;

Pasar, Pusat Belanja, dan Penarik Wisatawan

Ekonomi Yoga 04 Apr 2024 Kompas (H)
Pasar, Pusat Belanja, dan Penarik Wisatawan

Roda ekonomi perkotaan semakin menggeliat selama Ramadhan. Pasar menjadi poros dinamika tersebut. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, pasar juga menjadi magnet yang menarik wisatawan lokal ataupun luar daerah untuk menikmati Ramadhan. Ada tradisi Ramadhan di Makassar, Sulsel, yaitu warga dari luar Makassar berbondong-bondong datang, mulai pertengahan hingga menjelang akhir Ramadhan. Tak hanya dari seluruh kabupaten di Sulsel, warga dari Sulbar dan Sulteng juga ikut menjadi bagian pengunjung Makassar saat Ramadhan. Mereka berbelanja berbagai keperluan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga pakaian sembari juga berlibur. Menjelang Lebaran, mereka pulang ke kampung halaman. Biasanya, mudik ini bersama dengan anggota keluarga yang tinggal di Makassar.

Salah satu yang menjalani tradisi ini adalah Marhayani (50) warga Bulukumba. Biasanya momen ini juga dimanfaatkan Marhayani untuk menjemput anaknya yang kuliah di Makassar. ”Di Makassar lumayan lengkap untuk belanja. Kalau sudah melewatkan setengah puasa di kampung, kami sekeluarga ke Makassar untuk belanja baju Lebaran dan berbagai kebutuhan. Pulangnya sekalian bawa anak mudik,” katanya, Sabtu (30/3). Waktu menginap di Makassar inilah mereka manfaatkan untuk berbelanja oleh-oleh yang akan dibawa ke kampung. Ini umumnya menjadi kebiasaan bagi warga Sulsel yang merantau di Jawa dan di kawasan timur Indonesia (KTI).

”Belanja di Makassar lebih murah ketimbang di Papua. Biasanya keluarga dari kampung datang menjemput di Makassar, lalu kami sama-sama belanja dan mudik,” ujar Nurhayati (45), warga Luwu yang merantau ke Papua. Wali Kota Makassar M Ramdhan Pomanto mengatakan, tradisi ini membuat ekonomi Makassar menggeliat. Apalagi, inflasi masih terjaga dengan angka di bawah rata-rata nasional. Daya beli masyarakat ada dan ekonomi tumbuh. Ini pertanda baik bagi semua. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :