Di Banggai, Warga Berdaya lewat ”Maggot” hingga Kacang Disko
Sejumlah kelompok masyarakat di Banggai berdaya lewat usaha
bersama. Membawa senampan maggot, Syamsul Hidayat (50) berjalan cepat menuju
kandang ayam miliknya di Desa Sentral Timur, Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng.
Larva dari lalat black soldier fly (BSF) itu dituang ke tanah. Puluhan ayam menyambut
riuh di sore yang tenang, Minggu (31/3). Dalam sehari, ia membutuhkan 4 kg
maggot, masing-masing 2 kg di pagi dan sore. Maggot itu diambil dari ”kandang”
milik kelompok yang ada di pekarangannya. Pengeluaran untuk pakan ternak sangat
jauh berkurang. Dedak berapa, jagung harga berapa, sekarang diganti maggot yang
kami tidak perlu beli,” ujarnya. Rekannya, Yantri Suryadi (34), menuturkan hal
serupa. Ternak lele di kediamannya menggunakan pakan dari Maggot.
Pengeluaran pakan jauh berkurang dan hasil kolam
menggembirakan. Sejak 2021, Syamsul dan Yantri terhimpun dalam kelompok BSF
GenToili. Kelompok ini adalah wadah bagi warga untuk mengembangkan maggot.
Mereka bersama-sama mencari solusi pakan ternak hingga persoalan lingkungan, memanfaatkan
sampah untuk pengembangan maggot. Sampah
dari rumah, warung, dan pesantren dikumpulkan dan diolah sendiri. ”Dulu sampah
di lingkungan banyak. Orang buang sampah di kali, di pinggir jalan. Sekarang
kami yang ambil,” kata Yantri. Kelompok BSF GenToili diinisiasi oleh Agung Dwi
Pratama (29). Tujuannya agar budidaya maggot makin berkembang dan menjadi
penghasilan bersama. Kelompok saat ini berisi 13 anggota.
Menurut Agung, maggot dipilih karena ia dan anggota lainnya
sama-sama beternak, ayam ataupun lele yang membutuhkan pakan tak sedikit. Budidaya
maggot bisa jadi solusi mereka. Produksinya hingga 20 kg maggot per minggu.
Sebagian hasil tersebut dijual dan sebagian dibagi ke anggota kelompok. ”Dalam
perjalanannya, lalu didampingi oleh Pertamina melalui Donggi Matindok Field, mendapat
bantuan kolam lele, rumah produksi, hingga mesin cacah. Ini membantu dalam produksi
maggot,” kata Agung. Tak hanya maggot hidup, mereka berinovasi membuat maggot
dalam kemasan. Maggot disangrai dan dikemas dan diberi nama Maggo Booster.
Produk ini mulai diminati masyarakat untuk ternak, baik burung hias maupun ikan
koi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023