;
Tags

Inflasi

( 547 )

Inflasi, Waspadai Lonjakan Harga

KT3 16 Mar 2022 Kompas

Kebuntuan perundingan antara Rusia dan Ukraina membuat pasar energi dunia semakin tertekan, harga minyak mentah jenis Brent, misalnya, tak pernah lebih rendah dari 110 USD barrel sejak Februari 2022. Selain lonjakan harga minyak mentah, dinamika geopolitik di belahan timur Eropa itu juga melilit rantai pasokan gandum global, karena Rusia merupakan negara penghasil minyak utama, sedangkan Ukraina pemasok gandum terbesar di pasar dunia. Dalam pidatonya di Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah mulai mewaspadai risiko melonjaknya inflasi akibat gangguan rantai pasok global.

Perang Rusia dan Ukraina mengerek inflasi pangan di AS hingga 6,9 %, Rusia sebesar 12,3 %, bahkan Turki mencapai 55 %. Adapun di dalam negeri, Presiden mengatakan bahwa tingkat inflasi pangan terkendali di angka 3,4 %. Untuk mencegah rambatan inflasi dari pasar global, pemerintah berupaya mempertahankan stabilitas harga pangan dan energi di dalam negeri, dengan menahan kenaikan harga jenis BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, seperti pertalite dan pertamax. Dari sisi bahan pangan, pergerakan harga beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan sejak Februari 2022, yang berdampak pada laju inflasi bulan ini dan April, Terlebih saat Ramadhan dan Idul Fitri. (Yoga)


Melawan Hantu Inflasi

KT1 10 Mar 2022 Investor Daily

Inflasi pangan sedang menghantui dunia. Perang Rusia-Ukraina, lonjakan harga minyak dan komoditas, cuaca ekstrim, gangguan rantai logistik, apresiasi dolar AS, dan meningkatnya permintaan seiring pulihnya perekonomian membuat harga pangan melambung tinggi. Bagaimana dengan Indonesia? Inflasi pangan juga sedang mengancam Indonesia. Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng, kedelai, daging, sayur mayur, dan bahan kebutuhan pokok lainnya akhir-akhir ini adalah bukti  bahwa inflasi sedang mencengkram negara ini. Gejolak harga minyak goreng tak kunjung reda, kendati pemerintah telah menerapkan kebijakan domestic market obligation (DMO) atau kewajiban pasok kedalam negeri sebesar 20% untuk seluruh eksportir minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. Persoalan kian runyam ketika tata niaga yang diterapkan pemerintah gagal menyeimbangkan supply dan demand. (Yetede)

Di Bawah Bayang-Bayang Lonjakan Inflasi Tinggi

HR1 01 Mar 2022 Kontan

Siap-siap menghadapi lonjakan inflasi tinggi. Setelah harga pangan terkerek dalam beberapa waktu terakhir, kini harga minyak, gas bumi dan komoditas energi lain makin terkerek akibat perang Rusia-Ukraina. Harga minyak mentah jenis brent, misalnya, sempat menyentuh level US$ 105,07 per barel pada perdagangan Senin (28/2), sekaligus level tertinggi sejak tahun 2008. Pukul 21.00 WIB kemarin, harga brent turun tipis ke US$ 101,01 per barel. Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengakui, kita masih dibayangi inflasi tinggi. Untuk itu, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelancaran suplai bahan pokok.


Inflasi Harga Pangan Menyambut Puasa

HR1 25 Feb 2022 Kontan

Menjelang bulan Ramadan yang akan datang sebulan lagi, harga sejumlah produk pangan mulai merambat naik. Sebagian penyebab kenaikan harga karena kelangkaan pasokan, dan sebagian lagi akibat produksi yang sedang turun. Harga pangan yang mengalami kenaikan pada pekan ini diantaranya adalah tempe dan tahu lantaran ada kenaikan bahan baku kedelai di pasar global. Selain itu ada kenaikan harga cabai, daging ayam, daging sapi, telor juga beras meskipun relatif kecil.

Lonjakan harga pangan ini yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah. Sebab sebulan lagi akan masuk bulan Ramadan yang membuat permintaan akan bahan pangan meningkat. Jika pasokan di pasar tidak mencukupi maka harga akan terkerek tinggi. Berdasarkan hasil hitungan Indef, inflasi pada Maret 2020 bersamaan dengan Ramadan akan bergerak di kisaran 0,4%-0,5% mtm, "Lalu April akan sebesar 0,6%-0,8% mtm," kata Ekonom Indef Eko Listyanto.


Tensi Memanas Lagi

HR1 23 Feb 2022 Kontan

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat ketegangan Rusia dan Ukraina semakin memanas. Kondisi tersebut menyulut aksi risk off dan rupiah jadi melemah. Mengutip Bloomberg, Selasa (22/2), kurs rupiah spot melemah 0,27% ke Rp 14.366 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor versi Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,23% ke Rp 14.362 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah bergerak melemah karena ketegangan Rusia dan Ukraina semakin memanas setelah Presiden Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dan kedaulatan wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai Ukraina Timur.


Daya Beli Buruh Perkotaan Makin Tergerus Inflasi

HR1 16 Feb 2022 Kontan

Daya beli buruh perkotaan menurun pada bulan Januari 2022. Hal ini tercermin dari menurunnya upah rill buruh bangunan pada bulan lalu. Penyebabnya, inflasi nasional yang meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah nominal harian buruh bangunan Januari 2022 naik 0,38% dibandingkan dengan upah Desember 2021, yaitu dari Rp 91.335 per hari menjadi Rp 91.682 per hari. Namun, kenaikan ini belum mampu mengangkat daya beli buruh bangunan. 

Pasar Akan Mencermati Data Inflasi

KT1 07 Feb 2022 Investor Daily

Setelah laporan penyerapan lapangan kerja baru Januari 2022 di luar dugaan kuat, pasar finansial khususnya di AS pekan ini akan memfokuskan  perhatiannya ke data inflasi konsumen. Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat pekan lalu melaporkan bahwa lapangan kerja baru non-pertanian bertambah 467.000 sepanjang bulan tersebut. Kalangan pialang di pasar berjangka sudah mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebanyak enam kali di tahun ini. Sementara kebanyakan ekonom memperkirakan empat atau lima kali kenaikan. Pasar saham menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil positif. Walau ditandai dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.  Menurut Julian Emanuael, Direktur pelaksana senior strategi ekuitas, derivatif, dengan kuantitativ Evercore ISI, volatilitas tinggi disebagian saham itu menunjukkan resiko bagi para investor yang memegang saham-saham sektor teknologi. (Yetede)

Inflasi Januari

HR1 03 Feb 2022 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Januari 2022 sebesar 2,18% yoy, atau lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2021 yang sebesar 1,87% yoy. Penyebab inflasi pada Januari 2022 ini adalah inflasi di beberapa kelompok pengeluaran adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Tingkat inflasi Januari 2022 ini masih dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 3% plus minus 1%

Inflasi Zona Euro Naik ke Rekor Tertinggi Baru

KT1 03 Feb 2022 Investor Daily

Inflasi di zona euro melonjak ke rekor rating tertinggi baru pada Januari 2022. Data resmi yang dirilis Rabu (2/2) itu menambah tekanan kepada Bank Sentral Eropa atau EBC menjelang rapat kebijakan moneter hari ini. Badan statistik zona euro, Eurostat, melaporkan bahwa angka inflasi mencapai 5,1% bulan lalu. Dewan Gubernur EBC akan melakukan pertemuan pada Kamis (3/2). Kalangan pengamat memperkirakan ECB mempertahankan suku bunga untuk saat ini. "Data inflasi Januari mendukung pandangan kami, EBC akan segera mengeluarkan proyeksi bahwa inflasi mencapai  targetnya dalan jangka menengah," kata Capital Economics dalam laporan riset terbarunya. Analis ING Charlotte de Montpellier mengatakan kepada AFP bahwa kenaikan inflasi memang  mengejutkan dan menambah amunisi argumen untuk kenaikan suku bunga ECB. (Yetede)

Waspadai Inflasi Tinggi Tahun Ini

KT3 27 Jan 2022 Kompas

Dalam tinjauan perekonomian dunia bertajuk ”Lonjakan Kasus, Disrupsi Pemulihan dan Inflasi Tinggi” pada 25 Januari 2022, IMF memperkirakan, inflasi di negara maju pada 2022 sebesar 3,9 % dan negara berkembang 5,9 %, disebabkan disrupsi rantai pasok, pengetatan kebijakan moneter, lonjakan harga energi dan pangan, serta peningkatan permintaan. First Deputy Managing Director IMF Gita Gopinath mengatakan, inflasi bakal meningkat, terutama akibat tekanan harga energi dan pangan yang lama. Pasar bursa mengindikasikan, tahun 2022 harga minyak mentah meningkat 12 %, gas alam naik 58 %, dan pangan naik 4,5 %. Gangguan rantai pasok akibat penyebaran virus korona varian Omicron di sejumlah negara diperkirakan masih terjadi, berimbas pada kenaikan biaya logistik dan produk impor.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teuku Riefky (26/1) berpendapat, inflasi meningkat seiring pulihnya aktivitas masyarakat beberapa bulan terakhir. Kenaikan PPN dan cukai hasil tembakau serta kenaikan harga minyak goreng dan elpiji diperkirakan berdampak pada inflasi. BI menargetkan inflasi nasional terkendali pada level 2-4 persen. Realisasi inflasi sepanjang 2021 ada di level 1,87 persen. Terkait itu, BI akan fokus menjaga inflasi dan nilai tukar, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. (Yoga)