Migas
( 497 )Sumber Pendapatan Masih Ditopang Harga Batubara dan Minyak Mentah
Aktivitas ekonomi yang kian menggeliat dan harga komoditas yang masih cukup tinggi membuat pendapatan negara yang berasal dari penerimaan pajak dan PNBP ikut bertumbuh. Situasi ini membuat APBN pada triwulan pertama tercatat surplus. Dalam jumpa pers APBN Kita secara daring, Senin (17/4) Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pertumbuhan pendapatan negara ditopang aktivitas ekonomi yang makin menggeliat seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berjalan. Aktivitas ekonomi yang kian masif itu meningkatkan penerimaan pajak, baik dari sisi konsumsi masyarakat maupun produktivitas dari dunia usaha. Mengutip data Kemenkeu, sampai akhir Maret 2023, realisasi pendapatan negara Rp 647,2 triliun atau tumbuh 29 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian itu setara 26,3 % target APBN 2023.
Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak utamanya berasal dari PPh Nonmigas Rp 225,95 triliun (tumbuh 31,03 % secara tahunan), PPN dan PPnBM sebesar Rp 185,7 trilun (tumbuh 42,37 % secara tahunan), PPh Migas sebesar Rp 17,73 triliun (turun1,12 % secara tahunan), PBB, serta pajak lainnya Rp 2,87 triliun (tumbuh 25,24 % secara tahunan). Selain dari penerimaan pajak, pertumbuhan pendapatan negara juga ditopang pertumbuhan PNBP. Sampai akhir Maret 2023, capaian PNBP tercatat Rp 142,7 triliun atau tumbuh 43,7 % secara tahunan, setara 32,3 % dari target APBN 2023. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan PNBP itu ditopang masih tingginya harga komoditas batubara yang mengerek PNBP dari sektor nonmigas dan juga harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang turut mengerek PNBP migas. (Yoga)
Akselerasi Tenaga Kerja Domestik Bergantung Investasi
Masifnya proyek-proyek hulu minyak dan gas bumi dinilai menentukan akselerasi penyerapan tenaga kerja lokal pada sector tersebut. Oleh karena itu, perlu percepatan investasi pengembangan proyek-proyek hulu migas agar kapasitas sumber daya manusia meningkat cepat. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada 2022, tingkat tenaga kerja local pada industri minyak dan gas bumi (migas) mencapai 91 %. Sementara tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada komoditas utama dan penunjang migas mencapai 55 %. Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, dalam Media Gathering Forum Kapasitas Nasional 2023 di Jakarta, Jumat (14/4) mengatakan, peningkatan kapasitas SDM hulu migas di Indonesia sebenarnya menunjukkan progres seiring jumlahnya yang semakin banyak.
Adapun 9 % posisi yang diisi tenaga kerja asing karena ada sejumlah kegiatan yang teknologinya belum dikuasai tenaga kerja domestik. Pembangunan LNG (gas alam cair) Plant yang dimiliki BP, misalnya, memerlukan tenaga kerja dari luar negeri. Akan tetapi, selama ini SKK Migas telah mensyaratkan transfer teknologi. ”Secepat apa?Tergantung dari proyek. Kalau aktif dan masif, LNG Plant akan makin banyak, maka (kebutuhan dan transfer teknologi) akan cepat. Namun, jika sedikit-sedikit, misal (Blok) Masela baru 2028, mungkin akan lambat,” ujarnya. Oleh karena itu, yang diperlukan sekarang ialah kepercayaan investor dari luar negeri. ”Kalau aktif, progresnya akan semakin terlihat. Jadi, bagaimana peta jalan serta keyakinan dan kepastian pemerintah dalam mendukung (masuknya) investasi,” lanjut Erwin. (Yoga)
Harga Minyak Licin, Emiten Makin Cuan
Harga minyak mentah dunia kembali mendidih. Setelah sempat anjlok pada perdagangan Senin lalu, pada Selasa (11/4) pukul 20.45 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sudah naik 0,53% ke level US$ 80,16 per barel.
Di waktu yang sama, penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah Brent berjangka yang naik 0,37% menjadi US$ 84,49 per barel. Langkah negara-negara produsen minyak OPEC+ memangkas produksi jadi katalis pendorong harga minyak mentah.
Pada pekan lalu, Arab Saudi dan produsen minyak OPEC+ lainnya mengumumkan pengurangan produksi minyak sekitar 1,16 juta barel per hari. Keputusan ini membuat total volume pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ jadi 3,66 juta barel per hari.
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, pemotongan produksi minyak oleh OPEC+ menjadi pemicu kenaikan harga minyak mentah. "Kami melihat upaya OPEC+ itu untuk menjaga harga minyak di level tertentu," kata Felix, kemarin.
Kepala Riset RHB Sekuritas Andrey Wijaya sepakat. Dia melihat, kenaikan harga minyak mentah berasal dari kebijakan OPEC+ yang secara agresif mengurangi produksi dan permintaan minyak global yang lebih tinggi dari perkiraan.
Pasokan BBM dan Elpiji Lebaran Dijamin Aman
Kementerian ESDM memperkirakan adanya perbedaan pola konsumsi BBM selama masa mudik Lebaran 2023. Sejumlah persiapan dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan. Menurut Dirjen Minyak dan Gas, Tutuka Ariadji, puncak lonjakan konsumsi BBM tahun ini bakal berlangsung lebih lama. "Karena waktu libur saat ini lebih panjang sehingga diperkirakan lonjakan kebutuhan BBM akan terjadi hingga dua pekan," kata dia, kemarin. Pemerintah memperkirakan arus mudik berlangsung pada 18-21 April, sementara arus balik akan terjadi dalam dua periode, yaitu pada 25-25 April dan 29 April-2 Mei.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati, mengatakan permintaan BBM tahun ini bakal naik 10 %. Khusus bensin, volumenya diperkirakan tumbuh 10,3 %, sementara avtur naik 7,3 %. Namun permintaan kerosin diperkirakan turun 1,4 % dan gasoil turun 8,7 %. Kenaikan angka permintaan itu sejalan proyeksi lonjakan jumlah pemudik tahun ini. Kemenhub menaksir ada 123,8 juta orang yang akan mudik selama periode Idul Fitri 2023, naik 45 % dibanding pada tahun sebelumnya. Pemerintah memastikan kebutuhan tersebut bisa terpenuhi, kendati sebelumnya sejumlah insiden terjadi di beberapa fasilitas pengolahan dan penampungan BBM Pertamina. (Yetede)
WILAYAH KERJA EKSPLORASI : Aset Migas Jumbo Dilelang
Pemerintah melelang 3 wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) yang memiliki potensi sumber daya minyak sebesar 2,36 miliar barel.Ketiga WK Migas itu juga memiliki potensi sumber daya gas sebanyak 9,05 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF).WK Migas yang dilelang yakni Blok Beluga, Belok Bengara I dan Blok Akia.Blok Beluga yang berada di lepas pantai barat Natuna memiliki perkiraan sumber daya minyak sebesar 360 juta barel. Blok ini diperkirakan memiliki sumber daya gas sebanyak 50 miliar kaki kubik (billion cubic feet/BCF).Blok ini berada dekat dengan Sout Natuna Sea Block B, Duyung, Natuna Sea Block A, Udang, dan Kakap yang telah terbukti potensi hidro-karbonnya.
Sementara itu, Blok Bengara I yang terletak di daratan Kalimantan Utara memiliki sumber daya sebesar 90 juta barel setara minyak (MMBOE). Blok ini berlokasi di dekat WK Simenggaris yang telah memproduksi gas bumi.Sementara itu, Blok Akia dengan luasan 8.394 kilometer persegi diperkirakan memiliki sumber daya minyak sebesar 2 miliar barel.
Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan ketentuan pokok atau terms & condition yang menarik bagi calon kontraktor di tiga aset migas itu.
OPEC+ Pangkas Minyak, The Fed Akan Kian Agresif
JAKARTA,ID- Keputusan OPEC+ memangkas produksi sebanyak 3,7 juta barel per hari (bph) melambungkan harga minyak mentah menembus US$ 81 per barel pada Selasa (04/04/2023), melonjak 21% dari titik terendah, Maret tahun ini, US$ 66,7 per barel. Langkah organisasi negara-negara mengekspor minyak dari mitranya itu diproyeksikan mendorong inflasi Amerika Serikat dan memaksa The Fed kembali agresif menaikkan suku bunga acuan. Secara tidak terduga, pada pertemuan Minggu (02/04/2023), OPEC+ memutuskan menambah pemotongan produksi secara sukarela sebanyak 1,16 juta bph, sehingga total pemangkasan menjadi 3,7 juta bph sebagaimana di lansir Reuters. Angka itu setara 3,8% dari total konsumsi minyak dunia 97,1 bph berdasarkan data Worldmeter. Produksi minyak global tercatat sekitar 100 juta bph sedangkan Rusia yang menjadi mitra 11,3 juta bph, sehingga OPEC+ menguasai pangsa sekitar 40,3%. Sementara itu, produsen minyak terbesar dunia adalah AS dengan produksi mencapai 14,8 juta bph, diikuti Arab Saudi 12,4 juta bph dan berikutnya Rusia. Pada peringkat kelima dan keenam adalah Tiongkok, dan Kanada, masing-masing sebanyak 4,9 juta bph dan 4,6 juta bph. (Yetede)
Pemerintah Exxon Teken Kerja Sama Explorasi Senilai Rp 630 Miliar
JAKARTA,ID- Satuan Kerja Khusus pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) dengan konsorsium yang dipimpin ExxonMobil menandatangani Kerja Sama Kegiatan Eskplorasi di Area terbuka Indonesia Senilai Rp 630 miliar. Program eksplorasi ini merupakan pengalihan dan komitmen kerja pasti (KKP) Wilayah Kerja (WK) Gunting dan WK Surumana. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuki Ariadji. Arifin mendukung kerja sama eksplorasi di area terbuka yang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia, ia juga mengharapkan kerja sama eksplorasi serupa dapat terus dilakukan di area terbuka lainnya, mengingat masih tersedianya dana KKP dan terbuka luasnya potensi migas Indonesia. "Saya berharap langkah pertama ini bisa diikuti oleh langkah-langkah selanjutnya, mengingat tersedianya dana KKP dan masih terbuka luasnya wilayah potensi hulu migas di tanah air kita," imbuhnya. (Yetede)
SKK Migas Gandeng Exxon untuk Eksplorasi
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan ExxonMobil Indonesia meneken perjanjian kerja sama eksplorasi di Indonesia senilai Rp 630 miliar, Jumat (31/3/2023). Ini merupakan pengalihan dari komitmen kerja pasti Wilayah Kerja Gunting dan Surumana. ”Kami yakin eksplorasi ini memberi hasil positif,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (Yoga)
HULU MINYAK & GAS BUMI : PHE Produksi Lebih Banyak Migas
Sub-holding upstream PT Pertamina (Persero) itu mampu memproduksi 576.000 barel minyak per hari (bph) dan 2.785 MMscfd gas pada Januari–Februari 2023. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan produksi sebesar 2% untuk minyak mentah, dan 6% untuk gas bumi. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro mengatakan, capaian itu menjadi hasil operasi pengeboran 118 sumur pengembangan, 103 kegiatan work over, dan 4.839 well services. Selain itu, pada awal 2023 juga telah diselesaikan pengeboran di dua sumur eksplorasi. Seperti diketahui, PHE mengelola lapangan migas domestik sebanyak 39 blok di dalam negeri, dan 25 blok migas di luar negeri yang tersebar di 13 negara. Sebagian besar PHE berperan sebagai operator utama. Sebelumnya, PHE menganggarkan belanja modal sebesar US$5,7 miliar pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini. Besaran belanja modal itu naik 78,12% dari realisasi anggaran sepanjang 2022 yang berada di angka US$3,2 miliar. “Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan pengeboran, tahun 2023 mencapai 943 sumur pengembangan atau naik 73%, 32 sumur eksplorasi, 688 workover, dan 30.159 well intervention well services,” kata Wiko beberapa waktu lalu.
PENGELOLAAN HULU MIGAS : Pemerintah Tolak Perusahaan Asing di Blok Bulu
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menolak transaksi perubahan pengendalian secara tidak langsung yang terjadi di Wilayah Kerja Bulu.Dalam keterangannya, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) menegaskan bahwa seluruh transaksi pengalihan partisipasi interes, perubahan pengendalian, baik secara langsung maupun tidak langsung tidak dapat dilakukan sebelum mendapatkan persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).“Ditjen Migas menyatakan ketidaksetujuan terhadap transaksi perubahan pengendalian secara tidak langsung yang terjadi pada Wilayah Kerja Bulu yang dalam prosesnya tidak dikomunikasikan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, serta SKK Migas,” isi keterangan Ditjen Migas, dikutip Minggu (26/3).
Di Wilayah Kerja Bulu, Criterium Energy Ltd. bermitra dengan Kris Energy yang merupakan perusahaan asal Singapura dengan hak partisipasi 42,5%, PT Energindo 10%, dan PT Wisma 5%.
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









