;
Tags

Asuransi

( 339 )

OJK Akan Benahi Tarif Premi Asuransi

KT1 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sudah saatnya Indonesia juga  mempunyai lembaga penetapan tarif premi yang independen. Dengan begitu, dapat mendorong pengembangan sektor industri asuransi ke arah yang lebih baik. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjamin, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, salah satu isu yang paling krusial dalam industri asuransi  adalah persaingan pasar yang tidak sehat, yang mendorong perusahaan asuransi menetapkan premi yang kurang memadai bagi pembayaran manfaat asuransi. Berdasarakan kondisi tersebut, OJK memilih 'berguru' ke Korea. Korea dipilih karena dianggap  sebagai negara yang berhasil membentuk  lembaga independen yang berperan dalam  mendorong pengembangan sektor industri  asuransi, khusunya dalam hal pengelolaan database dan penetapan tarif premi asuransi. (Yetede)

JAMINAN KESEHATAN, Beban Biaya Kesehatan Berisiko Semakin Besar

KT3 14 Dec 2023 Kompas
Penduduk Indonesia yang kian menua membuat persentase populasi usia produktif saat ini semakin besar. Hal tersebut turut berdampak pada meningkatnya peluang kematian yang lebih besar pada usia produktif  dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Pada saat yang sama beban biaya kesehatan bisa semakin tinggi. Merujuk laporan BPJS Kesehatan berjudul ”Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia 2023”, peluang kematian pada kelompok usia produktif di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lain. Adapun kelompok usia produktif yang dimaksud ialah rentang usia 15-64 tahun. Dalam laporan tersebut diungkapkan, angka harapan hidup di Indonesia meningkat, 73,74 tahun pada laki-laki dan 78,37 tahun untuk perempuan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan data BPS pada 2022 yang menyebutkan angka harapan hidup laki-laki 69,93 tahun dan perempuan 73,83 tahun.

Dosen senior di Universitas Derby, Inggris, Dono Widiatmoko, di Jakarta, Rabu (13/12) mengatakan, peluang kematian yang lebih besar pada kelompok usia produktif dapat terjadi karena proporsi usia produktif saat ini merupakan yang paling besar di masyarakat. Di sisi lain, peluang kematian pada usia yang lebih tua,  kelompok usia di atas 80 tahun, justru lebih kecil. Sayangnya, usia harapan hidup yang meningkat biasanya  disertai risiko peningkatan beban kesehatan masyarakat. Ketika transisi demografi suatu bangsa bergerak menjadi populasi yang menua, pola penyakit akan bergeser pada peningkatan penyakit degeneratif yang butuh perawatan jangka panjang dan biaya kesehatan tinggi. ”Kondisi tersebut dapat membuat beban biaya yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan akan semakin meningkat. Karena itu, sumber pembiayaan program JKN harus dipertimbangkan kembali agar tetap bisa mencakup semua kebutuhan layanan kesehatan bagi pesertanya,” tutur Dono. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, beban biaya kesehatan yang dibayar BPJS Kesehatan dalam program JKN 2023 diproyeksikan naik Rp 30 triliun dari tahun sebelumnya yang Rp 113.4 triliun. (Yoga)

Perusahaan Asuransi Evaluasi Produk ”Unitlink”

KT3 11 Dec 2023 Kompas
Perusahaan asuransi jiwa mengevaluasi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau dikenal dengan istilah unitlink. Langkah ini menindaklanjuti Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Direktur Utama PT Perta Life Insurance Hanindio W Hadi, Minggu (10/12/2023), mengatakan, pihaknya tengah memoratorium penjualan produk unitlink. Presiden Direktur Chubb Life Indonesia Kumaran Chinan mengatakan tidak keberatan menyesuaikan diri dengan regulasi OJK. (Yoga)

Asuransi Kredit Meningkat Signifikan

KT3 02 Dec 2023 Kompas

Kinerja asuransi kredit pada kuartal III-2023 mengindikasikan adanya tren peningkatan penyaluran kredit sekaligus perbaikan kualitas kredit. Di sisi lain, perbankan tetap menjaga kualitas kredit yang diberikan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Mengutip data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi dicatat industri asuransi umum pada lini asuransi kredit, terutama kredit jangka panjang, meningkat signifikan sebesar 28,7 % secara tahunan menjadi Rp 13,86 triliun pada kuartal III-2023. Di sisi lain, klaim asuransi kredit juga meningkat 21,2 % secara tahunan menjadi Rp 9,81 triliun.SeniorResearchAssociate IndonesiaFinancial Group (IFG) Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan, kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit UMKM menjadi segmen terbesar dalam asuransi kredit.

”Sampai dengan kuartal III-2023, alokasi KUR utamanya pada sektor perdagangan, pertanian, industri  pengolahan, dan jasa-jasa. Sementara itu, dari sisi pelaku asuransi kredit, Askrindo (PT Asuransi Kredit Indonesia) dan Askrida (PT Asuransi Bangun Askrida) memiliki proporsi yang besar,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (1/12). Berdasarkan data OJK, outstanding penyaluran kredit oleh Bank Umum kepada segmen UMKM meningkat dari Rp 1.332 triliun pada awal 2023 menjadi Rp 1.466 triliun pada September 2023. AAUI melaporkan, rasio klaim lini asuransi kredit yang dibayar asuransi umum tercatat sebesar 70,8 %. Capaian ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 75,2 %. ”Artinya, kualitas kredit meningkat. Kemudian, debitor juga mampu mengelola kredit yang diterima untuk keberlangsungan aktivitas bisnisnya sehingga tidak bangkrut,” lanjut Ibrahim. (Yoga)

Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data

KT3 30 Nov 2023 Kompas

Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.

”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,” katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)

Restrukturisasi Jiwasraya Masih Menyiasatkan Masalah

HR1 29 Nov 2023 Kontan (H)

Restrukturisasi Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) ke Asuransi Jiwa Indonesia Financial Group (IFG Life) nyatanya masih meninggalkan masalah. Terbaru adalah kembalinya protes keras dari pensiunan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Para pensiunan BUMN ini kompak protes atas opsi restrukturisasi program anuitas seumur hidup yang ditawarkan Jiwasraya. Terlanjur memilih salah satu dari opsi restrukturisasi, para pensiunan itu kini meminta agar hal tersebut diubah. Dasar yang menjadi alasan adalah, salah satunya, keputusan yang diambil para pensiunan kala itu dalam keadaan force majeur (keadaan kahar). "Kami harus menerima salah satu opsi dan saat itu dalam keadaan panik dan dalam tekanan," sebut Arif Hartanto, pensiunan Garuda Indonesia kepada KONTAN, Selasa (28/11). Dari opsi yang dipilihnya, lanjut Arif, uang pensiun yang dia terima memang sama seperti sebelum restrukturisasi. Bedanya, uang pensiun hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu, tidak lagi seumur hidup seperti dalam aturan Undang-Undang (UU) Dana Pensiun Nomor 11 tahun 1992. Saat program restrukturisasi, Jiwasraya menawarkan tiga opsi penyelesaian kepada para pensiunan BUMN. Salah satu opsi yang cukup kontroversial adalah adanya permintaan agar pemegang polis menambah ( top up ) premi. Nilai top up yang diminta berbeda antara BUMN satu dan lainnya. Bambang Sri Muljadi, Mantan Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia pun angkat suara mengenai permintaan top up premi oleh Jiwasraya untuk membenahi kondisi keuangan mereka. Hal itu, menurut Bambang, tidak sesuai UU dan Peraturan Pemerintah (PP). "Bila pemberi kerja menyerahkan dana manfaat pensiun ke perusahaan asuransi jiwa, tanggungjawab beralih ke asuransi," terang Bambang, Senin (27/11). Maka, Syahrul Tahir Ketua Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir bertanggung jawab. Sayang, upaya Kontan untuk mewawancarai Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo tak berbalas. Dihubungi KONTAN, Hexana Tri Sasongko, Dirut IFG (Holding) minta KONTAN menghubungi Dirut Jiwasraya Angger P. Yuwono. Namun, Angger tak membalas pertanyaan KONTAN.

Pemulihan Ekonomi Dongkrak Pertumbuhan Premi

HR1 29 Nov 2023 Kompas

Roda perekonomian yang mulai bergerak menjadi motor pertumbuhan premi asuransi umum pada triwulan III-2023. Di sisi lain, ”hardening market” masih menghantui industri tersebut hingga akhir tahun 2024.Seiring menggeliatnya perekonomian nasional, industri asuransi umum membukukan pertumbuhan premi senilai Rp 73,5 triliun atau naik 10,1 persen secara tahunan pada triwulan III-2023. Laju pertumbuhan pada akhir tahun 2023 ini diharapkan mampu menyentuh angka yang sama dengan tahun lalu dengan potensi pertumbuhan di sektor properti pada tahun selanjutnya. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dalam paparan kinerja industri triwulan III-2023, di Jakarta, Selasa (28/11/2023). Pertumbuhan premi tersebut utamanya ditopang oleh sejumlah lini usaha, seperti asuransi reakyasa (engineering), surety ship, dan asuransi kecelakaan diri (personal accident). Namun, pertumbuhan premi tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan III-2022 yang mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 19,9 persen secara tahunan. Wakil Ketua Bidang Statistik Riset dan Analisis AAUI Trinita Situmeang menjelaskan, pertumbuhan premi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan III-2023 tercatat tumbuh positif sebesar 4,94 persen secara tahunan. Meski lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, gelaran acara nasional dan internasional, serta dimulainya aktivitas politik menjelang Pemilu 2024. Di sisi lain, pangsa pasar premi asuransi umum masih didominasi oleh lini bisnis properti, kendaraan bermotor, dan asuransi kredit yang menguasai 63,9 persen dari total pangsa pasar asuransi umum. Selain itu, ketiganya juga mendominasi pangsa pasar klaim asuransi umum mencapai 64,7 persen. Trinita menambahkan, hasil underwritting atau total pendapatan premi dikurangi dengan beban-beban yang ada pada asuransi umum dan reasuransi, masing-masing mencapai Rp 13,96 triliun dan Rp 1,22 triliun. Capaian ini turut didukung dengan hasil investasi asuransi umum sebesar Rp 3,81 triliun atau tumbuh 21,05 persen secara tahunan dan investasi reasuransi Rp 0,77 triliun atau tumbuh 8,48 persen secara tahunan. Di tengah kinerja positif tersebut, industri asuransi umum menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya ialah hardening market. Sebagaimana diketahui, hardening market merupakan kondisi saat industri asuransi dan reasuransi secara global mencatatkan kenaikan klaim secara signifikan sehingga berpengaruh pada perolehan keuntungan atau profabilitas perusahaan. Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan, kondisi tersebut terjadi bukan hanya dalam ranah domestik, melainkan juga skala global. Lebih lanjut, hardening market pada industri asuransi ini diproyeksikan terjadi hingga akhir tahun 2024.

Strategi Pemain Asuransi Jiwa Jaga Kesehatan

HR1 27 Nov 2023 Kontan

Tingkat kesehatan (solvabilitas) alias risk based capital (RBC) perusahaan asuransi jiwa di Tanah Air mengalami penurunan. Namun, RBC industri asuransi jiwa masih di atas ambang batas ketentuan regulator. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio solvabilitas asuransi jiwa hingga September 2023 berada di 451,23% menurun jika dibandingkan Desember 2022 yang sebesar 480,63%. Meski mengalami penurunan, permodalan industri asuransi masih terjaga dan jauh di atas treshold sebesar 120%. Para pemain asuransi jiwa pun masih mampu menjaga kondisi kesehatan permodalan. Salah satunya ada PT BNI Life Insurance (BNI Life) yang mencatat RBC sebesar 692,34% di Oktober 2023. "Pergerakan RBC BNI Life pada tahun 2021 sebesar 717,33% dan 666,18% pada 2022. Lalu mulai meningkat kembali sepanjang 2023, sampai dengan posisi per Oktober 692,34%," ujar Plt. Direktur Utama BNI Life, Eben Eser Nainggolan. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia juga masih menjaga tingkat RBC di level 327%. "Di Generali, tren RBC cenderung stabil karena kami berkomitmen secara konsisten untuk terus menjaga kesehatan keuangan perusahaan dengan menerapkan strategi secara komprehensif yang meliputi aspek-aspek finansial untuk menjaga solvabilitas," kata Chief Marketing Officer Generali Indonesia, Vivin Arbianti Gautama.

KINERJA INDUSTRI ASURANSI : Aset Komersial Tumbuh, Premi Terkontraksi

HR1 25 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset asuransi komersial di Indonesia tumbuh hingga September tahun ini. Sementara itu, pendapatan premi industri asuransi mengalami kontraksi.Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan aset asuransi tumbuh sebesar 1,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).“Di sisi perasuransian, sampai September 2023, aset komersial masih tumbuh mencapai Rp872,6 triliun,” katanya di Jakarta, Jumat (24/11). Iwan menjelaskan pendapatan premi industri asuransi sedikit terkontraksi. Sampai dengan akhir September, pendapatan premi asuransi hanya mencapai Rp228 triliun atau terkontraksi 1,6% YoY. “Meskipun demikian, masih perlu mengingatkan sektor perasuransian menghadapi tantangan yang harus menjadi perhatian,” kata Iwan.Adapun tantangan-tantangan tersebut di antaranya terkait dengan ketidakpastian global yang akan berpengaruh terhadap strategi pengelolaan investasi. Oleh karena itu, Iwan mengingatkan supaya perusahaan asuransi tidak hanya berfokus pada portofolio investasinya, namun juga melihat sisi portofolio produknya. Tantangan lainnya yakni tingkat literasi dan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Dengan demikian, masih butuh usaha ekstra untuk perusahaan asuransi. Kemudian terkait perkembangan teknologi, memberikan tantangan khususnya data konsumen, dan memberikan kesempatan untuk menyediakan layanan yang lebih mudah diakses.

Perlindungan Konsumen Asuransi Syariah Penting

KT3 17 Nov 2023 Kompas
Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, aspek perlindungan konsumen menjadi hal utama dalam pengembangan industri asuransi syariah. Dalam menjalankan bisnisnya, nilai-nilai syariah diharapkan dapat terus dipegang teguh sehingga industri asuransi syariah memiliki keunggulan kompetitif dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

”Pastikan tata kelola industri dan perusahaan asuransi tetap dalam koridor regulasi otoritas yang berlaku. Inovasi produk-produk baru asuransi perlu didorong, tetapi tetap dilaporkan dan berizin resmi dari otoritas. Aspek kejujuran, keterbukaan, akuntabilitas, dan perlindungan nasabah juga merupakan prinsip-prinsip yang senantiasa harus dikedepankan,” katanya dalam Grand Launching Allianz Syariah di Jakarta, Kamis (16/11). (Yoga)