Ekonomi
( 40733 )Ekonomi (Bencana) Selat Muria
Pada Februari 2024, banjir akibat cuaca ekstrem melanda Demak,
Grobogan, dan Kudus. Sebulan kemudian, banjir melanda kembali ketiga kota itu beserta
Semarang, Pati, dan Jepara. Bencana hidrometeorologi itu menggenangi permukiman
dan lahan pertanian. Banjir juga merendam sejumlah titik jalan pantura di
Semarang, Demak, dan Kudus dan berlangsung hampir dua minggu sehingga menyumbat
jalur transportasi dan logistik. BPBD Jateng mencatat, total kerugian sementara
akibat banjir di enam kota tersebut per 2 April 2024 mencapai Rp 2,22 triliun.
Dari jumlah itu, kerugian Semarang Rp 852,3 miliar, Demak Rp 800,93 miliar, Grobogan
Rp 343,2 miliar, Jepara Rp 139,64 miliar, Kudus Rp 80,77 miliar, dan Pati Rp 11,52
miliar.
Bencana besar serupa pernah melanda Kudus, Demak, Pati, dan
Jepara pada awal 2014. Hujan ekstrem dengan curah 100-300 milimeter menyebabkan
banjir dan longsor di empat daerah itu. Bencana itu mengakibatkan 125.000 warga
mengungsi, 16 orang tewas, jalan pantura lumpuh selama dua minggu, dan tanaman
padi seluas 23.723 hektar di ketiga daerah itu puso. Total kerugian akibat bencana
di keempat kabupaten itu sebesar Rp 2,2 triliun.
Fenomena banjir akibat cuaca ekstrem dan air pasang itu memantik
perbincangan potensi munculnya kembali Selat Muria. Selat Muria merupakan wilayah
perairan di antara daratan utara Jateng dan Gunung Muria mulai abad ke-9 hingga
abad ke-17. Waktu itu, Gunung Muria merupakan pulau tersendiri, terpisah dari
Pulau Jawa, yang terekam dalam peta Jawa Dwipa yang menggambarkan Jawa pada
zaman purba (Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung, 1930). Akibat endapan
selama ratusan tahun, Selat Muria berubah menjadi daratan sehingga Pulau Muria
menyatu dengan Pulau Jawa.
Daratan tersebut mencakup Kudus serta sebagian Demak, Pati,
Semarang, Jepara, dan Grobogan. Hingga kini, Semarang, Demak, Kudus, Pati,
Grobogan, dan Jepara menjadi nadi ekonomi Jateng, bahkan Indonesia. Semarang,
misalnya, menjadi nadi logistik karena memiliki Pelabuhan Tanjung Emas. Demak,
Kudus, Pati, dan Grobogan menjadi daerah sentra beras. Dinas Pertanian dan
Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, per 15 Maret 2024, banjir melanda 16.269
hektar sawah yang ditanami padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, Kudus, dan
Jepara, menyebabkan sebagian besar padi gagal dipanen. (Yoga)
TUNJANGAN HARI RAYA, Kemenaker Terima 1.187 Pengaduan
Kemenaker telah menerima 1.187 pengaduan masalah tunjangan
hari raya atau THR keagamaan, yang tercatat di posko pengaduan pelaksanaan THR
kementerian dan dinas tenaga kerja yang dibuka sejak 4 April hingga 6 April
2024 pukul 15.00 WIB. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Haiyani Rumondang, yang ditemui di
sela-sela pelepasan mudik gratis bersama Kemenaker, Minggu (7/4) di Jakarta, menyampaikan,
ada tiga masalah utama yang diadukan ke posko, yakni THR tidak dibayar, THR terlambat
dibayar, dan nominal THR tidak sesuai ketentuan. Sesuai ketentuan, THR keagamaan
dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2024,
H-7 Lebaran jatuh pada 3 April.
Sesuai Surat Edaran Menaker No M/2/HK.04/III/-2024, besaran
THR keagamaan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan terus-menerus
atau lebih diberikan 1 bulan upah. Bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan
secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, akan diberikan THR secara
proporsional. THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh berdasarkan
perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja waktu
tertentu (PKWT). Adapun jumlah perusahaan yang diadukan terkait masalah THR
sampai 6 April 2024 pukul 15.00 mencapai 725 perusahaan.
”Pengaduan masalah THR keagamaan tahun 2024 sejauh ini paling
banyak datang dari Daerah Khusus Jakarta. Kami menduga karena jumlah perusahaan
di provinsi ini banyak,” ujar Haiyani. Dia menambahkan, daftar perusahaan yang
diadukan ke posko pengaduan THR akan menjadi atensi pengawas ketenagakerjaan.
Sejauh ini, pengawas ketenagakerjaan sudah memeriksa 30 pengaduan. Kadisnakertrans
dan Energi Daerah Khusus Jakarta Hari Nugroho, mengatakan, ada 200 perusahaan
di Daerah Khusus Jakarta yang belum membayar THR keagamaan. Menurut dia,
kebanyakan dari perusahaan tersebut bergerak di industri, bukan di bidang perdagangan
ataupun sektor lainnya. (Yoga)
Konsumsi Tunjangan Hari Raya
Tunjangan hari raya (THR) setiap tahun bagi pekerja swasta
dan aparatur sipil negara menjadi harapan bergeraknya konsumsi rumah tangga dan
pertumbuhan ekonomi. Apa saja yang dikonsumsi pekerja menggunakan THR mereka? Farika
Daniar (37) Guru di Bandung, membeli kebutuhan pokok, seperti sayur, daging,
dan bumbu. Makan bersama saat Lebaran sudah menjadi tradisi di rumah yang
menjadi tujuan mudik. Harga-harga lebih mahal, tapi tetap dibeli. Selain itu, beli
hamper untuk berbagi dengan keluarga. Harga barang-barang untuk hamper juga
naik. Tahun lalu, dengan anggaran Rp 150.000 sudah banyak, sekarang hanya dapat
setengahnya. Kaget juga dengan harganya.
Vandy Kusumawardhana (34) Karyawan Swasta, di Tangsel, Banten,
setiap Ramadhan dan Lebaran, membeli bahan pangan pokok, pakaian, dan buah.
Bahan pangan pokok dan buah-buahan kami pilih karena ibadah puasa membutuhkan
asupan makanan lebih baik guna menjaga daya tahan tubuh. Pakaian baru, biasanya
kami gunakan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. Namira Daufina Nainggolan
(32) Karyawan Swasta di Jakarta, mengatakan, setiap bulan Ramadhan dan perayaan
Idul Fitri, pola belanja meningkat. Mulai agenda buka bersama yang padat, saling
tukar hamper, serta belanja pakaian Lebaran. Selain itu, persiapan dana mudik
dan bagi-bagi THR buat sanak saudara. Kebutuhan Lebaran, di alokasikan dari
pendapatan saya dan suami. THR dari tempat kerja juga membantu kami memenuhi kebutuhan
Lebaran. (Yoga)
Mengapa Pabrik Narkoba Marak di Indonesia?
Titip Rindu buat Anabul Tersayang
Tussy Hapsary bersiap pulang kampung ke Yogyakarta mulai
Senin (8/4) bersama keluarga. Asisten rumah tangganya juga mudik. Tussy
terpaksa meninggalkan dua ekor ”buah hati”-nya, Zoe dan Zayn, anjing ras shihtzu
dan maltese. ”Mulai tahun lalu aku menyewa dogsitter kalau mudik. Nanti
dogsitter akan tinggal di rumah sekaligus jaga rumah. Aku pakai jasa mereka
karena rekomendasi dari teman dan mereka terlatih menghadapi anjing sehingga
aku cukup percayalah,” kata pakar strategi komunikasi di agensi kehumasan ini.
Biaya menyewa jasa pengasuh anjing berada di angka Rp 350.000-Rp 750.000 per
hari. Tarif termahal, kata Tussy, biasanya untuk anjing yang berukuran besar
atau pelayanannya termasuk dimandikan. Tussy lebih cocok mendatangkan pengasuh
ke rumah daripada menitipkan di rumah / hotel penampungan.
Ibu anabul lainnya, Igna, tidak mudik karena tak berlebaran.
Namun, selama 10 hari ke depan, dia bakal jadi ”ibu asuh” untuk Tom, kucing berumur
satu tahun peliharaan Runi, tetangga indekosnya. ”Nanti waktu aku mudik Natal, giliran
Runi yang ngasuh Uri, kucingku,” kata pekerja sosial yang indekos di Jaksel ini.
”Aku enggak keberatan sama sekali kamarku jadi berantakan karenanya. Aku merasa
Tom sudah seperti anak sendiri karena lebih sering main di kamarku. Kalau Runi
ada di indekos, Tom juga lebih sering di kamarku,” kata Igna. Sebelum bertemu
Runi, Igna menyewa jasa pengasuh (cat-sitter) dengan bayaran Rp 65.000 per tiga
jam. Baru setahun belakangan Igna dan Runi berkolaborasi mengasuh anak-anak
mereka. (Yoga)
Tiket Penyeberangan Mobil di Merak Telah Habis
Volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Pelabuhan
Merak, Cilegon, Banten, membeludak, Sabtu (6/4). Tiket penyeberangan dua hari
ke depan sudah ludes dan baru tersedia untuk Selasa (9/4). Sementara di Tol
Trans-Jawa, sistem satu arah cukup efektif mengurai kepadatan lalu lintas. Berdasarkan
pantauan Kompas, sistem penundaan masuk dermaga diterapkan untuk mengurangi
penumpukan kendaraan di dermaga ataupun di area parkir Pelabuhan Merak. Pengendara
ditahan secara bertahap mulai dari Rest Area KM 13 Tol Tangerang hingga Gerbang
Tol Merak.
”Kami terapkan delaying system (penundaan masuk dermaga) di
Pelabuhan Merak. Ketika area di pelabuhan sudah kosong untuk 100 kendaraan,
kami membuka gerbang tol dan mengatur 100 kendaraan masuk,” kata Kepala Korps
Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan. Sistem itu semakin efektif karena tidak
ada lagi penjualan tiket di pelabuhan oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan
Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Kendaraan yang masuk hanya untuk yang
sudah membeli tiket secara daring melalui laman atau aplikasi Ferizy.
Di hari normal, kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan
Merak ke Bakauheni, Lampung, 8.000 kendaraan per hari. Di masa mudik, lebih
dari 24.000 kendaraan melintas setiap hari. Sekretaris Perusahaan PT ASDP
Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Tiket penyeberangan mobil dari
Pelabuhan Merak menuju Bakauheni sudah habis terjual untuk 6-8 April 2024.
Tiket tersedia kembali untuk penyeberangan Selasa (9/4). Penjualan tiket yang
hanya dilakukan secara daring juga mengurangi penumpukankarena kendaraan yang
tidak punya tiket tidak ikut mengantre. Untuk pengendara sepeda motor ataupun penumpang
orang, kuota tiket penyeberangan dari Pelabuhan Ciwandan masih tersisa 30 %.
(Yoga)
Mitos, Kerja Mudah Bergaji Tinggi
Kasus ferienjob menjadi cermin fenomena anak muda yang kian
rentan terhadap rayuan kerja di luar negeri. Diaspora Indonesia di Eropa dan
Australia menepis mitos kerja mudah bergaji besar di luar negeri. Gilang Desti
Parahita, mahasiswa Indonesia yang menempuh program doctoral di King’s College
London, Inggris, melihat unsur penipuan dalam program magang ferienjob yang
diikuti para mahasiswa Indonesia di Jerman. Jika disebut magang, seharusnya ada
unsur pemanduan dari kampus kepada mahasiswa.
”Kalau tidak ada pemanduan sama sekali, itu namanya bukan
magang. Apalagi ferienjob itu kerja fisik,” kata Gilang, Kamis (4/4). Polri
menetapkan lima tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait
program magang bermasalah, yang menawari mahasiswa untuk ikut ferienjob yang
disebut bagian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dapat dikonversi
menjadi 20 SKS.Terungkapnya kasus itu berawal dari informasi Kedutaan Besar RI
di Berlin, Jerman, soal kejanggalan proses magang empat mahasiswa Indonesia. Para
mahasiswa itu merasa dieksploitasi dan terjerat utang.
Presiden Ikatan Alumni Hongaria Putra Hutama menilai, kampus
dan perusahaan penyedia lowongan magang perlu membuat nota kesepahaman (MOU).
Dengan MOU, kampus bakal mendapat kejelasan mengenai nasib mahasiswa selama
berada di negara tujuan. Menurut dia, kerja magang yang sesuai dengan keilmuan biasanya
berdurasi enam bulan sampai dua tahun. Tidak seperti ferienjob yang disebut
bagian dari MBKM, tetapi durasinya hanya 90 hari. Adapun di Australia ada peluang
kerja lewat program kerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang disebut work and
holiday visa (WHV). Program ini untuk anak muda yang ingin berlibur sambil
bekerja di Australia.
Syarat utama untuk dapat mengikuti program WHV adalah berusia
18-30 tahun, sudah mengikuti pendidikan perguruan tinggi atau setara setidaknya
dua tahun, mempunyai biaya memadai untuk tiket pergi-pulang Indonesia-Australia,
5.000 dollar Australia (Rp 52 juta), dan berbahasa Inggris baik dengan syarat
IELTS 4,5. Biaya pengajuan visa WHV ini 635 dollar Australia (Rp 6,6 juta). Mantan
jurnalis senior di Australia, Sastra Wijaya, mengatakan, saat ini bidang pekerjaan
yang tersedia untuk anak muda Indonesia, di antaranya, ialah pembuatan roti,
koki profesional, kerja perhotelan, dan bidang jasa lain. Menurut Sastra,
tingginya minat orang Indonesia bekerja di Australia membuat bidang ini rentan
penipuan. (Yoga)
Mudik Gratis Bersama Bank Jateng
Akumulasi Dana SMF ke Perumahan Capai Rp 103, 75 T
Kereta Cepat ke IKN Beri Manfaat ke Ekonomi RI
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









