Dapat Dukungan Cuaca, Harga Gas Alam Sulit Membara
Di atas kertas, perkiraan cuaca panas yang akan berlanjut hingga minggu ini bisa membuat harga gas alam terangkat. Cuaca panas memaksa pembangkit listrik untuk terus membakar gas lebih banyak demi menghasilkan listrik bagi pendingin ruangan. Namun, harga gas alam justru masih dalam tren tertekan.
Harga gas alam untuk pengiriman September 2023 di New York Merchantile Exchange pada Jumat (25/8) berada di level US$ 2,54 per MMbtu, atau naik tipis 0,02% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan harga gas alam melemah 0,43%.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan tren harga gas alam memang masih tertekan sejak Rusia memangkas aliran gas melalui Jalur Nord. Setelah pemangkasan itu, Eropa membeli gas alam dari Timur Tengah, Asia dan Afrika yang mengakibatkan saat masuk musim dingin, Eropa sudah memenuhi kuotanya.
Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengamati, meskipun memasuki musim dingin tekanan terhadap harga gas alam tidak akan langsung mereda lantaran musim dingin yang lebih hangat. Di sisi lain, aktivitas pembelian Asia menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Wahyu memperkirakan harga gas alam di akhir tahun berkisar US$ 1,3 - US$ 7,6 per MMBtu. Ibrahim memperkirakan harga gas alam pada US$ 2,5 - US$ 4 per MMBtu.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023