JAMINAN KESEHATAN, Beban Biaya Kesehatan Berisiko Semakin Besar
Penduduk Indonesia yang kian menua membuat persentase populasi usia produktif saat ini semakin besar. Hal tersebut turut berdampak pada meningkatnya peluang kematian yang lebih besar pada usia produktif dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Pada saat yang sama beban biaya kesehatan bisa semakin tinggi. Merujuk laporan BPJS Kesehatan berjudul ”Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia 2023”, peluang kematian pada kelompok usia produktif di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lain. Adapun kelompok usia produktif yang dimaksud ialah rentang usia 15-64 tahun. Dalam laporan tersebut diungkapkan, angka harapan hidup di Indonesia meningkat, 73,74 tahun pada laki-laki dan 78,37 tahun untuk perempuan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan data BPS pada 2022 yang menyebutkan angka harapan hidup laki-laki 69,93 tahun dan perempuan 73,83 tahun.
Dosen senior di Universitas Derby, Inggris, Dono Widiatmoko, di Jakarta, Rabu (13/12) mengatakan, peluang kematian yang lebih besar pada kelompok usia produktif dapat terjadi karena proporsi usia produktif saat ini merupakan yang paling besar di masyarakat. Di sisi lain, peluang kematian pada usia yang lebih tua, kelompok usia di atas 80 tahun, justru lebih kecil. Sayangnya, usia harapan hidup yang meningkat biasanya disertai risiko peningkatan beban kesehatan masyarakat. Ketika transisi demografi suatu bangsa bergerak menjadi populasi yang menua, pola penyakit akan bergeser pada peningkatan penyakit degeneratif yang butuh perawatan jangka panjang dan biaya kesehatan tinggi. ”Kondisi tersebut dapat membuat beban biaya yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan akan semakin meningkat. Karena itu, sumber pembiayaan program JKN harus dipertimbangkan kembali agar tetap bisa mencakup semua kebutuhan layanan kesehatan bagi pesertanya,” tutur Dono. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, beban biaya kesehatan yang dibayar BPJS Kesehatan dalam program JKN 2023 diproyeksikan naik Rp 30 triliun dari tahun sebelumnya yang Rp 113.4 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023