Akselerasi Tenaga Kerja Domestik Bergantung Investasi
Masifnya proyek-proyek hulu minyak dan gas bumi dinilai menentukan akselerasi penyerapan tenaga kerja lokal pada sector tersebut. Oleh karena itu, perlu percepatan investasi pengembangan proyek-proyek hulu migas agar kapasitas sumber daya manusia meningkat cepat. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada 2022, tingkat tenaga kerja local pada industri minyak dan gas bumi (migas) mencapai 91 %. Sementara tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada komoditas utama dan penunjang migas mencapai 55 %. Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, dalam Media Gathering Forum Kapasitas Nasional 2023 di Jakarta, Jumat (14/4) mengatakan, peningkatan kapasitas SDM hulu migas di Indonesia sebenarnya menunjukkan progres seiring jumlahnya yang semakin banyak.
Adapun 9 % posisi yang diisi tenaga kerja asing karena ada sejumlah kegiatan yang teknologinya belum dikuasai tenaga kerja domestik. Pembangunan LNG (gas alam cair) Plant yang dimiliki BP, misalnya, memerlukan tenaga kerja dari luar negeri. Akan tetapi, selama ini SKK Migas telah mensyaratkan transfer teknologi. ”Secepat apa?Tergantung dari proyek. Kalau aktif dan masif, LNG Plant akan makin banyak, maka (kebutuhan dan transfer teknologi) akan cepat. Namun, jika sedikit-sedikit, misal (Blok) Masela baru 2028, mungkin akan lambat,” ujarnya. Oleh karena itu, yang diperlukan sekarang ialah kepercayaan investor dari luar negeri. ”Kalau aktif, progresnya akan semakin terlihat. Jadi, bagaimana peta jalan serta keyakinan dan kepastian pemerintah dalam mendukung (masuknya) investasi,” lanjut Erwin. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023