;
Tags

Inflasi

( 547 )

Inflasi April 2022 Melonjak Bisa Menembus 0,74%

HR1 25 Apr 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi lonjakan inflasi pada bulan April 2022. Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ketiga April 2022, BI memperkirkan inflasi bulanan atau month on month (mom) sebesar 0,74%. Angka ini lebih tinggi dari inflasi Maret 2022 yang sebesar 0,66% mom. "Dengan perkembangan ini, perkiraan inflasi April 2022 secara tahun kalender sebesar 1,95% year to date (ytd) dan secara tahunan 3,26% year on year (yoy)," kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangannya, Jumat (22/4).

Kenaikan Inflasi dan Pemulihan Ekonomi

KT3 19 Apr 2022 Kompas

Ekonomi dunia dihadapkan pada masalah rumit, di satu sisi ada harapan berlanjutnya pemulihan ekonomi karena krisis akibat pandemi Covid-19 mereda. Di sisi lain, ada bahaya  kenaikan harga (inflasi) makanan dan energi yang semakin signifikan dan berdampak negatif kepada negara-negara miskin serta masyarakat tertinggal di negara berkembang. Perang Rusia-Ukraina membuat situasi semakin kompleks. Rusia dan Ukraina sebagai penghasil komoditas tambang dan pertanian tidak bisa mengirim produknya yang sangat dibutuhkan oleh negara Eropa. Akibatnya, harga komoditas tambang dan pertanian naik semakin tinggi. Untuk Indonesia, kenaikan harga komoditas ini menguntungkan ekspor. Pada 2022, walaupun ada akselerasi impor diperkirakan Indonesia bisa mencatat surplus ekspor-impor barang dan jasa 1 % dari PDB. Ini berdampak positif terhadap stabilitas kurs rupiah. Pemulihan ekonomi China terhambat karena kebijakan zero covid policy. China masih melakukan isolasi di beberapa kota besar. Melambatnya ekonomi China berpengaruh terhadap ekspor negara berkembang ke negara itu. Karena lockdown di beberapa kota, pertumbuhan ekonomi China turun dari 4,8 % di triwulan I-2022 ke 3 % di triwulan II-2022. Namun, diharapkan pada semester II-2022 ekonomi China kembali mengalami akselerasi.

Pemerintah dan bank sentral di sejumlah negara tentu ingin ekonominya segera pulih. Akan tetapi, nilai uang juga harus dijaga agar tidak tergerus oleh inflasi. Demi mengendalikan inflasi dan menyerap ekses likuiditas, beberapa bank sentral dunia mulai menaikkan suku bunga secara perlahan dan menaikkan giro wajib minimum. Uniknya, China justru melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan giro wajib minimum karena ekonominya melemah. Dengan kenaikan suku bunga di sejumlah negara, terjadi kenaikan cost of capital (biaya modal). Investor saham mulai lebih selektif. Redanya krisis Covid-19 membuat terjadinya pemulihan ekonomi global. Pemulihan ekonomi, berarti bank diharapkan engakselerasi pemberian kredit. Di Indonesia, pertumbuhan kredit mencapai 7-9 % tahun ini. Tetapi, karena inflasi di AS meningkat signifikan, dikhawatirkan kenaikan suku bunga bank sentral AS juga dipercepat. Inflasi di AS sudah menembus 8 %, padahal dalam situasi normal inflasi AS di bawah 2 persen.

Berbeda dengan AS dan banyak negara yang inflasinya naik tinggi akibat kenaikan harga energi dan makanan, di Indonesia inflasi masih relative terkendali, disebabkan harga BBM dan listrik yang tidak naik karena adanya subsidi BBM dan listrik. Akan tetapi, beban subsidi APBN semakin tinggi. Untuk mengendalikan defisit APBN yang harus turun ke bawah 3 %  PDB tahun depan, pengeluaran nonprioritas mesti dikendalikan. Menkeu Sri Mulyani, menyatakan, pemerintah merancang deficit APBN tahun 2023 di kisaran 2,81 % - 2,95 % PDB. Membengkaknya defisit APBN 2020-2021 disengaja untuk menolong masyarakat dan usaha kecil selama krisis akibat pandemi melalui program pemulihan ekonomi nasional. Sejalan berakhirnya krisis Covid-19, pemerintah berhasil secara bertahap menurunkan defisit APBN dari 6,1 % PDB di tahun 2020 menuju ke bawah 3 % di tahun 2023. (Yoga)


Inflasi Jadi Tema Penting G20

KT3 19 Apr 2022 Kompas

Inflasi di AS di atas 8 %, tertinggi dalam 4 dekade terakhir. Inflasi di zona euro 7,5 %, tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Tak terkecuali Asia, juga mengalami kenaikan inflasi. Pemicunya ialah pandemi yang menghentikan aktivitas produksi. Saat bersamaan dunia mengucurkan dana stimulus 10 triliun USD dan terbesar sepanjang masa. Hal ini turut mendorong inflasi, kata ekonom John Cochrane (Wall Street Journal, 18 Februari 2022). Dr Joshua Robinson, professor ekonomi Universitas Alabama, Birmingham, mengatakan stimulus mencegah resesi, tetapi kenaikan uang beredar karena stimulus, tanpa diikuti kenaikan produksi, menaikkan harga. Harapan muncul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Namun, mendadak ada gangguan terbaru akibat invasi Rusia terhadap Ukraina, yang mendongkrak harga migas global ke atas 100 USD per barel. Invasi juga mengacaukan arus barang dan jasa akibat sanksi. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyebut ada unsur inflasi karena faktor geopolitik. Stimulus yang kadang tidak tepat sasaran, perang dagang, faktor geopolitik serentak mendorong inflasi.

Indonesia dalam laporan Bank Indonesia juga turut terpengaruh dan merasakan kenaikan inflasi, termasuk karena gangguan pada sisi pasokan pangan domestik dan imported inflation. Inflasi RI juga diperkirakan 4 persen pada 2022. Georgieva menyatakan, sekarang menjadi momentum penting untuk kebersamaan dan kepemimpinan global. Ini sangat diperlukan untuk mengatasi inflasi dengan melancarkan sisi pasokan barang secara global. Dalam konteks ini, melalui pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral, 20 April di Washington, G20 bisa menyatukan visi para pemimpin. G20 beranggotakan negara-negara yang sepanjang masa berseteru, di bawah Obama terbukti bisa bersatu mengatasi krisis. Kepemimpinan RI jadi momentum penting untuk menyatukan G20, di mana Rusia juga anggotanya. (Yoga)


Inflasi Bisa Capai 4 Persen

KT3 18 Apr 2022 Kompas

Vice President for Industry and Regional Research Office of Economist Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani mengatakan, inflasi akhir 2022 bisa mencapai 4,17 %. Inflasi itu bisa terjadi jika harga pertamax naik 39 %, pertalite 10 %, dan elpiji 3 kg 10 %. Pemerintah memberi sinyal harga pertalite dan elpiji 3 kg akan naik secara bertahap pada Juli dan September 2022. Hal itu diungkapkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada awal April 2022 serta Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 13 April 2022. Untuk jangka pendek, pemerintah akan terus menyesuaikan harga BBM nonsubsidi yang dikonsumsi kelas menengah ke atas. Penyesuaian harga BBM dan gas itu seiring dengan kenaikan harga minyak dan gas dunia. (Yoga)


Inflasi Maret Menggerus Optimisme Konsumen

HR1 14 Apr 2022 Kontan

Optimisme konsumen Indonesia turun pada Maret 2022. Berdasarkan Survei Konsumen oleh Danareksa Research Institute (DRI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2022 tercatat 83,8 turun dari bulan Februari 2022 yang sebesar 86,9. Kepala Ekonom DRI Rima Prama Artha mengungkapkan, penurunan IKK ini disebabkan oleh penurunanan dua komponen pembentuknya.

Inflasi Konsumen AS Capai 8,5% di Maret 2022

KT1 13 Apr 2022 Investor Daily

Harga-harga yang harus dibayar konsumen AS untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari pada Maret 2022 melonjak ke level tertinggi  sejak masa-masa awal pemerintahan Ronald Reagen. Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS melaporkan pada Selasa (12/3), Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengukur harga barang dan jasa  melonjak 8,5% pada Maret 2022 dari tahun sebelumnya. IHK pada Maret 2022 itu adalah yang tertinggi sejak  Desember 1981. Sedangkan inflasi intinya mencapai level tertinggi sejak Agustus  1982. "Berita besar dari laporan Maret itu adalah tekanan inflasi inti akhirnya  mulai melunak. Saya perkirakan kenaikan pada Maret  ini akan menandai puncak inflasi tahunan, karena kedepannya angka-angka tersebut  menurun dan harga energi juga menurun," tutur Andrew Hunter, ekonom senior Capital Economics untuk AS, seperti dikutip CNBC, Selasa (12/4). 

Waspada Lonjakan Inflasi Ramadhan

KT1 03 Apr 2022 Tempo

Tingkat inflasi sepanjang Ramadhan dan momen Idul Fitri 2022 diprediksi melonjak dibanding periode tahun-tahun sebelumnya. Kepada Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menuturkan peningkatan inflasi  tersebut akan didorong oleh semua komponen inti, harga bergejolak, maupun harga yang diatur pemerintah. Kenaikan harga bahan pokok, seperti minyak goreng, BBM dan Elpiji, hingga menyesuaikan tarif baru pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%, menjadi faktor pendorong utama. "Inflasi April 2022 diperkirakan akan terus berlanjut meningkat, didorong oleh seluruh komponen inflasi,"ujar Josua, kemarin. Dia berujar, implementasi tarif baru PPN yang dimulai per 1 April 2022 berpotensi mendorong tambahan inflasi sekitar 0,30-0,50%. Sedangkan inflasi harga bergejolak diprediksi tetap tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas sepanjang Ramadan dan menjelang Idul Fitri. (Yetede)

Inflasi Muncul dari Dua Arah

KT3 02 Apr 2022 Kompas

Inflasi sepanjang tahun 2022 akan terdorong dari dua arah, yang terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat (demand pull inflation) dan karena naiknya harga-harga barang (cost push inflation). Di tengah inflasi yang melonjak, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal diharapkan bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. ”Konsumsi rumah tangga yang meningkat merupakan buah melonggarnya pembatasan aktivitas masyarakat seiring terkendalinya jumlah kasus Covid-19,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Jumat (1/4). Kenaikan permintaan masyarakat tecermin dari inflasi inti Maret 2022 yang mencapai 0,3 %. Secara tahun kalender, inflasi inti Januari-Maret sebesar 1,03 % dan secara tahunan mencapai 2,37 %. Sementara itu, kenaikan harga-harga barang secara umum  didorong sejumlah faktor, antara lain akibat kenaikan PPN menjadi 11 % dan harga BBM RON 92 atau Pertamax sebesar Rp 3.500 per liter. Kenaikan tarif PPN harga dan BBM itu akan memberikan andil pada inflasi di bulan-bulan berikutnya. Selain itu, ada juga ancaman pada inflasi akibat kenaikan harga-harga sejumlah barang impor (imported inflation). Harga barang ini sudah naik di negara asalnya sebelum diimpor oleh Indonesia. Barang-barang impor yang mengalami inflasi, antara lain, komoditas pangan dan energi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Jumat (1/4) menjelaskan, inflasi itu bersumber dari kenaikan harga cabai merah, elpiji, emas, dan minyak goreng. Kenaikan harga komoditas cabai merah memberikan andil inflasi 0,1%. Kenaikan harga komoditas ini dipicu keterbatasan pasokan akibat pergeseran musim, dari yang seharusnya sudah memasuki kemarau, tetapi masih banyak curah hujan. Selain cabai, komoditas penyumbang inflasi di kelompok makanan adalah minyak goreng dengan andil 0,04 %. Kenaikan harga minyak goreng didorong pemberlakuan Permendag No 11 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Curah mulai 16 Maret 2022, dimana pemerintah membatalkan Permendag No 6/2022 tentang HET Minyak Goreng. Pengembalian harga minyak goreng ke mekanisme pasar menyebabkan harganya naik. Elpiji memberi andil inflasi 0,07 % akibat kenaikan harga oleh Pertamina pada akhir Februari 2022, dari Rp 13.500 menjadi Rp 15.500 per kg. Emas juga memberikan andil inflasi Maret 2022, yakni 0,04 %. Kenaikan ini dipicu  meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang menimbulkan ketidakpastian dan membuat investor berburu emas. (Yoga)


Upah Pekerja, Terimpit Laju Inflasi

KT3 25 Mar 2022 Kompas

Di tengah impitan kenaikan biaya hidup, pendapatan pekerja jalan di tempat. Rata-rata kenaikan nasional upah minimum 2022 hanya 1,09 %, di bawah angka inflasi tahunan per Februari 2022 sebesar 2,06 %. Bahkan, kenaikan upah minimum 13 provinsi di bawah 1 %. Tertahannya kenaikan upah itu tidak mampu mengejar tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang kini mulai terjadi. Apalagi, inflasi diperkirakan terus naik. BI memproyeksikan inflasi Maret 2022 mencapai 2,54 %, Kemenkeu mematok inflasi 2022 akan menyentuh 3-4 %.

Konsekuensi sistem pengupahan kepada daya beli masyarakat baru terasa setelah berlakunya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang merombak formula pengupahan dan menahan laju kenaikan upah minimum. Sebelum UU Cipta Kerja berlaku, rumus penetapan upah minimum masih memperhitungkan variabel pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi. Kebijakan upah minimum juga masih memperhitungkan survei kebutuhan hidup layak (KHL). Besaran kenaikan upah yang dihasilkan dapat melampaui inflasi. UU Cipta Kerja mengubah formula itu dan hanya memperhitungkan salah satu variabel, antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Komponen KHL pun dihilangkan dari rumus penghitungan upah. Otomatis, laju kenaikan upah minimum tertahan dan selalu berpotensi tergerus inflasi, menekan konsumsi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi. (Yoga)


Menkeu: Inflasi Indonesia Masih Terkendali

KT1 17 Mar 2022 Investor Daily

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi inflasi Indonesia masih cukup terjaga bila dibandingkan dengan negara maju dan negara berkembang lainnya. Meski begitu, pemerintah tetap memantau dan mengantisipasi tren kenaikan harga komoditas global dan gangguan pasokan barang. "Kami sangat sadar bahwa harga komoditas global dan gangguan pesokan bahkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina telah mencipatakn tekanan pada harga. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya tingkat inflasi negara maju dan beberapa negara berkembang yang sudah meningkat secara signifikan," ucap Sri Mulyani dalam Bloomberg Asean Business Summit, Rabu (16/3). Menurutnya, kondisi inflasi secara global akan berdampak pada pengetatan kebijakan  moneter dibanyak negara maju. Berikutnya, kondisi tersebut bakal mempengaruhi daya beli , sehingga akan berdampak pada sektor konsumsi. (Yetede)