;

Geopolitik Energi Terbarukan

02 Apr 2024 Kompas
Geopolitik Energi Terbarukan

Energi turut menentukan geopolitik dunia. Penggunaan pembangkit hijau yang terus meningkat memunculkan kekuatan baru dalam geopolitik energi. Setelah kesadaran mengurangi pemanasan global dengan menekan emisi karbon meluas, penggunaan energiterbarukan meningkat. Banyak negara menambah porsi pembangkit energi terbarukan. Pembangkit berbasis bahan bakar fosil tetap dipakai, tetapi kontribusinya berusaha dikurangi. Hari Rabu (27/3) Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) menyatakan, energi terbarukan dunia tumbuh pesat sepanjang 2023: bertambah 473 gigawatt di sektor pembangkitan listrik, terbesar dalam setahun sepanjang sejarah. Energi terbarukan yang berperan signifikan dalam penambahan sepanjang 2023 merupakan energi surya dan angin (Kompas.id, 31 Maret 2024).

Dahulu, kekuatan geopolitik energi didominasi segelintir pemasok bahan bakar fosil, seperti Arab Saudi, belakangan AS muncul setelah berhasil berinovasi dan mendulang cadangan shale gas. Ada pula Rusia yang memiliki cadangan besar gas serta minyak. Negara-negara itu merupakan pemain krusial energi fosil dari sisi suplai. Di sisi permintaan, China sangat penting. Pertumbuhan ekonominya yang tinggi selama beberapa dekade terakhir menempatkan China sebagai pembeli besar di pasar energi fosil. Namun, situasi berubah. China menjadi pemasok besar energi terbarukan, karena menguasai teknologi energi terbarukan sehingga membuatnya tak lagi cuma konsumen. Hal terjadi karena sungguh-sungguh direncanakan secara matang oleh Beijing, ketergantungan terhadap impor energi fosil harus dikurangi signifikan. Negara itu pun beralih sebagai pemain penting pemasok energi terbarukan, tidak hanya pengguna teknologi pembangkit listrik hijau.

China, menurut IRENA, menyumbang 91 persen dari total penambahan kapasitas energi terbarukan di Asia. Porsi China yang sangat besar itu jelas berpengaruh signifikan terhadap posisi Asia yang secara global memberikan kontribusi 69 persen terhadap peningkatan kapasitas energi terbarukan dunia. China bisa berkontribusi besar dalam penambahan kapasitas energi terbarukan karena menguasai teknologinya. Penggunaan energi terbarukan yang meluas dimanfaatkan secara baik oleh China. Pergeseran kekuatan geopolitik energi akibat peningkatan kebutuhan teknologi pembangkit hijau menguntungkan China. Persaingan geopolitik energi terbarukan akan terus meningkat. Maka, negara-negara lain harus bekerja keras untuk menguasai teknologi energi terbarukan sehingga tak selalu didikte kekuatan besar di sektor tersebut. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :