;
Tags

Migas

( 497 )

Target Satu Juta Barel Butuh Investasi US$ 185,7

KT1 08 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi sebesar US$ 185,7 miliar untuk mencapai target kaki kubik per hari (billion standard cubic-feet per day/BSCFD) di 2030. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ini, sektor hulu migas nasional guna memenuhi kebutuhan domestik yang semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan investasi diperlukan agar kegiatan ekplorasi dan pengembangan lapangan migas bisa dilakukan secara masif. Iklim investasi di sektor hulu migas terus diperbaiki melalui pemberian insentif dan perubahan kebijakan fiskal. "Daya tarik investasi di sektor hulu migas di Indonesia sebenarnya sudah membaik, namun masih ada hal-hal yang harus diperbaiki," kata Dwi Soetjipto dalam keterangannya di Jakarta, kamis. Di 2050, lanjut Dwi, volume konsumsi minyak diperkirakan naik 139%, sementara volume  konsumsi gas diprediksi naik 298%. Dukungan investasi di sektor hulu migas terus diperbaiki melalui pemberian insentif dan perubahan kebijakan fiskal. (Yetede)

PROYEK MIGAS : ‘Langit Cerah’ dari Proyek LNG Tangguh

HR1 05 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, Tangguh Train 3 bakal beroperasi secara komersial atau on stream pada pertengahan September 2023. Kepastian tersebut didapat setelah audiensi antara petinggi BP yang menggarap proyek tersebut dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) arifin Tasrif. “Beberapa hari ke depan akan first drop. Targetnya pertengahan September ini, tetapi mudah-mudahan bisa dipercepat,” katanya, Senin (4/9). Dia menjelaskan, proyek Tangguh Train 3 juga sudah menyelesaikan persoalan kepastian pembelian gas dari beberapa calon pembeli di dalam negeri. Hal itu membuat perkara komersialisasi gas angkut dari tambahan produksi Lapangan Tangguh telah tuntas. Tangguh Train 3 rencananya bakal memiliki kapasitas 3,8 million tons per annum (mtpa) yang dikembangkan berdasarkan persetujuan plan of development (POD) II dengan nilai investasi mencapai US$11 miliar. Kementerian ESDM menyebut, 75% produksi dari Tangguh Train 3 sudah dikontrak oleh PT PLN (Persero), sedangkan sisanya akan dilepas ke pasar luar negeri.

Berharap Banyak pada RUU Migas

KT1 31 Aug 2023 Tempo

JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) belum menunjukkan kemajuan berarti. Padahal kondisi hulu migas Indonesia sudah kritis. Hingga kemarin, 30 Agustus 2023, RUU Migas masih dalam tahap pembahasan. Pada awal pekan ini, Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat mengundang sejumlah pihak untuk rapat dengar pendapat, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, hingga Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas. Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Achmad Baidowi, hasil pembahasan tersebut akan dilanjutkan kembali di Komisi Energi dan Perindustrian.

Menurut Wakil Ketua Komisi Energi dan Perindustrian DPR Eddy Soeparno, pembahasan terus digeber. Sejumlah poin krusial mulai mengerucut, khususnya soal badan usaha khusus pengganti SKK Migas. "Kami menargetkan pembahasan RUU ini selesai sebelum akhir tahun," kata Eddy kepada Tempo, kemarin. Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Moshe Rizal masih belum menyerah berharap pada janji DPR RI setelah lebih dari satu dekade menanti revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 ini. "Seharusnya, dengan akan berakhirnya masa kepemimpinan, bisa menjadi pemicu DPR untuk meloloskan RUU Migas," kata dia. (Yetede)

Dapat Dukungan Cuaca, Harga Gas Alam Sulit Membara

HR1 28 Aug 2023 Kontan

Di atas kertas, perkiraan cuaca panas yang akan berlanjut hingga minggu ini bisa membuat harga gas alam terangkat. Cuaca panas memaksa pembangkit listrik untuk terus membakar gas lebih banyak demi menghasilkan listrik bagi pendingin ruangan. Namun, harga gas alam justru masih dalam tren tertekan. Harga gas alam untuk pengiriman September 2023 di New York Merchantile Exchange pada Jumat (25/8) berada di level US$ 2,54 per MMbtu, atau naik tipis 0,02% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan harga gas alam melemah 0,43%. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan tren harga gas alam memang masih tertekan sejak Rusia memangkas aliran gas melalui Jalur Nord. Setelah pemangkasan itu, Eropa membeli gas alam dari Timur Tengah, Asia dan Afrika yang mengakibatkan saat masuk musim dingin, Eropa sudah memenuhi kuotanya. Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengamati, meskipun memasuki musim dingin tekanan terhadap harga gas alam tidak akan langsung mereda lantaran musim dingin yang lebih hangat. Di sisi lain, aktivitas pembelian Asia menurun dalam beberapa pekan terakhir. Wahyu memperkirakan harga gas alam di akhir tahun berkisar US$ 1,3 - US$ 7,6 per MMBtu. Ibrahim memperkirakan harga gas alam pada US$ 2,5 - US$ 4 per MMBtu.

Atur Strategi Dorong Produksi Migas

KT1 23 Aug 2023 Tempo

JAKARTA,ID-Penundaan penawaran perdana saham PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memantik sinyal waspada terhadap ketahanan energi. Produksi minyak dan gas Indonesia sulit terpenuhi tanpa ekspansi agresif dari perusahaan pelat merah tersebut. PHE saat ini berkontribusi sebesar 68% pada produksi minyak nasional dan 33% pada produksi gas nasional. Tanpa dana segar yang semula diproyeksikan bisa diperoleh dari initial public offering (IPO), kemampuan ekspansi anak perusahaan Pertamina tersebut terbatas. Sebelumnya, pemerintah berencana melepas saham PHE  ke publik untuk menambah  modal mendongkrak produksi minyak dan gas. Mengutip pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir pada 15 Juni lalu, aksi korporasi tersebut penting didorong terlaksana pada tahun ini. "Karena ini momentum untuk fokus meningkatkan yang namanya ketahanan energi,". Sebulan kemudian, pemerintah mengumumkan IPO PHE ditunda. Salah satu alasannya adalah karena harga minyak sedang turun dan kondisi pasar modal yang belum mendukung. Vice Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan perusahaan masih menunggu arahan dari pemerintah ihwal kelanjutan rencana tersebut. (Yetede)

Rencana Penaikan Harga Gas Bikin Risau Jika Industri

KT1 22 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Rencana PT Perusahaan Gas Negara (PNG) menaikkan harga gas industri di luar dari kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (Non-HGBT) pada Oktober 2023 membuat risau industri manufaktur. Penaikan ini akan memberi dampak negatif seperti  menurunkan daya saing  dan penurunan kinerja industri. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan pembatalan rencana tersebut demi kelangsungan industri. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Harsono Gunawan mengatakan, penaikan harga tersebut  akan membuat deindustrialisasi, karena industri tidak mampu merevitalisasi fasilitas produk dan investasi  melambat. "Kami meminta penundaan kenaikan harga gas PGN sampai dengan ditetapkannya kebijakan dan peraturan pelaksana HGBT yang baru. FIPGB juga meminta pemerintah melanjutkan HGBT pada 2025 dengan kebijakan dan peraturan  pelaksana yang lebih memberi kepastian HGBT dan untuk semua sektor industri manufaktur," kata dia kepada Investor Daily, Jakarta, Senin (21/08/2023). (Yetede)

Batu Sandungan Sektor Hulu Migas

HR1 19 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Sepanjang 2023, sektor industri hulu minyak dan gas bumi menghadapi tantangan yang beragam dan tidak mudah. Tantangan ini menjadi batu sandungan pemerintah untuk merealisasikan target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Sejumlah indikator utama sektor tersebut pun tercatat belum mampu mencapai target pada semester I/2023. Kendati di atas kertas pertumbuhan realisasi investasi hulu minyak dan gas (migas) cukup menggembirakan, tidak dapat menafikan bahwa capaian sektor hulu khususnya target lifting masih jauh di bawah target. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas) sepanjang semester I/2023 realisasi investasi migas tercatat US$5,7 miliar, tumbuh sekitar 21,3% dari realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$4,7 miliar. Realisasi lifting minyak sepanjang semester I/2023 mencapai 615.500 barel per hari (bph) meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 614.500. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan target yakni sebesar 660.000 bph. Jadi, capaian lifting semester 1 pada tahun ini baru 93,2% dari target. Khusus untuk realisasi produksi gas, tercapai sebesar 5.308 juta kaki kubik per hari (MMscfd), turun 0,3% dibandingkan dengan semester 1/2022 sebesar 5.326 MMscfd. Sementara target produksi gas tahun ini dipatok 6.160 MMscfd. Tren transisi energi juga membuat beberapa perusahaan migas kelas kakap mengatur ulang strategi bisnisnya, karena harus memenuhi target environmental, social, governance (ESG), dan net zero emission atau NZE. Hal tersebut pada akhirnya berujung kepada perubahan dalam pola pengembangan proyek hulu migas di seluruh dunia, seperti pemasangan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) dan panel surya yang membutuhkan investasi tambahan. Salah satunya segera melakukan benchmarking pengembangan hulu migas nasional dengan negara lain agar mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Jadi, daya saing sektor hulu migas nasional menjadi lebih unggul dibandingkan dengan negara lain.

Mengikuti Hulu Migas, PGN Bakal Naikkan Harga Gas

KT1 12 Aug 2023 Tempo

SURABAYA – PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) berencana menaikkan harga gas mulai 1 Oktober 2023. Kebijakan tersebut berlaku untuk gas di luar alokasi program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dipatok sebesar US$ 6-8 per MMBTU. Berdasarkan surat yang disampaikan PGN kepada salah satu pelanggannya pada 31 Juli 2023, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menyampaikan kenaikan harga gas non-HGBT dari kisaran US$ 9 menjadi sekitar US$ 12 per MMBTU.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan angka tersebut masih dalam pembahasan dengan pemerintah meski sudah disampaikan kepada para pelanggan. "Penyesuaian dan penetapan harga gas dapat dilakukan kembali apabila terdapat ketetapan lain dari pemerintah terhadap harga gas yang sudah disampaikan PGN kepada pelanggan," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 11 Agustus 2023.

Menurut Rachmat, penyesuaian harga gas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain sumber pasokan, harga pasokan, serta kontribusi volume pasokan gas masing-masing. Harga gas untuk pelanggan juga dipengaruhi oleh perubahan yang diberlakukan pemasok gas kepada PGN dengan memperhatikan keekonomian lapangan masing-masing. (Yetede)

Wacana Naik Harga Gas Non-HGBT

KT1 12 Aug 2023 Tempo

SURABAYA – Meski mendapat insentif lewat program Harga Gas Bumi Tertentu (HBGT), industri pengguna gas bumi masih waswas. Pasalnya, mulai 1 Oktober mendatang, PT Pertamina Gas Negara Tbk bakal menaikkan harga gas non-HGBT.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Yustinus Gunawan, menuturkan anggotanya menerima surat dari anak usaha Pertamina tersebut pada akhir Juli lalu. Isinya menjelaskan bahwa PGN akan menaikkan harga untuk gas yang melebihi kuota. Salah satu tujuannya ialah menyesuaikan diri dengan harga dari pemasok gas. "Ini membuat kami terkejut karena di luar perkiraan," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 11 Agustus 2023.

Yustinus mengatakan program HBGT saja selama ini belum optimal. Volume yang telah diatur dalam ketentuan tidak pernah disalurkan sepenuhnya, padahal angkanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Dia mencontohkan, perusahaan A berhak menerima volume 100 persen. Namun PGN hanya memenuhi 75 persen kebutuhan dengan gas berharga khusus. Salah satu alasan PGN, ucap dia, adalah keterbatasan pasokan dari hulu. Sedangkan sisa 25 persen kebutuhan gas untuk perusahaan dihitung dengan harga non-HGBT. (Yetede)

Harga Minyak Mentah Bertahan di level Tertinggi

KT1 12 Aug 2023 Investor Daily

LONDON,ID-Harga minyak mentah dilaporkan  bertahan dekat level tertingginya baru-baru ini, pada Jumat (11/08/2023). Keadaan ini terjadi ditengah-tengah proyeksi permintaan yang optimistis dari kelompok produsen yang tergabung dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA). Dikutip dari kantor berita Reuters, harga minyak mentah acuan Brent turun 12 sen, atau 0,1%, menjadi US$ 86,28 per barel pada pukul 09.10 GMT. Sementara itu, harga acuan minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermiediate (WTI) turun 7 sen, atau 0,1% menjadi US$ 82,75. Kedua harga acuan itu telah mengalami reli berkelanjutan sejak Juni, sampai akhirnya pada Kamis (10/08/2023) perdagangan WTI mencapai level tertinggi tahun ini, diikuti Brent dengan capaian level tertingginya sejak akhir Januari. IEA memperingatkan pada Jumat bahwa persedian global dapat turun tajam di sisa tahun ini dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi lagi. (Yetede)