Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data
Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan
tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan
perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan
produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon
mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada
generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung
lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.
”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang
yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu
karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari
regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,”
katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu,
pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan
ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini
pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023