Atur Strategi Dorong Produksi Migas
JAKARTA,ID-Penundaan penawaran perdana saham PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memantik sinyal waspada terhadap ketahanan energi. Produksi minyak dan gas Indonesia sulit terpenuhi tanpa ekspansi agresif dari perusahaan pelat merah tersebut. PHE saat ini berkontribusi sebesar 68% pada produksi minyak nasional dan 33% pada produksi gas nasional. Tanpa dana segar yang semula diproyeksikan bisa diperoleh dari initial public offering (IPO), kemampuan ekspansi anak perusahaan Pertamina tersebut terbatas. Sebelumnya, pemerintah berencana melepas saham PHE ke publik untuk menambah modal mendongkrak produksi minyak dan gas. Mengutip pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir pada 15 Juni lalu, aksi korporasi tersebut penting didorong terlaksana pada tahun ini. "Karena ini momentum untuk fokus meningkatkan yang namanya ketahanan energi,". Sebulan kemudian, pemerintah mengumumkan IPO PHE ditunda. Salah satu alasannya adalah karena harga minyak sedang turun dan kondisi pasar modal yang belum mendukung. Vice Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan perusahaan masih menunggu arahan dari pemerintah ihwal kelanjutan rencana tersebut. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023