;
Tags

Portofolio

( 322 )

Ceruk Pasar Mineral Kualitas Tinggi

HR1 03 Feb 2024 Kontan

Pelemahan harga komoditas pertambangan tidak menyurutkan PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) untuk mencari pendanaan di pasar modal. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan batubara dan nikel ini resmi menjadi emiten kesembilan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. SMGA adalah anak usaha dari PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), perusahaan perdagangan batubara di pasar ekspor dan domestik dengan sistem pemasok batubara satu atap. Sebagai perusahaan perdagangan (trading) komoditas, SMGA lebih berfokus pada produk nikel dan batubara yang berkualitas tinggi. SMGA menjual nikel dengan kadar sebesar 1,5%-1,9%. Sedangkan untuk batubara, SMGA menjual dengan kalori sebesar 3.400-5.300 kka per kg. Kondisi ini memposisikan SMGA sebagai trader nikel dan batubara yang memiliki segmentasi pasar tersendiri. Didukung tingginya permintaan nikel dan batubara berkualitas baik, SMGA bekerjasama dengan pemilik Izin Usaha Penambangan Operasional Produksi (IUP-OP) dan Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) untuk memastikan kontinuitas produktivitas dan pasokan ke pengguna akhir. Ke depan, SMGA berencana mengakuisisi tambang nikel, sehingga bisa memproduksi bijih nikel (ore) sendiri. Direktur Utama Sumber Mineral Global Abadi, Julius Edy Wibowo mengatakan, tambang nikel yang akan dicaplok tersebut berlokasi di Morowali Utara. Tambang tersebut akan memproduksi 50.000 ton sampai dengan 100.000 ton nikel ore per bulan.

Julius memproyeksi, akuisisi ini akan rampung pada kuartal II-2024, dan diproyeksikan bakal mulai beroperasi pada kuartal III-2024. Meski tidak menyebutkan angka pasti, yang jelas nilai dari akuisisi ini bersifat material dengan nilai di bawah 50% dari ekuitas SMGA. SMGA juga tengah menggarap potensi bisnis batu gamping. SMGA menjalankan usaha pertambangan batu gamping secara tidak langsung melalui penyertaannya di entitas anak, yaitu PT Jasatama Mandiri Sukses. Tahap kegiatan operasi produksi ini meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian atau pengembangan dan/atau pemanfaatan, serta pengangkutan dan penjualan. Kegiatan pertambangan Jasatama Mandiri Sukses berlokasi pada Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas wilayah 85,73 hektare (ha). Berdasarkan hasil eksplorasi yang telah dilakukan, cadangan batu gamping yang dimiliki oleh Jasatama Mandiri Sukses saat ini sebesar 300 juta ton dengan perkiraan usia tambang sekitar 150 tahun. Julius menyatakan, secara industri permintaan nikel diprediksi naik dari 2.340 kiloton (KT) pada 2020 menjadi 6.250 KT pada tahun 2040. Meningkatnya permintaan akan nikel terutama didorong oleh naiknya kebutuhan dari industri kendaraan listrik (EV) dan baterai.

AKRA Tertahan di Tahun Politik

HR1 25 Jan 2024 Kontan
PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) bakal menghadapi sejumlah tantangan sepanjang tahun Pemilu tahun ini. Risiko aktivitas investasi yang melambat memasuki tahun Pemilu memberikan dampak negatif pada volume distribusi dan visibilitas penjualan lahan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Dalam laporan riset tertanggal 14 Desember 2023, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan mengatakan, target penjualan lahan industri JIIPE sebesar 130 hektare (ha) pada 2024 mencerminkan optimisme AKRA. Namun, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan estimasi penjualan lahan industri JIIPE hanya sebesar 85 ha pada tahun 2024. "Estimasi ini mencerminkan pandangan konservatif kami terhadap penanaman modal asing dan dalam negeri di tengah tahun politik," ucap Hasan. 

Selanjutnya, di segmen bisnis perdagangan bahan bakar minyak (BBM), manajemen menargetkan volume penjualan minyak AKRA secara business to business (B2B) dapat tumbuh 5%-6% di 2024. Kenaikan ini didorong permintaan dari klien di Kalimantan dan Sulawesi. Namun, Hasan mempertahankan prediksi pertumbuhan yang lebih konservatif, yakni 1% menjadi 2,5 juta liter. Hasan mempertimbangkan perlambatan pertumbuhan produksi batubara di tengah berlanjutnya koreksi harga batubara, mengingat sekitar 50% dari volume penjualan AKRA ke segmen pertambangan batubara. Namun, dalam riset 9 Januari 2024, Head of Research RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya merevisi ke atas target pertumbuhan laba bersih AKRA untuk 2023 dan 2024. Target laba bersih AKRA tahun 2023 menurut RHB Sekuritas naik dari Rp 2,59 triliun menjadi Rp 2,62 triliun. Selanjutnya, prediksi laba bersih AKRA tahun 2024 dinaikkan dari Rp 2,95 triliun menjadi Rp 3,08 triliun. 

Sebelumnya, manajemen AKRA mengungkapkan penjualan lahan industri seluas 61 ha pada kuartal IV-2023 oleh investor dari Hong Kong. Alhasil, total penjualan lahan sepanjang 2023 mencapai 91 ha, lebih tinggi dari target manajemen 75 ha dan perkiraan awal RHB sekitar 80 ha. Head of Investment PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe memprediksi, pendapatan dan laba bersih AKRA berpeluang untuk tumbuh hingga 10% pada 2024. "Harga AKRA saat ini sudah mendekati all-time high di Rp 1.670 sehingga momentum beli dapat menunggu koreksi antara 1.500-1.600.

Genjot Kinerja dengan Ekspansi Toko

HR1 23 Jan 2024 Kontan
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus gencar menambah sumber pendapatan baru. Ekspansi pembukaan gerai di tengah potensi meningkatnya konsumsi masyarakat bakal menjadi dorongan untuk emiten pengelola gerai Alfamart ini. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak mengatakan, jaringan toko yang luas memberikan aksesibilitas dan kenyamanan. Sehingga tidak mudah didekati para pesaing baru di industri ritel kebutuhan sehari-hari ini. 

Tak hanya itu, AMRT tidak hanya berupaya mempertahankan pangsa pasar, tapi juga terus berkembang, khususnya di kategori menengah melalui entitasnya PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Rut menjelaskan, tren ini penting untuk pertumbuhan AMRT ke depan, bukan hanya dari segi jumlah toko tetapi juga karena semakin tinggi margin yang ditawarkan oleh format Lawson yang relatif lebih besar dibandingkan toko lain. Terlebih, Lawson diperkaya dengan ragam produk siap saji (RTE) dan siap minum (RTD). 

Sementara itu, Rut memperkirakan akan ada penambahan sekitar 1.600 toko pada tahun 2024, dengan pertumbuhan paling besar diharapkan dari segmen grup MIDI. Peluncuran toko berkonsep seperti Alfamidi dan Lawson, ditambah dengan berdirinya toko di industri perawatan pribadi yakni Dan+Dan, bakal menjadi perhatian. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ashalia Fitri menambahkan, Pemilu tahun ini akan berdampak positif terhadap kinerja emiten fast moving consumer goods (FMCG) seperti AMRT. 

Faktor lain yang dapat mendorong kinerja AMRT adalah Bantuan langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan pemerintah ke masyarakat. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menyoroti adanya perbaikan margin di level 21,1% per September 2023, dibandingkan 20,5% per September 2022. Ashalia memberi rekomendasi buy AMRT dengan target harga Rp 3.250 per saham. Sedangkan, Rut Yesika mempertahankan rekomendasi trading buy AMRT dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Mengukur Prospek Saham Manufaktur

HR1 22 Jan 2024 Kontan
Industri manufaktur diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi. Di tahun Naga Kayu ini, pemerintah membidik target pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,80%, lebih tinggi dari target tahun 2023 di angka 4,81%. Target tersebut turut mempertimbangkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang masih berada dalam fase ekspansi sampai akhir tahun lalu. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memperkirakan, tahun 2024 akan lebih kondusif bagi industri manufaktur. Selain ada ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, diharapkan permintaan dari China akan semakin pulih. Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal CSA Insitute David Sutyanto bilang, ekonomi global masih diliputi ketidakpastian. Alhasil, emiten yang berorientasi pada pasar dalam negeri akan lebih prospektif tahun ini. Robin Haryadi, Analis & Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo menilai, masih ada sejumlah tantangan di industri ini. Misalnya, PT Astra International Tbk (ASII) yang dibayangi potensi arus masuk mobil listrik China yang semakin deras. Sebagai strategi investasi, Robin menyarankan pelaku pasar untuk memilah saham yang cenderung tahan banting terhadap situasi makro ekonomi dan tingkat suku bunga yang masih tinggi. Kemudian cermati prospek bisnisnya. Sedangkan Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menimpali, target pertumbuhan realisasi investasi yang sedang dikejar oleh pemerintah akan memberikan katalis positif untuk sektor manufaktur, mineral dan metal mining, serta sektor pendukungnya. Ratih pun menyematkan rekomendasi beli saham UNTR, ADMR, MDKA, dan MBMA.

Sumber Bisnis Baru di Fiber Optik

HR1 11 Jan 2024 Kontan
Performa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) kembali pulih di kuartal ketiga 2023. Kinerja emiten yang dikendalikan Saratoga (SRTG) ini diharapkan semakin membaik di 2024, sejalan dengan digitalisasi di Indonesia. Selama periode Januari hingga September 2023, TBIG mencetak pendapatan senilai Rp 4,95 triliun. Pendapatan TBIG hanya naik tipis 0,63% secara tahunan alias year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,92 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan kinerja TBIG karena membengkaknya biaya operasional selama sembilan bulan pertama di 2023. Namun, Sukarno mengamati sudah mulai ada perbaikan yang dialami TBIG. "Prospek kinerja emiten menara telekomunikasi seperti TBIG di tahun 2024 masih akan positif, seiring dengan ekspansi jaringan 5G di Indonesia," jelas Sukarno, Rabu (10/1). Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjangkau 90% dari populasi Indonesia dengan jaringan 5G pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, operator telekomunikasi perlu melakukan ekspansi jaringan 5G yang dapat membawa katalis positif untuk perusahaan menara telekomunikasi seperti TBIG. Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis melihat, pendapatan dari segmen fiber to the tower (FTTT) meningkat 20,6% secara kuartalan dan melesat 338,3% secara tahunan, serta berkontribusi 6% terhadap total pendapatan di kuartal III 2023. Menurut Niko, TBIG mempunyai kemampuan membangun aliran pendapatan baru dari fiber optik, sehingga menjaga perolehan arus kas. "TBIG juga berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan masa depan di wilayah luar Jawa," tutur Niko. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli dan Jonghoon Won mengamati pertumbuhan penyewa baru terpantau melambat, dengan penambahan 137 penyewa pada kuartal ketiga 2023. Sehingga ini menyebabkan sedikit penurunan pada rasio penyewaan menjadi 1,87 kali pada kuartal ketiga 2023 daripada 1,88 kali pada kuartal sebelumnya. Namun, tarif sewa menara tetap stabil di Rp 13,5 juta per bulan, dan TBIG mengelola 22.175 lokasi menara dengan 41.455 penyewa pada akhir September 2023. Christopher menilai, prospek emiten menara ini tetap positif karena hubungan yang erat dengan operator telekomunikasi besar. Basis pelanggan utama TBIG terdiri dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terutama Telkomsel, IOH, dan XL Axiata. Christopher mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.270 per saham. Ada risiko tingkat sewa yang rendah, pertumbuhan serat optik yang lebih lambat, serta EPS yang rendah karena tingginya biaya utang.

Harga Logam Industri Tertekan Permintaan

HR1 10 Jan 2024 Kontan
Harga logam industri kompak tertekan pada awal tahun ini. Harga tembaga di pasar London Metal Exchange (LME) kontrak tiga bulan turun 1,12% dalam sepekan ke US$ 8.448 per ton. Harga aluminium terkoreksi 4,42% ke US$ 2.236,50 per ton. Harga timah juga terpangkas 2,71% dalam sepekan ke US$ 24.500 per ton. Adapun nikel di US$ 16.303 per ton atau turun 1,64%. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, tembaga turun ke level terendah dalam hampir satu bulan di tengah rebound dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian permintaan, dan peningkatan stok. "Faktor tersebut mengangkat dolar AS yang digunakan untuk menentukan harga acuan tembaga dan menekan daya beli importir," ucap Sutopo, Selasa (9/1). Untuk nikel ada harapan perbaikan harga dari penurunan suku bunga acuan The Fed dan permintaan lebih kuat dibanding 2023. Ini seiring meningkatnya penggunaan nikel dalam baterai kendaraan listrik dan kebangkitan sektor baja tahan karat. Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono menambahkan, tekanan pada harga logam industri masih akan berkutat pada besarnya pasokan, tetapi permintaan belum cukup kuat. Harga komoditas logam industri masih akan melemah meski peluang rebound. "Strategi jangka menengah buy on weakness," ucap Wahyu, kemarin. Wahyu memprediksi, harga tembaga di kuartal I-2024 di kisaran US$ 7.900-US$ 8.600 per ton. Timah di US$ 22.000-US$ 27.000 dan alumunium di US$ 2.100-US$ 2.400 per ton. Adapun proyeksi harga nikel di kisaran US$ 14.000-US$ 22.000 per ton.

Emiten Sektor Ritel Masih Bertenaga

HR1 10 Jan 2024 Kontan
Saham-saham yang masuk dalam sub-sektor ritel dapat diperhitungkan sebagai pilihan investasi tahun ini. Emiten ritel memperoleh sejumlah katalis positif dari pertumbuhan daya beli. Emiten ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dinilai cukup terdiversifikasi. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, sektor ritel akan didukung oleh daya beli konsumen yang masih terjaga. Hal ini juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, IKK Desember 2023 yang naik menjadi 123,8 dari 123,6 pada November 2023. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengatakan, prospek emiten ritel yang menyasar kelas menengah ke bawah beperluang membaik. Hal ini tak lepas dari peluang kelonggaran kebijakan moneter, yang diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat. Sejumlah ekspansi emiten juga akan menyokong kinerja. Mirae Asset Sekuritas dalam riset 2 Januari 2024 mengatakan, sepanjang 2023 lalu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membuka 700 toko baru dan berekspansi ke Asia Tenggara. Sementara PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menambah 13 toko. Karena itu dalam hitungan Mirae Asset, MAPI dan ACES berpotensi mencatatkan kenaikan pendapatan masing-masing sebesar 22,35% dan 26,67%. Praska merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 2.920 per saham, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dengan target harga Rp 560, dan ACES dengan target harga Rp 790, dengan strategi trading jangka pendek-menengah. Lalu, Nico menyukai saham AMRT dengan target harga Rp 3.300 dan ACES di target Rp 915.

Kinerja SMGR Terangkat Proyek IKN

HR1 09 Jan 2024 Kontan
Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diperkirakan tumbuh positif di 2024. Ini seiring dengan banyaknya proyek-proyek pembangunan yang akan mendorong pertumbuhan permintaan semen. Analis Mirae Asset Sekuritas Andre Saragih mengatakan, manajemen SMGR memproyeksikan pertumbuhan volume penjualan domestik sebesar 3% di 2024. Ini didorong dari pertumbuhan volume penjualan curah sebesar dua digit ke proyek-proyek infrastruktur. Juga pertumbuhan volume penjualan dalam sak sebesar satu digit yang didukung oleh konsumsi selama pemilu. Adapun proyek utama yang akan mendorong pertumbuhan SMGR adalah dari Ibu Kota Negara (IKN). Tahun ini Andreas memperkirakan kebutuhan semen di IKN mencapai 2 juta ton dan SMGR diproyeksi dapat memasok sekitar 1,4 juta ton ke sana. SMGR dinilai dapat menikmati persaingan yang lebih ringan di Jawa Tengah. Andreas meyakini, persaingan harga pun akan mereda karena ketersediaan merek yang lebih rendah di pasar pasca akuisisi. Lalu ekspektasi pertumbuhan permintaan yang kuat, didorong oleh beberapa proyek jalan tol Solo-Yogyakarta, Yogyakarta-Bawen, dan Semarang-Demak, serta Kawasan Industri Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, jelasnya dalam riset, Jumat (1/12/2023). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, rencana pembukaan fasilitas baru di Tuban juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan dan produksi SMGR di sepanjang 2024. Lalu, untuk rencana ekspor ke AS juga dinilai dapat memberikan dampak positif. Terlebih, kontribusi ekspor saat ini hampir 12% dan bertumbuh sekitar 29% per September 2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Ditambah peluang kebijakan moneter yang lebih longgar di tahun 2024 bisa menjadi katalis positif bagi bisnis semen," ujarnya, Senin (8/1). Analis Philip Sekuritas Helen menambahkan, dari dalam negeri diperkirakan permintaan akan bertumbuh. Konsumsi semen domestik diproyeksi tumbuh 3% di tahun ini, lebih baik dari 2023 di 1%-2%. Karenanya, Philip Sekuritas memproyeksikan pendapatan SMGR di 2024 mencapai Rp 40,97 triliun atau tumbuh 6,72% dari ekspektasi di 2023 sebesar Rp 38,39 triliun. Adapun laba bersih diperkirakan tumbuh 13,06% menjadi Rp 2,77 triliun dari proyeksi 2023 sebesar Rp 2,45 triliun.

BEI Suspensi Perdagangan Saham KAYU

HR1 04 Jan 2024 Kontan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) per Rabu (3/1). Penghentian sementara ini karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KAYU. "Penghentian sementara perdagangan saham KAYU tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," tulis manajemen BEI, Rabu (3/1). Pada perdagangan terakhir, Selasa (2/1), saham KAYU ditutup melemah 34,71% atau turun 42 poin ke level harga Rp 79 per saham. Pengamat pasar modal dan pendiri WH-Project, William Hartanto mengatakan, penghentian tersebut wajar terjadi. Ini setelah terjadinya auto rejection bawah (ARB) berhari-hari terhadap saham KAYU. "Ke depan perdagangan saham KAYU berpotensi lebih sepi," katanya ke KONTAN Rabu (3/1). Sementara Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, emiten KAYU tengah mengupayakan memperkuat kinerja fundamentalnya di tengah faktor unusual market activity yang terjadi pada KAYU. "Supaya cooling down ," tuturnya.

Menadah Cuan Kontrak Baru PTPP

HR1 03 Jan 2024 Kontan

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diproyeksi tetap mencetak kinerja solid di 2024. Dorongan dari pemerintah untuk segera menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) bakal menjadi pendukung bagi emiten konstruksi pelat merah tersebut. Analis Mandiri Sekuritas, Farah Rahmi Oktaviani dan Adrian Joezer memaparkan, proyek Kalibaru akan menjadi penggerak pendapatan PTPP di 2024. Seperti diketahui, PTPP telah berpartisipasi dalam pengembangan terminal peti kemas baru Tanjung Priok atau disebut Pelabuhan Kalibaru sejak tahun 2012. Sejauh ini, tahap 1A telah selesai dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2016. PTPP saat ini sedang mengembangkan tahap 1B dengan lingkup pekerjaan termasuk desain dan pembangunan, dan nilai kontrak sebesar Rp 3,8 triliun. Per November 2023, PTPP membukukan pencapaian kontrak baru sebesar Rp 30,2 triliun, atau tumbuh 8% year on year (yoy) dan telah mencapai sekitar 89% dari target tahun 2023. Sumber pendapatan kontrak baru PTPP terutama didorong oleh proyek-proyek dari pemerintah dengan porsi sekitar 41% dan BUMN sekitar 34%. Farah bilang, PTPP memperkirakan pertumbuhan kontrak baru akan cenderung datar sekitar 1%-2% yoy di 2024. Hal tersebut karena tender proyek yang diperkirakan lebih lambat dari BUMN dan swasta selama Pemilu. PTPP menargetkan sekitar Rp 10 triliun kontrak baru didapatkan dari proyek IKN. Optimisme tersebut mengingat anggaran IKN dari pemerintah lebih tinggi yaitu Rp 40,6 triliun dan dengan asumsi tingkat kemenangan sebesar 25%. PTPP juga berencana divestasi sebagian aset seperti pembangkit listrik (PT Inpola Meka Energi dengan kepemilikan 38,7% dan PT Odira Energi Karang Agung dengan kepemilikan 70%) di 2024. PTPP juga masih berupaya divestasi sebagian lahan dan aset segmen properti, semisal pada PT PP Properti Tbk (PPRO). Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, langkah divestasi aset dan potensi peningkatan proyek diharapkan dapat menjaga kinerja positif PTPP berlanjut di 2024. "Tantangan bagi emiten konstruksi terutama anggota BUMN Karya adalah arus kas negatif," kata Nafan, Selasa (2/1). Analis Binaartha Sekuritas, Revita Dhiah Anggrainy dalam riset 4 Desember 2023 menyebutkan, PTPP masih mampu mengantongi laba bersih dikala ada penurunan pendapatan usaha pada kinerja sembilan bulan pertama di 2023. Peningkatan laba bersih PTPP didukung oleh biaya keuangan yang lebih rendah dan peningkatan laba dari usaha patungan. Binaartha Sekuritas menargetkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) PTPP sebesar 1,3 kali di tahun 2023-2024.