Ekonomi
( 40600 )Jagung dan Sorgum Alternatif Pangan Sehat Saat Berpuasa
Biji-bijian memiliki nilai gizi tinggi dan bisa menggantikan nasi
sebagai sumber karbohidrat utama. Pangan
jenis ini juga ramah diet khusus, mulai untuk orang dengan diabetes hingga pencernaan
sensitif. Berpuasa di bulan Ramadhan bisa menjadi kesempatan emas melakukan petualangan
kuliner sembari menerapkan gaya hidup sehat Dari kategori biji-bijian, jagung
dan sorgum menarik untuk dicoba. Selain nikmat, kedua jenis biji-bijian ini
juga cocok dikonsumsi orang-orang dengan diabetes melitus ataupun diet-diet khusus
lainnya. Dari kedua alternatif itu, nasi jagung lebih akrab dengan masyarakat
Nusantara. Pangan ini membantu memperlambat pengosongan lambung dan usus pada
penderita diabetes melitus sehingga akan memperlambat peningkatan gula darah.
Di Kota Malang, Jatim, ada Warung Nasi Jagung Bu Sri di Pasar
Oro-Oro Ombo Kota Malang. Misriati (72), pemilik warung, menuturkan, penderita
diabetes menjadi salah satu pembeli di warungnya. ”Mereka memang makan nasi jagung,”
katanya, Kamis (21/3). Nasi jagung Bu Sri terdiri dari nasi jagung, ikan asin, urap,
kering tempe, sayur oseng kacang, tahu bumbu, serta sambal terasi. Seporsi makanan
lengkap ini harganya Rp 10.000. ”Bisa minta full nasi jagung atau dicampur nasi
putih,” katanya. Memiliki kadar kalori cukup tinggi membuat jagung dikatakan
merupakan alternatif makanan pokok pengganti beras.
Selain jagung, juga ada sorgum, di beberapa wilayah dikenal
dengan nama garai yang berasal dari Afrika. Sorgum bebas gluten yang baik untuk
program diet. Di Restoran Clean Canteen, Jakarta, Rabu (27/3), Fauzan yang
berprofesi sebagai juru masak menunjukkan sorgum mentah. Penampakannya mirip
seperti beras. Akan tetapi, bentuk bijinya tidak lonjong. Butir-butir sorgum
bulat dan kecil-kecil. Teksturnya mirip dengan nasi pera yang biasa digunakan
untuk nasi goreng. Selain ”nasi” goreng sorgum, Fauzan juga mengolah biji-bijian
ini menjadi tepung. Bahan itu dipakai untuk membuat panekuk ala Jepang. Fauzan
ingin menunjukkan kepada pengunjung restoran bahwa sorgum merupakan bahan makanan
yang fleksibel dengan beragam cara pengolahan. Salah satu pengunjung, Mira (37),
mengaku masih awam dengan sorgum. ”Ternyata sorgum dari dalam negeri?
Sepertinya bisa nih dicoba,” katanya bersemangat. (Yoga)
Geopolitik Energi Terbarukan
Energi turut menentukan geopolitik dunia. Penggunaan pembangkit
hijau yang terus meningkat memunculkan kekuatan baru dalam geopolitik energi.
Setelah kesadaran mengurangi pemanasan global dengan menekan emisi karbon meluas,
penggunaan energiterbarukan meningkat. Banyak negara menambah porsi pembangkit
energi terbarukan. Pembangkit berbasis bahan bakar fosil tetap dipakai, tetapi
kontribusinya berusaha dikurangi. Hari Rabu (27/3) Badan Energi Terbarukan
Internasional (IRENA) menyatakan, energi terbarukan dunia tumbuh pesat
sepanjang 2023: bertambah 473 gigawatt di sektor pembangkitan listrik, terbesar
dalam setahun sepanjang sejarah. Energi terbarukan yang berperan signifikan
dalam penambahan sepanjang 2023 merupakan energi surya dan angin (Kompas.id, 31
Maret 2024).
Dahulu, kekuatan geopolitik energi didominasi segelintir pemasok
bahan bakar fosil, seperti Arab Saudi, belakangan AS muncul setelah berhasil
berinovasi dan mendulang cadangan shale gas. Ada pula Rusia yang memiliki
cadangan besar gas serta minyak. Negara-negara itu merupakan pemain krusial
energi fosil dari sisi suplai. Di sisi permintaan, China sangat penting. Pertumbuhan
ekonominya yang tinggi selama beberapa dekade terakhir menempatkan China sebagai
pembeli besar di pasar energi fosil. Namun, situasi berubah. China menjadi
pemasok besar energi terbarukan, karena menguasai teknologi energi terbarukan
sehingga membuatnya tak lagi cuma konsumen. Hal terjadi karena sungguh-sungguh
direncanakan secara matang oleh Beijing, ketergantungan terhadap impor energi
fosil harus dikurangi signifikan. Negara itu pun beralih sebagai pemain penting
pemasok energi terbarukan, tidak hanya pengguna teknologi pembangkit listrik
hijau.
China, menurut IRENA, menyumbang 91 persen dari total penambahan
kapasitas energi terbarukan di Asia. Porsi China yang sangat besar itu jelas
berpengaruh signifikan terhadap posisi Asia yang secara global memberikan
kontribusi 69 persen terhadap peningkatan kapasitas energi terbarukan dunia. China
bisa berkontribusi besar dalam penambahan kapasitas energi terbarukan karena
menguasai teknologinya. Penggunaan energi terbarukan yang meluas dimanfaatkan secara
baik oleh China. Pergeseran kekuatan geopolitik energi akibat peningkatan
kebutuhan teknologi pembangkit hijau menguntungkan China. Persaingan geopolitik
energi terbarukan akan terus meningkat. Maka, negara-negara lain harus bekerja
keras untuk menguasai teknologi energi terbarukan sehingga tak selalu didikte
kekuatan besar di sektor tersebut. (Yoga)
Laju Inflasi Kian Cepat, Per Maret Lampaui 3 Persen
Komoditas pangan bergejolak telah memicu lonjakan inflasi
selama momentum Ramadhan atau periode Maret 2024. Dalam tiga bulan pertama
2024, laju inflasi cenderung semakin cepat. BPS, Senin (1/4/2024), merilis tingkat
inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52 % secara bulanan dan 3,05 % secara tahunan.
Laju inflasi tahunan tersebut lebih cepat dibandingkan bulan Februari yang sebesar
2,75 % dan Januari yang sebesar 2,57 %. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau
menjadi penyumbang utama inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan, dengan
andil inflasi 0,41 % dan 2,09 %. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan,
inflasi Maret 2024, yang bertepatan dengan momen Ramadhan, meningkat dibandingkan
Februari 2024.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya,
kecuali pada 2022, inflasi Ramadhan tahun ini masih relatif lebih tinggi. ”Komoditas
penyebab utama inflasi (bulanan) Maret 2024 didominasi oleh komoditas pangan
bergejolak, antara lain, telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit,
dan bawang putih. Beberapa komoditas yang mengalami deflasi pada Maret 2024
adalah cabai merah, tomat, dan tarif angkutan udara,” katanya. Komoditas telur
ayam ras dan daging ayam ras merupakan penyumbang inflasi bulanan terbesar pada
Maret 2024, di 0,09 %. Lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan menjadi salah
satu faktor pendorong harga telur dan daging ayam ras naik dibandingkan bulan
sebelumnya.
Sejak awal tahun 2023, inflasi beras tertinggi terjadi pada September
2023 yang sebesar 5,61 % saat terjadi El Nino dan pembatasan ekspor beras di
pasar global oleh beberapa negara. Sempat mereda, inflasi beras kembali naik
cukup tinggi pada Februari 2024 yang mencapai 5,32 % sebelum terjadi panen
raya. ”Pada Maret 2024, tekanan inflasi beras terlihat mulai melemah seiring mulainya
panen raya. Artinya, terjadi peningkatan produksi beras di domestik,” ujar
Amalia. Secara tahunan, inflasi beras pada Maret 2024 tercatat 20,07 % atau
tertinggi sejak Februari 2011 yang kala itu mencapai 23,34 %. Di sisi lain, inflasi
harga bergejolak secara tahunan pada Maret 2024 tercatat 10,33 % atau tertinggi
sejak Juli 2022 yang mencapai 11, 47 %. (Yoga)
IHSG ”Kebakaran” Jelang Libur Panjang Lebaran
Indeks Harga Saham Gabungan di awal April kembali melanjutkan
pelemahan sejak pekan lalu. Beragam sentimen dalam negeri, mulai dari sengketa
pemilu hingga aksi jual beli investor pasca pembagian dividen sejumlah saham
besar dan menjelang libur panjang Lebaran jadi katalisnya. Akhir perdagangan
bursa, Senin (1/4/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami
kemerosotan 83,7 poin atau 1,15 % hingga 7.205 dibandingkan akhir perdagangan pekan
lalu, Kamis (28/3). Sepekan terakhir, IHSG tumbuh minus hingga 1,97 persen dari
sebelumnya yang bertahan di level 7.300. Pilarmas Investindo Sekuritas
menyampaikan, beberapa faktor internal membayangi pergerakan IHSG di awal April
ini.
Indeks IHSG, menurut mereka, tertekan perhatian pasar pada
sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di MK. ”Saat
ini sudah pada agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli, di mana mencuat
beberapa nama menteri yang akan menjadi saksi,” kata mereka dalam laporan
analisis yang dipublikasikan kemarin. Pasar juga tengah mencermati laporan
ekonomi Indonesia, Maret 2024, yang rilis awal bulan ini. Seperti data Indeks Manajer
Pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global
yang naik menjadi 54,2 pada Maret 2024 dari 52,7 pada Februari. Berdasarkan
data BPS, secara tahunan, inflasi naik 3,05 % pada Maret. Analisis Phintraco Sekuritas
menilai, data ini melampaui ekspektasi pasar dari perkiraan sebesar 2,91 %.
Melencengnya perkiraan ini membuat IHSG terus “Kebakaran” atau melemah hingga sesi akhir perdagangan kemarin.
(Yoga)
Ambisi Arab Saudi Menggenjot Pariwisata
Seolah penawar duka untuk komunitas penggemar Dragon Ball di
dunia atas wafatnya Akira Toriyama, sebuah berita di situs resmi Dragon Ball
pada Jumat (22/3) mengumumkan, taman hiburan bertema Dragon Ball akan menjadi
megaproyek perusahaan investasi raksasa yang berbasis di Arab Saudi, Qiddiya
Investment Co. Kabar yang diiringi teaser video taman hiburan Dragon Ball,
langsung menjadi hype di berbagai kanal media sosial. Taman hiburan tematis ini
akan dibangun di kompleks kota Qiddiya, 45 km dari pusat kota Riyadh. Di taman
hiburan tematik ini, pengunjung akan diajak bertualang bersama puluhan karakter
dalam seri Dragon Ball, termasuk Son Goku, untuk menjelajahi sejumlah lokasi
ikonik, seperti Kame House, Capsule Corporation, dan Planet Beerus. Lebih dari
30 atraksi telah direncanakan, termasuk roller coaster skala besar di dalam patung
Shenron, karakter naga dalam serial Dragon Ball, setinggi 70 meter. Taman ini
juga akan dilengkapi dengan hotel dan restoran.
Perpaduan nama besar Dragon Ball dengan kredibilitas Qiddiya
Investment Co, yang punya portofolio megaproyek dengan nilai 7 triliun USD atau
Rp 100.000 triliun, tentu menjadi daya Tarik para investor global.Qiddiya Investment
Company adalah perusahaan investor yang didirikan pada tahun 2018 dan
sepenuhnya dimiliki Dana Investasi Publik (PIF) Kerajaan Arab Saudi. Sejumlah
”gigaproyek” yang menjadi portofolio perusahaan adalah Red Sea Global, Kota
Wisata Qiddiya, dan Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah yang bertujuan untuk
meningkatkan status kerajaan sebagai tujuan wisata terkemuka. Gigaproyek dari
PIF tak sekadar memperkuat posisi Arab Saudi sebagai destinasi wisata global
yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dari seluruh dunia. Pemerintah
Arab Saudi memang punya rencana ambisius untuk mendorong kembali perekonomian melalui
sektor wisata, dengan target kunjungan lebih dari 150 juta wisatawan mulai 2030.
Sektor pariwisata terbukti memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap perekonomian negara dengan wisatawan domestik dan internasional
menghabiskan lebih dari 250 miliar riyal (66,6 miliar USD) pada tahun 2023.
Pengeluaran ini mewakili 4 % PDB dan 7 % PDB nonminyak. Besarnya nilai ekonomi
tersebut mencerminkan peran penting pariwisata dalam mendiversifikasi
perekonomian Arab Saudi yang dalam beberapa dekade lalu bertumpu pada sektor
minyak bumi. Dilansir dari AP, sektor pariwisata di Kerajaan Arab Saudi mengalami
lompatan kualitatif yang signifikan dengan total wisatawan, baik domestik
maupun internasional, 106,2 juta orang pada tahun 2023. Menteri Pariwisata Arab
Saudi Ahmed Al Khateeb mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah pilar utama
dalam transformasi ekonomi negara berdasarkan Visi 2030, untuk menciptakan
lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga Arab Saudi. Visi tersebut
membuat dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan ekosistem pariwisata terus
berjalan sejalan dengan strategi pariwisata nasional dengan mengembangkan
destinasi wisata yang beragam. (Yoga)
Rumah di Jakarta dan Bali Diminati Asing
Bali dan Jakarta menjadi wilayah yang paling diminati warga
negara asing untuk memiliki properti di Indonesia. Hingga triwulan I
(Januari-Maret) 2024, permintaan properti oleh warga negara asing terus
meningkat, meliputi rumah tapak, tanah, dan apartemen. Head of Research
Rumah123 Marisa Jaya, dalam keterangan pers, Senin (1/4) mengatakan, dalam satu
dekade terakhir, kebijakan kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA)
di Indonesia semakin fleksibel. Fleksibilitas dalam kebijakan dan regulasi
pemerintah membuka peluang baru bagi industri properti untuk menarik minat pasar
WNA.
Rumah123 mencatat, selama triwulan I-2024, pencarian tertinggi
oleh WNA terdapat pada segmen hunian harga Rp 1 miliar-Rp 3 miliar, yakni 34,7
%, diikuti harga Rp 400 juta-1 miliar (25,7 %). Hunian dengan harga di atas Rp
5 miliar juga mencatatkan persentase yang cukup tinggi, yaitu 18 %. Sepanjang
tahun 2023, terdapat 10 wilayah paling diminati pencari properti berkebangsaan
asing. Popularitas tertinggi adalah di wilayah Jaksel, Badung (Bali), dan Tangerang
(Banten), diikuti oleh Bandung, Jabar, Batam, Jakut, Denpasar, Jakpus, dan Surabaya.
Permintaan properti oleh warga asing melonjak terutama di
Badung, Bali, 92,1 %, dibandingkan tahun 2022, Denpasar naik 81,3 %, Surabaya
meningkat 49,6 %, dan Jakut 46 % secara tahunan. ”Pertumbuhan permintaan
properti dari WNA di tahun 2023 mengalami perkembangan pesat dibandingkan tahun
2022. Potensi pasar WNA diharapkan semakin mempercepat pertumbuhan dan kemajuan
industri ini lebih baik di tahun 2024,” ujar Marisa, dalam keterangan pers. Ketua
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bali
Gede Suardita, mengemukakan, permintaan properti oleh warga asing di Bali terus
meningkat sejak terbitnya regulasi yang memudahkan properti bagi WNA. Pembelian
properti oleh warga asing dilakukan terutama untuk vila. (Yoga)
INFLASI DAERAH : PENGENDALIAN TAK BOLEH KENDUR
Rentetan aksi pemerintah daerah dalam beberapa pekan terakhir lewat berbagai macam strategi nyatanya belum mampu menahan inflasi di rentang zona sasaran. Mayoritas provinsi tercatat masih menorehkan inflasi di atas rata-rata nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari separuh provinsi mencatatkan inflasi tahunan pada Maret 2024 di atas rata-rata nasional yang hanya 3,05%.Tercatat, ada 21 provinsi dari 38 provinsi yang berada di atas rata-rata nasional. Bahkan, apabila menggunakan patokan rentang sasaran Bank Indonesia, ada 13 provinsi yang mencatatkan inflasi tahunan pada Maret 2024 di atas 3,5%. Padahal, bank sentral menargetkan inflasi tahun ini berada di rentang 2,5% plus minus 1% alias pada rentang 1,5%—3,5%. Oleh sebab itu, upaya pengendalian tak boleh mengendur lantaran hajatan tahunan arus mudik dan arus balik baru akan terjadi pada awal kuartal II/2024 yang berpotensi mengerek inflasi lebih tinggi. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya yang masih waspada menghadapi tantangan inflasi, khususnya pada harga pangan jelang perayaan Idulfi tri 2024.
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana menyatakan bahwa Kaltim siap melaksanakan arahan pusat dalam pengendalian inflasi di daerah. “Kabupaten Berau mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,0%, sementara Kota Samarinda mencatat yang terendah sebesar 2,84%,” kata Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, Senin (1/4). “Namun, terdapat penurunan indeks pada kelompok perlengkapan rumah tangga, yang memberikan efek defl asi,” katanya. Kemarin, Senin (1/4), Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan secara serentak di seluruh provinsi, dan di seluruh kabupaten/kota, tak terkecuali di Benua Etam. Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim Amaylia Dina Widyastuti menjelaskan bahwa GPM di wiilayah ini diikuti oleh 45 partisipan yang terdiri dari pelaku usaha yang menjual bahan pokok pangan strategis, produk pangan olahan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beberapa perangkat daerah terkait.
Provinsi Jawa Barat (Jabar) juga melakukan langkah serupa, meski dikemas dalam format yang sedikit berbeda, Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi). Opadi merupakan upaya Pemprov Jabar menekan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Idulfi tri yang digelar serentak di 27 kabupaten/kota wilayah ini dari 1—5 April 2024. Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin pun meresmikan Opadi di Jalan R. Syamsudin, Kota Sukabumi, Senin (1/4). Dalam Opadi tersebut, komoditas yang dijual, yaitu paket beras premium kemasan 5 kilogram, gula premium kemasan 2 kilogram, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter. Dalam harga normal paket tersebut dibandrol dengan harga Rp146.700. Namun setelah disubsidi, masyarakat dapat membelinya di Opadi dengan harga Rp101.000 atau mendapat subsidi Rp45.700. Gelaran Opadi ini menjadi penting lantaran wilayah ini mencatatkan inflasi tahunan tertinggi pada Maret 2024 untuk region Jawa, dengan pencapaian 3,48%. Kepala BPS Jabar Marsudijono mengatakan bahwa selain emas perhiasan, komoditas lain yang juga berkontribusi terhadap inflasi wilayah ini adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, dan tomat.
Sementara itu, ada yang berbeda dengan GPM yang digelar oleh Pemprov Jawa Tengah. Hal ini lantaran warga dapat menebus dengan harga sukarela. Akan tetapi, kondisi itu hanya berlaku bagi para korban banjir. Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan bahwa saat ini gelaran GPM di Jawa Tengah sudah melebihi target, yakni sebanyak 150 gelaran. “GPM hari ini adalah GPM kita yg ketiga. Nah, untuk hari ini kita ada 12 kota, seluruhnya 150 ton beras,” katanya Senin (1/3).Pada GPM kali ini, imbuhnya, berhasil menekan harga beras menjadi Rp14.600 per kilogramnya.
Sementara itu, imbuhnya, warga Jateng yang terdampak banjir juga diperbolehkan buat menebus paket sembako dengan harga sukarela. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra berharap, kegiatan ini bisa makin mendorong penurunan inflasi, khususnya di provinsi ini.
Adapun, BPS Jateng mencatat kenaikan harga pangan masih menjadi pemicu utama inflasi tahunan di wilayah ini ke level 3,4%. Komoditas beras sendiri masih menjadi penyumbang utama inflasi di provinsi ini hingga Maret 2024. BPS mencatat, dari 9 kabupaten dan kota pemantauan inflasi di Jateng, hanya ada 3 wilayah yang sudah mengalami penurunan harga beras.
KREDIT USAHA RAKYAT : Minat Tinggi Skema Mikro
Kredit usaha rakyat (KUR) dengan skema mikro mendominasi penyaluran pembiayaan di Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran KUR di provinsi ini pada januari—Februari 2024 telah mencapai Rp2,12 trilun. Jumlah tersebut disalurkan kepada sebanyak 38.894 debitur di wilayah ini. Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Darwisman menjelaskan bahwa penyaluran KUR dengan skema mikro pada periode tersebut mencapai Rp1,69 triliun, atau 80,12% kepada sebanyak 35.622 debitur.
Dia memerinci bahwa penyaluran KUR di Sulsel juga masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai Rp844 miliar, atau mencakup 39,8% dari total penyaluran. Di posisi kedua, ada sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp771 miliar dengan porsi mencapai 36,39%. Posisi ketiga adalah sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan yang nilainya mencapai Rp204 miliar dengan porsi 9,62%. Dua sektor lainnya adalah sektor industri pengolahan dan sektor perikanan dengan penyaluran masing-masing Rp108,4 miliar dan Rp86 miliar.
Sayangnya, apabila dilihat dari sisi lokasi penyaluran KUR di Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan yang tergambar dari dominasi Kota Makassar dengan penyaluran mencapai Rp295,28 miliar kepada 4.670 debitur. Ibu kota Sulsel ini memiliki porsi mencapai 13,92%. Lokasi berikutnya adalah Kabupaten Bone dengan penyaluran KUR mencapai Rp175,66 miliar kepada 3.111 debitur.
EKONOMI LEBARAN 2024 : BANJIR DANA MENGARAH KE DAERAH
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyusul potensi perputaran ekonomi Lebaran 2024 mencapai Rp276,11 triliun. Potensi itu mengacu prediksi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran yang menembus 193,6 juta orang atau 71,7% dari total pupulasi penduduk Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa koordinasi itu bertujuan memastikan kesiapan daerah dan destinasi wisata dalam menyambut libur Lebaran 2024. Dia telah menyampaikan Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Mudik dan Hari Raya Idulfi tri 1445 H kepada seluruh pemerintah daerah dan seluruh pelaku usaha pariwisata. “Kemenparekraf akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait seperti Kemenhub, Kemenkes, Kepolisian, dan Basarnas setempat,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (1/4). Sandiaga mengungkapkan mayoritas wisatawan berasal dari daerah sekitar destinasi dan masyarakat intraprovinsi. Dia juga memperkirakan kepadatan aktivitas wisata akan dimulai pada H+1 Lebaran dan tingkat okupansi diprediksi lebih dari 80%, bahkan hingga menembus 100% di destinasi favorit.
Deputi Bidang Kajian Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menambahkan potensi perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencapai Rp276,11 triliun merupakan angka sementara Kemenparekraf 2024. Dia menegaskan potensi perputaran ekonomi itu diasumsikan meningkat sebesar 18% dibandingkan potensi perputaran ekonomi Lebaran 2023.
Kemenparekraf mencatat tiga tujuan utama pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di antaranya adalah Jawa Tengah kurang lebih 61,6 juta orang, Jawa Timur 37,6 juta orang, dan Jawa Barat 32 juta orang. Selain itu, dia memperkirakan preferensi wisata masyarakat di antaranya wisata pantai atau danau, pusat kuliner, pegunungan atau agrowisata, taman rekreasi dan kebun binatang, serta pusat perbelanjaan. Berdasarkan kajian Lebaran yang dilakukan Kemenparekraf, Dessy menegaskan momentum Lebaran 2024 mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5% pada kuartal I/2024 dan II/2024.
Sementara itu, pemerhati pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru optimistis potensi perputaran ekonomi sektor parekraf menembus Rp276,11 triliun.
Akan tetapi, Chusmeru memberikan sederet catatan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama libur Lebaran antara lain membatasi jumlah pengunjung di satu objek wisata untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat pengunjung membeludak dan perlunya pemantauan terhadap kemampuan sarana dan prasarana, utamanya pada wahana wisata.
EKSPANSI SEMU MANUFAKTUR
Kinerja manufaktur nasional kembali kinclong, jika merujuk pada Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Maret 2024, lansiran S&P Global. PMI tercatat ekspansif dengan angka indeks 54,2 atau tertinggi sejak Oktober 2021. Capaian moncer itu disokong oleh peningkatan pesanan yang diterima perusahaan, khususnya dari pasar domestik yang belakangan menjadi penopang manufaktur nasional. Kinerja PMI Manufaktur Indonesia tergolong baik dibandingkan dengan negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan yang turun menjadi 49,8 dari 50,7 pada Februari, dan Jepang yang masih terkontraksi meski mampu naik menjadi 48,2 dari 47,2. Kemudian juga Taiwan yang manufakturnya masih dalam zona kontraksi meski mampu tumbuh menjadi 49,3 dari 48,6, serta China yang naik tipis menjadi 51,1 dari 50,9 pada Februari. Kendati demikian, capaian positif itu dibayangi fakta bahwa sebagian pelaku industri masih bergulat dengan berbagai tekanan yang mengimpit usaha mereka.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, performa manufaktur dalam negeri bisa lebih bergeliat apabila pemerintah konsisten memberikan dukungan kepada pelaku industri, seperti dengan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk seluruh sektor industri. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, HGBT sangat berkorelasi positif dengan kinerja industri di dalam negeri. Kenaikan pajak dari industri pengguna HGBT sepanjang tahun lalu pun mencapai 32% dibandingkan dengan 2019. Dampak positif lainnya, selama 2020 hingga 2023 adalah peningkatan ekspor sebesar Rp84,98 triliun, peningkatan penerimaan pajak Rp27,81 triliun, peningkatan investasi Rp31,06 triliun, dan penurunan subsidi pupuk mencapai Rp13,3 triliun.
Perihal kinerja PMI yang kinclong di tengah berbagai tekanan yang dialami pelaku usaha manufaktur, Kementerian Perindustrian menjelaskan bahwa PMI Manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri yang dirilis oleh pemerintah memang hanya menggambarkan kondisi industri secara makro. “Perusahaan industri yang menjadi responden surveinya banyak, dan sebagian besar mereka optimistis, dan sedang mengalami ekspansi, sehingga banyak yang merekrut tenaga kerja,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif. Jika ditengok, penutupan fasilitas produksi atau pabrik, khususnya di sektor tekstil dan produk tekstil atau TPT, alas kaki, dan olahan karet masih terjadi di tengah tren ekspansi manufaktur yang sudah terjadi dalam 31 bulan terakhir. Pemulihan aktivitas yang belum merata diklaim menjadi salah satu penyebab masih ada pabrik yang tutup di tengah tingginya optimisme pelaku industri.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, mayoritas manufaktur yang terpaksa menutup fasilitas produksi adalah perusahaan dengan orientasi ekspor atau telah mengalami koreksi permintaan secara besar-besaran pascapandemi.
Senada, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan, penutupan pabrik sepatu di dalam negeri terjadi karena pelaku usaha masih terjerat dampak pelemahan ekonomi dan pandemi Covid-19.
Adapun, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, industri hulu dan intermediateindustri TPT masih memerlukan waktu untuk pulih, meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan terbatas impor.
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, ekspansi manufaktur di Indonesia masih terbatas pada subsektor tertentu, seperti industri makanan dan minuman (mamin) akibat peningkatan permintaan pada Ramadan dan Idulfi tri.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









