KINERJA INDUSTRI ASURANSI : Aset Komersial Tumbuh, Premi Terkontraksi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset asuransi komersial di Indonesia tumbuh hingga September tahun ini. Sementara itu, pendapatan premi industri asuransi mengalami kontraksi.Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan aset asuransi tumbuh sebesar 1,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).“Di sisi perasuransian, sampai September 2023, aset komersial masih tumbuh mencapai Rp872,6 triliun,” katanya di Jakarta, Jumat (24/11). Iwan menjelaskan pendapatan premi industri asuransi sedikit terkontraksi. Sampai dengan akhir September, pendapatan premi asuransi hanya mencapai Rp228 triliun atau terkontraksi 1,6% YoY.
“Meskipun demikian, masih perlu mengingatkan sektor perasuransian menghadapi tantangan yang harus menjadi perhatian,” kata Iwan.Adapun tantangan-tantangan tersebut di antaranya terkait dengan ketidakpastian global yang akan berpengaruh terhadap strategi pengelolaan investasi. Oleh karena itu, Iwan mengingatkan supaya perusahaan asuransi tidak hanya berfokus pada portofolio investasinya, namun juga melihat sisi portofolio produknya.
Tantangan lainnya yakni tingkat literasi dan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Dengan demikian, masih butuh usaha ekstra untuk perusahaan asuransi. Kemudian terkait perkembangan teknologi, memberikan tantangan khususnya data konsumen, dan memberikan kesempatan untuk menyediakan layanan yang lebih mudah diakses.
Tags :
#AsuransiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023