor
perbankan dan jasa keuangan lainnya tetap terjaga stabil dengan kinerja intermediasi
yang kontributif, didukung likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang
kuat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (2/4) mengatakan,
sejalan dengan kinerja perekonomian global yang membaik di tengah fragmentasi
kondisi geopolitik global, kinerja industri perbankan Indonesia per Februari
2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas sebesar
2,52 % dan margin bunga bersih sebesar 4,49 %. Permodalan perbankan yang tinggi
sebesar 27,72 % menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi
ketidakpastian global.
Dari sisi kinerja intermediasi, pada Februari 2024, secara bulanan
kredit mengalami peningkatan sebesar Rp 36,96 triliun, atau tumbuh 0,52 %. Secara
tahunan, kredit kembali mencatatkan double digit growth sebesar 11,28 % menjadi
Rp 7.095 triliun. ”Pertumbuhan tersebut utamanya didorong kredit modal kerja
yang tumbuh 12,04 % secara tahunan, sementara ditinjau dari kepemilikan bank,
bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu tumbuh 13,62 %,”
kata Dian Ediana. Searah dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK)
juga mengalami pertumbuhan positif, baik secara bulanan maupun tahunan. Pada
Februari 2024, DPK tercatat tumbuh 0,30 % secara bulanan dan meningkat sebesar 5,66
% secara tahunan menjadi Rp 8.441 triliun. Giro menjadi kontributor pertumbuhan
terbesar, yaitu 7,33 % secara tahunan. (Yoga)
Pupuk Indonesia Hadapi Sejumlah Isu Strategis
PT Pupuk Indonesia (Persero) menghadapi sejumlah isu aktual
strategis pada tahun ini, mencakup distribusi pupuk bersubsidi, piutang subsidi
pupuk, dan gejolak harga pupuk beserta bahan bakunya. Meski begitu, perusahaan milik
negara itu tetap berkomitmen turut menopang ketahanan pangan nasional. Produsen
pupuk terbesar keenam dunia itu juga akan mengembangkan kemandirian bahan baku
dan hilirisasi produk turunan pupuk. Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar
Pendapat Komisi VI DPR dengan PT Pupuk Indonesia yang digelar secara hibrida di
Jakarta, Selasa (2/4). Rapat tersebut dihadiri Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad
Pribadi beserta jajarannya.
Rahmad mengatakan, penambahan anggaran dan alokasi pupuk
bersubsidi beserta pengadaan dan penyaluran merupakan salah satu isu aktual strategis
perseroan. Tahun ini, pemerintah menambah anggaran subsidi pupuk Rp 26,6
triliun menjadi Rp 53,3 triliun dari sebelumnya Rp 26,7 triliun. Dengan begitu,
alokasi pupuk bersubsidi bertambah dari 4,73 juta ton jadi 9,55 juta ton. Melalui
tambahan dana itu jenis pupuk yang disubsidi itu tidak hanya urea dan NPK.
Pupuk organik yang sebelumnya dikeluarkan dari daftar pupuk bersubsidi kini
kembali dialokasikan sebanyak 500.000 ton. ”Lahan pertanian di Indonesia sudah
banyak yang kritis sehingga pupuk organik diperlukan,” ujarnya.
Isu strategis yang dihadapi Pupuk Indonesia adalah utang
pemerintah terhadap perseroan terkait subsidi pupuk. Pembayaran utang subsidi
pupuk pemerintah kepada Pupuk Indonesia masih kurang Rp 10,48 triliun. Rahmad
menjelaskan, sebelumnya pemerintah sudah membayar utang hasil tagihan tahun
2022 senilai Rp 16,5 triliun pada 28 Desember 2023. Namun, masih ada kurang bayar
sebesar Rp 10,48 triliun. Kurang bayar itu mencakup tagihan utang tahun 2020
yang sudah diaudit BPK sebesar Rp 430,23 miliar. Isu strategis ketiga adalah
harga pupuk beserta bahan bakunya yang masih bergejolak sejak dua tahun
terakhir. Gejolak harga itu dipengaruhi faktor eksternal, yakni perang
Rusia-Ukraina dan konflik di Laut Merah. Perseroan harus menambah biaya
produksi lantaran kenaikan harga bahan baku yang mayoritas masih impor. (Yoga)
Membersihkan Aji Mumpung Jastip
Polemik pelarangan jasa titip sulit berujung tanpa pembenahan
fundamental. Jasa ini sudah lama dan mengakar. Sikap aji mumpung menjadi
masalah inti. Ditjen Bea Cukai Kemenkeu resmi membatasi barang bawaan penumpang
dari luar negeri mulai 10 Maret 2024, mengacu Permendag No 36 Tahun 2023
tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, dimana terdapat lima jenis barang
bawaan penumpang dari luar negeri yang dibatasi masuk ke Indonesia, yakni alat
elektronik, alas kaki, barang tekstil, tas, dan sepatu. Penerapan aturan
pembatasan barang bawaan penumpang dari luar negeri menuai protes sejumlah
kalangan, seperti konsumen jasa titip (jastip), pelaku jastip, hingga pekerja migran
Indonesia. Para pekerja migran tersebut merasa keberatan dengan ketentuan
pembatasan barang bawaan lantaran akan mempersulit mereka tatkala hendak
menengok keluarga di kampung halaman (Kompas.id, 1 April 2024).
Jastip sudah lama muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari
pembelanja personal (personal shopper) hingga kemudian jastip ini. Jastip kian menjadi
tren ketika muncul media sosial. Di sisi lain, masalah makin bertumpuk, mulai
dari soal legalitas perdagangan hingga motivasi melakukan jastip. Dari sisi
penjual jasa, jastip bisa menutup beberapa pengeluaran selama di luar negeri. Dari
sisi pembeli, fenomena ini tak lagi sekadar jual-beli. Mereka membeli barang karena
godaan yang dihadirkan di media sosial hingga kecanduan. Di sisi lain,
kebiasaan pamer menyebabkan mereka mudah membeli barang yang tak diperlukan. Jika
saja otoritas mau mengatur perdagangan seperti ini, langkah yang dilakukan
tidak boleh tanggung. Sebaiknya tidak mulai dari mengurusi langsung jastip.
Orang kecil membutuhkan langkah nyata untuk menindak upaya perdagangan illegal yang
mungkin masih terjadi dan dilakukan pemain kuat. Apabila ini dilakukan, publik
makin yakin soal keinginan pemerintah untuk mengatur impor secara benar. (Yoga)
Jerat dengan Pasal Pencucian Uang
Penyidik Kejaksaan Agung diminta menjerat tersangka kasus
dugaan korupsi di PT Timah dengan pasal pencucian uang. Dengan penerapan pasal
tersebut, penyidik bisa mengejar pihak yang meraup keuntungan paling besar
sekaligus para pihak yang menerima aliran dana korupsi, selain bisa
memaksimalkan pemulihan kerugian negara akibat korupsi. Sejauh ini, dari 16
orang yang sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik, baru Helena Lim yang
disebut pihak Kejagung akan disangkakan dengan pasal pencucian uang. Terbuka
kemungkinan pula tersangka lainnya, Harvey Moeis, disangkakan dengan pasal
serupa. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman saat
dihubungi, Selasa (2/4), berpandangan, dengan menerapkan pasal pencucian uang,
penyidik dapat lebih jauh membongkar para pihak yang diduga turut menerima
aliran uang.
Para pihak itu tidak hanya mereka yang turut serta menikmati,
tetapi juga pihak yang paling menikmati keuntungan, terutama pemilik manfaat
(beneficial owner). Selain itu, dengan diterapkan pasal pencucian uang, pemulihan
kerugian negara bisa lebih optimal. ”Dengan diterapkannya pasal pencucian uang,
kan, semakin banyak yang bisa disita. Dan, itu memaksimalkan pengembalian
kerugian negara,” ujarnya. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
Khusus Kejagung Kuntadi menegaskan, dalam mendalami setiap perkara korupsi,
penyidik selalu menelisik kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang. Hal itu
disebutnya sudah menjadi prosedur tetap
dari penyidik Kejagung. Terkait dengan harta benda atau aset yang diduga
terkait dengan kasus dugaan korupsi di PT Timah, kata Kuntadi, penyidik masih
terus menelusurinya. Jika penyidik menemukan adanya keterkaitan, aset tersebut
akan disita penyidik.
”Terkait dengan keuntungan (yang diterima tersangka), masih
dalam proses penelusuran kami,” ujarnya. Pada Senin (1/4), penyidik Kejagung
menyita dua mobil mewah dari kediaman Harvey Moeis di apartemen The Pakubuwono,
Jakarta. Kendaraan mewah tersebut diduga hanya sebagian kecil harta yang dikumpulkan
dari kegiatan penambangan ilegal di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT
Timah Tbk tahun 2015-2022. Kasus dugaan korupsi pengelolaan timah di tambang PT
Timah Tbk tahun 2015- 2022 diduga mengakibatkan negara mengalami kerugian
hingga Rp 271 triliun. Jumlah itu terdiri dari kerugian lingkungan (ekologis)
Rp 157,8 triliun, ekonomi lingkungan Rp 60,27 triliun, dan biaya pemulihan
lingkungan Rp 5,25 triliun. Selain itu, ada pula kerugian di luar kawasan hutan
sekitar Rp 47,7 triliun. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









