Kredit Perbankan Tumbuh 11,28 Persen
Rapat Dewan Komisioner OJK menilai stabilitas sektor
perbankan dan jasa keuangan lainnya tetap terjaga stabil dengan kinerja intermediasi
yang kontributif, didukung likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang
kuat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Selasa (2/4) mengatakan,
sejalan dengan kinerja perekonomian global yang membaik di tengah fragmentasi
kondisi geopolitik global, kinerja industri perbankan Indonesia per Februari
2024 tetap resilien dan stabil didukung oleh tingkat profitabilitas sebesar
2,52 % dan margin bunga bersih sebesar 4,49 %. Permodalan perbankan yang tinggi
sebesar 27,72 % menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi
ketidakpastian global.
Dari sisi kinerja intermediasi, pada Februari 2024, secara bulanan
kredit mengalami peningkatan sebesar Rp 36,96 triliun, atau tumbuh 0,52 %. Secara
tahunan, kredit kembali mencatatkan double digit growth sebesar 11,28 % menjadi
Rp 7.095 triliun. ”Pertumbuhan tersebut utamanya didorong kredit modal kerja
yang tumbuh 12,04 % secara tahunan, sementara ditinjau dari kepemilikan bank,
bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu tumbuh 13,62 %,”
kata Dian Ediana. Searah dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK)
juga mengalami pertumbuhan positif, baik secara bulanan maupun tahunan. Pada
Februari 2024, DPK tercatat tumbuh 0,30 % secara bulanan dan meningkat sebesar 5,66
% secara tahunan menjadi Rp 8.441 triliun. Giro menjadi kontributor pertumbuhan
terbesar, yaitu 7,33 % secara tahunan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023