;
Tags

Migas

( 497 )

Produksi Migas Terus Meningkat, Kinerja Pertamina Hulu Energi Kian Kokoh

HR1 17 Jul 2023 Kontan (H)

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan tulang punggung produksi minyak dan gas (migas) nasional. Mengemban peran penting ini, PHE tak pernah surut menggelontorkan investasi dan berinovasi untuk terus mendongkrak produksi. Sepanjang tahun ini, PHE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 86,07 triliun. Berbekal dana itu, manajemen PHE optimistis mampu mencapai target produksi minyak sebanyak 595 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.763 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) di tahun 2023 ini. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya memiliki dua strategi untuk mendongkrak kinerja sektor hulu migas ini. Strategi yang pertama adalah meningkatkan kegiatan pengeboran non-konvensional. Melengkapi strategi yang pertama, Pertamina menyiapkan akuisisi blok migas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menjelaskan, guna mendongkrak produksi migas sepanjang tahun ini, PHE akan mengebor 32 sumur eksplorasi. Sebanyak 28 sumur berada di dalam negeri dan empat di luar negeri.

INDUSTRI MIGAS DAN EBT : INVESTASI SEKTOR ENERGI BERTAJI

HR1 14 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Kegiatan investasi di sektor energi Tanah Air masih menjanjikan. Sejumlah investor memastikan untuk menggelontorkan penanaman modal hingga ratusan triliun, baik untuk sektor minyak dan gas maupun energi baru terbarukan. Komitmen investasi tersebut menjadi satu strategi meyeimbangkan tata kelola energi di Indonesia, baik yang masih bersumber dari migas maupun energi terbarukan.PT Pertamina Hulu Borneo, misalnya mengumumkan sebagai pengelola Wilayah Kerja Peri Mahakam bersama dengan Eni Peri Mahakam Ltd. Kontrak kerja sama ditandatangani pada 30 Mei 2023.Eni akan menjadi operator selama masa eksplorasi, lalu Pertamina akan menjadi operator untuk masa pengembangan. Kontrak kerja sama WK Peri Mahakam akan berlaku selama 30 tahun dengan menggunakan skema cost recovery.Nilai investasi pada 3 tahun pertama masa eksplorasi sebesar US$7,2 juta setara dengan Rp107,67 triliun (asumsi kurs Rp14.955 per dolar AS) yang meliputi kegiatan studi G&G, akuisisi, dan processing150 km2 data seismik 3D, serta pengeboran satu sumur eksplorasi. 

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro mengatakan pengelolaan WK Peri Mahakam akan menjadi salah satu fokus eksplorasi PHE demi menunjang ketahanan energi dan penguatan portofolio perusahaan. WK Peri Mahakam yang berada di Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dengan potensi besar untuk bersinergi dengan lapangan-lapangan migas lain di sekitarnya yang juga dioperasikan oleh Pertamina dan Eni. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga ketahanan energi Pertamina mendorong Anak Usaha sektor hulu meningkatkan produksi dan cadangan di lapangan Migas dalam Negeri, termasuk di Wilayah Kerja Peri Mahakam. Dalam perkembangan lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kerja sama pengembangan panas bumi dengan Selandia Baru. Nilai investasi yang digelontorkan senilai 15,6 juta dolar Selandia Baru atau sekitar Rp147,8 miliar.Direktur Panas Bumi ESDM Harris Yahya mengatakan komitmen pendanaan tersebut antara Indonesia dan Selandia Baru tidak dalam dalam bentuk uang tunai.

PASOKAN ENERGI NASIONAL : Gas Bumi Butuh Lebih Banyak Pembeli

HR1 06 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Nurwahidi, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), mengatakan produksi gas bumi di Jawa Timur telah mencapai 747 MMscfd, sedangkan penyerapannya baru 564 MMscfd. Artinya, masih ada kelebihan pasokan sekitar 25%. Untuk menyiasati hal itu, industri di Jawa Timur harus beralih dari batu bara dan BBM ke gas agar penyerapan komoditas tersebut bisa optimal. “Industri mungkin masih belum siap untuk menggunakan gas dalam proses produksinya, tetapi sebenarnya harga gas lebih murah 30%—40% dari harga BBM,” katanya, Rabu (5/7). SKK Migas sendiri terus berupaya untuk mempertemukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan para pembeli potensial agar penyerapan gas bumi di wilayah Jabanusa bisa lebih maksimal, seiring dengan tambahan produksi dari proyek Jambaran Tiung Biru, Sampang, dan Lapangan MAC di Sumenep. Secara terpisah, SKK Migas juga memastikan bakal memasok gas bumi untuk kebutuhan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Di Nusantara, gas bumi akan digunakan sebagai sumber energi periode transisi, sebelum sepenuhnya menggunakan energi baru terbarukan (EBT). “Gas bumi sebagai energi transisi masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di sekitar IKN,” kata Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf.

Raksasa Minyak Makin Agresif Berburu Cadangan Minyak

KT1 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

LONDON,ID,-Perusahaan-perusahaan raksasa minyak dan gas dunia dilaporkan mengintensifkan  perburuan cadangan baru karena bertaruh bahwa permintaan  akan terus naik dalam jangka panjang, faktor pendorong lain adalah mereka menginvestasikan kembali sebagian dari rekor laba dari lonjakan harga BBM yang dipicu oleh perang di Ukraina. Kebangkitan eksplorasi migas-terutama di Eropa- mencerminkan komitmen baru terhadap minyak  dan gas setelah Shell dan BP kembali berikrar untuk mengurangi produksi dan berinvestasi dalam energi terbarukan sebagai bagian dari transisi energi. Namun mereka juga harus merespon tekanan dari mayoritas investor untuk memaksimalkan keuntungan dari minyak dan gas. Daripada  berinvestasi di bisnis energi terbarukan yang marginnya lebih rendah. Akan tetapi, dipenuhinya tekanan itu berlawanan dengan protes dari minoritas investor aktivis yang ingin perusahaan minyak lebih dekat dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim. Minat baru akan cadangan dan produksi migas merupakan perubahan haluan  180 derajat bagi BP. Karena perusahaan ini telah memecat sebagian besar staf dari unit ekplorasinya tiga tahun lalu. (Yetede)

KINERJA PERTAMINA HULU ENERGI : Hasil Manis Produksi Migas

HR1 30 Jun 2023 Bisnis Indonesia

Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita mengatakan realisasi produksi migas perseroan sedikit di atas target yang telah ditetapkan. Sepanjang Januari—Mei 2023, Pertamina Hulu Energi berhasil memproduksi 1,05 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).“Dibandingkan dengan produksi Mei tahun lalu, hasil ini naik 109% dari sekitar 966 MBOEPD pada saat itu,” katanya, dikutip Kamis (29/6). “Adapun, torehan produksi gas sepanjang Januari—Mei 2022 sebesar 2.599 MMscfd, sehingga tahun ini mengalami pertumbuhan,” ujarnya. Kajian perluasan itu dilakukan setelah kepastian pengeboran dua sumur migas nonkonvensional di Lapangan Rokan, Gulamo, dan Kelo pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini yang pengeborannya dilakukan oleh EOG Resources. “Selain pemboran dua sumur tadi, kami lewat Pertamina EP di 3 region itu sudah berkomitmen melakukan studi tahun ini,” kata Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng beberapa waktu lalu. Sementara itu, Kementerian ESDM memetakan terdapat 14 area yang berpotensi untuk dikembangkan kembali sebagai lapangan migas nonkonvensional. Rencananya, 14 kawasan itu dapat menyumbang produksi sekitar 75.000 bph pada 2030.

PENGEMBANGAN PANAS BUMI : KESEMPATAN KEDUA DARI WAY RATAI

HR1 30 Jun 2023 Bisnis Indonesia

Pengambilalihan pengelolaan wilayah kerja panas bumi Way Ratai oleh konsorsium Pertamina dan Chevron menjadi harapan baru dalam optimalisasi energi baru terbarukan di dalam negeri. Besarnya potensi yang ada di Way Ratai diyakini bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk mempercepat transisi energi di dalam negeri. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Jasa Daya Chevron atau Chevron Geothermal berhasil mengambil alih konsesi wilayah kerja panas bumi Way Ratai yang memiliki luas 70.710 hektare setelah ditinggalkan oleh konsorsium Enel Green Power SpA dan PT Optima Nusantara Energi 2 tahun lalu. Pengambilalihan konsesi Way Ratai jadi pembuka jalan untuk lebih banyak listrik hijau dari panas bumi masuk ke dalam sistem kelistrikan nasional, karena wilayah kerja tersebut diproyeksi memiliki potensi sebesar 100 megawatt (MW). Terlebih, PGEO dan Chevron Geothermal disebut-sebut bakal menyepakati tarif kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) senilai 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh), lebih rendah dari yang diajukan oleh pemegang konsesi sebelumnya senilai 14,6 sen dolar AS per kWh. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Way Ratai menjadi lelang wilayah kerja panas bumi pertama yang PPA-nya mengikuti rezim dan metode tarif dalam skema harga patokan tertinggi (HPT) dalam Perpres No. 112/2022. Menurut Dadan, Way Ratai menjadi angin segar bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, karena listrik dari wilayah kerja geotermal tersebut belum masuk ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021—2030.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai hasil lelang Way Ratai sebagai babak baru dalam pengusahaan listrik geotermal yang sering kali terhalang oleh risiko eksplorasi dan tarif jual listrik dengan PLN beberapa tahun terakhir. Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa berpendapat, matriks harga yang disampaikan PLN di kisaran 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kWh bakal menjadi ujian bagi pengembang dan implementasi rezim insentif baru Perpres No. 112/2022. Di sisi lain, hingga kini belum ada tren penurunan biaya pengembangan panas bumi, sehingga pengusahaan EBT itu terkesan jalan di tempat dari sisi peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan, konsorsiumnya bakal melakukan pengurusan sejumlah izin terkait untuk segera melakukan kegiatan eksplorasi. “Keputusan Kementerian ESDM menetapkan konsorsium Chevron-PGEO untuk mengembangkan WKP Way Ratai, mencerminkan kepercayaan pemerintah kepada kemampuan kami, dan menandai tonggak penting dari kelanjutan operasi Chevron di Indonesia,” kata Chevron Indonesia Country Manager Wahyu Budiarto lewat siaran pers. Di sisi lain, Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sempat meminta jaminan pembelian listrik panas bumi dari PLN. Pelaku usaha juga menagih dukungan insentif untuk menjaga keekonomian proyek panas bumi di dalam negeri yang berisiko tinggi.

Status Endemi Dorong Peningkatan Konsumsi Energi Nasional

KT1 23 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Konsumsi energi nasional, dalam hal ini listrik, bahan bakar minyak (BBM) dan gas diyakini akan meningkat, seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis dan rumah tangga, usai Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan perubahan status Indonesia dari pandemi menjadi endemi per 21 Juni 2023. "Dengan produktivitas dunia usaha yang semakin normal tentu berbagai kebutuhan energi baik itu listrik, gas, dan BBM akan semakin meningkat," kata WKU Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Indonesia Sarman Simanjorang kepada Investaor Daily, di Jakarta, kemarin. Dengan adanya kenaikan kebutuhan energi tersebut, kata Sarman, diharapkan bisa diantisipasi oleh pemerintah melalui BUMN, supaya dalam ketersediaannya, mampu memenuhi kebutuhan dunia industri dan dunia  usaha. Menanggapi hal tersebut, Executive Vice President Komunikasi Karporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto kepada Investaor Daily, PLN telah mendeteksi  fenomena pemulihan ekonomi pasca menurunnya angka Covid-19 disaat kegiatan ekonomi mendekati normal. Hal ini, kata dia, ditandai dari data beban dan peningkatan penjualan listrik sebesr 6,3% dari 257,6 TWh pada tahun 2021 pada tahun 2022. (Yetede)

Tata Niaga Perlu Dibenahi

KT3 20 Jun 2023 Kompas

Tata niaga elpiji 3 kg atau elpiji subsidi belum tuntas dibenahi dan masih ada celah ketidaktepatan sasaran karena distribusinya terbuka. Kini, pengguna tengah didata agar penyalurannya tepat sasaran. Berdasarkan regulasi yang berlaku, harga jual eceran elpiji 3 kg di titik serah atau agen/penyalur Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung (sejak 2008). Tahap selanjutnya, di pangkalan/subpenyalur, harga eceran tertinggi (HET) ditentukan setiap pemda. Sedang, ditingkat pengecer  tidak ada pengaturan harga. Mengacu Pergub DKI Jakarta No 4 Tahun 2015, HET elpiji 3 kg di Kota Administrasi Jakpus, Utara, Barat, Selatan, dan Timur ialah Rp 16.000 per tabung. Sementara khusus di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan HET ditetapkan Rp 18.000 per tabung dan Kepulauan Seribu Utara ditetapkanRp 19.500 per tabung.

Namun, dari pantauan di sejumlah lokasi di Jaktim, Senin (19/6) sejumlah pangkalan menjual di harga Rp 17.000 per tabung. Apabila membeli 10 tabung, harganya menjadi Rp 16.500 per tabung. Kendati demikian, ada juga pangkalan yang mengaku tetap menjual Rp 16.000 per tabung. Sudah jarangnya elpiji 3 kg seharga Rp 16.000 per tabung dirasakan Tia (42), warga Kecamatan Cakung, Jaktim, yang juga pengecer. ”Saya beli Rp 17.000, kadang Rp 18.000. Itu ambil sendiri, bukan diantar. Rp 16.000 sudah enggak dapat. Masih ada barangnya juga sudah syukur, sih, karena sering kosong. Di sini (warung) saya jual Rp 20.000,” katanya. Salah satu pangkalan di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jabar, menjual elpiji 3 kg seharga Rp 18.750 per tabung. Terpampang papan informasi HET Rp 18.750, sesuai SK kepala daerah.  (Yoga)


Pengembangan Blok Rokan Disetujui

KT3 19 Jun 2023 Kompas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyetujui pengembangan Blok Rokan, Riau, oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Dengan persetujuan itu, diperkirakan akan ada tambahan cadangan minyak sebanyak 26 juta barel. ”Kami berkomitmen mendukung optimalisasi produksi Blok Rokan yang menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Sabtu (17/6/2023). (Yoga)

Pertamina Perpanjang Kontrak di Aljazair

KT3 17 Jun 2023 Kompas

Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Algeria EP, berhasil memperpanjang kontrak pengelolaan lapangan minyak di Menzel Ledjmat Nord (MLN), Blok 405, Aljazair, yang dikelola sejak 2012. Menurut Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Jumat (16/6/) investasi untuk pengeboran sumur pengembangan di Blok 405 sekitar 800 juta dollar AS atau Rp 12 triliun. Perkiraan migas yang bisa diproduksi sebanyak 150 juta barel setara minyak. ”Komitmen kami untuk jangka panjang akan menegaskan kembali jejak Pertamina di kancah global,” ucapnya. (Yoga)